cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 23 No 1 (2023)" : 12 Documents clear
Manusia yang Beradab Menurut Tri Kaya Parisudha Felix Mahendra
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p05

Abstract

The focus of this study aims to explore the deepest meaning of civilized humanity in the second principle of Pancasila, namely "Just and civilized humanity" in the teachings of Tri Kaya Parisudha. This is one of the efforts to explore the values ??of Pancasila contained in Indonesian local wisdom, as Soekarno emphasized that he was not the creator of Pancasila, but the digger of Pancasila. The researcher responded to this by exploring the teachings of Tri Kaya Parisudha as the cultural-religious wisdom of the Balinese people which is always used both in character education in schools and everyday life. This research is descriptive-qualitative research with a literature review method. The data used in this study were collected from books, journals, and scientific articles. This study found that the concept of Tri Kaya Parisudha has a positive-correlative relationship with Pancasila, especially in the second principle which reads: "Just and civilized humanity". In addition, Tri Kaya Parisudha is one of the paradigms that can be used in building national character for all Indonesian people.
Figurative Language Used in Bible Old Testament Felisita Ronsmin; Ni Putu Cahyani Putri Utami
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p10

Abstract

This article aimed to analyze the figurative language used in the Bible Old Testament. The objectives of this research are to find out types of figurative language and the meanings in the Bible Old Testament. To analyze the data, the author uses the main theory proposed by Knickerbocker and Reninger (1963) entitled Interpreting Literature and the theory of meaning proposed by Leech (1981) entitled Semantics. This article analyzed the data by using a qualitative method. The data were collected by reading the Bible, taking note and classifying the sentences that contain figurative language. The data was taken from the Bible Old Testament. The types of figurative language found in Bible Old Testament were simile (3 items or 37,5%), metaphor (1 item or 12,5%), personification (1 item or 12,5%), paradox (1 item or 12,5%), and hyperbole (2 items or 25%). Simile is the dominant type and there are 3 types with the least result found in the Bible Old Testament namely metaphor, personification, and paradox.
Strategi Perpustakaan terhadap Peningkatan Minat Baca dan Budaya Baca Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Sukoharjo Clarissa Salsabila Ifany Sari; Zainal Arifin
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p01

Abstract

The face of a nation can be seen from the face of its library and a nation's level of progress can be seen from the level of interest in reading. Directly or indirectly reading habit is an indicator of school quality and even nationally determines the high and low of the human development index (HDI) and the high or low of HDI which determines the quality of a nation. Based on the description above, the formulation of the problem in this research is as follows: 1) How is the library's strategy towards increasing students' reading culture in the SMA Negeri 2 Sukoharjo library?, 2) What are the obstacles that occur in the library's strategy towards increasing students' reading culture in the SMA Negeri 2 library? Sukoharjo?. The author suggests the following conclusions: 1) The library's strategy in increasing visitor interest in terms of user service aspects focuses on reliability, responsiveness, quality assurance of service, and a sense of empathy for users. 2) Library strategy in increasing visitor interest in terms of facilities and infrastructure: a) Placement of library rooms that are strategic and easily accessible by users b) Arrangement of shelves (bookcases, tables, reading chairs) strategic and orderly c) Provide collections (collections general books, references, journals) complete according to the needs of users. d) Provide complete and adequate facilities (bookcases, magazine racks, drawing cabinets, cabinets or catalog cabinets, bulletin boards, reading tables, chairs, display boards, OPAC). e) Providing an internet network that supports users to access information.
Variation of Karonese Language in Tanah Karo Jenheri Rejeki Tarigan; Siti Aisyah Ginting; Rahmad Husein
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p06

Abstract

This study aims to know the Variation of Karonese Language in Tanah Karo. This study was conducted by using descriptive qualitative research. This study were done at some places in Tanah Karo. There were at Tigapanah, Tiganderket and Tigabinanga. There were 6 people taken as subject (informant) in this study. The data was collected by giving Swadesh (Phoneme and Lexical) and also by interviewed the native speaker of Karonese. The result of the study dominantly same, but there are some words are different in Phoneme based on three palces in Tanah Karo, such us: they say satu, in Tigapanah /sada/, Tiganderket /sada/ and Tigabinanga /sadæ/ and also result of the lexical are also domintaly same but there are some words are different such us; in Tigapanah people say “benar” they say “tuhu”, in Tiganderket people say “benar” they say “ tuhu” and in Tigabinanga people say “benar” they say “payo”. So, based on the swadesh (Phoneme and Lexical) and interview, this study accumulate to increase the understanding of variation of Karonese language and for present to the readers about variation of Karonese language and it caused by (1) Regional Dialect and (2) Arena or Geography.
Pengaruh Adanya Gojek Terhadap Pengemudinya di Kota Denpasar Tahun 2015-2020 Samuel Calvin Situmorang; Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo; Anak Agung Inten Asmiriati
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p11

Abstract

Adanya gojek sangat membantu dalam kehidupan perkotaan, selain mudah dijangkau, efisiensi waktu tunggu menjadi dasar yang membuat gojek begitu banyak peminat di Kota Denpasar. Gojek tidak hanya membantu dari segi penumpang, jika dilihat dari sisi pengemudi adanya gojek menciptakan lapangan kerja baru. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji dampak yang ada semenjak gojek beroprasi di kota dari segi ekonomi dan sosial yang ditimbulkan dari sisi pengemudi. Penelitian ini banyak mengambil data melalui wawancara dengan para pengemudi. Dari hasil penelitian, adanya gojek memberi dampak kepada yang banyak 1. Secara ekonomi gojek bisa menjadi mata pencaharian karena jam kerja dan durasi bekerja yang fleksibel. Selain alasan jam kerja dan durasi bekerja yang dapat diatur sendiri, gojek juga memberi bonus-bonus atau insentif bagi pengemudi yang mampu menyelesaikan target orderan. 2. Memunculkan paguyuban atau komunitas antar sesama pengemudi yang bersifat kekeluargaan dan gotong royong. Berkat gojek, para pengemudi membuat komunitas untuk saling membantu yang bersifat kekeluargaan antar mitra pengemudi untuk saling membantu dalam pekerjaan. Tidak hanya berdampak ke para pengemudi saja, adanya gojek juga memberi dampak baik terhadap pariwisata di Kota Denpasar. Aksebilitas dan dapat menjangkau ke semua daerah di Kota Denpasar membuat pariwisata di denpasar menjadi berkembang berkat adanya gojek. Adanya gojek memberi dampak yang baik bukan hanya kepada mitranya saja tetapi juga pariwisata di Kota Denpasar.
Analisis Etnografi dalam Tradisi Kenduri Sko Masyarakat Adat Tarutung Kerinci Jambi Priazki Hajri
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p02

Abstract

Kenduri Sko merupakan tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat kerinci setiap lima tahun sekali, wujud tradisi ini yaitu membersihkan benda-benda pusaka warisan dari nenek moyang, seperti rambut leluhur, keris dan tombak, selain itu dalam tradisi ini juga bertujuan untuk pengukuhan ninik mamak dan tetua adat yang baru dan dipilih berdasarkan garis keturunan. Ritual lain yang dilakukan dalam tradisi ini yaitu pembakaran kemenyan dengan tujuan memanggil roh-roh para leluhur biasanya dilakukan pada saat kesenian silat sebagai salah satu rangkaian dari tradisi Kenduri Sko, Rangkaian selanjutnya yaitu duduk makan bersama serta membagikan makanan khas dari acara ini kepada masyarakat sekitar.
Kebudayaan Indis: Hasil Akulturasi Budaya antara Jawa dengan Kolonial Belanda Wahyu Agil Permana; Andini Shira Putri; Rinaldo Adi Pratama
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p07

Abstract

Indische culture is a culture that results from a combination of European (Dutch) culture and local (Javanese) culture. Starting from the arrival of the Dutch to Indonesia which resulted in a cultural contact. Caused by this cultural contact, then led to acculturation between Dutch culture and local culture resulting in a new culture called Indische culture. This article was written with the aim of finding out about how Indische culture can enter and develop in Indonesia. The method used is literature study, namely by collecting historical sources and data consisting of archives, documents, books, journals, newspapers and magazines.
Front Matter Jurnal Pustaka Vol. 23. No. 1 Februari 2023 Editorial Team Pustaka
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Diplomasi Budaya Indonesia Melalui Tari Kecak Bali Adhistira Azka Kencana
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p03

Abstract

Keindahan tari kecak Bali tentu tidak diragukan lagi dalam lingkung nasional, keindahan serta keunikan dari tari kecak ini memiliki arti disetiap pemeragaan gaya tariannya. Masyarakat Bali selalu menjaga gerakan gerakan yang mengandung arti sampai pada generasi abad ini. Keberhasilannya menjaga keindahan dan keunikan tari kecak menghantarkan tari kecak dikenal dan dipertontonkan di lingkup global. Hal ini tentu mempengaruhi wajah Indonesia sebagai negara asal kebudayaan dimata dunia. Banyak usaha dari berbagai pihak untuk menjadikan tari kecak sebagai pengenalan wajah Indonesia dari sisi kebudayaan. Kekompakkan tari kecak ini lah yang menarik adanya penelitian jurnal ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa review jurnal terdahulu serta mencari database dari sumber sumber terpercaya. Tujuan dari adanya jurnal penelitian mengenai tari kecak dapat dikatakan bahwa ingin membuktikan bahwa pergerakan tari kecak dilingkup global sangat pesat dan sangat dikagumi oleh tokoh tokoh budaya dinegara lain. Untuk membuktikan hasil penelitian yang sesuai dengan kerangka tujuan maka akan dihadirkan beberapa data dan tabel yang berisi data popularitas tari kecak dikaca internasional. Hasil dari penelitian ini tari kecak dalam lingkup global mengalami perkembangan yang cukup pesat dan hal ini mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia dimata Internasional.
Pelestarian Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Reog Kendang di Tulungagung Bina Andari Nurmaning; Nik Haryanti
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i01.p08

Abstract

Nilai kearifan lokal tersebut hampir dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia, hanya saja dalam realitasnya sangat jarang mendapati kearifan lokal yang diberdayakan dalam keseharian sebagai akibat langsung dari era globalisasi. Adanya kaitan yang begitu besar antara kebudayaan dan masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai suatu hal yang sangat penting bagi manusia dimana masyarakat tidak dapat meninggalkan budaya yang sudah dimilikinya. Nilai kearifan lokal hampir dimiliki oleh seluruh daerah, hanya saja dalam realitasnya sangat jarang mendapati kearifan lokal yang diberdayakan dalam keseharian sebagai akibat langsung dari era globalisasi. Ragam kearifan lokal salah satunya adalah kesenian reog kendang. Pendekatan penelitian yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan yaitu: Reduksi Data (data reduction) Penyajian Data (data display) Verifikasi Data (conclusion drawing/verification). Hasil penelitiannya adalah siswa berlatih menari reog kendang untuk pelestarian nilai kearifan lokal dilakukan dengan: berlatih menari dengan rajin, berdiskusi tentang bagaimana cara agar mampu mengikuti gerakan tari dengan cepat, bermain dan bercanda dengan teman, a mudah bosan jika tidak mampu mengikuti gerakan yang dianggap sulit. Reog Kendang ini ditampilkan secara berkelompok oleh 6 orang penari yang masing-masing dari mereka membawa kendang atau dhodhog. Reog Kendang ini masih sering di tampilkan dalam acara-acara besar yang diadakan di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Selain itu tarian ini juga sering di berbagai festival budaya, baik di daerah maupun tingkat nasional. Seiring dengan perkembangan jaman tarian ini mulai terlihat banyak perubahannya, dengan penambahan berbagai variasi dari segi gerakan, kostum, musik pengiring atau penyajiannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12