cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019): Agustus" : 17 Documents clear
PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM MENGEMBANGKAN GREEN BEHAVIOR PESERTA DIDIK MELALUI NILAI-NILAI KEARIPAN LOKAL HUTAN LINDUNG SITU LENGKONG PANJALU Wulan Sondarika; Dewi Ratih
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12268.179 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2969

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Sejarah Dalam Mengembangkan Green Behavior Peserta Didik Melalui Nilai-Nilai Kearipan Lokal Hutan Lindung Situ Lengkong Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat”. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan relevansi nilai-nilai kearifan lokal hutan lindung Situ Lengkong yang berkaitan dengan pengembangan Green Behavior dapat di internalisasikan dalam pembelajaran sejarah di SMKN I Panjalu
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBACA TEKS BERITA Elah Zamilah
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2717.546 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3054

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 19 Tasikmalaya mengenai kemampuan siswa dalam Membaca Berita yaitu pada aspek Intonasi, Artikulasi, jeda, dan volume. Dalam hal ini siswa kurang mampu berbicara dengan baik, karena siswa kurang menguasai komponen-komponen yang menentukan kegiatanmembaca berita, baik yang berkenaan dengan faktor kebahasaan maupun faktor non kebahasaan. Selain itu, kemampuan membaca berita pada aspek penguasaan bahasa lisan yang terlibat dalam kegiatan berkomunikasi lisan. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kemampuan membaca beritasiswa masih kurang dalam menggunakan bahasa lisan. Hasil pretes siswa Kelas IX-C SMP Negeri 19 Tasikmalaya menunjukan dari jumlah siswa 29 orang rata-rata nilai siswa 66,95. Artinya taraf kemampuan berbicara siswa melalui metode demonstrasi sebesar 66%, maka kurang dari KKM yang ditetapkan sebesar 80.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil pelaksanaan tindakan penelitian tentang peningkatan kemampuan membaca berita melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesiadi Kelas IX-C SMP Negeri 19 Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Pertimbangan yang mendasari penelitian metode ini, karena langkah-langkah penelitian cukup sederhana, sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh peneliti.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil belajar siswa tentang peningkatan kemampuan berbicara melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX-C SMP Negeri 19 Tasikmalaya, memperoleh nilai pada siklus I nilai rata-rata sebesar 72,5, pada siklus II sebesar 78,5. Hal ini dapat diartikan bahwa kemampuan berbicara siswa melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, selain berpengaruh terhadap rencana dan pelaksanaan pembelajaran, juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci:   Kemampuan Membaca Berita, Metode Demonstrasi
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK CLUSTERING DENGAN MEDIA FOTO JURNALISTIK (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya) Lilis Lilis
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2991.644 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2972

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan diketahui bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya Somagede masih kurang. Kurangnya kemampuan siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor dari guru, siswa, dan lingkungan. Faktor dari guru yaitu kurangnya penggunaan teknik dan media yang bervariasi dalam pembelajaran menulis. Faktor dari siswa yaitu siswa merasa kesulitan untuk mengungkapkan ide-ide yang ada dalam pikiran mereka, kesulitan menemukan kata yang sesuai untuk dirangkai menjadi puisi, dan kesulitan untuk berimajinasi. Adapun faktor dari lingkungan yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengkaji dua masalah yaitu (1) bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya setelah dilakukan pembelajaran melalui teknik clustering dengan media foto jurnalistik, dan (2) bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik clustering dengan media foto jurnalistik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu siklus I, dan siklus II dengan subjek penelitian siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan nontes. Data nontes diperoleh dari observasi, dan wawancara meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas IX-C SMP Negeri 3 Tasikmalaya melalui teknik clustering dengan media foto jurnalistik. Nilai rata-rata kelas pada siklus I 69,64 dengan kategori cukup baik. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 76,00 dengan peningkatan sebesar 6,36 % dan termasuk kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada guru agar pembelajaran melalui teknik clustering dengan media foto jurnalistik dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk mengajar materi lain. Bagi peneliti disarankan agar melakukan penelitian serupa tetapi dengan teknik pembelajaran yang lain
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Lilis Lisnawati
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2904.77 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3050

Abstract

Kemampuan siswa kelas VIII-C  SMP YPI Al-Huda Tasikmalaya pada Mata Pelajaran Matematika masih dianggap kurang, sehingga perlu diupayakan oleh guru untuk peningkatanya. Salah satu upaya yang penulis anggap tepat yaitu penggunaan Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok  sebagai bagian dari Materi pelajaran Matematika kelas VIII-C semester 2.. Penelitian pada Siswa kelas VIII-C SMP YPI Al-Huda, nilai tes pemahaman materi sebelum diberi tindakan adalah 71,50 belum memenuhi KKM yaitu 75. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan untuk melihat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok  menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan methode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dalam 2 siklus pembelajaran dengan langkah-langkah planning, actuating, observing,dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman materi berupa pilihan ganda dan lembar observasi. Tes pemahaman materi dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman materi sesudah diterapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Lembar observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran oleh guru dan aktivitas siswa. Proses belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siklus 1 terlaksana sebesar 81,33% termasuk kategori baik dan meningkat pada siklus 2 sebesar 91,33 % termasuk kategori baik sekali. Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus 1 meningkat pada kemampuan bertanya sebesar  33 % kategori kurang, menjawab pertanyaan 66 % kategori baik, mengemukakan gagasan 66 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuan awal 50 % kategori cukup. Kemudian meningkat lagi pada siklus 2 dengan kemampuan bertanya sebesar 50% kategori cukup menjawab pertanyaan 83,3 % kategori sangat baik, mengemukakan gagasan 76,6 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuna awal 66 % kategori baik. Pemahaman siswa dalam konsep sistem pernapasan pada manusia meningkat dari nilai rata-rata hasil tes pra siklus 71.50 menjadi 81,50 pada siklus 1 dan lebih meningkat pada siklus 2 menjadi 88,25. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok . Kata Kunci : Numbered Head Together (NHT), Pemahaman, Kubus dan Balok
STUDENTS’ VOICE: APPLYING BRAIN-WRITING IN WRITING RECOUNT TEXT Widya Agustina; Lilies Youlia Friatin
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3838.489 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2967

Abstract

This study was aimed at finding out thestudents’ perceptions about the implementation of brain-writing in teaching writing recount text.In order to support the data analysis, the writers used the theory from Sadker and Ellen (2007, p. 6)about the steps in implementing brain writing technique in teaching recount text. Furthermore, in conducting this study the writers used qualitative research in which case study was employed to collect the data from participants in this research that was English teacher who taught recount text through brain-writing technique. Moreover, interview was the instrument used by the writers in collecting the data, then the data analyzed qualitatively. Based on the research findingsthe writersconcluded that the teacher did some steps in implementing brain-writing including. Overall, the steps in implementing brain-writing was relevant with the theory from Sadker, Ellen (2007, p. 6).The second conclusion was about student’s perception in implementing brain-writing technique in teaching writing recount text, the writers concluded that the students viewed the teaching-learning process of recount text through brain-writing technique was enjoy activities that not only improve students’ motivation and students’ achievement.Moreover, the writers suggests that the further researcher to investigate students’ difficulties on the use brain-writing technique in teaching writing
FUNCTIONAL MOVEMENT SCREEN (FMS) SEBAGAI TES MOBILITAS, KESEIMBANGAN, DAN STABILITAS ATLET PASCA CEDERA Hendra Rustiawan; Ruli Sugiawardana; Muhammad Nurzaman
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5015.309 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang  instrument test yang berfungsi untuk mengukur komponen kondisi fisik mobilitas, keseimbangan, dan stabilitas atlet yang mengalami atau yang sudah pernah terkena cedera otot dan tulang sendi. Komponen tes FMS terdiri dari in-line lunge, hurdle step, deep squat, shoulder mobility, active straight-leg raise, trunk stability push-up, rotary stability Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) adanya hubungan antara atlet yang mengalami cedera otot dengan tes FMS, (2) tidak adanya hubungan, dan (3) adanya hubungan yang signifikan pada atlet yang mengalami cedera terhadap mobilitas, keseimbangan, dan stabilitas yang diukur dengan FMS, dan  (4) adanya pengaruh tes tersebut akan tetapi dengan sampel tertentu (usia). Hal ini dapat disimpulkan bahwa bahwa perlunya  dilakukan penelitian ulang dengan memperhatikan berbagai aspek (usia, jenis kelamin, dan profesi). Hal tersebut diharapkan FMS dapat digunakan pada penelitian kondisi fisik (strength and conditioning)
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM BERMAIN PERAN MELALUI METODE SOSIODRAMA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII-A SMP Negeri 3 Tasikmalaya) Yani Rosdiani
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2648.852 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2973

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 3 Tasikmalaya mengenai kemampuan berbicara dalam bermain peran pada materi drama pendek yaitu interaksi pada aspek pengucapan, kelancaran, grametika, kosa kata, dan aspek efektivitas dan ketepatan berkomunikasi. Dalam hal ini siswa kurang mampu berbicara dengan baik, karena siswa kurang menguasai komponen-komponen yang menentukan kegiatan berbicara, baik yang berkenaan dengan faktor kebahasaan maupun faktor non kebahasaan. Selain itu, kemampuan berbicara dalam bermain peran pada aspek penguasaan bahasa lisan yang terlibat dalam kegiatan berkomunikasi lisan, siswa kurang pemahaman tentang tujuan berbicara, lawan berbicara, situasi pembicaraan, latar pembicaraan, serta peristiwa pembicaraan. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kemampuan berbicara dalam bermain peran siswa masih kurang dalam menggunakan bahasa lisan. Hasil pretes siswa Kelas VII-A SMP Negeri 3 Tasikmalaya menunjukkan dari jumlah siswa 35 orang rata-rata nilai siswa 66. Artinya taraf kemampuan berbicara siswa melalui metode sosiodrama sebesar 66%, maka kurang dari KKM yang ditetpkan sebesar 80. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil pelaksanaan tindakan penelitian tentang peningkatan kemampuan berbicara dalam bermain peran melalui metode sosiodrama dalam pembelajaran Bahasa Indonesiadi Kelas VII-A SMP Negeri 3 Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Pertimbangan yang mendasari penelitian metode ini, karena langkah-langkah penelitian cukup sederhana, sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil belajar siswa tentang peningkatan kemampuan berbicara melalui metode sosiodrama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VII-A SMP Negeri 3 Tasikmalaya, memperoleh nilai pada siklus I nilai rata-rata sebesar 66,8, pada siklus II sebesar 79,4. Hal ini dapat diartikan bahwa kemampuan berbicara siswa melalui metode sosiodrama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, selain berpengaruh terhadap rencana dan pelaksanaan pembelajaran, juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
UPAYA MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL ANTAR TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 20 TASIKMALAYA Herna Sumawati
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3698.957 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3051

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan data, bahwa terdapat siswa di SMP Negeri 20 Tasikmalaya yang tingkat hubungan sosial antar teman sebayanya rendah. Apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bisa memperoleh data empiris tentang peningkatan hubungan sosial antar teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya melalui layanan bimbingan kelompok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (eksperimental). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling (sampling bertujuan). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang mencerminkan tingkat hubungan sosial antar teman sebayanya rendah dibandingkan siswa yang lain. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala psikologi dengan jumlah 52 item yang sebelumnya telah diuji cobakan sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Sedangkan metode analisis data untuk mengetahui peningkatan hubungan sosial antar teman sebaya melalui layanan bimbingan kelompok adalah menggunakan uji statistik wilcoxon. Sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok, tingkat hubungan sosial antar teman sebaya siswa termasuk dalam kategori rendah dengan persentase skor rata-rata 51,23% dengan kriteria rendah. Sedangkan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok, hubungan sosial antar teman sebaya memperoleh skor rata-rata 68,50% dengan kriteria tinggi. Dari uji wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar 2,803 dan nilai Ztabel pada taraf signifikan 5% dan N=10 diperoleh Ztabel sebesar 1,96. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya.  Simpulannya adalah bahwa terdapat peningkatan signifikan hubungan sosial antar teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya sebelum dan setelah diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok. Guru pembimbing hendaknya dapat melaksaanakan layanan bimbingan kelompok untuk dapat meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya siswa dengan memperhatikan kesesuaian antara topik yang dibahas dengan tujuan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Hubungan Sosial Antar Teman Sebaya, Layanan Bimbingan                         Kelompok
PENGARUH IKLIM SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU Terra Erlina
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4254.827 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2968

Abstract

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa iklim organisasi memiliki hubungan erat dengan kepuasan kerja pegawai, khususnya dalam lingkungan pendidikan, lingkungan sekolah merupakan aspek yang utama untuk menciptakan kondisi dan kondusifnya suatu kegiatan pelaksanaan tugas rutin yang terkadang menjenuhkan. Oleh karena itu, iklim sekolah memegang peranan sangat penting untuk menciptakan kepuasan dan kelancaran kerja yang sukses
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MENYIMAK KHOTBAH MELALUI METODE RESITASI (Penelitia Tindakan Kelas di Kelas IX-E SMP Negeri 3 Tasikmalaya) Yeni Yustini
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3465.356 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2974

Abstract

Berhasil tidaknya pembelajaran sangat tergantung kepada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak paling depan dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Salah satu kompetensi siswa yang ditingkatkan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Materi Menyimak Khotbah dengan menggunakan Metode Resitasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menyimak Khotbah. Rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan Metode Resitasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menyimak Khotbah” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Metode Resitasi dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menyimak Khotbah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan yaitu perencanaan (planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observation), Refleksi(Reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kepada siswa dan observasi guru, tes hasil belajar dan pengisian angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses belajar terjadi peningkatan rata –rata skor 2. 4 pada pra siklus menjadi 3. 6 pada siklus 1 atau meningkat 1. 2 atau 24% . Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 4. 4 atau dengan kata lain meningkat 0. 8 atau 16% . Penggunaan Metode Resitasi juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siawa pada materi Menyimak Khotbah, peningkatan rata-rata dari 63,51 pada pra tindakan menjadi 76,84 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 13,33 dengan ketuntasan menjadi 63%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 86 atau dengan kata lain meningkat 9. 16 dan ketuntasan menjadi 89%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan Metode Resitasi. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan Metode Resitasi dari siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 48. 4% meningkat sebesar 26. 8% menjadi 75. 2% pada siklus 2

Page 1 of 2 | Total Record : 17