cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Pengembangan Media Busy Book Tema Angka untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata pada Anak Usia Dini Handayani, Indah Widuri; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25871

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu 1) Menganalisis kebutuhan guru terhadap media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini, 2) Mengetahui prosedur pengembangan media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini, dan 3) Mengetahui hasil validasi ahli terhadap media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini yang dikembangkan oleh penulis.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan lima tahapan, yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, dan 5) revisi desain.Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, menunjukkan bahwa pendidik menghendaki adanya pengembangan media baru yang kreatif, inovatif dan efektif yang dilengkapi dengan permainan kecil di setiap halamannya. Hasil validasi oleh ahli materi mendapat nilai rata-rata keseluruhan 8,5 dengan skor 3 yang berarti media layak untuk digunakan, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran berbentuk Busy Book mendapat nilai rata-rata keseluruhan 93.9 dengan skor 4 yang berarti media sangat layak untuk digunakan. Media kemudian diperbaiki sesuai saran perbaikan yang diberikan para ahli pada aspek-aspek tertentu.The purpose of this study, namely 1) Analyzing the needs of teachers for the Busy Book media of numerical themes to improve vocabulary mastery in early childhood, 2) Knowing the procedures for developing Busy Book media for numerical themes to improve vocabulary mastery in early childhood, and 3) Knowing the results expert validation of the Busy Book media theme of numbers to improve vocabulary mastery in early childhood developed by the author. This research uses the Research and Development (R&D) method with five stages, namely: 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, and 5) design revision. Based on the results of the needs analysis, it shows that educators want the development of new, creative, innovative and effective media that are equipped with small games on each page. The results of the validation by the material experts got an overall average score of 8.5 with a score of 3 which means the media was suitable for use, while the results of the validation by the media experts showed that the learning media in the form of Busy Book got an overall average score of 93.9 with a score of 4 which means the media very feasible to use. The media is then repaired according to the suggestions given by experts on certain aspects.
Analisis Gaya Bahasa Slang dalam Film : (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) (Tinjauan Semantik) Damayanti, Tiwi; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25872

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) apa saja jenis bahasa slang yang digunakan dalam film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes): (2) bagaimana penggunaan bahasa slang pada dialog film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) dalam tinjauan semantik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini yaitu (1) terdapat total 106 kosakata slang yang terdiri dari 98 kosakata slang primer dan 8 kosakata slang sekunder, dan (2) penggunaan slang dalam tinjauan semantik memiliki makna leksikal dan makna kontekstual yang berbeda, tetapi beberapa kosakata memiliki makna leksikal dan makna kontekstual yang sama. Simpulan penelitian bahwa film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) lebih dominan menggunakan jenis bahasa slang primer daripada slang sekunder.Research problems are include (1) what types of slang are used in films (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes), and (2) how the use of slang on film’s dialogue (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) in a semantic review. Type of this research is a qualitative research with a descriptive design. Data collection techniques use refer and noted. Data analysis techniques proposed by Miles and Huberman. The validity of the data uses the triangulation method. The result of the research are (1) there are total of 106 slang vocabularies consisting of 98 primary slang vocabularies and 8 secondary slang vocabularies; (2) the use of slang in semantic reviews has different lexical and contextual meanings, but several vocabulary meanings has the same lexical meaning and contextual meaning. The conclusion of the research is that the film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) is more dominant using the type of primary slang than secondary slang.
Analisis SWOT Terhadap Kesesuaian Bahan Ajar Bahasa Mandarin Tingkat SMA di Kota Semarang dengan Kurikulum 2013 Anggraeni, Anggraeni; Komalasari, Titin; Apodekta, Astrid Antheosiaaretes
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari kesesuaian bahan ajar bahasa Mandarin tingkat SMA Kota semarang dengan kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah dengan menganalisis kesesuaian dari 5 bahan ajar dari 5 SMA di kota Semarang. Pada 2 bahan ajar terdapat beberapa kesesuaian dengan KD Kurikulum 2013 tahun 2016 kelas XII (kekuatan). Pada 3 bahan ajar yang lain ditemukan tidak sesuai sama sekali dengan KD Kurikulum 2013 tahun 2016 kelas XII (kelemahan). Menyusun bahan ajar sendiri dengan panduan kurikulum 2013 bisa mencapai tujuan pembelajaran pada kurikulum 2013 (peluang). Pemilihan bahan ajar yang tidak didasarkan dari kurikulum 2013 bisa menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran dari kurikulum 2013 (ancaman).This study aims to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats of the suitability of Mandarin teaching materials at the Semarang City Senior High School level with the 2013 curriculum. The research method used is a research method with a qualitative descriptive approach. The results of this study were to analyze the suitability of 5 teaching materials from 5 high schools in the city of Semarang. In 2 teaching materials, there are several conformities with the XII class of class XII KD Curriculum 2013 (strength). The 3 other teaching materials were found to be not in accordance with the 2013 KD Curriculum 2016 for class XII (weakness). Developing your own teaching materials with the 2013 curriculum guide can achieve the learning objectives in the 2013 curriculum (opportunities). Selection of teaching materials that are not based on the 2013 curriculum can lead to not achieving the learning objectives of the 2013 curriculum (threat).
Analisis Kesalahan Penggunaan Jinyici dalam Membuat Kalimat Bahasa Mandarin pada Mahasiswa Semester VI Angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang Soleha, Siti; Santoso, Fansi Onita; Elmubarok, Zaim
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí), mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa, menentukan cara untuk membedakan penggunaan (jìnyìcí) dan merumuskan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesalahan penggunaan (jìnyìcí) tersebut. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang sebanyak 25 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí) adalah sebesar 28,4%. Kesalahan tersebut tergolong pada tingkat rendah, namun ada beberapa kesalahan yang perlu lebih diperhatikan yaitu kesalahan dalam penggunaan fungsi tata bahasa dan kesalahan dalam memahami makna. Cara membedakan penggunaan (jìnyìcí) dapat dilakukan mahasiswa dengan mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) dan memahami makna kosakata (jìnyìcí). Solusi yang dapat dilakukan adalah mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) secara keseluruhan dengan benar, memahami makna kosakata (jìnyìcí) secara spesifik, dan memperbanyak latihan membuat kalimat menggunakan kosakata (jìnyìcí).This study aims to identify mistake percentage in using (jìnyìcí), identify what mistakes conducted by students, determine how to differentiate the usage of (jìnyìcí), and formulate solution to reduce mistake in using (jìnyìcí). This study uses descriptive-quantitative approach. There are 25 sixth students of Mandarin Language Education Department in Universitas Negeri Semarang as population and sample. In addition, data is collected by documentation and testing method. Based on the analysis, there is 28,4% of mistake in using (jìnyìcí). This finding is categorized as low. However, there are some mistakes that need to be noted. For instance, mistake in using grammar and interpreting meaning. Furthermore, (jìnyìcí) can be differentiate by studying grammar of (jìnyìcí) and understand the meaning of (jìnyìcí). Finally, it is recommended to study the grammar of (jìnyìcí), specifically understand the meaning of (jìnyìcí) and increase the exercise to make sentences using (jìnyìcí).
Analisis Kebutuhan Kamus Baca Bergambar untuk Mempermudah Siswa Belajar Bahasa Mandarin Prabawati, Chintya; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25870

Abstract

Kamus baca bergambar merupakan salah satu media penunjang pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih tertarik dan mempermudah dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi, bahwa banyak berbagai macam kamus baca bergambar yang ditemukan. Hal ini dapat mempengaruhi daya tangkap pemahaman siswa dalam Bahasa Mandarin. Oleh sebab itu, pada penelitian ini  peneliti berusaha menganalisis kamus baca bergambar Bahasa Mandarin sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini, yaitu 1) Mengetahui kebutuhan siswa akan kamus baca bergambar untuk mempermudah siswa dan guru belajar bahasa Mandarin, 2) Mengetahui kesesuaian kamus baca bergambar dengan kebutuhan siswa melalui analisis SWOT untuk mempermudah belajar bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena peneliti akan menjabarkan kebutuhan kamus baca bergambar untuk mempermudah siswa belajar Bahasa Mandarin. Hasil dari penelitian ini menghendaki kamus baca bergambar yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan penyusunan kosakata, jumlah kosakata per halaman, tampilan/ layout kosakata, font Hanzi, font size Hanzi, font Pinyin, font size Pinyin, gambar/ ilustrasi.Picture reading dictionary is one of the supporting learning media that can make students more interested and simplify the learning process. Based on observations, that many various kinds of picture reading dictionaries were found. This can affect the comprehension of students' comprehension in Mandarin. Therefore, in this study the researchers tried to analyze the Chinese picture reading dictionary according to the students' needs. The purpose of this study, namely 1) Knowing the needs of students for picture reading dictionaries to facilitate students and teachers learning Mandarin, 2) Knowing the suitability of picture reading dictionaries with students' needs through SWOT analysis to facilitate learning Chinese. This research uses descriptive qualitative method, because the researcher will describe the need for  a picture reading dictionary to facilitate students learning Mandarin. The results of  this study require a picture reading dictionary that suits students' needs based on vocabulary preparation, number of vocabularies per page, display / layout of vocabulary, Hanzi fonts, Hanzi font sizes, Pinyin fonts, Pinyin font sizes, pictures / illustrations.Picture reading dictionary is one of the supporting learning media that can make students more interested and simplify the learning process. Based on observations, that many various kinds of picture reading dictionaries were found. This can affect the comprehension of students' comprehension in Mandarin. Therefore, in this study the researchers tried to analyze the Chinese picture reading dictionary according to the students' needs. The purpose of this study, namely 1) Knowing the needs of students for picture reading dictionaries to facilitate students and teachers learning Mandarin, 2) Knowing the suitability of picture reading dictionaries with students' needs through SWOT analysis to facilitate learning Chinese. This research uses descriptive qualitative method, because the researcher will describe the need for  a picture reading dictionary to facilitate students learning Mandarin. The results of  this study require a picture reading dictionary that suits students' needs based on vocabulary preparation, number of vocabularies per page, display / layout of vocabulary, Hanzi fonts, Hanzi font sizes, Pinyin fonts, Pinyin font sizes, pictures / illustrations.
Pengembangan Media Busy Book Tema Angka untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata pada Anak Usia Dini
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25871

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu 1) Menganalisis kebutuhan guru terhadap media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini, 2) Mengetahui prosedur pengembangan media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini, dan 3) Mengetahui hasil validasi ahli terhadap media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini yang dikembangkan oleh penulis.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) dengan lima tahapan, yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, dan 5) revisi desain.Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, menunjukkan bahwa pendidik menghendaki adanya pengembangan media baru yang kreatif, inovatif dan efektif yang dilengkapi dengan permainan kecil di setiap halamannya. Hasil validasi oleh ahli materi mendapat nilai rata-rata keseluruhan 8,5 dengan skor 3 yang berarti media layak untuk digunakan, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran berbentuk Busy Book mendapat nilai rata-rata keseluruhan 93.9 dengan skor 4 yang berarti media sangat layak untuk digunakan. Media kemudian diperbaiki sesuai saran perbaikan yang diberikan para ahli pada aspek-aspek tertentu.The purpose of this study, namely 1) Analyzing the needs of teachers for the Busy Book media of numerical themes to improve vocabulary mastery in early childhood, 2) Knowing the procedures for developing Busy Book media for numerical themes to improve vocabulary mastery in early childhood, and 3) Knowing the results expert validation of the Busy Book media theme of numbers to improve vocabulary mastery in early childhood developed by the author. This research uses the Research and Development (RD) method with five stages, namely: 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, and 5) design revision. Based on the results of the needs analysis, it shows that educators want the development of new, creative, innovative and effective media that are equipped with small games on each page. The results of the validation by the material experts got an overall average score of 8.5 with a score of 3 which means the media was suitable for use, while the results of the validation by the media experts showed that the learning media in the form of Busy Book got an overall average score of 93.9 with a score of 4 which means the media very feasible to use. The media is then repaired according to the suggestions given by experts on certain aspects.
Analisis Gaya Bahasa Slang dalam Film : (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) (Tinjauan Semantik)
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25872

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) apa saja jenis bahasa slang yang digunakan dalam film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes): (2) bagaimana penggunaan bahasa slang pada dialog film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) dalam tinjauan semantik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini yaitu (1) terdapat total 106 kosakata slang yang terdiri dari 98 kosakata slang primer dan 8 kosakata slang sekunder, dan (2) penggunaan slang dalam tinjauan semantik memiliki makna leksikal dan makna kontekstual yang berbeda, tetapi beberapa kosakata memiliki makna leksikal dan makna kontekstual yang sama. Simpulan penelitian bahwa film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) lebih dominan menggunakan jenis bahasa slang primer daripada slang sekunder.Research problems are include (1) what types of slang are used in films (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes), and (2) how the use of slang on film’s dialogue (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) in a semantic review. Type of this research is a qualitative research with a descriptive design. Data collection techniques use refer and noted. Data analysis techniques proposed by Miles and Huberman. The validity of the data uses the triangulation method. The result of the research are (1) there are total of 106 slang vocabularies consisting of 98 primary slang vocabularies and 8 secondary slang vocabularies; (2) the use of slang in semantic reviews has different lexical and contextual meanings, but several vocabulary meanings has the same lexical meaning and contextual meaning. The conclusion of the research is that the film (Qiánrèn sān: zàijiàn qiánrèn) (The Ex-File 3: The Return of The Exes) is more dominant using the type of primary slang than secondary slang.
Analisis SWOT Terhadap Kesesuaian Bahan Ajar Bahasa Mandarin Tingkat SMA di Kota Semarang dengan Kurikulum 2013
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari kesesuaian bahan ajar bahasa Mandarin tingkat SMA Kota semarang dengan kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah dengan menganalisis kesesuaian dari 5 bahan ajar dari 5 SMA di kota Semarang. Pada 2 bahan ajar terdapat beberapa kesesuaian dengan KD Kurikulum 2013 tahun 2016 kelas XII (kekuatan). Pada 3 bahan ajar yang lain ditemukan tidak sesuai sama sekali dengan KD Kurikulum 2013 tahun 2016 kelas XII (kelemahan). Menyusun bahan ajar sendiri dengan panduan kurikulum 2013 bisa mencapai tujuan pembelajaran pada kurikulum 2013 (peluang). Pemilihan bahan ajar yang tidak didasarkan dari kurikulum 2013 bisa menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran dari kurikulum 2013 (ancaman).This study aims to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats of the suitability of Mandarin teaching materials at the Semarang City Senior High School level with the 2013 curriculum. The research method used is a research method with a qualitative descriptive approach. The results of this study were to analyze the suitability of 5 teaching materials from 5 high schools in the city of Semarang. In 2 teaching materials, there are several conformities with the XII class of class XII KD Curriculum 2013 (strength). The 3 other teaching materials were found to be not in accordance with the 2013 KD Curriculum 2016 for class XII (weakness). Developing your own teaching materials with the 2013 curriculum guide can achieve the learning objectives in the 2013 curriculum (opportunities). Selection of teaching materials that are not based on the 2013 curriculum can lead to not achieving the learning objectives of the 2013 curriculum (threat).
Analisis Kesalahan Penggunaan Jinyici dalam Membuat Kalimat Bahasa Mandarin pada Mahasiswa Semester VI Angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí), mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa, menentukan cara untuk membedakan penggunaan (jìnyìcí) dan merumuskan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesalahan penggunaan (jìnyìcí) tersebut. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang sebanyak 25 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí) adalah sebesar 28,4%. Kesalahan tersebut tergolong pada tingkat rendah, namun ada beberapa kesalahan yang perlu lebih diperhatikan yaitu kesalahan dalam penggunaan fungsi tata bahasa dan kesalahan dalam memahami makna. Cara membedakan penggunaan (jìnyìcí) dapat dilakukan mahasiswa dengan mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) dan memahami makna kosakata (jìnyìcí). Solusi yang dapat dilakukan adalah mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) secara keseluruhan dengan benar, memahami makna kosakata (jìnyìcí) secara spesifik, dan memperbanyak latihan membuat kalimat menggunakan kosakata (jìnyìcí).This study aims to identify mistake percentage in using (jìnyìcí), identify what mistakes conducted by students, determine how to differentiate the usage of (jìnyìcí), and formulate solution to reduce mistake in using (jìnyìcí). This study uses descriptive-quantitative approach. There are 25 sixth students of Mandarin Language Education Department in Universitas Negeri Semarang as population and sample. In addition, data is collected by documentation and testing method. Based on the analysis, there is 28,4% of mistake in using (jìnyìcí). This finding is categorized as low. However, there are some mistakes that need to be noted. For instance, mistake in using grammar and interpreting meaning. Furthermore, (jìnyìcí) can be differentiate by studying grammar of (jìnyìcí) and understand the meaning of (jìnyìcí). Finally, it is recommended to study the grammar of (jìnyìcí), specifically understand the meaning of (jìnyìcí) and increase the exercise to make sentences using (jìnyìcí).
Analisis Kebutuhan Kamus Baca Bergambar untuk Mempermudah Siswa Belajar Bahasa Mandarin
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25870

Abstract

Kamus baca bergambar merupakan salah satu media penunjang pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih tertarik dan mempermudah dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi, bahwa banyak berbagai macam kamus baca bergambar yang ditemukan. Hal ini dapat mempengaruhi daya tangkap pemahaman siswa dalam Bahasa Mandarin. Oleh sebab itu, pada penelitian ini  peneliti berusaha menganalisis kamus baca bergambar Bahasa Mandarin sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini, yaitu 1) Mengetahui kebutuhan siswa akan kamus baca bergambar untuk mempermudah siswa dan guru belajar bahasa Mandarin, 2) Mengetahui kesesuaian kamus baca bergambar dengan kebutuhan siswa melalui analisis SWOT untuk mempermudah belajar bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena peneliti akan menjabarkan kebutuhan kamus baca bergambar untuk mempermudah siswa belajar Bahasa Mandarin. Hasil dari penelitian ini menghendaki kamus baca bergambar yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan penyusunan kosakata, jumlah kosakata per halaman, tampilan/ layout kosakata, font Hanzi, font size Hanzi, font Pinyin, font size Pinyin, gambar/ ilustrasi.Picture reading dictionary is one of the supporting learning media that can make students more interested and simplify the learning process. Based on observations, that many various kinds of picture reading dictionaries were found. This can affect the comprehension of students' comprehension in Mandarin. Therefore, in this study the researchers tried to analyze the Chinese picture reading dictionary according to the students' needs. The purpose of this study, namely 1) Knowing the needs of students for picture reading dictionaries to facilitate students and teachers learning Mandarin, 2) Knowing the suitability of picture reading dictionaries with students' needs through SWOT analysis to facilitate learning Chinese. This research uses descriptive qualitative method, because the researcher will describe the need for  a picture reading dictionary to facilitate students learning Mandarin. The results of  this study require a picture reading dictionary that suits students' needs based on vocabulary preparation, number of vocabularies per page, display / layout of vocabulary, Hanzi fonts, Hanzi font sizes, Pinyin fonts, Pinyin font sizes, pictures / illustrations.Picture reading dictionary is one of the supporting learning media that can make students more interested and simplify the learning process. Based on observations, that many various kinds of picture reading dictionaries were found. This can affect the comprehension of students' comprehension in Mandarin. Therefore, in this study the researchers tried to analyze the Chinese picture reading dictionary according to the students' needs. The purpose of this study, namely 1) Knowing the needs of students for picture reading dictionaries to facilitate students and teachers learning Mandarin, 2) Knowing the suitability of picture reading dictionaries with students' needs through SWOT analysis to facilitate learning Chinese. This research uses descriptive qualitative method, because the researcher will describe the need for  a picture reading dictionary to facilitate students learning Mandarin. The results of  this study require a picture reading dictionary that suits students' needs based on vocabulary preparation, number of vocabularies per page, display / layout of vocabulary, Hanzi fonts, Hanzi font sizes, Pinyin fonts, Pinyin font sizes, pictures / illustrations.

Page 1 of 1 | Total Record : 10