cover
Contact Name
Budi Priyo Prawoto
Contact Email
budiprawoto@unesa.ac.id
Phone
+6231-8280009
Journal Mail Official
jurnallitdikmipa@unesa.ac.id
Editorial Address
gedung c8 jurusan matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya kampus ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains
ISSN : -     EISSN : 2580586X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains (JPPMS) adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya. Jurnal ini memuat artikel penelitian yang berorientasi pada pokok-pokok kajian pendidikan matematika dan sains (fisika, kimia, biologi, dan IPA). Fokus dan cakupan Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains meliputi: Inovasi Pembelajaran Asesmen dan Evaluasi Media Pembelajaran Konsepsi dan Miskonsepsi Kurikulum dan Filsafat Psikologi Kognitif
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2, No. 2" : 5 Documents clear
Format Analisis Kritis Artikel Yang Berpotensi Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Herawati Susilo; Siti Zubaidah; Fatchur Rahman; Ahmad Kamal Sudrajat
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN SAINS Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2, No. 2
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppms.v2n2.p26-31

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan format analisis kritis artikel (FAKA) yang berpotensi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa perlu dikembangkan sebagai salah satu kecakapan hidup abad 21 yang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Keterampilan berpikir kritis juga diperlukan untuk mengembangkan proposal penelitian. Salah satu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa adalah melakukan analisis kritis (antis) artikel. Kegiatan melakukan antis artikel perlu dilakukan oleh setiap peneliti agar dapat memposisikan penelitiannya dalam state of the art penelitian dalam bidangnya. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah wawasan dan rujukan yang dapat digunakan untuk membahas hasil penelitiannya. Dalam rangka melatih mahasiswa melakukan kegiatan antis artikel diperlukan FAKA yang tepat. Berdasarkan pengalaman membelajarkan metodologi penelitian selama bertahun-tahun dirasakan bahwa pemilihan FAKA sangatmenentukan kualitas dan pemanfaatan hasil antis artikel yang dilakukan oleh mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan format analisis kritis artikel yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mendeskripsikan formatpenilaian hasil analisis kritis. FAKA yang berpotensi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa tersusun atas calon judul proposal penelitian, nomor urut artikel yang diantis, nama, NIM, kelas tanggal, referensi, kualitas jurnal, tujuan, metodologi penelitian, konsep yang dirujuk/dijadikan wacana, kelebihan dan kekurangan artikel, pertanyaan yang dimunculkan, konsep yang dipelajari, dan refleksi diri. Hasil penelitian ini adalah diperoleh FAKA berdasarkan FRISCO yang dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Masing-masing bagian dari FAKA dapat melatih mahasiswa untuk melakukan analisis secara kritis mengenai bagaimana artikel yang dianalisis kritis tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam rangka penyusunan proposal penelitiannya. This study is describing the article critical analysis format (FAKA) which has a potential to develop critical thinking skills. Students' critical thinking skills (SCTS) need to be developed as one of the 21st-century life skills that are needed to face the challenges. Critical thinking skills are also needed to develop research proposals. One of the activities that students must do is conducting critical analysis of articles, which is it need to be carried out by each researcher in order to point his state of the art of the research in his field. In order to train students to carry out critical analysis activities, the right FAKA is needed. Based on the experience of teaching research methodologies, the selection of FAKA determined the quality and utility of the results of critical analysis of articles. Descriptive research methods are used to describe the format of critical analysis that can develop critical thinking skills and describe the format of assessment of critical analysis results. FAKA has a potential to improve SCTS composed of prospective research proposal titles, the ordinal number of articles being analyzed, names, NIMs, date classes, references, journal quality, objectives, research methodology, referenced concepts, advantages, and disadvantages of articles, questions raised, concepts learned, and self-reflection. The results of this study are obtained by FAKA based on FRISCO which can empower SCTS. Each part of FAKA can train students to analyze critically about how the critically analyzed articles can be utilized by students in order to compile their research proposals.
Identifikasi dan Revisi Miskonsepsi Materi Substansi Hereditas pada Mahasiswa Peserta Semester Sisipan di Universitas Jember Slamet Hariyadi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN SAINS Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2, No. 2
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppms.v2n2.p32-36

Abstract

Pemahaman konsep genetika sangat penting bagi mahasiswa karena dapat digunakan untuk menganalisis semua fenomena makhluk hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi konsep yang salah tentang materi substansi hereditas pada mahasiswa yang menempuh perbaikan nilai di semester sisipan, sekaligus merevisi terhadap konsep yang salah. Metode Penelitian menggunakan deskripsikualitatif, yang menjelaskan secara detail setiap item miskonsepsi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes benar salah beralasan yang disertai kolom criteria CRI (Certainty of Response Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi awal mahasiswa termasuk dalam kategori Tinggi, tetapi kemudian turun menjadi Sedang setelah dilakukan revisi. Materi yang paling banyak mengalami miskonsepsi dan revisinya adalah Sintesis Protein.Understanding the concept of genetics is very important for students because it can be used to analyze all phenomena of living things. The purpose of this study is to identify the wrong concepts about the substance of heredity in students who have improved grades in the semester insert, as well as revise the wrong concepts. The research method uses a qualitative description, which explains in detail each item of misconception. Data collection techniques using the test of true false reasoning accompanied by CRI (Certainty of Response Index) column criteria. The results showed that students' initial misconceptions were included in the High category, but then dropped to Medium after being revised. The material that experiences the most misconceptions and revisions is Protein Synthesis.
Penerapan œSi Partol Dan Posraja Pada Materi Sistem Pernapasan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi Di Kelas Lintas Minat SMA Negeri 1 Sidayu Yuni Rohmawati
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN SAINS Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2, No. 2
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppms.v2n2.p37-41

Abstract

Perubahan kurikulum dari Kurikulum Berbasi Kompetensi (KBK) menjadi KTSP dan dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 adalah suatu proses di dunia pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan dan mencetak generasi siap dalam menghadapi masa yang akan datang. Karena itu kurikulum disusun dengan pertimbangan untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Beban mata pelajaran padakurikulum 2013 terdiri dari kelompok wajib A dan B, kelompok C dan kelompok D (lintas minat). Di SMA negeri 1 Sidayu, sebagian besar peserta didik di kelas X-IPS atau kelas XI-IPS dan XI-IB memilih mata pelajaran Biologi untuk mata pelajaran lintas minat. Dari pengalaman mengajar selama dua tahun terakhir ini, penulis menemukan fakta di kelas XI- IPS atau XI-IB yang terdapat mata pelajaran lintas minat Biologi menunjukkan bahwa sekitar 30% siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Untuk mengatasi masalah tersebut guru berkreasi dan berinovasi untuk membuat alat peraga œPARTOL dan POSRAJA agar pembelajaran tidak membosankan sehingga meningkatkan prestasi belajarbiologi. Tujuan best practice ini untuk mengetahui pengaruh penerapan œSi Partol dan Posraja terhadap prestasi belajar biologi pada materi sistem pernapasan di kelas lintas minat SMA Negeri 1 Sidayu tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah pengalaman terbaik dari pengajar atau best practice. Hasil dari best practice ini adalah bahwa penerapan alat peraga œsi Partol dan Posraja pada materi sistem pernapasan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar biologi yaitu meningkatkan kemampuan kognitif dengan hasil ulangan KD 3.8 nilai rata-rata 83 baik pada kelas XI-IPS 2, XI-IPS 3 dan XI- IB dan terjadi kenaikan ratarata dari 76 menjadi 83. Changes in curriculum from Competency Based Curriculum (KBK) to KTSP and from KTSP to Curriculum 2013 is a process in the world of education that aims to prepare and print a generation ready to face the future. Therefore the curriculum is prepared with consideration to anticipate future developments.The burden of subjects in the 2013 curriculum consists of compulsory groups A and B, group C and group D (cross-interest). In SMA Negeri 1 Sidayu, most students in class X-IPS or class XI-IPS and XI-IB choose Biology subjects for cross-interest subjects. From the experience of teaching for the past two years, theauthors found facts in class XI-IPS or XI-IB that have cross-interest Biology subjects showing that around 30% of students have not been able to reach the minimum completeness criteria (KKM). To overcome these problems, teachers create and innovate to make teaching aids "PARTOL and POSRAJA" so that learning is not boring, thus increasing learning achievement in biology. The purpose of this best practice is to determine the effect of the application of "Si Partol and Posraja" on the achievement of learning biology on respiratory system material in the cross-interest class of SMA Negeri 1 Sidayu in the 2018/2019 academic year. Thisresearch is the best experience from the instructor or best practice. The result of this best practice is that the application of the "Partol and Posraja" teaching aids on respiratory system material is proven to be able to improve biology learning achievement, namely to improve cognitive abilities with KD 3.8 test resultsaveraging 83 both in class XI-IPS 2, XI- IPS 3 and XI-IB and an average increase from 76 to 83.
Studi Komparasi Model Pembelajaran Make A Match dan Picture And Picture Terhadap Prestasi Belajar Daur Hidup Hewan Kelas V SDN Mojorayung 01 Sigit Hasan Fahrudin; Ani Sulistyarsi; Soeprijadi Djoko Laksana
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN SAINS Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2, No. 2
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppms.v2n2.p42-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan komparasi prestasi belajar Daur Hidup Hewan Kelas V SDN Mojorayung 01 dengan model pembelajaran make a match dan model pembelajaran picture and picture dan melihat ada tidaknya penerapan kedua model tersebut terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain True Experimental Design tipe posttest-only control design. Siswa kelas V SDN Mojorayung 01 kelas VA dan kelas VB dengan banyak siswa kelas VA sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan, dan banyak siswa kelas VB 23 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknikpengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar materi Daur Hidup Hewan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis. Dari hasil penelitian ini setelah dilakukan analisis data terhadap nilai prestasi belajar data post-test menunjukan bahwa prestasi belajar kelasekperimen 1 atau kelas yang menggunakan model pembelajaran picture and picture dan kelas eksperimen 2 atau kelas yang menggunakan model pembelajaran make a match berbeda. Berdasarkan Uji-t dapat diketahui bahwa nilai thitung =3,04 >,1,686 = ttabel, maka H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini adalah ada komparasi model pembelajaran picture and picture dan make a match terhadap prestasi belajar Daur Hidup Hewan siswa kelas V SDN Mojorayung 01. Model pembelajaranpicture and picture lebih baik daripada model pembelajaran make a match.This study aims to do a comparison between make a match learning model and picture and picture learning model towards Learning Achievement Animal Life Cycle Grade Learning in Mojorayung Elementary School 01 as well as to examine whether there is a difference between the students learning achievement after the implementation of those model. This research used experimental methods with thedesign True Experimental Design posttest-only control type design. The research sample in this study were 21 students of VA class which consists of 9 male students and 12 female students, and 23 students of VB class which consists of 12 male students and 11 female students. Data collection technique used learningachievement test techniques of Animal Life Cycle topic. Data analysis techniques used Normality Test, Homogeneity Test and Hypothesis Test. From the results of this study after doing the data analysis towards the score of students learning achievement post-test, it shows that the ability of experimental class 1, wherethe picture and picture learning model was implemented and experimental class 2, where make a match learning model was implemented were different. Based on the t-test, it can be seen that the value of t count = 3.04>, 1.686 = t table, then H1 is accepted. Thus, it can be concluded that the results of this study are that there is a comparison of picture and picture learning models and make a match to learning achievement Animal Life Cycle grade V students of SDN Mojorayung 01. Picture and picture learning models are better than learning models make a match.
Implementasi Pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skill) IPA Menggunakan Alat Sederhana Nevi Retnoasih
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN SAINS Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2, No. 2
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppms.v2n2.p48-53

Abstract

Perkembangan menyongsong abad 21 menuntut pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skill) untuk dapat transfer pengetahuan, berpikir kritis dan kreatif dalam pemecahan masalah. Data di lapangan menunjukkan hasil UN tahun 2018 masih lemah. Hal ini terjadi dikarenakan penilaian UN mulai ditingkatkan penilaian HOTS sedangkan pembelajarannya belum HOTS. Kreatifitas guru diperlukanmewujudkan pembelajaran HOTS dengan membuat alat sederhana untuk membantu mewujudkan pembelajaran HOTS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran HOTS IPA mengunakan alat sederhana dapat meningkatkan pencapaian peserta didik pada kompetensi yang dipelajari.Metode penelitian yang dilakukan meliputi: menganalisis Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai, merancang alat sederhana yang akan digunakan, merancang strategi belajar yang akan dilakukan, menentukan penilaian untuk mengukur keberhasilan peserta didik dan melakukan observasi pembelajaran. Hasil analisis KD didapatkan materi ekosistem dengan kartu bermain Ekosistem, uji asam basa dengan indikator yang dapat dibuat sendiri dari bahan alam, materi zat aditif dengan tusuk gigi berlumur kunyit untuk uji boraks pada tahu dan bakso, dan materi zat adiktif dengan media sederhana paru-paru tiruan pendeteksi tar pada asap rokok. Kesimpulan yang diperoleh dari implementasi pembelajaran HOTS IPA dengan gunakan alat sederhanan dapat mengajak peserta didik menemukan konsep sendiri dalam belajar, melatih peserta didik peka dalam ikut menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungannya, melakukan belajar dengan menemukan konsep atau mengaplikasikan konsep yang dipelajari secara langsung sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna. The development of the 21st century demands the learning of HOTS (Higher Order Thinking Skill) to transfer knowledge, critically thinking and creatively in problem solving. Data in the field shows that the 2018 national exam results are still weak. This happened because the assessment of the national exam began to improve HOTS while the learning was not yet on the national exam. Teacher creativity is needed to realize HOTS learning by making simple tools to help realize HOTS learning. The purpose of this study is to find out how HOTS science learning using simple tools can improve student achievement in the competencies being learned. The research methods carried out include: analyzing the appropriate basiccompetencies, designing simple tools to be used, designing learning strategies to be carried out, determining assessments to measure student success and observing learning. Basic competencies analysis results obtained in the ecosystem material with ecosystem playing cards, acid-base test with indicators that can bemade from natural materials, additive material with turmeric-covered toothpicks for borax tests on tofu and meatballs, and addictive substances with simple pulmonary media artificial lung detection of tar in cigarette smoke. The conclusion obtained from the implementation of HOTS Science learning by using simple toolscan invite students to find their own concepts in learning, train students to be sensitive in participating in solving problems that occur in their environment, to learn by finding concepts or applying concepts that are learned directly so that learning becomes fun and meaningful.

Page 1 of 1 | Total Record : 5