cover
Contact Name
MOH. FADLI
Contact Email
mohammadfadli.10@gmail.com
Phone
+6282332287943
Journal Mail Official
jurnalterateksstaim@gmail.com
Editorial Address
JL. PESANTREN NO. 11 TARATE PANDIAN SUMENEP
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS
ISSN : 25414607     EISSN : 25983989     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Islam Terateks yang berfokus pada Ilmu keislaman berisi kajian-kajian keislaman yang meliputi pendidikan Islam, syariah, pemikiran Islam, ekonomi, dan kajian Islam lainnya. Sebagai tempat perantara dalam penulisan karya ilmiah dari peneliti, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan dosen. Sebagai tempat perantara dalam penulisan karya ilmiah dari peneliti, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan dosen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER" : 11 Documents clear
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KONSEP PEMBAGIAN HARTA WARIS BERDASARKAN KESEPAKATAN (Studi Kasus di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru) Dainori & Ifadatul Hikmah
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah hasil penelitian lapangan (Field Research) untuk menjawab pertanyaan Pertama: Bagaimana konsep pembagian harta waris berdasarkan kesepakatan di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru?Kedua: Bagaiamana tinjauan Hukum Islam terhadap konsep pembagian harta waris berdasarkan kesepakatan di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru? Adapun jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena mudah berhadapan langsung dengan kenyataan yang sering terjadi ditengah masyarakat dengan menggunakan sumber data primer berupa hasil wawancara dengan masyarakat Desa Pakondang sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan karya tulis lain yang berhubungan denga isi penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah konsep (tata cara) pembagian harta waris di Desa Pakondang Kecamtan Rubaru. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah sesepuh dan tokoh masyarakat di Desa Pakondang. Setting penelitian dalam penelitian ini adalah Desa Pakondang Kecamatan Rubaru dan Instrumen penelitiannya adalah metode observasi dan wawancara. Lalu teknik pengolahan dan analisis data terdapat tiga tahapan: Reduksi kata, Penyajian Data dan Penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa pandangan masyarakat terhadap konsep pembagian harta waris berdasarkan kesepakatan ini bermacam-macam ada yang setuju dengan alas an karena mewariskan harta yang terjadi di desa pakondang sudah dianggap baik walaupun tidak mengikuti syariat islam, menurut mereka yang penting tidak menimbulkan masalah pada akhirnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian waris di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru itu menggunakan pembagian waris berdasarkan kesepakatan bersama antara para ahli waris dilakukan karena masyarakat Desa Pakondang Kecamatan Rubaru tidak membeda-bedakan hak antara ahli waris laki-laki dan perempuan, dimana kebutuhan hidup ahli waris yang masih kurang mampu maka bagian waris yang didapat lebih besar, dan praktik semacam ini telah terjadi sekian lama dan turun temurun atau bisa dikatakan sebagai tradisi, adat atau ‘urf. Adapun ternyata dalam tinjauan hukum Islamdan kaidah fiqih hal semacam ini diperbolehkan apabila adanya kesepakatan tersebut membawa maslahah karena kaidah fiqih mengatakan bahwa dimana ada kemaslahatan disitu ada hukum Allah
MENINGKATAN HASIL BELAJAR BERMAIN MUSIK ANSAMBEL MELALUI METODE TUTOR SEBAYA KELAS VII-4 SMP NEGERI 1 MASALEMBU TAHUN PELAJARAN 2020/2021 ADI MUNIF
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran praktik ansambel musik, pengelolaan kelas secara tepat sangat diperlukan. Berdasarkan pengalaman peneliti, pembelajaran secara klasikal belum membuahkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam bermain musik ansambel melalui penelitian ini peneliti akan mencoba menerapkan metode Tutor sebaya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Proses pelaksanaan, penelitian ini dibagi menjadi 3 siklus, setiap siklus mencakup 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, unjuk kerja, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar bermain recorder. (2) Metode tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar bermain pianika.(3) Metode tutor sebaya mampu mengefektifkan waktu pertemuan di dalam kelas dibandingkan dengan metode klasikal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) para guru seni budaya me nerapkan metode tutor sebaya dalam pembelajaran ansambel musik di sekolah.(2) Mencoba menerapkan metode tutor sebaya dalam mencapai tujuan pelajaran pada kompetensi dasar yang lain.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN, ADMINISTRASI DAN ORGANISASI PENDIDIKAN DEDI EKO RIYADI HS
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan, manajemen, administrasi serta organisasi adalah satu kesatuan yang tidak bias dipisahkan. Semua unsur ini adalah wadah untuk mempermudah dalam mencapai apa yang menjadi cita-cita sebuah organisasi. Diakui atau tidak manusia memiliki keterbatasan sebagai makhluk social. Sehingga perlu membentuk kelompok atau organisasi untuk dapat mengisi keterbatasannya dan dalam suatu istilah disebut ‘management is getting thing done through other people’. Ilmu manajemen dan administrasi dalam pendidikan sangatlah dibutuhkan oleh seorang pemimpin dalam menahkodai sebuah organisasi, karena pertama, pekerjaan itu sangatlah sulit jika dikerjakan sendiri, sehingga solusinya adalah pembagian tugas dan tanggung jawab dalam menyelesaikannya. Kedua, pendidikan akan dapat memiliki kualitas baik apabila manajemen dan administrasinya diterapkan dengan baik. Ketiga, pemimpin yang menguasai ilmu manajemen dan administrasi dengan baik serta mampumenerapkan dalam organisasi maka akan meningkatkan daya guna dari potensi yang dimiliki.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR IPS DI SMP NEGERI 3 SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2020/2021 HARKANI
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kerjasama dan hasil belajar IPS di SMP N 3 Sumenep. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B SMPN 3 Sumenep. Adapun dalam pengambilan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Penelitian ini menggunakan dua bentuk analisis data yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kerjasama peserta didik kelas VIII B SMP N 3 Sumenep. Hal tersebut terlihat dari peningkatan kerjasama berdasarkan hasil penilaian kerjasama yang terjadi pada setiap siklusnya. Hasil rata-rata kerjasama kelas pada siklus I yaitu sebesar 47, 22%, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 76, 35. Penerapan metode Student Team Achievement Division (STAD) juga dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata tes yang terjadi pada setiap siklusnya. Hasil belajar peserta didik yang mencapai nilai di atas KKM 75, pada siklus I sebanyak 23 peserta didik atau sebesar 63, 89%, pada siklus II meningkat sebanyak 29 peserta didik atau sebesar 80, 55%. Dengan demikian metode pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat digunakan untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar IPS kelas VIII B SMPN 3 Sumenep.
PENERAPAN TEKNIK SUPERVISI OBSERVASI KELAS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DI SMP NEGERI 1 MASALEMBU TAHUN PELAJARAN 2020-2021 ISWAHYUDI
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah tentang Penerapan Teknik Supervisi Observasi Kelas dengan Menggunakan Media Closed Circuit Television (CCTV) di SMP Negeri 1 Masalembu ini dengan 2 rumusan masalah yaitu, bagaimana Penerapan Teknik Supervisi Observasi Kelas dengan Menggunakan Media Closed Circuit Television (CCTV) di SMP Negeri 1 Masalembu ini , bagaimana kelebihan Penerapan Teknik Supervisi Observasi Kelas dengan Menggunakan Media Closed Circuit Television (CCTV) di SMP Negeri 1 Masalembu ini . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dekskriptif. Dalam pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data tentang Penerapan Teknik Supervisi Observasi Kelas dengan Menggunakan Media Closed Circuit Television (CCTV) di SMP Negeri 1 Masalembu ini. Kemudian data dianalisa dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan dan ver ifikasi. Kepala sekolah SMP Negeri 1 Masalembu untuk menjawab persoalan sedikitnya waktu yang dimiliki kepala sekolah untuk melakukan observasi kelas secara langsung dan mengurangi dampak hipokrit guru dan ketakutan pada siswa saat melakukan obser vasi kelas secara langsung, kepala sekolah melaksanakan supervise observasi kelas dengan mengunakan media Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di tiap kelas. Pelaksanaan supervise observasi kelas ini melalui CCTV ini merupakan supervise observasi kelas tidak langsung, yaitu kepala sekolah tidak langsung datang dan duduk di kelas selama waktu tertentu untuk mengawasi dan menemani guru dalam mengajar. Berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan peneliti dapat diketahui bahwa penerapan tekni k supervisi observasi kelas dengan menggunakan media Closed Circuit Television (CCTV) di SMP Negeri 1 Masalembu Pelaksanaan supervise observasi kelas dengan menggunakan media CCTV ini di SMP Negeri 1 Masalembu telah mengacu kepada prinsip dan pro sedur yang ada dalam teori supervise khusunya supservisi observasi kelas. Dalam pelaksanaannya supervise observasi kelas dengan CCTV ini melalui berbagai tahap diantaranya tahap pra pelaksanaan, proses pelaksanaan dan pasca pelaksanaan observasi. Dalam pelaksanaanya juga mengunakan instrument observasi, waktu, sasaran dan tujuan observasi, dan follow-up dari pelaksanaan observasi lewat General Teachers Meetings. Selain itu memiliki penggunaan CCTV untuk supervisi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Masalembu ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain : untuk menghemat waktu yang dimiliki kepala sekolah, membuat pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada diobservasi lebih natural dan tampil apa adanya, mengurangi ketakutan siswa di dalam kelas, bisa melihat aktivitas pembelajaran secara menyeluruh, memberikan keleluasaan kepada kepala sekolah untuk mempelajari aktivitas pembelajaran di luar observasi secara langsung dan bisa dilihat berulang­ulang, berguna bagi guru yang diobservasi untuk melakukan penilaian terhadap diri sendiri dengan rekaman CCTV dan penerapan teknik supervise observasi kelas dengan menggunakan kamera CCTV ini sekaligus menerapkan teknik supervise yang lainsecara bersamaan antara lain percakapan dengan guru yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai seorang supervisor, general meetings guru, dan saling mengunjungi kelas.
RELEVANSI KONSEP EKONOMI BERDIKARI TERAHADAP PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI MASA PANDEMI COVID 19 (Telaah Kritis Terhadap Pemikiran Soekarno) MOH. MUSFIQ ARIFQI & BADI’AH
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perekonomian Indonesia tidak akan terlepas dari sejarah pada masa penjajahan dan kerajaan hingga sampai masa kemerdekaan. Perbedaan pemikiran setiap pemimpin negara telah menimbulkan perbedaan penerapan kebijakan yang dijalankan sehingga menimbulkan dampak yang beranekaragam. Pandemi Covid 19 juga memberikan dampak yang nyata terhadap perekonomian Indonesia. Data IMF, pada tahun 2020 pertumbuhan GDP Indonesia menurun sebanyak 4,5% jika dibandingkan dengan tahun 2019. Konsep ekonomi berdasarkan tokoh nasionalis Soekarno telah memberikan banyak peran dalam mengatasi perekonomian negara, yaitu melalui konsep ekonomi berdikari. Konsep ekonomi yang dibangun bedasarkan kemandirian. Begitupun dengan konsep ekonomi syariah yang sudah mulai berkembang di Indonesia. Peneliti menggunanan pendekatan kualitatif diskriptif untuk mengkaji penelitian Library Research ini. Data diperoleh berdasarkan sumber primer yang berupa karya-karya yang membahas tentang pemikiran ekonomi Soekarno. Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang relevan dengan tema pembahsan penelitian ini. Penelitian ini menunjukan bahwa konsep ekonomi berdikari yang pelopori oleh Soekarno ini menjadi salah satu alternatif pemulihan perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid 19. Adanya konsep ekonomi berdikari memiliki dimensi keterkaitan terhadap konsep ekonomi syariah.
PELUANG, TANTANGAN DAN DAMPAK DIGITAL MARKETING DI ERA SOCIETY 5.0 NURUL HUDA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital marketing dalam pemasaran modern semakin populer di Era society 5.0 saat ini dimana menjadi suatu keharuasan bagi setiap perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan totalitas service atau memberikan pelayanan yang terbaik untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi persaingan bisnis global. Lahirnya teknologi digital yang serba canggih yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu telah banyak memberi kemudahan dan kepraktisan dalam berbagi aspek kehidupan dari mulai produksi hingga produk itu sampai ketangan konsumen apalagi perusahaan saat ini mau tidak mau harus mampu berinovasi baik dalam pelayanan atau service, menciptakan produk yang terbaik, harga yang menarik, tapi juga dituntut untuk mampu berkompetesi dengan perusahaan yang lain baik lokal, nasional, multi nasional, regional maupun internasional. Banyak aspek kehidupan dipengaruhi oleh teknologi berbasis digital, tidak hanya bidang marketing saja bahkan hampir semua lini kehidupan menggunakan teknologi berbasis digital. Dan ini merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh generasi milenial di Era Ssociety 5.0 karena akan menjadi peluang besar bagi generasi muda dan milenial untuk senantiasa mengembangkan kemampuannya baik hard skill maupun soft skill, menggali potensi dirinya dan kemampuannya di bidang teknologi yang berbasis digital. Era Society 5.0 telah lahir dengan berbagai platform digital yang telah memberikan ruang yang begitu luas dan mampu memberikan dan menciptakan peluang bisnis yang sangat besar yang menjanjikan dalam bidang teknologi digital, dimana dalam hal ini akan menguntungkan baik organisasi (perusahaan) maupun generasi milenial di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan pendekatan library research melalui penelusuran dari beberapa sumber yang kredibel berupa buku-buku yang dianggap masih relevan dengan tema, beberapa jurnal ilmiah, berita baik media cetak, elektronik, internet atau pun karya tulis lain untuk melakukan pengkajian secara detail dan mendalam. Hasil riset menunjukkan bahwa Digital Marketing Era Society 5.0 sendiri menjadi sebuah “solusi” dari Revolusi Industri 4.0, dimana masyarakat global beranggapan bahwa Industri 4.0 akan menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi yang serba canggih dimana pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga terampil manusia akan mengalami pengurangan yang signifikan karena akan digantikan oleh mesin yang serba canggih. Sedangkan Era Society 5.0 ini diharapkan dapat menciptakan nilai baru melalui perkembangan high technology untuk mengurangi adanya kesenjangan sosial antara manusia dengan masalah ekonominya.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) PADA PELAJARAN PKN MATERI KASUS – KASUS PELANGGARAN HAK AZASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PANCASILA KELAS XI IPA-3 SEMESTER 1 SMA NEGERI 1 MAS SAIFUL HAD
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Masalembu pada mata pelajaran PKn. Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang menarik bagi siswa. Dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas hanya diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diperoleh. Dalam hal ini guru yang mendominasi kegiatan pembelajaran sedangkan siswanya pasif hanya duduk, diam dan mendengarkan penjelasan guru, sehingga siswa merasa jenuh dan bosan yang pada akhirnya tidak memperhatikan penjelasan guru serta siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping (Peta Pikiran) pada siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Masalembu Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, terdiri dari dua siklus. Teknik mengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-3 TKR SMA Negeri 1 Masalembu yang berjumlah 38 siswa. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 80% tuntas dan nilai rata-rata kelas lebih besar dari KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 72. Hasil penelitian menunjukan pada prasiklus hanya 22 (58,82%) siswa dari 38 siswa yang tuntas. Rata-rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 68,58 dari nilai KKM 72. Pada siklus I dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping (Peta Pikiran) terjadi peningkatan sebanyak 29 siswa (76,4%) yang mendapatkan nilai diatas KKM 72 dan 9 siswa (23,5%) mendapat nilai dibawah KKM 72. Nilai rata-rata siswa 70,5, dan pada siklus II menunjukan (91,1%) atau 35 siswa mendapat nilai diatas KKM 72 dan 8,9% atau 4 siswa mendapat nilai dibawah KKM 72 dan nilai rata-rata siswa 76. Menunjukan bahwa penelitian telah berhasil, dibuktikan dengan indikator pencapaian yang diharapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 80% siswa tuntas dan rata-rata kelas lebih besar dari KKM 72. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping (Peta Pikiran) dapat meningkatkan hasil belajar PKn kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Masalembu Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Berdasarkan keberhasilan tersebut, maka penulis menyarankan guru supaya menggunakan model Mind Mapping (Peta Pikiran) dalam pembelajaran supaya hasil belajar siswa meningkat khususnya dalam mata pelajaran PKn.
EFISIENSI BIAYA OPERASIONAL PADA UMKM BACHRI DARMO KLASEMAN KOTA MALANG SRI INDAH & POPPY INDRI HASTUTI
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perolehan laba yang besar sangat ditentukan oleh informasi mengenai biaya operasional yang dikeluarkan. Semakin besar biaya pasti akan sangat berpengaruh kepada peningkatan laba bersih. Pemilik usaha diharuskan mengetahui kondisi usahanya secara menyeluruh dari segi permodalan, ataupun tingkat laba serta peruntungan yang diperoleh. Semakin besar biaya itu pastinya akan sangat mempengaruhi meningkatnya laba bersih suatu perusahaan. Pihak manajemen dari perusahaan perlu untuk membuat kebijakan yang akan mengacu pada terciptanya efisiensi serta efektivitas kerja. Efektifitas dan efesiensi juga diperlukan diperhatikan dengan perencanaan yang jelas dengan sasaran yang dicapai. Menekan banyaknya beban pengeluaran yang digunakan untuk menghasilkan laba yang tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang sangat banyak. Hasil penenelitian dapat disimpulkan bahwa biaya operasional UMKM Bachri Darmo di Kota Malang dinyatakan rendah dan laba usaha cukup tinggi artinya efisiensi biaya operasional serendah mungkin mampu mendapatkan laba yang cukup tinggi disetiap bulannya sehingga mendukung dalam pengembangan usaha. Penerapan perhitungan biaya operasional dapat mengukur keuntungan yang lebih pasti dari berbagai segi perhitungan laporan keuangan sehingga mampu menentukan keuntungan usaha setiap bulannya.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN METODE PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA MATERI GERAK HARMONI SEDERHANA DI KELAS X SMAN 1 BATUAN TAHUN AJARAN 2020/2021 SUGIHARTONO
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 6 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana implementasi pembelajaran dengan metode Problem Posing materi Gerak Harmoni Sederhana di kelas X SMA Negeri 1 Batuan? (2) Apakah pembelajaran dengan metode Problem Posing dapat meningkatkan keaktifan belajar fisika materi Gerak Harmoni Sederhana di kelas X SMA Negeri 1 Batuan? (3) Apakah pembelajaran dengan Metode Problem posing dapat meningkatkan hasil belajar Fisika materi Gerak Harmoni Sederhana di kelas X SMA Negeri 1 Batuan ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran fisika dengan Metode Problem posing di SMA Negeri 1 Batuan dan untuk mengetahui apakah pembelajaran fisika dengan Metode Problem posing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar fisika di SMA Negeri 1 Batuan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batuan pada bulan Januari-Februari 2021 Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Batuan yang berjumlah 31 orang. Data penelitian ini berupa keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Keaktifan belajar peserta didik diketahui dari hasil lembar observasi, sedangkan hasil belajar peserta didik diketahui dari hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan hasil skor evaluasi yang dilaksanakan di setiap siklus menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Peserta didik mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai nilai >70 dan daya serap klasikal 85% peserta didik yang mencapai nilai >70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik pada siklus II menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Peningkatan persentase masing-masing indikator yaitu indikator keaktifan bertanya sebesar 3,4% kemampuan membuat soal 6,5%, kemampuan menyelesaikan soal yang dibuat sendiri 16,6%, kemampuan menyelesaikan soal yang dibuat temannya 21,7%, dan kemampuan menyampaikan gagasan 13%. Rerata kelas dari hasil evaluasi di setiap siklus juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 70 dan hasil belajar pada siklus II sebesar 74,74. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 70,3% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,5% Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 23,2% serta melalui hasil penilaian keaktifan menunjukkan bahwa peserta didik antusias terhadap pembelajaran dengan model Problem Posing karena peserta didik merasa lebih percaya diri dalam berpendapat akan materi terkait. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan model Problem Posing lebih disukai peserta didik sehingga diharapkan guru dapat menerapkan model Problem Posing sebagai variasi dalam pembelajaran Fisika. Keterbatasan penelitian yang hanya menerapkan model Problem Posing pada materi Gerak Harmoni Sederhana dengan waktu penelitian yang cukup singkat, maka diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada materi yang lain.

Page 1 of 2 | Total Record : 11