Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (2017)"
:
16 Documents
clear
UJI BAKTERI COLIFORM PADA OLAHAN BAWANG PUTIH GILING Allium sativum L YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA BENGKULU
farizal, jon;
W, Putri Widelia
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.688 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v5i2.576
Bawang putih sebagai bumbu digunakan hampir dalam setiap makanan dan masakan di indonesia. Pada umumnya pedagang bawang putih giling, dalam pengolahannya tidak mencuci bahan dan peralatannya dengan air bersih, maka diadakan penelitian untuk mengetahui kualitas olahan bawang putih giling yang beredar secara mikrobiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri coliform pada olahan bawang putih giling yang dijual di Pasar tradisional kota bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan 19 sampel uji dilakukan pengujian dengan menggunakan metode MPN ragam 5-1-1 yang meliputi uji penduga dan uji penegas kemudian disesuaikan dengan tabel MPN. Hasil penelitian menunjukkan dari 19 sampel yang diperiksa 13 sampel mengandung bakteri coliform dengan cemaran bakteri coliform 68,4 %/100 mL, dengan nilai MPN yang tertinggi adalah 10/100 mL sebanyak 3 sampel, dan nilai MPN sample lainnya yaitu 2/100mL sebanyak 1 sampel, untuk nilai MPN 4/100 ml sebanyak 1 sampel, untuk nilai MPN 7/100 mL sebanyak 2 sampel, untuk nilai MPN 8/100 mL sebanyak 5 sampel, sedangkan untuk nilai MPN 9/100 mL sebanyak 1 sampel. Adanya Bakteri Coliform dalam olahan bawang putih giling yang dijual di pasar tradisional kota Bengkulu sebesar 68,4%/100 mL.Terdapatnya bakteri coliform dapat diperkirakan yaitu melalui cara pengolahan dan pemasaran serta kondisi pasar tradisional yang buruk.
APLIKASI TEORI DOROTHY OREM DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY Y DENGAN KASUS INFEKSI POST SECTIO CESARIA DI RUMAH SAKIT KOTA BENGKULU
andriyanti, liya
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.982 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v5i2.577
Tanda dan gejala yang timbul pada infeksi post operasi jahitan dikulit perut terlihat merah dan meradang, terasa sangat gatal, keluar cairan putih kekuningan atau darah disela-sela jahitan, merasa panas di daerah jahitan, nyeri kalau ditekan. Peran perawat sangat penting dalam merawat pasien dengan infeksi Post SC antara lain sebagai pemberi pelayanan kesehatan, pendidik, pemberi asuhan keperawatan. Oleh karena itu, untuk dapat tercapainya tujuan praktek keperawatan secara optimal dan berkualitas, maka perlu mengembangkan ilmu dan praktek keperawatan salah satunya melalui penerapan model konseptual self care. Teori self care ini dikemukakan oleh Dorothy Orem, Fokus utama dari model konseptual self care ini adalah meningkatkan kemampuan seseorang atau keluarga untuk dapat merawat dirinya atau anggota keluarganya secara mandiri sehingga tercapai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya. Jenis studi kasus ini adalah studi kasus infeksi post SC dengan aplikasi teori Orem dengan menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif dan memusatkan perhatian pada objek tertentu. Dorothy Orem memberikan pelayanan keperawatan dengan memunculkan potensi pada tiap individu yang terganggu karena kondisinya sakit. Serta perawat memberikan motivasi kepada seorang klien untuk memenuhi kebutuhannya sendiri (self care) tanpa adanya ketergantungan pada orang lain. Sehingga pasien secara mandiri mengerti tentang pentingnya melakukan perawatan diri, untuk mencapai kesehatan yang optimal.
KEPERAWATAN PADA Tn.U DENGAN FILARIASIS DI DESA RENA PANJANG WILAYAH UPTD PUSKESMAS TUMBUAN KECAMATAN LUBUK SANDI KABUPATEN SELUMA KOTA BENGKULU
., sipentri
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.806 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v5i2.578
Penularan filariasis terjadi apabila ada lima unsur utama yaitu sumber penular (manusia dan hewan sebagai reservoir), parasit (cacing), vektor (nyamuk) host (manusia yang rentan), lingkungan (fisik, biologik, ekonomi dan sosial budaya). Salah satu teori keperawatan yang dapat digunakan adalah teori King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan system terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan, sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi. Tujuan penelitian untuk menerapkan aplikasi model konsep keperawatan Imogene King pada pasien Filariasis di Desa Rena Panjang Wilayah UPTD Puskesmas Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma Kota Bengkulu. Dalam penelitian ini penulis akan mengurai laporan kasus/asuhan keperawatan yang diberikan pada Tn. U dengan mengaplikasikan teori model Imogene King yang dilaksanakan selama 1 minggu pada tanggal 10-16 Mei 2017 dengan menggunakan metode proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan ini. Hasil penelitian menurut King, melalui pengelolaan faktor-faktor stimulasi, pencetus tidak efektifnya perilaku diubah atau meningkatkan kemampuan individu untuk mengatasi masalah. Jadi stimulasi akan jatuh ke area yang dibangun oleh tingkat penyesuaian diri manusia dan perilaku adaptif akan terjadi. intervensi keperawatan berikutnya, mengevaluasi hasil akhir perilaku dan memodifikasi pendekatan keperawatan sesuai kebutuhan ini harus dicatat bahwa dalam model manusia dihormati sebagai individu yang berpartisipasi aktif dalam perawatan dirinya, tujuan disusun berdasarkan tujuan yang saling menguntungkan. Kepada pihak pelayanan kesehatan diharapkan dapat menerapkan aplikasi keperawatan pada pasien dengan aplikasi yang ada seperti dengan menggunakan aplikasi teori Imogene King, ataupun aplikasi teori lainnya yang sesuai dengan keadaan pasien dan teori yang ada sehingga didapatkan hasil perawatan yang optimal.
APLIKASI MODEL KONSEP KEPERAWATAN CALISTA ROY PADA TN. N POST OP HERNIA INGUINALIS DI RUANGAN SAFA RS.KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU
., suryanti
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.496 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v5i2.579
Hernia merupakan prostusi atau penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hernia disebabkan karena adanya tekanan intra abdomen seperti batuk dan mengejan. Hernia apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya perlengketan antara isi hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi hernia tidak dapat dikembalikan lagi. Penderita hernia memang kebanyakan laki-laki, kebanyakan penderitanya akan merasa nyeri, jika terjadi infeksi didalamnya. Hernia yang terjadi pada anak – anak lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya dinding otot perut.Teori adaptasi Calista Roy merupakan model keperawatan yang menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif serta mampu merubah perilaku yang inadaptif. Jenis studi kasus ini adalah studi kasus post op hernia inguinalis dengan aplikasi teori Calista Roy dengan menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif dan memusatkan perhatian pada objek tertentu. Hasil penelitian didapatkan keefektifan dalam teori Calista Roy pada post op hernia inguinalis ini yaitu mengajarkan klien untuk beradaptasi baik adaptasi prilaku maupun fisiologi, dimana Tn. N dapat beradaptasi baik internal dan eksternal, dengan melaksanakan implementasi yang diberikan dengan mengacu pada adaptasi untuk mencapai derajat optimal yang telah disampaikan dapat dilakukan dengan Tn. N secara bertahap. Dimana pelaksanaan tindakan dilakukan selama 6 hari dan pada hari pertama pelaksanaan tindakan cara mengatasi nyeri pada daerah post op saat beraktifitas dan pada hari ke 6 semua implementasi dapat dipahami dan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas klien dan prilaku pola makan yang baik, lebih memfokuskan untuk mencoba mengubah prilaku klien dalam mengatasi masalah. Secara khusus, perawat harus mampu meningkatkan respon adaptif pasien pada situasi sehat atau sakit. Perawat mampu mengambil tindakan untuk memanipulasi stimuli fokal, kontektual, maupun residual stimuli dengan melakukan analisa sehingga stimuli berada pada daerah adaptasi. Perawat harus mampu bertindak untuk mempersiapkan pasien mengantisipasi perubahan melalui penguatan regulator, kongnator dan mekanisme koping yang lain.
APLIKASI TEORI KONSEP KEPERAWATAN JEAN WATSON TERHADAP ANAK “S†DENGAN HIDROCEFALUS DI KELURAHAN SUMUR DEWA KECAMATAN SELEBAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU
., suryanti
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (126.477 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v5i2.580
Dampak dari penyakit hidrosefalus itu sendiri berpengaruh terhadap sensotik dan motorik serta mengalami perawatan khusus seumur hidup. Asuhan keperawatan yang dilakukan sangatlah berpengaruh terhadap pasien tersebut, Salah satu teori model keperawatan yang dapat diaplikasikan pada pasien dengan hidrosepalus adalah teory of Human Caring, yang dikemukakan oleh Jean Watson berpendapat, keperawatan fokusnya lebih pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit, merawat yang sakit, dan pemulihan keadaan fisik. penulis mengurai laporan kasus/asuhan keperawatan yang diberikan pada An. S dengan mengaplikasikan teori model Jean Watson dengan menggunakan metode proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan ini. Teori Jean Watson fokus pada cara merawat keluarga yang sakit, dimana nantinya orang tua mampu melakukan perawatan pada anak-anaknya yang sakit Hydrocephalus dengan tujuan untuk peningkatan kesehatan. Keunggulan teori ini dalam berkaitan dengan kasus Hydrocephalus adalah orang tua An “S†faktor penyebab Hydrocephalus yaitu bisa karena kista araknoid, anomalia pembuluh darah, infeksi, neoplasma, dan perdarahan.
HUBUNGAN LAMA WAKTU PAPARAN POLUTAN TERHADAP KADAR SGPT PADA PENYAPU JALAN SORE HARI DI KOTA BENGKULU
., susiwati;
., anggita
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.442 KB)
|
DOI: 10.37676/jnph.v5i2.581
Asap kendaraan merupakan salah satu bentuk polusi udara. Hasil dari pembakaran bahan bakar kendaraan mengeluarkan unsur logam salah satunya timbal. Dan orang yang beresiko terpapar polutan adalah pekerja penyapu jalan karena aktifitas mereka yang setiap harinya berada di jalan raya.Timbal yang masuk ke dalam tubuh pada tingkat tertentu akan menyebabkan perubahan pada beberapa molekul tubuh dan pada akhirnya akan mengganggu fungsi tubuh. Salah satu organ yang ikut mengalami perubahan akibat paparan timbal yang berlebihan adalah hati yang ditandai dengan meningkatnya kadar SGPT (Serum Glutamic Piruvic Transaminase). Sehingga peneliti tertarik untuk melihat apakah ada hubungan lama waktu paparan polutan terhadap kadar SGPT penyapu jalan di kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Sampel adalah serum darah vena penyapu jalan yang kemudian diperiksa kadar SGPT nya dengan menggunakan reagen Labtest SGPT. Data dianalisis menggunakan uji T untuk melihat hubungan antara lama waktu paparan terhadap kadar SGPT pada penyapu jalan sore hari di Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara lama waktu paparan polutan terhadap kadar SGPT pada penyapu jalan sore hari. Dari uji statistik didapatkan p value (0,000). Ini dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu paparan maka semakin tinggi kadar SGPT. Penelitian ini digunakan sebagai refrensi bagi masyarakat dan petugas penyapu jalan untuk memperhatikan alat perlindungan diri yang digunakan saat bekerja untuk melindungi terpaparnya polutan secara langsung.