cover
Contact Name
Laelatul Qodaryani
Contact Email
jtibbsdlp@gmail.com
Phone
+6285641147373
Journal Mail Official
jtibbsdlp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Iklim
Core Subject : Agriculture,
Jurnal TANAH dan IKLIM memuat hasil-hasil penelitian bidang tanah dan iklim dari para peneliti baik dari dalam maupun dari luar Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Jurnal ini juga dapat memuat informasi singkat yang berisi tulisan mengenai teknik dan peralatan baru ataupun hasil sementara penelitian tanah dan iklim.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 38, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
KEEFEKTIFAN MIKROBA ENDOFIT DALAM MEMACU PERTUMBUHAN DAN MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN PADA PADI SAWAH Hastuti, Ratih D.; Saraswati, Rasti; Sari, Amallia Puspita
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.109-118

Abstract

Abstrak. Salah satu penyebab rendahnya produksi padi di Indonesia adalah serangan penyakit hawar pelepah daun yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani. Penyakit ini merupakan penyakit yang sukar dikendalikan karena jamur patogen ini mempunyai sklerosia yang dapat bertahan hidup pada jerami, tanah dan tanaman inang lain. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi dan mempelajari potensi bakteri endofit dalam memacu pertumbuhan dan mengendalikan penyakit hawar pelepah daun tanaman padi sawah. Penelitian ini terdiri atas beberapa kegiatan yaitu uji hipersensitivitas, uji kemampuan bakteri endofit dalam menghasilkan zat pengatur tumbuh dan anti patogen, dan uji keefektifan isolat unggul dalam meningkatkan pertumbuhan dan mengendalikan penyakit Hawar Pelepah Daun padi IR-64 di rumah kaca. Dari hasil penelitian diperoleh satu isolat bakteri endofit dari marga Actinomycetes, isolat B1 yang mempunyai kemampuan menghasilkan zat pemacu tumbuh (IAA sebesar 95,47 ppm) dan menekan pertumbuhan patogen tular tanah (Rhizoctonia solani, Schlerotium, Fusarium, dan Xanthomonas). Inokulasi aktinomiset endofit pada tanaman padi IR-64 dapat meningkatkan pertumbuhan dan menekan serangan penyakit hawar pelepah daun. Abstract. One of the factors causing low rice production in Indonesia is a leaf sheath blight disease caused by the fungus Rhizoctonia solani. This disease is difficult to control because of the fungal pathogen that has a sklerotia that can survive and remain in straw, soil and other host plants. The purpose of this study was to characterize and study the potential of endophytic bacteria as plant growth promoting and bio-control agent of leaf sheath blight disease in rice. This study consists of several activities, namely hypersensitivity test, study on the ability of endophytic bacteria in producing plant growth promoting and anti-pathogenic, and the effectiveness of selected bacteria in enhancing the growth and suppressing of the leaf sheath blight disease in greenhouse. The result showed that one of endophytic bacteria, Actinomycetes isolates B1, has the ability to produce plant growth promotion (IAA 95,47 ppm), and serve as anti-pathogenic soil borne Rhizoctonia solani, Schlerotium, Fusarium, and Xanthomonas. Inoculation of endophyte actinomycetes in rice var. IR-64 can enhance the growth and suppress the leaf sheath blight disease.
PENENTUAN NILAI AMBANG CURAH HUJAN UNTUK DETEKSI DINI KEKERINGAN PADA TANAMAN PADI SAWAH: STUDI KASUS PROVINSI JAWA BARAT DAN SULAWESI SELATAN Surmaini, Elza; Hadi, Tri Wahyu; Subagyono, Kasdi; Puspito, Nanang Tyasbudi
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.79-87

Abstract

Abstrak. Defisit curah hujan dalam periode tertentu merupakan faktor dominan yang menentukan kekeringan agronomis. Oleh karena itu, nilai ambang curah hujan sebelum waktu tanam yang berpotensi menyebabkan kekeringan perlu diketahui untuk deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi bahwa penurunan curah hujan menyebabkan kekeringan agronomis pada tanaman padi sawah dan menentukan nilai ambang curah hujan yang berpotensi menyebabkan pada musim kemarau. Nilai ambang curah hujan dianalisis secara statistik menggunakan persamaan regresi polinomial antara Indeks Dampak Kekeringan Padi (IDKP) dengan curah hujan dan debit sungai. Model GR4J digunakan untuk menentukan korelasi antara curah hujan dan debit serta mensimulasi debit sungai pada tahun-tahun El Niño. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan cukup akurat digunakan sebagai indikator untuk deteksi dini kekeringan agronomis tanaman padi pada sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Nilai ambang curah hujan pada sawah tadah hujan adalah 60-70 mm, sedangkan untuk sawah irigasi adalah 20 mm. Abstract. Prolonged deficit of rainfall is a dominant factor affecting drought severity. Therefore, rainfall threshold prior to planting time that potentially lead to agronomic drought need to be identified for early detection purpose. This research aimed to confirm the adequacy of rainfall for measuring drought on paddy rice, and to assess rainfall thresholds as indicator of drought on paddy rice during dry season planting. Rainfall thresholds were statistically analyzed using a polynomial regression between Paddy Drought Impact Index (PDII) and rainfall and river discharge. GR4J model was used to assess correlation between rainfall and river discharge and to simulate river discharge in El Niño years. We deduce that rainfall is an appropriate indicator for early detection agronomic drought for both rainfed and irrigated paddy rice. We also emphasize that the drought events should be predicted by rainfall thresholds whose values are 20 mm for irrigated paddy field and between 60 mm to 70 mm in rainfed paddy field.
Tumpangsari Jagung (Zea mays L.) dan Kedelai (Glycine max L. Merrill) untuk Efisiensi Penggunaan dan Peningkatan Produksi Lahan Pasang Surut Iin Siti Aminah; Dedik Budianta; Munandar Munandar; Yakup Perto; Erizal Sodikin
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.119-128

Abstract

Nitrogen Dynamic from Applied Rice Straw Compost in Flooded Soil Linca Anggria; T. Rustaman; A. Kasno
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.89-94

Abstract

Abstract. Nitrogen is the main fertilizer to increase rice production. Nitrogen fertilizer use efficiency is affected by organic matter content in the soil. Understanding decomposition and nitrogen release of plant materials is important to better manage organic inputs. The objective of this research was to study the nitrogen dynamics on flooded soil with rice straw compost application. The experiment was carried out in green house of Indonesian Soil Research Institute (ISRI) on October 2010 to January 2011. Soil samples were taken from Ciruas, Banten. The analysis of ammonium and nitrate were conducted 14, 20, 30, 40, 50, and 60 days after planting. The result showed that ammonium and nitrate in soil with straw compost applications were lower than that of chemical fertilizer application. After day 20, the concentration of ammonium in soil decreased to the same level for all treatments. The concentration of nitrate, after increase on day 40 decreased until the last obeservation (day 60). Nitrogen concentration in straw was higher under chemical fertilizer than that of straw compost application. In rice grain, N concentrations were not significantly different among the two treatments. Abstrak. Nitrogen adalah pupuk utama untuk meningkatkan produksi beras. Efisiensi penggunaan pupuk nitrogen dipengaruhi oleh kandungan bahan organik dalam tanah. Pemahaman mengenai dekomposisi material tanaman adalah sesuatu yang penting untuk lebih baik dalam mengelola penambahan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari dinamika hara nitrogen pada tanah sawah dengan penambahan bahan organik (kompos jerami). Penelitian dilakukan di rumah kaca, Balai Penelitian Tanah pada bulan oktober 2010 sampai Januari 2011. Sampel tanah berasal dari Ciruas, Banten. Analisis amonium dan nitrat dilakukan pada hari ke-14, 20, 30, 40, 50, dan 60 setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amonium dan nitrat dalam tanah dengan penambahan kompos jerami lebih rendah dibandingkan dengan pupuk kimia. Umumnya setelah hari ke-20, konsentrasi amonium di dalam tanah menurun untuk semua tingkat perlakuan. Sedangkan konsentrasi nitrat, setelah meningkat pada hari ke-40 konsentrasi menurun hingga hari terakhir (hari ke-60). Konsentrasi nitrogen pada jerami menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kimia lebih tinggi dibanding kompos jerami. Sedangkan konsentrasi N pada gabah padi tidak berbeda nyata.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN PUPUK BUATAN TERHADAP FLUKS CO2 PADA LAHAN GAMBUT YANG DIDRAINASE Maswar, Maswar; Husnain, Husnain; Agus, Fahmuddin
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.71-77

Abstract

Abstrak. Drainase dan pemupukan pada lahan gambut dapat menstimulasi dekomposisi gambut, sehingga menyebabkan kehilangan karbon terutama dalam bentuk emisi CO2 ke atmosfer. Dua seri percobaan telah dilaksanakan, yang bertujuan untuk melihat pengaruh kotoran hewan sapi (kohe) dan pupuk buatan terhadap fluks CO2 pada lahan gambut yang didrainase. Penelitian dilaksanakan di Desa Lubuk Ogong, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, dari bulan Oktober 2011 sampai dengan Januari 2012. Percobaan pertama yaitu membandingkan tiga perlakuan terdiri atas: 1) kontrol (tanpa perlakuan); 2) aplikasi 10 t ha-1kohe dan 3) kombinasi 10 t ha-1kohe dengan pupuk buatan (urea = 0,1 kg m-2; SP-36 = 0,11 kg m-2; dan KCl = 0,09 kg m-2). Masing-masing perlakuan diulang tujuh kali dengan rancangan acak kelompok. Percobaan kedua merupakan plot berpasangan yang membandingkan antara perlakuan aplikasi pupuk kandang (kotoran sapi) dosis 10 t ha-1 dengan tanpa pupuk pada lahan gambut yang didrainase. Emisi CO2 dari permukaan tanah ditangkap dengan sungkup tertutup dan konsentrasinya diukur dengan Infrared Gas Analyzer (IRGA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang nyata meningkatkan fluks CO2, namun kombinasinya dengan pupuk buatan tidak nyata meningkatan fluks CO2 bila dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Setelah dua bulan setelah aplikasi pupuk kandang, nilai rata-rata fluks CO2 10% lebih tinggi dibandingkan plot tanpa pemberian pupuk kandang. Keragaman data hasil pengukuran fluks CO2 di lahan gambut sangat tinggi, baik secara temporal, maupun lintas perlakuan. Abstract. Drainage and fertilization on peat soils stimulate the decomposition process of peat material, thus substantially increase carbon losses from the soil, especially in the form of CO2. We conducted two series of experiments to study the effect of manure application on CO2 flux in drained peatlands in Lubuk Ogong Village, Bandar Seikijang Sub-District, Pelalawan District, Riau Province from October 2011 to January 2012. The first trial using randomized complete block design consisted of three treatments including: 1) control (no treatment); 2) Application of 10 t ha-1 cow barnyard manure; and 3) combination of 10 t ha-1 manure and chemical fertilizer (urea = 0.1 kg m-2; SP-36 = 0.11 kg m-2; and KCl = 0.09 kg m-2) with three replications. The other trial carried out in pair plots comparing with and without application of 10 t ha-1 manure. CO2 emitted through peat soil surface was captured using closed chambers and its concentration was measured using an Infrared Gas Analyzer (IRGA). The results showed that application of manure significantly increased the flux of CO2, while combination of manure and chemical fertilizer did not increased CO2 flux compared with control. During the two month period after manure applied, CO2 flux average in manure plot was 10% higher than that without manure. Moreover, we found large temporal and treatment-related variations of CO2 flux in peatlands.
Emisi CO2 dan CH4 dan Konsentrasi Asam-Asam Fenolat di Bawah Pengaruh Beberapa Perlakuan Pestisida di Lahan Sawah Gambut Pasang Surut Maulia A. Susanti; Supiandi Sabiham; Syaiful Anwar; Dadang Dadang; Irsal Las
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.95-100

Abstract

101 Pengaruh Inokulasi Burkholderia cenocepacia KTG terhadap Retensi Air dan Hara Tanah Typic Udipsamment Laksmita Prima Santi
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.107-108

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7