cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya" : 7 Documents clear
PERUBAHAN PARADIGMA GURU DALAM MENYONGSONG PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU SILA, I MADE
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.2.1.223.%p

Abstract

Pandangan sebagian besar orang selama ini tentang tugas dan profesi guru terkesan tidak menjanjikan, karena guru sering dianggap sebagai pahiawan tanpa tanda jasa. Namun sikap itu menjadi berubah setelah terbitnya peraturan perundang-undangan yang menyebabkan tugas guru menjadi tenaga profesional dengan mendapat tunjangan profesi. Tunjangan profesi diberikan pada guru yang sudah lulus sertifikasi dan diharapkan guru menjadi tenaga professional. Pemerintah terus berusaha melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru, dengan meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru. Sehingga guru mampu mengembangkan kariernya dan guru â??pertama sampai guru utama, kebijakan ini perlu disikapi dengan positif oleh guru. Perubahan yang paling mendasar yang perlu dilakukan oleh seorang guru dengan keluarnya UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah perubahan paradigma guru itu sendiri. Bahwa tunjangan profesi diberikan pada guru frofesional, yang mampu meningkatkan kualitas pembelajar dan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Perubahan paradigma guru dalam pembelajaran dan pembalajaran yang berpusat pada guru ( Teacher centered learning) menjadi pembelajaran berpusat pada siswa ( student centered learning) - Dengan keluarnya peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 16 tahun 2009, tentang penilaian kinerja guru, maka kenaikan pangkat dan jabatan guru berdasarkan hasil penilaian kinerja dan perolehan angka kredit. Maka apabila guru memenuhi syarat berdasarkan hasil penilaian dan perolehan angka kredit tersebut guru bisa menduduki jabatan dan pangkat setingkat lebih tinggi dan jabatan sebelumnya. Ada tiga hal yang wajib dilaksanakan oleh guru agar bisa menunjukan kenerja yang baik yaitu meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru melalui pendidikan dan pelatihan, melakukan inovasi pembelajaran dan melaksanakan penelitian.
PEMBELAJARAN BAHASA BALI KESULITAN DAN SOLUSINYA ADNYANA, I KETUT SUAR
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.037 KB) | DOI: 10.46650/wa.2.1.247.%p

Abstract

Learning Balinese leads to mastering language theory, literature theory, and four language skills.To reach these objectives are influencedby many factors among others: choosing method of teaching, language attitude of language community (students). Based on the analysis conducting on learning process in elementary school on the fifth and sixth year, there is indication that students find difficulties in learning Balinese. The difficulties can be analyzed from mastering four language skills. The difficulties are caused by there is no variation of teaching method, and language attitude of student.
PERANAN HUKUM DALAM GLOBALISASI EKONOMI RINDAWAN, I KETUT
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6447.818 KB) | DOI: 10.46650/wa.2.1.248.%p

Abstract

Para memikir masa depan (futurology) berpendapat bahwa dunia sedang memasuki perubahan-perubahan besar. Banyak gagasan baru yang menarik, tetapi simpangsiur dan sukar dicari dasar pembenarannya. Simpulan yang dapat diambil dan berbagai perkembangan tentang trend yang menonjol seperti yang dilakukan Naisbitt dengan â??Megatrendâ? dan Global Paradox, Keinichi dengan Borderless World; yang menyamakan Negara dengan Perusahaan yang disusul dengan The End of Nation State. Intinya, globalisasi mengembangkan perusahaan global yang dapat masuk ke mana-mana dan tidak terhambat oleh kekuasaan suatu Negara dan Bangsa Ada yang meramalkan bahwa, berakhirnya kedaulatan negara karena meningkatnya kesadaran transnasional, ketidakmampuan struktur kebijakan makro ekonomi dan korporasi transnasional kontradiksi antara peningkatan desentralisasi dengan birokrasi kehidupan ekonomi, meningkatnya keanekaragaman, komkompleksitas, dan interaksi yang menambah proliperasi dan struktur kenegaraan,. Untuk mencapai keadaan tersebut Indonesia perlu menyiapkan berbagai perangkat keras atau lunak termasuk perangkat hukum yang memadai, yaitu mampu melindungi seluruh tumpah darah secara aman dalam arti tata kehidupan ekonomi global tidak merugikan atau dirugikan oleh pihak-pihak lain. Maka yang menjadi fokos dalam kajian adalah bagaimanakah peranan hukum dalam menunjang globalisasi ekonomi di Indonesia. Dan hasil pembahasan bahwa, globalisasi ekonomi pada hakikatnya berbagai perbuatan hukum, baik dilakukan antarpnbadi, antarperusahaan,antarnegara. Reformasi di bidang hukum di Indonesia dengan menitik beratkan terorganisasi dan tersrukturisasi hukum yang professional dan aspiratif terhadap kebutuhan hukum nasional, maka kebutuhan hukum semakin terasa dalam menghadapi globalisasi ekonomi.
KELUARGA SEBAGAI AGEN UNTUK MEMBENTUK ANAK YANG SUPUTRA MENURUT AJARAN AGAMA HINDU Kartika, I Gusti Ayu Nyoman
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7059.003 KB) | DOI: 10.46650/wa.2.1.249.%p

Abstract

Having good kids is a great desire for every parent. It is, however, having good kids, not an easy one, that there are many things should be paid attention especially their education. Even, in this current globalization era. In accordance with developed knowledge and technology, human beings especially kids are quickly affected by information which is so easy for them to have it from mass media and internet, although it is not appropriate time for them but they do. This is the problem faced by every family in this globalization era like now. This is due to globalization flow brought positive matters, but also negative ones. If the families are not ready to face it and have no clear attitude, so a quick flow of globalization will affect them automatically. So here the role of parents as the first and main educators is so important. Because kids are asset of families. Parents must be aware and must take care their kids if they would like to have good kids (good and strength kids), especially its education problem. This is due to education to be the main requisite for competent and strong generation in the middle of globalization now. All of us are aware that in the future we will not be able to rely on natural resources only, if we are not able to manage it. That is why we (parents) prefer to give knowledge or education instead of hectares of rice field if they do not have skills. It is correct that people say, the family is the eldest agent of education in informal and natural one in having good kids (good and honorable kids) according to Hindu perspective.
MODEL ALKULTURASI BAHASA DALAM KARYA SASTRA GEGURITAN SEBUN BANGKUNG Mahardika, Ida Bagus Made
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4038.634 KB) | DOI: 10.46650/wa.2.1.250.%p

Abstract

Karya sastra Geguritan Sebun Bangkungmerupakan salah satu karya besar dan Dhang Hyang Nirartha. Karya sastra mi mengandung ajaran (tattwa) agama Hindu. Tatiwa yang dipaparkan di dalamnya sangat berkaitan dengan ajaran Ketuhanan sesuai dengan konsep ajaran giwasiddhanta dalam Agama Hindu. Seperti; latar belakang terciptanya alam semesta, latar belakang manusia dan kemanusiaan, manusia dengan lingkungannya, dan tentang ajaran kerohanian (kedyatmikan) yang menitikberatkan ajaran giwaisme. Semua nilai tattwa tersebut dilontarkan dengan menggunakan bahasa sastra, yang mencerminkan fenomena alkulturasi bahasa-bahasa luar dalam mendukung keutuhan bahasa Kawi Bali untuk membangun sebuah karya sastra yang berjudul GeguritanSebun Bangkung
KOMUNIKASI KELUARGA SANGAT ESENSIAL DALAM MEMAHAMI POTENSI ANAK: SUATU KAJIAN PUSTAKA SUTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3968.828 KB) | DOI: 10.46650/wa.2.1.251.%p

Abstract

Keluarga merupakan peletak dasar berlangsungnya proses komunikasi, karena dalam lingkungan keluarga yang pertama dan utama komunikasi itu terjadi.Dengan adanya kesibukan masing-masing anggota keluarga utamanya orang tua dengan anak maka kesempatan berkumpul untuk berinteraksi secara langsung semakin terbatas sehingga berdampak pada renggangnya ikatan psikologis, emosional antara orang tua dengan anak. Berdasarkan pada kajian teori bahwa komunikasi pada prinsipnya adalah proses penyampaian pesan kepada penenma dengan efek perubahan tingkah laku.Berarti komunikasi keluarga sangat esensial dilaksanakan secara berkesinambungan dalam konteks mamahami potensi melalui interkasi antara orang tua dengan anak sehingga diharapkan terjadi perubahan tingkah laku yang positip. Implementasi komunikasi yang intens partisipatif dan persuasive dalam lingkungan keluarga yakni orang tua dengan anak memiliki arti yang penting, karena dengan komunikasi akan dapat saling menggali, mengenali dan memahami potensi anak seperti bakat, minat, kemampuan untuk dapat diarahkan secara tepat. Dengan demikian orang tua tidak menjadi pemegang otorirtas utama dalam kelangsungan pendidikan anak-anak.
DEMOKRASI LOKAL: PEMILIHAN KEPALA DAERAH ERA OTONOMI PASCA ORDE BARU DI KABUPATEN TABANAN BALI KARTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 2 No 1 (2013): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8148.308 KB) | DOI: 10.46650/wa.2.1.252.%p

Abstract

Di kawasan Asia Tenggara, negara Indonesia termasuk negara demokrasi terbesar. Sejalan dengan perjalanan sejarah berbangsa dan bernegara, Indonesia menerapkan berbagai model demokrasi, mulai dan demokrasi liberal, demokrasi terpimpin maupun demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila yang memuat nilai-nilai luhur bangsa termasuk nilai dan budaya demokrasi lokal secara nyata diterapkan era orde baru. Memasuki era reformasi di Indonesia,pelaksanaan demokrasi lokal dalam rangka rekrutmen politik khususnya pemilihan kepala daerah dilakukan melalui pemilihan langsung. Pemilihan kepala daerah secara langsung memberi penguatan dan pemberdayaan demokrasi lokal, mewujudkan akuntabilitas pemerintah daerah, meningkatkan partisipasi politik masyarakat,serta menempatkan kepala daerah lebih dekat dengan rakyat dan sekaligus sebagai figur tokoh masyarakat. Dalam praktek,pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung tidak luput dan bentuk praktek komodifikasi,khususnya dalam politik uang yang disamarkan secara halus lewat acara mesimakrama atau medharmaswaka. Kata kunci: demokrasi lokal, pemilihan kepala daerah.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7