cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2: Januari 2020" : 6 Documents clear
Studi Evaluasi Pelaksanaan Pengajaran Alkitab di GPdI Haniel Sentani, Papua Oral Oko; Ferdie Denny Tuwo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.29

Abstract

This research aims to find out the pastor's tendency as the executor of Bible teaching, as well as the aspects that shape it. How is the compatibility of the implementation of Bible teaching in GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua with the pattern in the Bible. In this research, the analysis used is qualitative analysis. Data collection using a questionnaire, given to 100 participants. Based on the findings and analysis, most of the GPdI Haniel Sentani Papua congregations understand the shepherd's teaching patterns based on the Bible. In conclusion, the appropriateness of shepherd teaching is the same as the Bible pattern in GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua. This can be proven by increasing church growth from year to year, both in quality and quantity. Congregations increasingly love God through loyalty and obedience in teaching.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecendurungan gembala sidang sebagai pelaksana pengajaraan Alkitab, serta aspek-aspek yang membentuknya. Bagaimana kesesuaian pelaksanaan pengajaran Alkitab di GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua dengan pola dalam Alkitab. Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Pengumpulan data mengunakan angket, kepada 100 partisipan. Berdasarkan hasil penemuan dan Analisa, sebagian besar jemaat GPdI Haniel Sentani Papua memahami tentang pola pengajaran gembala yang berdasarkan Alkitab. Kesimpulannya, bahwa kesesuaian pelaksanaan pengajaran gembala sama dengan pola Alkitab di GPdI Haniel Sentani Jayapura Papua. Hal ini dapat dibuktikan melalui perkembengan pertumbuhan gereja dari tahun ke tahun semakin bertambah, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Jemaat semakin mengasihi Tuhan melalui kesetiaan dan ketaatan dalam melakukan pengajaran.
Metode Penginjilan Melalui Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah Singgah Lucky Antonio
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.30

Abstract

Evangelism is always associated with the Great Commission of the Lord Jesus, in a pluralistic nation like Indonesia, where there are various ethnic groups and religions, the method of evangelism must be adapted to the cultural context and diversity. The concept of evangelism through teaching and learning activities is one way of approaching evangelism. Apart from opening service posts, this method is quite effective. The approach taken does not only emphasize spiritual matters or activities but also provides for teaching and education needs. So that the need for education, learning, and spirituality are met. AbstrakPenginjilan selalu dikaitkan dengan Amanat Agung Tuhan Yesus, di dalam bangsa yang menjemuk seperti Indonesia, di mana terdapat berbagai macam suku bangsa dan agama, metode penginjilan harus disesuaikan dengan konteks budaya dan keragaman. Konsep penginjilan melalui kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu cara pendekatan dalam melakukan penginjilan. Selain dengan pembukaan pos-pos pelayanan, cara ini cukup efektif. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menekankan pada hal atau kegiatan rohani saja, tetapi juga memberikan kebutuhan akan pengajaran dan pendidikan. Sehingga terpenuhi kebutuhan akan pendidikan, pembelajaran dan kerohanian.
Peran Gereja dalam Pembinaan Kerohanian Remaja di Gereja Pantekosta di Indonesia Kota Palangka Raya Bambang Sriyanto; Thomy Sanggam Hasiholan Sihite
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.32

Abstract

The general perception is that teenagers are a group of people who are often a bother to parents. The role of the church is very important to the formation of members of the congregation, including youth, both in worship, fellowship and service. The church environment must be a pleasant environment for adolescents, because if adolescents leave the church for various reasons, it becomes increasingly difficult to conduct spiritual formation to this group. This study uses a qualitative descriptive method by involving adolescents as respondents to find out how adolescents think about the role of the church in their spiritual formation, so that by getting data from adolescents, it can produce data analysis about whether the church has done its work and how the church can continue to conduct adolescent spiritual guidance. well. In conclusion, the church must continue to learn about what it likes, likes, and interests of adolescents, so that it can create an atmosphere and environment that brings, and invites them to love worship. Youth are accepted into fellowship in the church, get good service, so that they become part of the ministry, and can serve with responsibility.AbstrakPersepsi umum berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Peran gereja sangat penting terhadap pembinaan warga jemaatnya, termasuk remaja, baik dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan. Lingkungan gereja haruslah menjadi lingkungan yang menyenangkan untuk remaja, karena apabila remaja meninggalkan gereja oleh berbagai alasan, maka semakin sulit untuk melakukan pembinaan secara rohani kepada kelompok ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan melibatkan remaja sebagai responden untuk mengetahui begaimana pendapat remaja tentang peranan gereja terhadap pembinaan kerohanian mereka, sehingga dengan didapatkannya data dari remaja maka dapat menghasilkan analisa data tentang apakah gereja sudah melakukan tugasnya dan bagaimana gereja dapat terus melakukan pembinaan kerohanian remaja dengan baik. Kesimpulannya, gereja harus terus mempelajari tentang apa yang disukai, digemari, diminati remaja, sehingga dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang membawa, serta mengajak mereka mencintai ibadah. Remaja diterima dalam persekutuan di gereja, mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga mereka menjadi bagian dalam pelayanan, dan dapat melayani dengan tanggung jawab. 
Implementasi Cara Hidup Jemaat Mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47 bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini Andreas Sese Sunarko
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.33

Abstract

The growth of church has been one of crucial issues that becomes a concentration point to church leaders, which is priestas the senior pastor or church council as the representative of local church members. The growth of church perceived as one of paramaters stating the existence of church to the people who are served as well as to other churches as ministry partner. The growth of church can be seen from two aspect is the quality of church members in terms of spiritual maturity reflected from the faith to God they whorship and in term of their daily behavior bringing positive impact. The other aspect is the quantity of church members from time to time.   The growth of church can  be achieved by the method or serving system that is believed by priest or church council to be implemented. In academic terminology, that method is also known as church growth system or method . They are many system or method of church growth . One of them is Cell Church system that is a system of naturaly growing church growth method with the starting point from the way of life the eraly church taken from Act 2:41-47. This idea, later on, can be implemented by today’s churches is improving church growth.AbstrakPertumbuhan gereja menjadi salah satu isu penting yang terus menjadi konsentrasi bagi para pimpinan gereja, baik itu Pendeta sebagai Gembala Jemaat atau Majelis sebagai representasi jemaat lokal. Pertumbuhan gereja dinilai sebagai salah satu parameter eksistensi gereja tersebut dimata jemaat yang dilayaninya maupun dimata gereja-gereja lain sebagai mitra pelayanan. Pertumbuhan gereja bisa dilihat dari dua segi yaitu segi kualitas yang ditandai dengan kematangan jemaat atas nilai-nilai relegiositasnya yang terpancar dari tingkat keyakinannya terhadap pribadi Allah yang disembahnya dan terpancar dari perilaku sehari-harinya yang mendatangkan dampak positif. Adapun segi yang lain adalah segi kuantitas yang ditandai dengan pertumbuhan jemaat yang terlihat dari bertambahnya jumlah jemaat dari waktu ke waktu. Pertumbuhan gereja ini dapat terwujud dengan metode dan sistem pelayanan yang diyakini oleh Pendeta atau Majelis untuk diterapkan atau dalam dunia akademis disebut dengan metode atau sistem pertumbuhan gereja. Ada banyak metode atau sistem pertumbuhan gereja yang ada diantaranya metode atau sistem Gereja Sel, metode atau sistem pertumbuhan Gereja Modern dan lain sebagainya. Melalui tulisan ini penulis ingin menunjukan salah satu metode pertumbuhan gereja yang bertitik tolak pada cara hidup jemaat yang pertama sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 2 : 41-47 yang nantinya dapat diterapkan oleh gereja-gereja masa kini dalam melakukan proses pertumbuhan gereja.
Implementasi Pola Pemuridan Yesus Menurut Injil Matius Johannes Sembiring
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.34

Abstract

Matthew does not emphasize the apostle's understanding of Jesus' disciples in his writings, but instead uses the term "disciple." Matthew, dealing with Jews who are peculiar to discipleship, certainly considers the root importance of the term "disciple", a learner. A person who serves God should be a disciple of Christ, who loves and follows Christ and lives according to the character of the Lord Jesus with all his heart. This is a literature review article that uses descriptive methods. Descriptive study was applied to the pastors of the GPdI session in Jember Regency which numbered 28 people as participants. Research data obtained directly from the field using research instruments in the form of a questionnaire. After analyzing to get answers based on the percentage of participant scores, it can be concluded that the implementation value of Jesus' discipleship pattern according to the Gospel of Matthew among the Pastors of the GPdI Session in Jember district is very high, namely 90.30%. AbstrakMatius tidak menekankan tentang pemahaman rasul pada murid-murid Yesus pada Tulisannya,  akan tetapi menggunakan istilah “murid.” Matius berhadapan dengan orang Yahudi yang khas dengan pemuridan, pasti menganggap penting akar istilah “murid” tersebut, yaitu seorang yang belajar. Seorang yang melayani Tuhan seharusnya adalah seorang murid Kristus, yang mengasihi dan mengikut Kristus serta hidup sesuai karakter Tuhan Yesus dengan sepenuh hati. Ini merupakan artikel kajian literatur yang menggunakan metode deskriptif. Kajian deskriptif diterapkan pada gembala-gembala sidang GPdI se-Kabupaten Jember yang berjumlah 28 orang sebagai partisipan. Data-data penelitian diperoleh secara langsung dari lapangan dengan menggunakan instrument penelitian dalam bentuk angket. Setelah dilakukan analisis untuk mendapatkan jawaban berdasarkan prosentasi skor partisipan, maka dapat disimpulkan bahwa nilai implementasi pola  pemuridan Yesus menurut Injil Matius dikalangan Gembala Sidang GPdI se-kabupaten Jember adalah sangat tinggi, yaitu 90,30%. 
Efektivitas Peran Gembala Jemaat dalam Pertumbuhan Gereja Yulia Santoso
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 2 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.35

Abstract

This article is a research result of the role of the pastor's effectiveness in church growth. As for the object examined in this thesis in accordance with the context of the pastor, "about the effectiveness of the pastor who is very influential in the growth of the church in accordance with the ministry and responsibilities as a shepherd." Although there are many strong and hard obstacles that can cause occurrence obstacles in growth, seem slow and stagnant, but the pastoral task must continue to be done and the pastor needs to increase its effectiveness by finding more effective methods so as to find a better way of pastoral care. The effectiveness of the pastor's ministry is very important to be done seriously in order to obtain success in carrying out this ministry from God. AbstrakArtikel ini adalah sebuah hasil penelitian dari peranan efektivitas gembala jemaat terhadap pertumbuhan gereja. Adapun yang menjadi objek yang diteliti dalam tesis ini sesuai dengan konteksnya yaitu gembala jemaat, “ tentang efektivitas gembala jemaat yang sangat berpengaruh terjadinya pertumbuhan gereja sesuai dengan pelayanan dan tanggungjawabnya sebagai gembala.” Walaupun ada banyak hambatan-hambatan yang kuat dan keras yang dapat menyebabkan  terjadinya hambatan dalam pertumbuhan, terkesan lambat dan stagnan, namun tugas  penggembalaan harus tetap dilakukan dan gembala jemaat perlu meningkatkan efektivitasnya dengan mencari metode yang lebih efektif sehingga menemukan cara yang lebih baik dalam tugas penggembalaan. Efektivitas pelayanan gembala ini sangat penting dilakukan dengan sungguh- sungguh agar memperoleh keberhasilan dalam melaksanakan tugas pelayanan dari Tuhan ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6