cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Analisis Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro mengunakan Pengelasan SMAW Kampuh U Ganda Baja ST 42 Aditya Dwi Laksono
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan bagian yang tidak bisa5dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan9industri karena memiliki peran yang penting8dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin8suatu pembangunanykonstruksi yang mengunakan logam tidak melibatkan unsur pengelasan. Penelitian ini mengunakan baja karbon rendah jenis ST 42 yang dilakukan pengelasan mengunakan variasi arus 80 A, 100 A dan 120 A dengan elektroda E6013.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan Tarik dan7struktur mikro pada baja ST542 setelah pengelasan. Dari hasi penelitian diperoleh keksimpulan bahwa nilai kekuatan tarik pada arus 80 A memiliki rata-rata 417,6 N/mm2 dengan persentase perlit 43,955 dan ferrit 56,045. Pengunaan arus 100 A menghasilkan kekuatan tarik 462,4 N/mm2 dengan dengan persentase perlit 52,284 dan ferrit 47,716 sedangkan pada pengunaan arus 120 A menghasilkan nilai kekuatan tarik 483,733 N/mm2 dengan persentase perlit 65,657 dan ferrit 34,343. Berubahnya8nilai kekuatan tarik7dari4hasil pengelasan terjadi akibat adanya_perubahan perbedaan8struktur mikro yang terjadi selama proses pengelasan berlangsung, Semakin3banyak dan6rapat posisi unsur perlite9maka9menunjukkan kekuatan tarik semakin8besar dan begitu pula sebaliknya.
Pengaruh Ketebalan dan Pemanasan Awal Proses Pengelasan terhadap Kekuatan Tarik ASTM A36 pada Las SMAW Wafiq, Hubbul
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan waktu dan teknologi. Banyak kalangan industri menggunakan baja sebagai bahan utama untuk operasional dan bahan baku produksi. Dalam dunia industri manufaktur sering terjadi kesalahan terhadap proses pengelasan, Pengelasan merupakan suatu proses penggabungan satu material dengan material yang lain. Pengelasan berfungsi untuk memperoleh kekuatan sambungan logam yang melebihi kekuatan mekanik (kekuatan tarik, kekerasan dan ketangguhan) pada logam induk. Pada penelitian ini tentang pengelasan shielded metal arc welding (SMAW) atau pengelasan dengan busur listrik. dengan variasi ketebalan bahan yang digunakan serta perlakuan beda suhu antara pemanasan awal (preheating) dan tanpa pemanasan awal terhadap baja karbon ASTM A36. Yang telah diberikan perlakuan panas 150°C pada daerah pengelasan dan dilakukan pengujian tarik. Hasil dari pengujian yang dilakukan kemudian di analisis dengan uji anova dua arah, pada variasi ketebalan bahan baja karbon didapatkan F hitung > F tabel (10,54 > 4,75) maka h0 ditolak, pada  variasi beda suhu didapatkan F hitung > F tabel (103,76 > 3,89) maka h0 ditolak. Artinya h1 diterima bahwa ada perbedaan hasil variasi ketebalan baja dan variasi suhu sebelum proses pengelasan terhadap kekuatan tarik. Kata kunci: Baja A36, Pengujian Tarik, Perlakuan Panas
Analisis Gearbox pada Modifikasi Mesin Pencacah Kertas dengan Pisau Zig-zag dan Pisau Lurus Kurniawan, Heri
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan modifikasi dan pembuatan dari mesin pemotong kertas ini adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan lapangan yang ada, yaitu kebutuhan akan pemotong kertas dan kartu secara simultan, dibutuhkannya mesin untuk mengurangi volume limbah kertas, dibutuhkannya mesin untuk mengamankan dokumen penting kantor dengan cara dihancurkan, dan dibutuhkannya inovasi teknologi untuk optimalisasi fungsi mesin pencacah kertas secara simulatan. Sedangkan target pasar untuk mesin pemotong kertas ini yaitu untuk kelas-kelas perkantoran.Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan secara keseluruhan mesin Pencacah yang didesain ini memiliki kapasitas total sebesar 54,3 kg/jam dengan catatan bahwa semua blade/pisau bekerja bersamaan dan jumlah kertas sekali operasi sebanyak 13 lembar. Mesin pencacah membutuhkan daya total sebesar 0,27 HP atau 200 watt. Setelah melalui perhitungan poros, diketahui poros yang didesain mampu menahan total gaya yang bekerja sebesar 771,49 N.Gaya yang bekerja ini adalah gaya akibat pembebanan ketika proses mencacah kertas. Diameter poros A sebesar 15 mm dan diameter poros B sebesar 8 mm. Tipe bearing yang digunakan untk sistem transmisi ini adalah 6002 dan F608ZZ. Pada rangakaian sistem transmisi diketahui putaran output dari sepasang poros A sebesar 28,46 = 30 rpm dan poros B sebesar 40,1 = 40 rpm.
ANALISIS PERBANDINGAN KEKERASAN SAMBUNGAN LAS DAN STRUKTUR MIKRO MENGGUNAKAN ELEKTRODA E6010 DAN E6011 PADA BAJA S45C Imam Kusairi
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTeknologi pengelasan saat ini telah diimplementasikan secara luas di berbagai aplikasi di dunia industri mulai dari aplikasi sederhana hingga yang rumit. Seiring majunya teknologi pengelasan dan kebutuhan kontruksi perusahaan dan bertambahnya kontruksi perusahaan maka perlu diteliti tentang kekuatan sambungan pada pengelasan, dan dengan posisi pengelasan yang sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil lasan, struktur mikro, distribusi kekerasan dan kekuatan tarik terhadap penggunaan jenis elektroda dan arus pengelasan. Baja S45C dilakukan pengelasan SMAW menggunakan elektroda E6010 dan E6016 dengan arus 100A. dan kecepatan disetting konstan. Teknik pengelasan yang digunakan adalah pengelasan SMAW dengan menggunakan arus listrik berbentuk busur arus dan elektroda berselaput. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini metode eksperimen laboratorium. Dimana sebuah sampel diberi perlakuan kemudian di analisis hasilnya menggunakan uji analisis variance satu arah dan didapatkan hasil F hitung > F tabel sebesar 23,88 > 3,48 untuk variasi elektroda, Fhitung > F tabel Sebesar  198,40>3,48  untuk struktur mikro ferit dan Fhitung > Ftabel Sebesar 167,1 > 3,48 untuk struktur mikro perlit. Maka dapat disimpulkan ada pengaruh variasi elektroda dan struktur mikro ferit, perlit terhadap kekerasan sambungan las.Kata kunci: Elektroda, stuktur mickro ferit dan perlit.
Analisa Kekuatan Sambungan Las Argon pada Kontruksi Shell Tangki Menggunakan Variasi Debit Gas. Wahyu Wijaya
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengelasan saat ini merupakan teknik pengelasan logam, sebab adanya pemesinan dan bangunan menggunakan teknik pengelasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode experiental dan logam yang digunakan SS 304 dengan komposisi 0.042%C, 1.19%Mn, 0.034%P, 0.006%S, 0.049%Si, 18.24%Cr, 8.15%Ni, dan sisanya Fe. Penelitian ini menggunakan spesimen sebanyak 18 spesimen  yang akan diberi perlakuan berbeda yaitu debit gas 5 liter/menit,10 liter/menit dan15 liter/menit pada kuat arus 50 A dan 60 A. Pengujian dalam penelitian ini adalah untuk mengukur kekuatan tarik  las TIG(Tungsten Inert Gas). Hasil kekuatan tarik rata-rata tertinggi terdapat pada variasi debit gas 15 liter/menit  dan kuat arus 60 A sebesar 0,733 kN/ sedangkan kekuatan tarik terendah terdapat pada variasi debit gas 10 liter/menit dan kuat arus 50 A sebesar 0,570 kN/. Dari hasil perhitungan tekanan shell tangki kapasitas 1000 liter diperoleh tekanan 0,00001169 kN/. Dari hasil perbandingan pehitungan data kekuatan tarik tertinggi 0,733 kN/ dan terendah 0,570 kN/ dengan tekanan shell tangki sebesar 0,00001169 kN/ maka, dapat disimpulkan kekuatan tarik lasan sudah melebihi batas yang diijinkan.  Keywords: TIG,SHELL,SS304
ANALISIS MATA PISAU PADA MESIN PENCACAH KERTAS TIPE PEMOTONG TEGAK LURUS KAPASITAS 5 KG/JAM Sapta Ricky
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalah sampah di Indonesia  sudah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Indonesia mampu menghasilkan sampah 64 Juta Ton setiap tahunnya. Sampah dibedakan menjadi dua kategori yakni sampah organik dan sampah an-organik. Sampah bisa dimanfaatkan kembali jika dilakukan pemilahan berdasarkan jenisnya. Sampah kertas menyumbang 14% dari jumlah sampah tiap tahun. Sekolah, Universitas salah satu tempat yang menyumbang angka produksi sampah kertas yang cukup besar. Untuk meminimalisir dampak lingkungan dari sampah kertas, maka kertas harus hancurkan untuk menghemat tempat serta menghasilkan produk yang ekonomis.Perancangan mesin pencacah kertas ini menggunakan metode pengembangan alat untuk menyempurnakan dan mengembangkan mesin agar diperoleh hasil yang lebih unggul dari mesin yang lain.Dalam perancangan mesin pencacah kertas ini di fokuskan pada pisau pemotong, poros dan bantalan. Jumlah pisau yang digunakan berjumlah 16 dan pisau pemotongnya menggunakan pisau tipe TCT dengan memodifikasinya. Untuk poros menggunakan bahan S55C –D dengan diameter 10. Hasil perancangan mencapai 5kg/jam dengan cacahan tegak lurus.  Kata Kunci : pencacah kertas, kertas, perancangan, mata pisau
DESAIN KONTRUKSI MESIN PENCACAH KERTAS DENGAN PISAU PEMOTONG ZIG-ZAG DAN TEGAK LURUS Mukhammad Kosim
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Penelitian ini bertujuan untuk dapat merancang dan membuat kontruksi mesin pencacah kertas yang mempunyai nilai keamanan. Kontruksi adalah komponen yang sangat penting dalam perancangan perencanaan sebuah alat. Kontruksi berfungsi untuk dudukan dari komponen-komponen lain, Dalam perancangan kontruksi tahapan yang harus diperhitungkan sebelum melakukan perancangan meliputi pemilihan material yang mempengaruhi kekuatan kontruksi, mengetahui nilai properties pada material dan memperhitungkan desain kontruksi.,Dalam perancangan ini adalah metode simulasi software yang kemudian dibuktikan dengan metode perhitungan manual, sehingga hasil dari perhitungan kedua metode peneliti dapat mempertimbangkan kelayakan perancangan kontruksi mesin pencacah kertas...Pembuatan desain kontruksi menggunakan software autodesk inventor dengan material dan bahan yang sudah ditentukan selanjutnya dilakukan study analysis (simulate) untuk mengetahui nilai keamanan (safety factory), von mises, displacement, yang terjadi pada kontruksi. Perancangan desain kontruksi mesin pencacah kertas ini menggunakan bahan material hollow dengan ukuran 30 mm x 30 mm x 1.4 mm dengan pemberian beban 8 Kg (78.453 N). Diketahui nilai safety factory berdasarkan jenis beban menggunakan jenis beban dinamis 2 – 3  dengan angka keamanan 2,0 – 2,5 perancangan elemen-elemen mesin yang menerima pembebanan dinamis dengan tingkat kepercayaan rata-rata untuk semua data perancangan. Hasil perhitungan analisa nilai von mises dari analisa software autodesk inventor sebesar 1.240 Mpa untuk hasil dari perhitungan manul mempunyai nilai sebesar 1.2111 Mpa, displacement dapat diketahui dari analisa software sebesar 0.0031 mm untuk hasil dari perhitungan manual mempunyai nilai sebesar 0.030 mm. Sehingga dapat disimpulkan perancangan kontruksi mesin pencacah kertas dinyatakan aman dengan pembebanan tersebut dan layak untuk digunakan.Kata kunci: kontruksi, software, autodeck inventor, simulation
Analisa Struktur Mikro Kekuatan Sambungan Kampuh V dan Kampuh U Baja ASTM A36 proses Pengelasan SMAW Miftakhul Ikhsan
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miftakhul Ikhsan, 2020. Analisa Struktur Mikro Kekuatan Sambungan Kampuh V dan Kampuh U Baja ASTM A36 proses Pengelasan SMAW. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang. Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Priyagung Hartono, M.T1), Mochammad Basjir, S.T., M.T2).Perkembangan dalam dunia teknologi semakin meningkat di setiap waktu dengan dasar-dasar IPTEK yang semakin canggih. teknik pengelasan menjadi proses pekerjaan penting dalam dunia industri kontruksi maupun manufakture  yaitu pada proses  yang memproduksi  dengan bahan baku logam baja. Pada dasarnya Penelitian ini menggunakan metode eksperimen secara langsung di lapangan, dengan menggunakan bahan Baja ASTM A36 yang memiliki kandungan unsur yaitu Fe: 98 %, C: 0.25 %, Mn: 1.03 %,Cr: 0.28 %. Baja ini termasuk dalam kandungan baja yang memiliki unsur  karbon rendah karena baja dengan karbon kurang dari 0.35 %. Penelitian ini pada dasarnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh struktur mikro dan kekuatan sambungan kampuh V dan kampuh U dengan proses pengelasan SMAW, Sambungan baik pada tebal 10 mm diperoleh kampuh V dengan Nilai rata-rata kekuatan tarik terbesar di hasilkan pada pengelasan kampuh V yaitu 412.8 N/mm2, sambungan las kampuh U mempunyai nilai rata-rata sebesar 367.2 N/mm2. Dimana kampuh V mempunyai sifat plastis , elastis yang tinggi dan ketahanan yang tinggi di bandingkan dengan kampuh U pada baja ASTM A36 proses pengelasan SMAW dengan tebal 10 mm. Pada foto mikrostruktur daerah HAS kampuh V diperoleh nilai rata-rata warna hitam 41.2 % dan warna putih 58.9 % sedangkan nilai rata-rata kampuh U di warna hitam 44.7 % dan warna putih 55.3 %. Hal ini menandakan bahwa kampuh U terbentuknya fasa alpha lebih banyak dari fasa gamma dan untuk kampuh V terbentuknya fasa gamma lebih banyak dari fasa alpha. Sehingga apabila warna putih ataupun fasa alpha terbentuk yaitu menandakan Baja ASTM A36 mempunyai sifat lebih ulet, plastis, dan elastis yang tinggi. Sedangkan fasa gamma ataupun warna gelap/hitam terbentuk  yaitu menandakan adanya kekerasan pada baja sehingga baja lebih kuat dan mempunyai sifat keras, getas dan elastis yang rendah. Kata Kunci : Baja ASTM A36, SMAW, Struktur mikro, Kekuatan tarik, Kampuh V, Kampuh U.
Analisa Mata Pisau Type Zig-Zag Pada Mesin Pencacah Kertas Kapasitas 42 Kg/Jam Danny Noormansyah
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK‘$Kertas adalah alat dokumentasi, administrasi, dan transaksi yang sampai saat ini menjadi pilihan pertama. Pengguna kertas hampir disetiap kota kota di Indonesia, yang memiliki kegiatan administrasi, kegiatan belajar mengajar, dan kegiatan pereknomian&tinggi. Di daerah manapun termasuk kota kota maupun desa desa tersebut terdapat sejumlah besar $pertokoan, &perkantoran, sekolah, universitas.‘’Perencanaan pengembangan alat dengan pengamatan berbagai aspek. Guna menyempurnakan dan mengembangkan alat sehingga diperoleh hasil yang lebih produktif.‘’Secara keseluruhan mesin pencacah yang di desain ini memiliki kapasitas total sebesar 42,1 kg/jam dengan catatan pisau zig-zag mencacah maksimal 13 lembar. Mesin pencacah kertas membutuhkn daya total sebesar 0,27 HP atau 200 watt. Setelah melalui perhitungan poro yang di desain mampu menahan total gaya yang bekerja sebesar 1350,1 N. Gaya yang bekerja ini adalah akibat pembebanan ketika proses mencacah kertas. Selain itu, pada perhitungan poros diketahui juga diameter poros mata pisau zig-zag sebesar 15 mm. Tipe bearing yang digunakan untuk system tranmisi ini adalah 6002. Pada rangkaian system tranmisi diketahui putaran output dari sepasang poros mata piau zig-zag sebesar 30 rpm.Kata kunci; Mata Pisau, Kertas, Mesin
Analisis kekuatan tarik dan bending pada sambungan baja ST 40 dengan variasi arus pengelasan SMAW Alfa Maulana
Jurnal Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi dibidang kontruksi yang  maju sehingga tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena mempunyai peran penting dalam merekayasa & perbaikan metal.Salah satunya.Baja ST 40yaitu.baja yang memiliiki gaya tarik maksimum.40 kg/mm2.Baja ST 40 tertera dalam baja carbon0rendah yang mempunyai0kandungan karbon antara 0.025%-0,25% C. Peneliti.ini bermaksud.untuk mendapati.kekuatan pada sambungan baja ST40. Operasi .pengelasan SMAW dilakukan dengan variasi.arus 80A, 100A dan 120A. Pengelasan ini menggunakan elektroda yaitu: E6013. Peneliti menggunakan kampuh V dengan sudut 600 terdapat dua pengujian yaitu: Pengujian Tarik dan Pengujian Bending. Kekuatan tarik pada sambungan baja ST 40 dengan variasi arus Pengelasa SMAW terdapat nilai rata-rata kekuatan tariik pada arus 80A.sejumlah.269,9.Mpa dan terdapat nilai rata-rata tegangan tarik pada arus 100A sebesar 332,6 Mpa dan arus 120A sebesar 411,5 Mpa. Kekuatan bending pada sambungan baja ST40 dengan variasi arus pengelasan SMAW pada arus.80A sebesar 2.045 Mpa sedangkan arus 100A sebesar 2.432,5 dan arus 120A sebesar 2.937,5.Mpa.

Page 1 of 2 | Total Record : 12