cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2018): Januari" : 6 Documents clear
Pengaruh Pelatihan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dengan Metode Off The Job Training pada Kader terhadap Kemampuan Kader Mendeteksi Perkembangan Balita Reni Sulistyowati; Septi Kurniawati; Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.788 KB)

Abstract

Pelatihan merupakan suatu proses belajar mengajar terhadap pengetahuan dan ketrampilan serta sikap agar kader semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dengan metode off the job training pada kader terhadap kemampuan kader dalam mendeteksi dini perkembangan Balita di Puskesmas Tembokrejo Banyuwangi.Penelitian ini merupakan penelitian jenis Quasi Eksperimental dengan pendekatan pre-test post-test design. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini 60 kader posyandu Puskesmas Tembokrejo, yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 30 orang kelompok eksperimen dengan metode pelatihan off the job training dan 30 orang kelompok kontrol yang diberi pelatihan dengan metode on the job training. Teknik analisis data yang digunakan uji t berpasangan wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui pengaruh pada dua kelompok menggunakan Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan secara signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok dengan p-value pengetahuan 0,000 kelompok eksperimen dan 0,248 kelompok kontrol, sedangkan p-value sikap 0,003 kelompok eksperimen dan 0,005 kelompok kontrol. Selanjutnya ada perbedaan secara signifikan kemampuan pada kelompok yang diintervensi menggunakan metode off the job training dan on the job training.Pelatihan dengan metode off the job training memberikan hasil yang maksimal dari segi pengetahuan, sikap dan psikomotor.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Firdawsyi Nuzula; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.259 KB)

Abstract

Angka kesakitan dan kematian tertinggi yang menyerang balita akibat dari infeksi adalah ISPA. Sekitar dua juta anak yang meninggal setiap tahun akibat dari infeksi ini di negara-negara berkembang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status kejadian ISPA pada balita baik faktor langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada Balita. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional analitik. Dengan menggunakan Purposive Sampling didapatkan jumlah sampel penelitian 62 balita. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistic.Hasil analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa dengan CI 95% didapatkan faktor status gizi menunjukkan OR=0,803, riwayat imunisasi OR=0,725, riwayat pemberian ASI eksklusif=6,968 dan paparan asap rokok OR=0,602. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa hanya riwayat pemberian ASI eksklusif yang berhubungan dengan kejadian ISPA dan secara statistik signifikan. Pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan resiko kejadian ISPA pada balita karena kandungan ASI memiliki kekhususan biologis yang terformulasikan secara unik di dalam tubuh ibu sesuai dengan tahapan perkembangan bayi untuk memastikan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh dan membentuk pertumbuhan otak bayi.
Kadar Glukosa Darah Tidak Terkontrol dan Hipertensi terhadap Kejadian Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Eko Prabowo; Haswita .; Lina Agustiana Puspitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.816 KB)

Abstract

Populasi Diabetes Mellitus saat ini meningkat dan berdampak pada peningkatan kejadian ulkus kaki diabetik sebagai komplikasi kronis Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah hubungan faktor resiko terhadap kejadian kaki diabetik antara lain hipertensi dan kadar glukosa darah tidak terkontrol.Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain komparasi dan pendekatan crossectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 responden terbagi menjadi dua kelompok yaitu 30 orang kelompok perlakuan yaitu responden diabetes mellitus dengan ulkus kaki diabetik dan 30 orang kelompok kontrol yaitu responden dengan diabetes mellitus tanpa ulkus kaki diabetik. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Untuk menginterpretasikan hubungan diantara dua variable independen menggunakan uji uji regresi logistik dengan p value < 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kadar glukosa darah tidak terkontrol terhadap kejadian kaki diabetik dengan nilai Sig Wald 0.335 > 0.05. Ada pengaruh faktor hipertensi terhadap kejadian kaki diabetic dengan nilai Sig Wald 0.010 < 0,05. Kadar gula darah tidak terkontrol dengan OR 2,265 maka orang yang gula darahnya tinggi, lebih beresiko mengalami kaki diabetik sebanyak 2,265 kali lipat di bandingkan orang yang gula darahnya normal. Hipertensi dengan OR 1,780 maka orang yang mengalami hipertensi lebih beresiko mengalami kaki diabetik sebanyak 1,780 kali lipat dibandingkan orang yang tidak menderita hipertensi.Pasien Diabetes Melitus yang mengalami hipertensi harus lebih sering kontrol agar tidak terjadi kaki diabetik.
Persepsi Perilaku Caring: Analisis Karakteristik Perawat di Rumah Sakit “X” Kabupaten Banyuwangi Roshinta Sony Anggari; Maulida Nurfazriah Oktaviana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.177 KB)

Abstract

Salah satu institusi yang memegang peran penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat tersebut adalah Rumah Sakit. Keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit. Keperawatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan mencakup biopsikososial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Sebagai pemberi layanan perawat hendaknya memiliki kemampuan untuk memperhatikan orang lain, keterampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercemin dalam perilaku caring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi perawat tentang perilaku caring di RS “X” Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kategorik dengan jumlah sampel 37 perawat yang diperoleh selama 2 minggu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner inventaris perilaku caring yang diterjemahkan dari kuesioner CBI Wolf (1988). Hasil analisis perilaku caring perawat didapatkan skor CBI tinggi di setiap ruang rawat inap, nilai skor CBI mean tertinggi ada pada ruang rawat inap kelas 1 dan VIP dengan nilai mean 3,778. Hasil penelitian ini memberikan implikasi untuk rumah sakit agar semakin meningkatkan perilaku caring perawat tanpa melihat jenis ruang rawat inap tempat perawat bekerja. Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mampu menggali perilaku caring perawat dari persepsi perawat maupun pasien dengan metode observasi dan self assessment.
Gambaran Karakteristik Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Erna Melastuti; Hayatun Nafsiah; Ayi Fachrudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.267 KB)

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi yang paling umum untuk pasien ESRD (End State Renal Disease) untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran karaktersitik pasien hemodialisa sehingga dapat diketahui kondisi pasien untuk menentukan masa depan pengobatan mereka. Ketepatan dalam pengobatan akan mempengaruhi keberhasilan pengobatan, kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisisPenelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Jumlah responden sebanyak 30 responden. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan distribusi Frekuensi. Hasil didapatkan bahwa karakteristik responden yaitu usia terbanyak 46-55 tahun sebesar (36.7%), jenis kelamin laki-laki sebesar (56.7 %), tingkat pendidikan SMA sebesar (46.7%), lama menjalani hemodialisis 29-52 bulan sebesar (36.7%), pekerjaan wiraswasta sebesar (43.3%), penyulit terkait dengan dukungan sosial yaitu tidak mengalami penyulit sebesar (73,3%), komplikasi intradialisis mengalami komplikasi sebesar (100,0%), dukungan sosial dengan dukungan sosial tinggi sebesar (60,0%), kepatuhan menjalani hemodialisis dengan hasil patuh sebesar (86,7%).
Uji Prebiotik Unulin Umbi Dahlia (Dahlia Pinnata Cav.) Berbunga Merah Darah pada Lactobacilus Acidophillus dan Streptococcus Termophillus Iif Hanifa Nurrosyidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.193 KB)

Abstract

Prebiotik dan Probiotik merupakan dua mekanisme alternatif untuk menjaga keseimbangan mikroflora usus besar ke arah yang menguntungkan bagi kesehatan. Hasil metabolisme probiotik yang berupa asam-asam organik seperti asam laktat, asam propionat, asam butirat, dan asam asetat, akan menurunkan pH usus besar. Kondisi pH usus besar yang asam akan menghambat atau membunuh bakteri patogen. Inulin merupakan polimer dari unit fruktosa yang dihubungkan dengan ikatan β-(2-1) glikosidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk perhitungan kecepatan pertumbuhan spesifik dan waktu generasi dengan membandingkan waktu generasi dari dua spesies bakteri yang digunakan (lactobacilus acidophillus dan streptococcus termophillus).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian berupa post test-only control group design, yaitu membandingkan hasil akhir dari kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Perlakuan yang dilakukan adalah pemberian inulin umbi dahlia berbunga merah darah dengan konsentrasi 2.500 ppm, 5.000 ppm, 10.000 ppm. Kelompok kontrol tanpa diberi inulin. Masing-masing pengamatan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil uji prebiotik yang diperoleh dianalisis dengan menghitung kecepatan tumbuh spesifik dan waktu generasi (doubling time). Enumerisasi total mikroba diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 625 nm. Banyaknya cahaya yang dipancarkan (optical density/OD) sebanding dengan kerapatan sel bakteri dalam suspensi. Hasilnya menunjukkan kecepatan pertumbuhan tertinggi L.acidophillus diperoleh dari penambahan inulin 10.000 ppm. Pertumbuhan S.thermophillus juga menunjukkan kecepatan pertumbuhan tertinggi pada penambahan inulin 10.000 ppm. Peningkatan kecepatan pertumbuhan semakin meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi inulin yang diberikan.Maka uji prebiotik yang telah dilakukan, pemberian inulin dari umbi dahlia berbunga merah darah mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri probiotik L. Acidophillus dan S. Termophilus.

Page 1 of 1 | Total Record : 6