cover
Contact Name
Harvina Sawitri
Contact Email
averrous@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
averrous@unimal.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl. Meunasah Uteunkot Cunda Lhokseumawe, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh
ISSN : 24775231     EISSN : 25028715     DOI : https://doi.org/10.29103/averrous
Core Subject : Health,
Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Averrous: Malikussaleh Journal of Medicine and Health - Averrous: MJMH*) is a peer-reviewed and open-access journal. Publishes by the Faculty of Medicine Universitas Malikussaleh in collaboration with the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh, which focuses on disseminating research findings that cover a wide range of subjects in medicine and health from basic medical and health sciences, applied sciences, and public health research. Original research papers, case studies, reviewed-articles are acceptable. Averrous: MJMH journals are published twice a year May and November. All research articles published in website Averrous: MJMH is free-downloaded according to the open access policy.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)" : 16 Documents clear
PENILAIAN INDEKS KEBUGARAN JASMANI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2015 DENGAN METODE HARVARD STEP UP TEST Maulina, Nora; Husna, Cut Asmaul
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.292 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.443

Abstract

Pola hidup sehat identik dengan olahraga ataupun kebugaran jasmani. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran maupun kesehatan seseorang, diantaranya adalah faktor latihan atau aktivitas fisik, pola makan, pengaturan istirahat dan lingkungan hidup yang higienis. Ada beberapa cara untuk mengukur kebugaran jasmani yaitu dengan tes kerja (Exercise Test), contohnya Harvard Step Up Test dengan metode naik turun bangku dengan kecepatan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penilaian indeks kebugaran jasmani mahasiswa program studi pendidikan dokter FK Unimal angkatan 2015. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental one group pre and post test design. Subjek penelitian adalah mahasiswa prgram studi pendidikan dokter FK Unimal angkatan 2015 yang diambil dengan tehnik convenient sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan denyut nadi, berat badan, tinggi badan, dan kebugaran jasmani dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata lama naik turun bangku (NTB) adalah 167,93 detik (SD= 34,31), rata-rata nadi sebelum adalah 62,48 detik (SD=4,61) dan nadi setelah 61,84 detik (SD=4,86). Nilai rata-rata tinggi badan responden adalah 158,57 cm (SD=8,04) dengan  tinggi badan minimal 143 cm dan tinggi badan maksimal 176 cm. Nilai rata-rata berat badan responden adalah 59,48 kg (SD=14,01) dengan berat badan minimal 40 kg dan berat badan maksimal 105 kg. Dan sebanyak 22 (50%) responden mempunyai Indeks Kebugaran Jasmani kurang dan 22 (50%) responden mempunyai Indeks Kebugaran Jasmani sedang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA PALOH GADENG KABUPATEN ACEH UTARA Mulyani, Mulyani; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sirah
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.08 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.438

Abstract

Pemakaian Alat pelindung Diri (APD) merupakan salah satu cara pencegahan terjadinya keracunan pestisida. Pestisida dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit, sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai p value = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak 46-55 tahun (36%), masa kerja terbanyak ?10 tahun (69,3%), tingkat pendidikan terbanyak SMA (44%). Responden yang memiliki pengetahuan baik 58,7%, responden tidak menggunakan APD 80%, dan penggunaan APD sebanyak 20%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemakaian APD pada petani pengguna pestisida di Desa Paloh Gadeng Kabupaten Aceh Utara (p value = 0,045). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan pemakaian alat pelindung diri.
THE PREVALENCE OF HYPERURICEMIA AND ASSOCIATED FACTORS IN DEPOK Meiyetriani, Eflita; Hamzah, Hamzah; Lima, Florensia
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.549 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.444

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan kejadian hiperurisemia dan hal terakhir ini telah menarik perhatian karena berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup orang dewasa, bersama dengan hipertensi, diabetes dan dislipidemia. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan ada hubungan antara resistensi insulin dan hiperurisemia dengan metabolik sindrom.Belum ada data yang pasti mengenai besarnya angka kejadian hiperurisemia pada masyarakat Indonesia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hiperurisemia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan di Kota Depok pada periode bulan Maret 2014 sampai Mei 2014.  Sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden penelitian terlibat dalam penelitian ini.Uji kai kuadrat dilanjutkan dengan analisis multivariat uji regresi logistik dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperurisemia. Sebanyak 18,6% mengalami hiperurisemia dimana frekuensi yang lebih sering pada laki-laki, usia di atas 50 tahun, pendidikan akhir sekolah dasar, tidak bekerja dan memiliki riwayat mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin. Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan dan riwayat konsumsi purin. Oleh karena prevalensi hiperurisemia yang relatif tinggi maka disarankan perubahan perilaku konsumsi makan dan kontrol terhadap kosumsi purin yang dapat meminimalisir terjadinya kondisi ini. Lebih lanjut disarankan untuk banyak minum dan makan buah-buahan, menghindari stress dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
DISORDER OF SEX DEVELOPMENT : AMBIGUOUS GENITALIA, PARTIAL ANDROGEN INSENSITIVITY SYNDROME Rajuddin, Rajuddin; Fauzan, Fauzan
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.936 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.432

Abstract

Disorders of sex development (DSDs) also known as ?intersex? are congenital condition by mismatch in which chromosomal, gonadal and anatomical. One in 4.500 infants is born with abnormalities of External genitalia, and mostly unexplained in molecular term. Androgen Insensitivity Syndrome (AIS) is a common cause of DSDs. Partial Androgen Insensitivity Syndrome (PAIS) is one of three broad subdivided phenotypes of AIS. Typically, characterized by evidence of feminization (i.e., undermasculinization) of the external genitalia at birth, abnormal secondary sexual development in puberty, and infertility in individuals with a 46,XY karyotype. In males characterized, Pais is common to observe a micropenis, hypospadias, and cryptorchidism. Individuals with PAIS that are characterized as women have been observe to have clitoromegaly and a fused labia during puberity . We reported a 13 year old child, with chief complaint primer amenorrhea. The patient admit as a girl but not yet got her menstruation. Patient was referred by Endocrinology Fertility and Reproductive Consultant of OBGYN, that has done Cromosomal and Hormonal analysis. We perform a laparascopy Exploratif and we get no uterus, fallopian tubal and ovarium that are exist. But, we found testis in inguinal canal.  Decision regarding gender assignment are still confronted between patient?s Family and medical staff. The prognosis is depends on the ambiguity of genital, Physical, and Physicosocial adjustment for sex assignment.
HUBUNGAN RIWAYAT KEJANG DEMAM DENGAN KEJADIAN EPILEPSI PADA ANAK DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA ACEH UTARA TAHUN 2015 Chairunnisa, Ummi; Julia Fitriany, Julia Fitriany; Sawitri, Harvina
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.895 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.439

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit otak tersering di dunia yang insidensinya meningkat pada usia anak-anak. Salah satu faktor risiko tersering ialah riwayat kejang demam. Kejang demam merupakan kejang yang didahului oleh demam yang terjadi pada usia 6 bulan hingga 59 bulan oleh karena proses ekstrakranial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat kejang demam dengan kejadian epilepsi pada anak di BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sumber data berasal dari rekam medik dengan sampel penelitian adalah pasien epilepsi dan tidak epilepsi di poliklinik bagian anak BLUD RSU Cut Meutia tahun 2015. Hasil penelitian ini didapatkan kasus epilepsi 11 anak (18,3%) dan tidak epilepsi 49 anak (81,7%). Kejadian epilepsi terbanyak pada anak usia 1 hingga 5 tahun yakni sebanyak 5 anak (20%) dan anak yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 9 anak (29%). Epilepsi anak yang disertai riwayat kejang demam sebanyak 4 anak (50%). Hasil uji fisher?s exact yaitu p= 0,031 terdapat hubungan antara riwayat kejang demam dengan kejadian epilepsi pada anak di BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2015.
ENZIM SEBAGAI BIOMARKER DIAGNOSIS PENYAKIT INFEKSI Sahputri, Juwita
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.095 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.433

Abstract

Enzim bekerja sebagai katalisator yang mempercepat reaksi kimiatanpa merubah ataupun merusak reaksi tersebut. Enzim dapat dimanfaatkan sebagai biomarker dari kerusakan suatu jaringan dan reagensia diagnosis. Tulisan ini Mengkaji peranan beberapa enzim sebagai biomarker untuk mendiagnosis penyakit infeksi seperti enzim aminotransferase pada penyakit demam berdarah dengue, enzim urease pada infeksi Helicobacter pylori, enzim procalsitonin pada pasien sepsis. Tulisan ini menggunakan pendekatan tinjauan kepustakaan guna menelaah lebih mendalam mengenai peranan enzim dalam diagnosis penyakit infeksi. Hilangnya keseimbangan antara pembentukan dan penghancuran enzim mengakibatkan lepasnya enzim ke aliran darah sehingga dapat digunakan sebagai biomarker penyakit.
HUBUNGAN RIWAYAT STATUS IMUNISASI BACILLE CALMETTE-GUÉRIN (BCG) DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS (TB) PADA ANAK DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA ACEH UTARA TAHUN 2015 Surura, Hedya Nadhrati; Mauliza, Mauliza; Fitriany, Julia
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.712 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.441

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian padaanak-anak dan bayi di seluruh dunia. Tingginya morbiditas TB pada orang dewasa mempengaruhi angka kesakitan TB pada anak. Anak dengan infeksi TB akan mempengaruhi perkembangan dan status kesehatan anak bahkan bisa menimbulkan kecacatan atau kematian. Upaya penurunan angka kesakitan anak dari penyakit TB dapat dicegahmelalui imunisasi Bacille Calmette-Guérin (BCG). Imunisasi BCG tidak dapat menghindari sepenuhnya dari sakit TB ringan, tetapi imunisasi BCG dapat menghindari dari sakit TB berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum (BLUD RSU) Cut Meutia Aceh Utara tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2015sampaiMaret 2016. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 69 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat didapatkan frekuensi responden yang terdapat riwayat imunisasi BCG berjumlah 50 responden (72,5%) dan responden yang tidak terdapat riwayat imunisasi BCG berjumlah 19 responden (27,5%). Gambaran sakit TB ringan berjumlah 66 responden (95,7%) dan TB berat berjumlah 3 responden (4,3%). Analisis bivariat hubungan riwayat status imunisasi BCG dengan Kejadian TB pada anak menggunakan uji Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact yaitu p = 1,000 (>? = 0,05) yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan riwayat imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak di BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara tahun 2015.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN LAMA RAWAT PASIEN ANAK DIARE DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2015 Amalia, Nazwa Warda; Mauliza, Mauliza; Wahyuni, Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.422 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.434

Abstract

Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali/hari pada bayi dan lebih dari 3 kali/hari pada anak disertai perubahan konsistensi feses menjadi cair dengan atau tanpa darah. Pada saat diare, proses penyerapan zat besi terganggu, akibatnya kadar hemoglobin (Hb) akan menurun dan akan mempengaruhi lama rawat pasien anak diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hb dengan lama rawat pasien anak diare di BLUD RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Sumber data berasal dari rekam medik dengan sampel penelitian 36 pasien anak diare. Analisis data menggunakan Fisher?s Exact Test (?=0,05). Pasien diare terbanyak berusia 1 ? <3 tahun (69,4%), anak laki-laki lebih banyak daripada perempuan (63,9%), dan pasien anak diare lebih banyak mengalami dehidrasi ringan-sedang (63,9%) dan tidak ada yang mengalami dehidrasi berat. Pasien anak diare lebih banyak memiliki kadar Hb tidak normal (83,3%). Lama rawat pasien anak diare dengan lama rawat ?4 hari lebih banyak daripada <4 hari (52,8%). Semua pasien anak diaredengan kadar Hb normal (6 orang) memiliki lama rawat ?4 hari, sedangkan pasien anak diare dengan kadar Hb tidak normal sebanyak 17 orang lama rawatnya <4 hari dan 13 orang dengan lama rawat ?4 hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan lama rawat pasien anak diare di BLUD RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2015 (p = 0,020).
PENILAIAN INDEKS KEBUGARAN JASMANI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2015 DENGAN METODE HARVARD STEP UP TEST Nora Maulina; Cut Asmaul Husna
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.443

Abstract

Pola hidup sehat identik dengan olahraga ataupun kebugaran jasmani. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran maupun kesehatan seseorang, diantaranya adalah faktor latihan atau aktivitas fisik, pola makan, pengaturan istirahat dan lingkungan hidup yang higienis. Ada beberapa cara untuk mengukur kebugaran jasmani yaitu dengan tes kerja (Exercise Test), contohnya Harvard Step Up Test dengan metode naik turun bangku dengan kecepatan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penilaian indeks kebugaran jasmani mahasiswa program studi pendidikan dokter FK Unimal angkatan 2015. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental one group pre and post test design. Subjek penelitian adalah mahasiswa prgram studi pendidikan dokter FK Unimal angkatan 2015 yang diambil dengan tehnik convenient sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan denyut nadi, berat badan, tinggi badan, dan kebugaran jasmani dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata lama naik turun bangku (NTB) adalah 167,93 detik (SD= 34,31), rata-rata nadi sebelum adalah 62,48 detik (SD=4,61) dan nadi setelah 61,84 detik (SD=4,86). Nilai rata-rata tinggi badan responden adalah 158,57 cm (SD=8,04) dengan  tinggi badan minimal 143 cm dan tinggi badan maksimal 176 cm. Nilai rata-rata berat badan responden adalah 59,48 kg (SD=14,01) dengan berat badan minimal 40 kg dan berat badan maksimal 105 kg. Dan sebanyak 22 (50%) responden mempunyai Indeks Kebugaran Jasmani kurang dan 22 (50%) responden mempunyai Indeks Kebugaran Jasmani sedang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA PALOH GADENG KABUPATEN ACEH UTARA Mulyani Mulyani; Harvina Sawitri; Cut Sirah Nadira
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.438

Abstract

Pemakaian Alat pelindung Diri (APD) merupakan salah satu cara pencegahan terjadinya keracunan pestisida. Pestisida dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit, sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai p value = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak 46-55 tahun (36%), masa kerja terbanyak ≥10 tahun (69,3%), tingkat pendidikan terbanyak SMA (44%). Responden yang memiliki pengetahuan baik 58,7%, responden tidak menggunakan APD 80%, dan penggunaan APD sebanyak 20%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemakaian APD pada petani pengguna pestisida di Desa Paloh Gadeng Kabupaten Aceh Utara (p value = 0,045). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan pemakaian alat pelindung diri.

Page 1 of 2 | Total Record : 16