cover
Contact Name
Harvina Sawitri
Contact Email
averrous@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
averrous@unimal.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl. Meunasah Uteunkot Cunda Lhokseumawe, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh
ISSN : 24775231     EISSN : 25028715     DOI : https://doi.org/10.29103/averrous
Core Subject : Health,
Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Averrous: Malikussaleh Journal of Medicine and Health - Averrous: MJMH*) is a peer-reviewed and open-access journal. Publishes by the Faculty of Medicine Universitas Malikussaleh in collaboration with the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh, which focuses on disseminating research findings that cover a wide range of subjects in medicine and health from basic medical and health sciences, applied sciences, and public health research. Original research papers, case studies, reviewed-articles are acceptable. Averrous: MJMH journals are published twice a year May and November. All research articles published in website Averrous: MJMH is free-downloaded according to the open access policy.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)" : 19 Documents clear
OBESITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARDIOVASKULAR Mauliza, Mauliza
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.818 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1040

Abstract

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Peningkatan prevalensi obesitas pada anak menjadi fokus perhatian terhadap keterlibatan struktur dan fungsi kardiovaskular.Obesitas pada masa anak  merupakan prediktor obesitas  dan meningkatkan risiko kardiovaskular pada masa dewasa. Obesitas pada anak dan remaja dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular. Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor risiko terjadinya peningkatan tekanan darah, sindroma metabolik, abnormalitas ketebalan dinding pembuluh darah, disfungsi endotel dan hipertrofi ventrikel kiri. Konsumsi makanan tinggi kalori yang besar, pengeluaran energi yang kurang dan atau kombinasi keduanya menyebabkan keseimbangan energi positif dengan peningkatan rata-rata berat badan pada populasi dan progresivitas jumlah kasus obesitas pada anak dan remaja.
HUBUNGAN JENIS MAKANAN JAJANAN DENGAN STATUS KARIES PADA MURID SDN LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Reca, Reca
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.764 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1036

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang sering dialami sebagian besar anak yang diakibatkan factor kurangnya mengonsumsi buah-buahan yang berserat dan juga sayuran.Selain itu kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan lengket (kariogenik) merupakan faktor paling besar pengaruhnya terhadap karies. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan jenis makanan jajanan dengan status karies gigi pada murid SDN Lampeunerut Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada bulan Mei 2017 dengan melakukan pemeriksaan gigi dengan menggunakan alat diagnosa set dan KSP untuk mengetahui status karies serta menggunakan kuesioner untuk mengetahui jenis makanan jajanan.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 71muridkelas III, IV dan V SDN Lampeunerut Aceh Besar.Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Random sampling.Hasil penelitian di uji secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji chi square. Dapat disimpulkan bahwa responden mengonsumsi makanan kariogenik lebih banyak yaitu sebanyak 55 orang (77,5%) dan status karies gigi berada dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 38 orang (43,8%). Setelah dilakukan uji statistik dengan menggunakan  uji chi squere didapatkan ada hubungan jenis makanan jajanan dengan status karies gigi, dengan p= 0,001. Direkomendasikan kepada murid SDN Lampeunerut Aceh Besar agar dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara membersihkan gigi dengan menyikat gigi secara teratur, dan membersihkan mulut dengan berkumur-kumur ataupun menyikat gigi setelah memakan jajanan manis dan lengket agar terhindar dari penyakit karies gigi yang dapat mengganggu kegiatan belajar dalam sehari-hari.
PERANAN PROTEIN ADHESI MATRIKS EKSTRASELULAR DALAM PATOGENITAS BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Husna, Cut Asmaul
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.588 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1041

Abstract

Bakteri Staphylococcus merupakan salah satu bakteri yang sering menimbulkan infeksi pada manusia.Beberapa spesiesnya merupakan flora normal pada kulit dan selaput lendir manusia, ada yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan infeksi piogenik bahkan septikemia. Staphylococcus aureus merupakan spesies yang paling invasif. Bakteri ini memiliki beragam faktor virulensi, yang mencakup protein-protein permukaan yang berperan dalam perlekatan kuman, enzim-enzim yang menguraikan protein, dan toksin yang merusak sel penjamu. Faktor virulensi S. aureus saling mempengaruhi, dengan struktur dan sekresi produknya yang berperan dalam patogenesis infeksi. Banyak faktor yang berperan dalam patogenitas bakteri Staphylococcus aureus, mulai dari metabolit bakteri, faktor virulensi sampai perananprotein adhesi matriks ekstraseluler.
HUBUNGAN NYERI TENGGOROK DAN FAKTOR RISIKO PASIEN PASCA OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM INTUBASI ENDOTRAKEAL DI PPK BLUD RSU CUT MEUTIA ACEH UTARA Millizia, Anna; Maulina, Fury
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.233 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1037

Abstract

Nyeri tenggorok adalah komplikasi umum yang terjadi pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal. Nyeri tenggorok dikaitkan dengan beberapa faktor risiko pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal seperti  usia, jenis kelamin, riwayat merokok, durasi intubasi dan ukuran pipa endotrakeal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nyeri tenggorok dan faktor risiko pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal di PPK BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang diadakan pada 41 pasien yang mengalami nyeri tenggorok pasca operasi dengan anestesi umum intubasi pada April-Mei 2018, dengan menggunakan uji Pearson Chi-square. Distribusi frekuensi nyeri tenggorok derajat sedang dalam 24 jam Pasca operasi adalah 61%, usia 18-60 tahun yaitu 95,1%, jenis kelamin laki-laki yaitu 63,4%, perokok yaitu 56,1%, durasi itubasi >60 menit yaitu 56,1% dan yang sering digunakan adalah ukuran pipa endotrakeal 7,0 ID. Berdasarkan uji Pearson Chi-Square, didapatkan bahwa nyeri tenggorok tidak berhubungan dengan usia, jenis kelamin serta terdapat hubungan nyeri tenggorok dan riwayat merokok (p=0,004); durasi intubasi (p=0,011) dan ukuran pipa endotrakeal (p=0,002) pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal di PPK BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan nyeri tenggorok dan riwayat merokok, durasi intubasi serta ukuran pipa endotrakeal pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal di PPK BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara.
RUPTUR UTERI SEBAGAI KOMPLIKASI TOLAC PADA PASIEN DENGAN KETUBAN PECAH DINI Rajuddin, Rajuddin; Komalasari, Komalasari; Roziana, Roziana
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.574 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1042

Abstract

Ruptur uteri inkomplit secara klinis signifikan terjadi setelah persalinan caesar sebelumnya dan merujuk pada gangguan lengkap dari semua lapisan uterus, kecuali serosa. Meskipun kejadiaanya sangat jarang, kurang dari 1% dari seluruh uji coba persalinan setelah kelahiran sesar (TOLAC). Komplikasi ini dapat memberikan outcome buruk termasuk komplikasi yang berhubungan dengan perdarahan berat, laserasi kandung kemih, histerektomi, dan morbiditas neonatal yang terkait dengan hipoksia intrauterin. Ruptur uteri inkomplit merupakan salah satu komplikasi TOLAC yang harus segera dikenali agar mendapatkan outcome maternal dan fetal yang lebih baik. Kami melaporkan satu kasus ruptur uteri inkomplit sebagai komplikasi TOLAC pada wanita multipara (G2P1A0) berusia 33 tahun hamil 39-40 minggu dengan ketuban pecah dini. Pasien menolak untuk terminasi kehamilan melalui tindakan seksio sesaria dan diputuskan untuk menjalani TOLAC dengan skor VBAC (Vaginal birth after cesarean delivery) adalah 2 (60%) dan skor Weinstein 4 (58%). Ketika observasi kemajuan persalinan pasien mengalami nyeri perut hebat, kontraksi hipertonik tanpa kelainan denyut jantung janin dan tanpa ring bundlesign. Pasien kemudian menjalani terminasi kehamilan perabdominal. Temuan intraoperatif menunjukkan suatu hematoma di bawah lapisan serosa sebagai akibat dari ruptur uterus inkomplit hingga ke lateral kiri. Setelah menjalani tindakan SC(Sectio Caesarea), ibu dan bayi dalam kondisi yang baik. Ruptur uteri inkomplit terjadi pada sekitar kurang dari 1% dari pasien yang menjalani TOLAC. Ketuban pecah dini yang terkait dengan abruptio plasenta dapat menjadi risiko terjadinya komplikasi ruptur uteri pada TOLAC. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lanjutan. Sebagian besar ruptur uteri inkomplit asimptomatis atau menunjukkan gejala yang tidak khas. Pengenalan awal kondisi ini dapat menghasilkan outcome maternal dan fetal yang lebih baik.
ANEMIA DEFISIENSI BESI Fitriany, Julia; Saputri, Amelia Intan
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.724 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1033

Abstract

Anemia adalah keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan besi yang digunakan untuk sintesis hemoglobin (Hb) 1. Gejala dari anemia secara umum adalah lemah, tanda keadaan hiperdinamik (denyut nadi kuat dan cepat, jantung berdebar, dan roaring in the ears). Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi yaitu kebutuhan yang meningkat, asupan zat besi yang kurang, infeksi, dan perdarahan saluran cerna dan juga terdapat faktor-faktor lainnya. Anemia defisiensi besi dapat di diagnosis dengan cara anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan pemberian zat besi secara oral, secara intramuskular dan transfusi darah
KARAKTERISTIK PASIEN THALASEMIA MAYOR DI BLUD RSU CUT MEUTIA ACEH UTARA TAHUN 2018 Sawitri, Harvina; Husna, Cut Asmaul
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.164 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1038

Abstract

Talasemia mayor  sebagai  penyakit  genetik  yang diderita  seumur  hidup  akan  membawa  banyak  masalah bagi penderitanya. Mulai dari kelainan darah berupa anemia  kronik  akibat  proses  hemolisis, sampai  kelainan berbagai  organ  tubuh  baik  sebagai  akibat  penyakitnya sendiri  ataupun  akibat  pengobatan  yang  diberikan. Sampai saat ini, transfusi darah masih merupakan penatalaksanaan  utama  untuk  menanggulangi  anemia  pada talasemia mayor. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan desain cross sectional pada 50 responden di Badan Layanan Umum Rumah sakit Cut Meutia dengan teknik convenient sampling untuk mengetahui karakteristik pasien thalasemia yang menjalani transfusi darah. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan pasien dengan jenis kelamin perempuan, rata-rata usia 9,82 tahun (SD ± 3,44), rata-rata berat badan adalah 23,64 Kg (SD ± 8,26), rata-rata kadar hemoglobin adalah 6,15 mg/dL (SD ± 1,32) dan rata-rata kebutuhan darah adalah 299,5 ml (SD ± 98).
EFEKTIVITAS PROGRAM GENERASI BERENCANA PUSAT INFORMASI KONSELING (PIK) REMAJA BAGI SISWA SMA NEGERI DI KOTA BANDA ACEH Liana, Intan
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.719 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1034

Abstract

Pemerintah telah mengupayakan program generasi berencana bagi remaja untuk mengendalikan persoalan terkait remaja. Namun, masih terdapat remaja yang berperilaku negatif sex bebas (12,5%), menonton film porno (90%) penyalahgunaan napza, dan lain sebagainya.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas program generasi berencana dalam kelompok pusat informasi konseling remaja bagi  siswa kelas 2 SMA Negeri di Kota Banda Aceh, yang dilakukan pada Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain Cross-sectional penelitian pada bulan April 2016.  Responden  adalah peserta PIK-Remaja sebanyak 134 siswa dan yang bukan perserta PIK-Remaja juga sebanyak 134 siswa. Analisis data menggunakan uji T-test Independent. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan rata-rata pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi (p value = 0,014), sikap remaja (p value = 0,012), Perilaku seksual remaja (p value = 0,015), dan motivasi remaja (p value = 0,001) antara siswa yang mengikuti PIK-Remaja dengan siswa yang tidak mengikuti PIK-Remaja. Disarankan kepada guru hendaknya memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kelompok PIK, dan pihak pemerintah untuk mengevaluasi program ini untuk dikemas dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan remaja khususnya di Aceh.
MALARIA Fitriany, Julia; Sabiq, Ahmad
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.336 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1039

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Ada 2 jenis makhluk yang berperan besar dalam penularan malaria yaitu parasit malaria (yang disebut Plasmodium) dan nyamuk anopheles betina. Plasmodium terbagi dalam empat jenis spesies di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah manusia. Pengobatan yang diberikan meliputi pengobatan radikal malaria dengan membunuh semua stadium parasit yang ada di dalam tubuh manusia bertujuan sebagai pengobatan radikal untuk mendapat kesembuhan kilinis dan parasitologik serta memutuskan rantai penularan. Kemoprofilaksis bertujuan untuk mengurangi resiko terinfeksi malaria sehingga bila terinfeksi maka gejala klinisnya tidak berat. Prognosis malaria berat tergantung kecepatan diagnosa dan ketepatan & kecepatan pengobatan.
ESTIMASI TINGGI BADAN BERDASARKAN PANJANG TULANG FEMUR PERKUTAN PADA MAHASISWA SUKU ACEH UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Maulina, Nora; Al Fadhil, Muhammad Fajar
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.925 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1035

Abstract

Tinggi badan merupakan salah satu identitas fisik terpenting pada seseorang. Pada beberapa kasus seperti mutilasi, ledakan bom, kecelakaan pesawat terbang, gempa bumi, tsunami dan tanah longsor, tinggi badan tidak dapat diukur karena anggota tubuh yang tidak utuh lagi, sehingga diperlukan suatu formula untuk mengetahui tinggi badan berdasarkan anggota tubuh yang tersisa. Tulang femur memiliki korelasi yang paling baik dengan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu formula estimasi tinggi badan berdasarkan panjang tulang femur perkutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional pada 43 mahasiswa suku Aceh Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan uji regresi linier sederhana. Didapatkan hubungan yang kuat antara tinggi badan dengan panjang tulang femur dengan koefisien korelasi pada tulang femur kanan 0,941 dan pada tulang femur kiri 0,945. Hasil analisis regresi linier sederhana didapatkan formula: tinggi badan = 87,520 + 1,705 x (panjang tulang femur kanan), tinggi badan = 87,119 + 1,715 x (panjang tulang femur kiri). Formula ini dapat diterapkan pada Suku Aceh.

Page 1 of 2 | Total Record : 19