cover
Contact Name
Johan Danu Prasetya
Contact Email
johan.danu@upnyk.ac.id
Phone
+628122771984
Journal Mail Official
johan.danu@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK Jl. Ring Road Utara No.104, Ngropoh, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan
ISSN : 25497197     EISSN : 2549564x     DOI : https://doi.org/10.31315
JMEL (Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan) is a journal organized by the Faculty of Mineral Technology, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. The aim of this journal publication is to disseminate the research results and conceptual thoughts that have been achieved in the focus area of geosciences. JMEL, particularly focuses on the main problems in the development and application of the geosciences areas as follows: Geological Science and engineering Energy and Mineral Resources Geophysics and Geochemistry Geomatika Petroleum Geoscience and Engineering Mining and Metallurgy Engineering Disaster Management Environmental Sciences and Engineering Geoheritage and Geotourism
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): Desember" : 5 Documents clear
Optimalisasi Pengelolaan Sumur Tua Dalam Rangka Peningkatan Produksi Minyak Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat Sudarmoyo Gunanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.2040

Abstract

Indonesia memiliki banyak sumur tua yang masih berpotensi untuk direaktivasi, hal ini menjadi fokus penelitian ini. Dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan produksi minyak bumi dalam suatu Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Kontrak Kerja Sama (KKS) yang didalamnya terdapat sumur-sumur tua dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi sumur tua, maka Menteri ESDM menetapkan Peraturan Menteri (Permen) No. 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua. Terkait dengan terbitnya Permen tersebut, SKKMIGAS bersama Kementrian ESDM (cq ditjen Migas dan Setjen ESDM) dan PT PERTAMINA EP menyusun Pedoman Tata Kerja dengan tujuan sebagai pedoman kerja untuk SKKMIGAS dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dalam menangani permohonan KUD/BUMD tentang pengusahaan minyak bumi pada sumur tua. Dengan adanya peraturan dan pengawasan yang jelas, usaha pengembangan pengelolaan sumur tua dapat menjadi penggerak perekonomian bagi warga sekitar. Aspek keamanan, lingkungan, kesehatan warga dan pelaku industri dapat terjaga dengan baik. Dengan terlibatnya BUMD/KUD dalam pengelolaan sumur tua, diharapkan menjadi permulaan peran usaha daerah di sektor migas Indonesia. Pengembangan pengelolaan sumur tua relatif berbeda dengan pengelolaan sumur aktif di industri perminyakan pada umumnya. Penelitian ini membahas tentang sumur tua dari aspek definisi, tahapan perijinan, metoda pemilihan kandidat, sikap dan persepsi masyarakat sekitar sampai teknologi yang berkembang saat ini untuk pengelolaan sumur tua. Optimalisasi pengelolaan sumur tua menjadi tidak ekonomis jika menggunakan Standart Teknologi Perminyakan yang ada saat ini,. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi RIG Tepat Guna dan Pompa APTG yang sesuai dengan karakteristik sumur tua, agar efisien, ekonomis dan memenuhi standar HSE di industri perminyakan.
METODE MT, CSAMT, DAN TDEM TERINTEGRASI UNTUK MENDESAIN MODEL KONSEPTUAL PANAS BUMI LAPANGAN WAYANG WINDU JAWA BARAT hafiz hamdalah
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.2039

Abstract

Lapangan Panas Bumi Wayang Windu, Jawa Barat merupakan lapangan yang sudah beroperasi dan dalam tahap pengembangan. Untuk meningkatkan produksi maka harus ditemukan area prospek baru dengan membangun konseptual model panas bumi yang lebih detil. Metode Magnetotelluric (MT), Controlled Source Audio-Frequency Magnetotelluirc (CSAMT), dan Time Domain Electromagnetic (TDEM) merupakan metode geofisika elektromagnetik yang efektif dalam menggambarkan konseptual panas bumi berdasarkan kontras nilai resistivitas batuan di bawah permukaan. Efek heterogenitas medium di dekat permukaan menyebabkan efek pergeseran statik pada kurva resistivitas semu, sehingga perlu dikoreksi menggunakan data Time Domain Electromagnetic (TDEM). Informasi geologi berupa struktur sesar dan variasi litologi serta informasi suhu, kedalaman reservoar dan kondisi litologi bawah permukaan dari data lubang bor diperlukan pada tahap interpretasi. Hubungan antara slope resistivitas, gradien resistivitas (RG), serta gradien suhu dapat digunakan memprediksi klasifikasi potensi sumur dari produksi sangat tinggi sampai sangat rendah. Interpretasi model resistivitas bawah permukaan menunjukan nilai resistivitas overburden >40 ohm.m, batuan penudung <5 ohm.m, batuan reservoar >5 – 40 ohm.m, dan sumber panas >100 ohm.m. Kedalaman top of reservoir bervariasi dari 750 – 900 meter di bawah permukaan. Integrasi data geofisika, geologi, dan sumur menghasilkan model konseptual panas bumi lapangan Wayang Windu yang merepresentasikan zona up flow, out flow, primary recharge, secondary recharge, patahan, rekahan, dan sebaran litologi bawah permukaan. 
ANALISIS GERAKAN MASSA BERDASARKAN SIFAT FISIK MEKANIK TANAH DAERAH KALIJAMBE, KECAMATAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH Yanuar Nursani Indriani; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Heru Sigit Purwanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.2080

Abstract

Bencana tanah longsor hampir setiap musim hujan selalu menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Wilayah Indonesia yang rawan akan bencana tanah longsor antara lainKabupaten Purworejo, Jawa Tengah, khususnya Kecamatan Bener. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geologi di daerah tersebut,terdiri dari litologi berupa material gunung api,derajat pelapukan tinggi, dan memiliki bentuk lahan dengan kemiringan lereng yang curam.Pada lereng curam tersebut sering kali terdapat bidang lemah yang terbentuk di antara batuan segar yang kedap air dengan tanah pelapukan yang lebih poros, sehingga berpotensi menjadi bidang gelincir. Kondisi lereng yang tidak memenuhi kriteria keamanan dan tidak terpantau akan menjadi ancaman bagi kehidupan disekitarnya,bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis gerakan tanah, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng, dan menyusunmodelpenanggulangan sertapengurangan dampak gerakan massa yang terjadi.
PENGARUH DISKONTINUITAS DAN PELAPUKAN LAVA ANDESIT TERHADAP SIFAT MEKANIK BATUAN DI GIRIPURWO, GIRIMULYO, KULONPROGO, DIY Arie Noor Rakhman; Nur Widi Astanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diskontinuitas dan pelapukan massa batuan lava andesit terhadap sifat karakteristik sifat mekanik batuan beku lava andesit di Daerah Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Data penelitian berupa kondisi geologi, sifat fisik batuan, derajat pelapukan disertai hasil uji kuat tekan, absorpsi atau penyerapan air dan petrografi pada batuan lava andesit. Model struktur batuan lava yang dipergunakan yaitu model Gordon Andrew MacDonald (1972). Identifikasi derajat pelapukan batuan dan pola strukturnya pendekatan model Geological Society of London (1990). Sintesa data menghasilkan hubungan korelasi antar sifat fisik terhadap sifat mekaniknya.Nilai kuat tekan batuan lava andesit (396.18 - 1,802.89 kg/cm2) dikontrol oleh bidang diskontinuitas berupa struktur kekar, skoria, sesar dan bidang ketidakselarasan. Dari bawah ke atas berkembang derajat pelapukan tingkat IB hingga IV, kekuatan batuan semakin rendah oleh adanya air berupa tegangan air pori (nilai serapan 0,31 – 2,19%) pada bidang diskontinuitas tersebut. Kekuatan friksi batuan dapat bertambah oleh keberadaan mineral karbonat produk pelapukan mineral plagioklas yang mengisi celah bidang diskontinuitas.
KEBERADAAN DAN KETERSEDIAAN AIR TANAH DI KOTA MAGELANG Puji Pratiknyo
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v1i2.1749

Abstract

Kota Magelang merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang perkembangannya relatif cepat di berbagai sektor. Selaras dengan perkembangan Kota Magelang di berbagai sektor tersebut membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan percepatan perkembangan dan kelangsungan kehidupan.  Salah satu yang dibutuhkan adalah sumberdaya alam yang berupa air. Karena sumberdaya air permukaan yang jumlahnya terbatas maka perlu dukungan sumber daya air tanah.Dengan menggunakan peta tematik yang menggambarkan kondisi sumber daya air yang ada di Kota Magelang, yaitu Peta Hidrogeologi dan Peta Cekungan Air Tanah, dan dengan metode perhitungan menggunakan rumus Hukum Darcy dapat diketahui keberadaan dan besarnya ketersediaan air tanah.Hasil yang didapatkan adalah bahwa air tanah di Kota Magelang berada pada 2 kelompok akuifer, yaitu: 1). Akuifer dengan sistem aliran melalui ruang antar butir, setempat melalui rekahan dan 2). Akuifer dengan melalui rekahan dan ruang antar butir. Besarnya ketersediaan air tanah di Kota Magelang dengan menggunakan Peta Hidrogeologi berbeda dengan hasil perhitungan ketersediaan air tanah dengan menggunakan Peta Cekungan Air Tanah. Besar ketersediaan air tanah berdasarkan Peta Hidrogeologi adalah  8,04 Juta m3/th. Sedangkan hasil perhitungan ketersediaan air tanah dengan menggunakan Peta Cekungan Air Tanah adalah 9,18 Juta m3/th.

Page 1 of 1 | Total Record : 5