cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
agungsuharyanto@staff.uma.ac.id
Phone
+628126493527
Journal Mail Official
jibioma@uma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Medan Area jl. Kolam No. 1 Medan Estate-Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA)
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : 27229777     DOI : 10.31289
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) focuses on the publication of the results of scientific research related to fields. This article is published in the internal and external academic community of the University of Medan Area (UMA) especially in the field of Biology. Published articles are the results of research articles, studies or critical and comprehensive scientific studies on important issues related to the field of biology. Publication in May and November.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): November" : 5 Documents clear
Uji Antibakteri Ekstrak Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Shigella Dysentriae Yulia Erviana; Emmy Harso Kardhinata; Rahmiati Rahmiati
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v3i2.750

Abstract

Pepaya  (Carica  papaya) merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat alternatif, mulai dari bagian akar, batang, daun, dan buah.  Karena diketahui mengetahui mengandung senyawa tanin yang memiliki aktifitas antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri phatogen seperti Shigella, Salmonella thypii, dan Eschericia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak biji pepaya dalam menghambat pertumbuhan Shigella dysentriae. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan metode Rancangan acak lengkap satu faktor dan metode difusi. Konsentrasi ekstrak biji buah pepaya yang digunakan yaitu 10%, 20%, 30%, 40% dengan 5 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji buah pepaya dengan masing-masing konsentrasi tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae. Tidak ada perbedaan yang nyata antara konsentrasi 40%, 30%,  dan  20%,  sehingga  konsentrasi 20% merupakan konsentrasi  paling efektif.
Pengaruh Konsentrasi Air Kelapa dan Air Cucian Beras dan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Srimaulinda Srimaulinda; Kiki Nurtjahja; Riyanto Riyanto
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v3i2.751

Abstract

Air kelapa adalah senyawa alami kompleks yang sering digunakan sebagai pengatur tumbuh alami.   Penggunaan air kelapa sebagai bahan organik merupakan alternatif dari penggunaan bahan sintetis pada tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah dalam air kelapa dan air cucian beras serta lama perendaman terhadap perkecambahan biji kacang hijau. Parameter yang diamati adalah tinggi globul, jumlah radikula, dan panjang radikula. Berdasarkan hasil penelitian, air kelapa dan air cucian beras berpengaruh terhadap tinggi bulu dimana bulu tertinggi terdapat pada kombinasi (20 ml air kelapa + 80 ml air cucian beras dan perendaman 2 jam). Panjang radikula terpanjang ditemukan pada kombinasi (10 ml air kelapa + 90 ml air cucian beras dan perendaman 6 jam). Jumlah akar paling banyak terdapat pada kombinasi (50 ml air kelapa + 50 ml air cucian beras dan perendaman 6 jam).
Kemampuan Daya Hambat Beberapa Produk Sabun Cair Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Novita Sari Dewi Brahmana; Emmy Harso Kardhinata; Ida Fauziah
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v3i2.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri enam sabun antibakteri berlabel A, B, C, D, E, dan F terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode difusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Zona hambat maksimum sabun yang paling efektif (32,17 mm) ditunjukkan oleh sabun cair "A", yang ditemukan paling mungkin menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri kuat lainnya juga ditunjukkan oleh sabun cair "B" dengan zona supresi 20,83 mm. Aktivitas antibakteri juga ditunjukkan oleh sabun "C" dengan daya hambat 14,67 mm dan sabun "D" dengan zona hambat 9,5 mm, namun dua sabun cair lainnya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri.
Pengaruh Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Pengawet Alami Daging Ayam Nur Azlin Siregar; Riyanto Riyanto; Dewi Nur Anggraeni
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v3i2.735

Abstract

Daging ayam merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan protein dan air yang tinggi, yang cepat mengalami pembusukan. Daun salam merupakan salah satu bahan alami karena dapat digunakan sebagai pengawet karena mengandung minyak atsiri, air, tanin, dan flavonoid yang dapat mencegah bakteri patogen penyebab pembusukan makanan. Ibu rumah tangga sering menggunakan daun salam untuk mengawetkan unggas, yang kerapatan ekstrak dan waktu perendamannya tidak diketahui. Parameter yang diamati adalah kombinasi warna, tekstur dan rasa ayam. Untuk perlakuan ayam digunakan ekstrak daun salam (Cygizium polyanthemum) dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, dan perlakuan diulang 4 kali selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang paling efektif digunakan sebagai pengawet alami unggas adalah perendaman dalam konsentrat ekstrak 60% selama 2 jam
Limbah Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus) sebagai Bahan Baku Pembuatan Nata Widia Lubis; Abdul Karim; Jamilah Nasution
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jibioma.v3i2.736

Abstract

Semangka merupakan tanaman semusim dari famili Cucurbitaceae, dan buah semangka memiliki banyak manfaat begitu juga dengan kulitnya, dan kulit semangka mengandung berbagai vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah limbah kulit buah semangka dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata berdasarkan parameter konsistensi, ketebalan, berat, warna, rendemen dan kadar air serta kadar serat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan waktu pengamatan yang berbeda yaitu 10 hari, 12 hari dan 14 hari untuk melihat perubahan fisik selama proses fermentasi Nata. Sampel kulit semangka diambil secara acak dari pedagang sari buah dan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengamatan 10, 12 dan 14 hari, rata-rata ketebalan ketiga nata adalah 1,7 cm, 2, 2 cm, 2,2 cm dan rata-rata berat ketiga nata adalah 756,3 g, 802,0 g, 822,3 g, tekstur lahir kenyal, warna putih keruh, aroma asam. dan rendemen lahir pada hari ke-14 adalah 82,3%, 79,5%, 82,7% dan diperoleh kadar serat 4,31% dan kadar air 97,8.

Page 1 of 1 | Total Record : 5