cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): Prosiding" : 41 Documents clear
PENENTUAN GEOMETRI JENJANG DI KUARI PENAMBANGAN ANDESIT BLOK A SITE SOMOREJO, CV. GUNUNG MULIA, DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN, KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH Hendra Rezkie; Priyo Widodo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.832

Abstract

CV. GUNUNG MULIA is one of the business entities engaged in the Andesite mining industry. The area of the mining  is 11.1 ha, which is located in Somorejo Village, Bagelen District, Purworejo Regency, Central Java Province. CV. GUNUNG MULIA Blok A Site Somorejo uses a surface mining system with quarry mining methods. Until now mining activities at the research location are still in the development stage. In designing a quarry, an analysis of slope stability is needed. Excavation activities on the slope will cause changes in the values of forces acting on the slope which results in disruption of slope stability so that the slope is potentially failure. At present the slope conditions at the Blok A Site Somorejo mining site have not been designed in stages. For this reason, it is necessary to design a safe level geometry in accordance with rock mass conditions and applicable regulations.
PENGARUH PENAMBAHAN TAILING BAUKSIT TERHADAP UJI KUAT TEKAN DAN KADAR LOGAM BESI PADA PEMBUATAN PAVING BLOK Yudho Dwi Galih Cahyono; Esti Kusdarini; Citro Handoyo C
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.823

Abstract

selama ini Tailing bauksit hanya digunakan sebagai bahan timbunan yang kurang bernilai ekonomis. Maka dibuat penelitian tentang pencampuran bahan tailing bauksit dalam pembuatan Paving Block untuk mengetahui kuat uji tekannya dan kadar logam besi (Fe) terlarut pada Paving Block. Dari hasil pengujian kuat tekan komposisi variasi pada sampel Paving Block kode B memiliki kuat tekan rata-rata lebih tinggi dari sampel lainnya yang menggunakan komposisi tailing yaitu sebesar 18,32 MPa dan untuk sampel Paving Block pada kode B sampai dengan kode D masuk dalam klasifikasi mutu B (SNI 03-0691-1996) untuk pelataran parkir, Dari hasil penelitian uji kadar logam besi (Fe) yang terdapat pada sampel tailing bauksit sebesar 13,99 % sebesar 69,95 mg mengalami penurunan kadar logam (Fe) terlarut sebesar menjadi 3,67% setelah dijadikan sampel Paving Block pada kode B dengan komposisi bahan 30% Semen, 60% Pasir, 10% Tailing Bauksit
ALTERASI MINERALISASI AKIBAT PROSES HYDROTERMAL FORMASI AILEU, DAERAH TIBAR, DILI, ERMERA DAN SEKITARNYA, TIMOR-LESTE Nazario Gomes
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.846

Abstract

Secara fisiografi Timor Leste merupakan daerah pertemuan dua lempeng yang saling bertubrukan yaitu lempeng benua Autralia dan Banda Arc di mana telah terjadi penggangkatan atau uplift. Daerah penelitian termasuk kedalam Zona atau daerah dataran rendah hingga pegununggan bergelombang yang terletak di sebelah utara kota Dili dan selatan Ermera, memiliki batuan penyusun utama berupa, batuan metamorf dan beku. Pulau Timor memiliki tektonik yang menjadi bagian dari Busur Banda. Pada awalnya zona Pulau Timor merupakan zona subduksi, hingga kemudian mengalami evolusi menjadi zona tumbukan. Transisi dari zona subduksi menjadi tumbukan terjadi pada masa Sebelum Miosen. Ekplorasi endapan biji di Timor-Leste dari tahun 1968-an sampai 1990-an selalu didasarkan pada peta geologi lembar Dili yang menjadi acuan buat referensi pada peneliti yang akan meneliti, endapan bijih bahan galian yang mengalami alterasi dan mineralisasi di daerah penelitian tersebut ternyata masi mengalami banyak kelemahan-kelemahan, antara lain Belum adanya peneliti yang melakukan studi yang lengkap mengenai alterasi mineralisasai di daerah timor bagian utara dan baratdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara magmatisme, pola tektonik pulau Timor dan Alterasi, mineralisasi di formasi Aileu,daerah Tibar, Dili, Ermera. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi struktur geologi, Analisis Sayatan Petrografi, sayatan mineralografi, AAS (Atomic Absorbtion Spectophotometric) dan XRD analisis Inklusi fluida. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan struktur yang terbentuk pada daerah penelitian adalah kekar dan sesar. Struktur kekar yang terjadi di didaerah Tibar, Dili, Ermera, Timor-Leste lebih dikarenakan oleh aktivitas magmatisme dan tektonik. Gejala struktur sesar yang dapat dijumpai di lapangan berupa bidang sesar, gores garis dan struktur penyerta kekar. Alterasi yang terjadi di daerah Tibar fatuahi dan sekitarnya dibagi menjadi dua tipe yaitu : tipe argilik, dan tipe silisifikasi (silisik). Mineralisasi daerah penelitian banyak terdapat pada batuan yang telah mengalami alterasi, seperti pada material lepas sekis dan filit, sedikit batuan beku, gabro, diorit dengan material ukuran pasir kasar sampai bongkah. Karakteristik alterasi dan mineralisasi formasi Aileu daerah Tibar dan sekitarnya dapat dikelompokan pada tipe mineralisasi “epitermal sulfidasi rendah  
ANALISIS PROBABILITAS KERUNTUHAN SILL PILLAR Frengky Seki Banunaek; Priyo Widodo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.541

Abstract

Motode cut and fill akan membuat level – level yang sudah ditambang dibiarkan kosong dan meninggalkan ore sebagai pillar. Pada pillar yang ditinggalkan masih terdapat bijih emas yang dapat diambil (pillar robbing), namun kegiatan pillar roobing akan mengurangi ukuran dan stabilitas pillar. Pillar yang tidak stabil dapat menimbulkan failure pada bukaan, sehingga perlu dilakukan analisis pengaruh tebal sill pillar terhadap probabilitas keruntuhan sill pillar. Penelitian dilakukan di tambang bijih emas PT. Cibaliung Sumberdaya Blok Cibitung Cross Cut XI South, dengan ketebalan sill pillar 12 meter, 10 meter dan 8 meter, dengan kondisi pillar original. Analisis strength factor dilakukan dengan elemen hingga sedangkan nilai kumulatif diperoleh dari hasil analisis cumulatif density function. Hasil analisis probabilitas keruntuhan sill pillar di Cross Cut XI South, menunjukan bahwa bila tebal sill pillar 12 meter dengan strength factor 1.69 maka nilai probabilitas 24.52%, dan untuk tebal sill pillar 10 meter dengan strength factor 1.57 diperoleh probabilitas 34.14%, ketebalan 8 meter dengan strength factor 1.36 diketahui nilai probabiltas keruntuhan adalah 46.92%.
ZONASI AREA KARST DESA BETIKHARJO, KECAMATAN SEMANDING, KABUPATEN TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR Daniel de Araujo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.837

Abstract

Daerah penelitian berada di Desa Betikharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Secara fisiografi berada di Zona Rembang yang terdiri dari pegunungan terlipat, dengan litologi dominan batuan karbonat. Metode penelitian yang dilakukan dengan pemetaan permukaan. Geomorfologi daerah penelitian terdiri atas satuan geomorfik asal solosional (K1) dengan lereng datar sampai agak miring, satuan geomorfik asal denudasional (D1), satuan geomorfik asal solosional (K4) yang merupakan subsatuan perbukitan sisa karst yang mengalami pelarutan, lereng miring hingga terjal, dengan kontrol proses erosi bekerja penuh, dan satuan geomorfik asal fluvial (F3). Stratigrafi daerah penelitian, mulai dari yang tertua ke termuda adalah satuan batuan batulempung Formasi Tuban, batulanau Formasi Paciran, dan satuan batugamping Formasi TubanBerdasarkan hasil pengambilan data di lapangan, diperoleh dua zonasi kars, yaitu kars kelas I berupa gua dengan diameter 56 meter, dan kars kelas III yang ada di bagian selatan daerah penelitian.
ANALISIS POTENSI LAHAN BEKAS TAMBANG DALAM MEMBERIKAN MANFAAT TERHADAP PERUNTUKAN LAHAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Doli Jumat Rianto; Edy Nursanto; Kresno Kresno
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.828

Abstract

PT. Daya Bambu Sejahtera adalah perusahaan pertambangan batubara dengan menerapkan metode tambang terbuka (open pit). Rendahnya unsur hara pada lapisan (top soil) dan terjadinya perubahan bentuk lahan (landscape) akibat penambangan, sangat penting untuk dilakukan analisis pada lahan bekas tambang tersebut dengan menggunakan metode pemberian nilai berdasarkan kelas. Sehingga diperoleh tingkat kesesuaian jenis tanaman yang diperuntukan pada lahan bekas tambang. Berdasarkan hasil analisis arahan penggunaan lahan bekas tambang pada lahan rencana reklamasi diperuntukan untuk perkebunan diperoleh nilai 44 dengan kriteria sedang yang mempunyai penghambat agak berat sehingga mengurangi pilihan jenis tanaman dan atau memerlukan pengelolaan tanah khusus, dimana kemiringan lereng 450 yaitu 118 % menunjukkan kondisi curam hingga sangat curam dengan dugaan adanya erosi sebesar 46,10 ton/ha/th (tingkat bahaya erosi tingkat sedang). Upaya yang dapat dilakukan pada lereng yang curam menjadi landai dengan membuat teras bangku kontruksi sedang sehingga dapat meminimalkan erosi yang terjadi 46,10 ton/ha/th hingga menurun menjadi 9,91 ton/ha/th (kriteria sangat rendah). Kesesuaian lahan yang peruntukan untuk perkebunan menunjukkan bahwa lahan cukup sesuai dengan rentang nilai 54-65, namun dibatasi dengan faktor penghambat yang dapat diusahkan untuk kemampuan dan kesesuaian dari lahan antara lain meminimalisirkan erosi dan perbaikan kualitas tanah  melalui pengapuran dalam upaya perbaikan tingkat keasaman tanah dan kandungan unsur lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian kapur dolomit dan pemberian pupuk (organik maupun anorganik) yang tepat dalam upaya perbaikan dan pensuplaian unsur hara dalam tanah.
RENCANA REKLAMASI PASCA TAMBANG BAHAN GALIAN SIRTU DESA XXX, KECAMATAN CANDIPURO, KABUPATEN LUMAJANG, JAWA TIMUR Heni Siska Wiyanti; Lena Maretha Salindeho; Diah Wully Agustine
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.851

Abstract

Banyaknya aktivitas penambangan sirtu di Kabupaten Lumajang, salah satunya di Desa XXX, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan rencana reklamasi sangat dibutuhkan untuk meminimalisir degradasi lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas penambangan, termasuk permasalahan sosial. Reklamasi akan dilakukan pada lahan dengan luasan 2,28 ha, dengan tujuan akhir dari kegiatan reklamasi di lokasi ini adalah untuk normalisasi aliran air sungai dan pendalaman badan sungai. Dari hasil perhitungan biaya rencana reklamasi yang terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung  yaitu: Rp.39.935.000,- dengan uraian biaya langsung meliputi penataan lahan dan boulder, serta perawatan bangunan sungai
Supporting docs (Cover, Editorial Board, and Table of Content) Editor SEMITAN
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.819

Abstract

-
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI BATU ANDESIT DI PT.ARGA EASTU DESA SANETAN, KECAMATAN SLUKE, KABUPATEN REMBANG PROVINSI JAWA TENGAH Faisal Muhammad Akbar; Hendra Rezkie; Wawong Dwi Ratminah
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.842

Abstract

PT. Arga Wastu, merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batu andesit yang berlokasi di Desa Sanetan, Kecamatan Sluke,Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi penelititian berada di Kuari Lengis. Sistem Penambangan yang diterapkan oleh  PT. Arga Wastu adalah sistem tambang terbuka. PT Arga Wastu menetapkan target produksi batu andesit uuntuk kuari Lengis adalah sebesar 30.000 ton/bulan. Proses penambangan dilakukan dengan menggunakan alat mekanis 2 unit excavator backhoe Komatsu PC 300-8 melayani 4 unit dump truck Hino Ranger FM260TI dengan jarak maksimum menuju kehooper 1400 m.  Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya produksi batu andesit dari alat muat dan alat angkut di kuari Lengis.Kemampuan produksi saat ini 21.467,95 ton/bulan, tidak tercapainya produksi ini dikarenakan adanya hambatan kerjabaik yang dapat dihindari maupun yang tidak dapat dihindari.Dengan adanya hambatanhambatan ini akan memperkecil waktu kerja efektif sehingga menyebabkan efisiensi kerja rendah. Upaya peningkatan produksidapat dilakukan dengan cara meningkatkan waktu kerja efektif, penambahan jumlah curah dan penambahan alat angkut.Produktivitas yang dihasilkan dengan cara meningkatkan waktu kerja efektif dan penambahan jumlah curah adalah sebesar31.567,42 ton/bulan, sedangkan produktivitas dengan penambahan jumlah alat angkut adalah sebesar 30.050,75 ton/bulan. PT. Arga Wastu. is a company engaged in the mining industry andesite located in the village Sanetan village, District Sluke looks very compact and with a considerable amount. Andesite needs as a building material at this time quite a lot. Therefore, mineral andesite that is in that location is very good to be developed into an investment activity in the mining sector. Problems that occur at this time is not yet contained detailed data on the number of calculations batuandesit backup, so it needs accurate data through direct observation of the condition of regional geological structure and topography batuandesit deposition and stripping ratio at PT. Arga Wastu to the large reserves calculation. Efforts to do in order to get the total amount batuandesit reserve calculation is the method of Cross Section with guidelines Rule of Nearest Point using AutoCAD software and Quicksurf. The choice of method is based on the nature of Andesite homogeneous, the calculation is simple and easy to understand. Cross Section method selected by considering the excavated material to be studied. Estimated reserves batuandesit in the research area, is limited to the lowest elevation of 15 m above sea level, with overburden thickness of about 15-2 meters.
KAJIAN TINGKAT KERUSAKAN LAHAN AKIBAT PENAMBANGAN MATERIAL LEMPUNG DI DESA SIDOREJO, KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, DIY Delia Ximenes A. Belo; Rika Ernawati; Tedy Agung Cahyadi; Divina Maria Marques
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.833

Abstract

Kegiatan penambangan material lempung di Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman DIY merupakan pertambangan  rakyat yang dilakukan secara tradisional. Kegiatan penambangan dapat menimbulkan dampak positif yaitu mendatangkan keuntungan bagi masyarakat dan dampak negatif yaitu menimbulkan perubahan bentuk lahan dan penurunan kualitas tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan dan parameter-parameter yang paling berpengaruh terjadinya kerusakan lahan akibat penambangan material lempung dan memberikan arahan pengelolaan sesuai pada lahan yang mengalami kerusakan lahan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survey, pemetaan, analisis deskriptif dan pengharkatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kerusakan lahan meliputi tingkat sedang dan tinggi. Tingkat kerusakan sedang mencakup luas lahan sebesar 3,39 Ha. Zona ini dipengaruhi oleh faktor- faktor yang meliputi kedalaman lubang galian, kondisi jalan dan pengangkutan bahan galian. Kerusakan lahan pada tingkat tinggi mencakup luas lahan sebesar 4,36 Ha. Zona ini dipengaruhi oleh faktor- faktor yang meliputi tinggi dinding galian, kemiringan tebing galian, relief dasar galian dan erosi. Akibat dari kegiatan penambangan adalah terjadinya perubahan topografi dan terjadi degradasi tanah. Arahan pengelolaan disesuaikan dengan kondisi lahan yang mengalami kerusakan lahan.   Clay material mining activities in Sidorejo Village, Godean sub district, Sleman,DIY. Special Region is a local mining activity that is done traditionally. Mining activities can give a positive impact such as profit for the society and negative impact that cause changes in landform and soil degradation. The purpose of this study is to determine the level of land degradation, to evaluate the parameters that lead to land damage caused by clay mining, and to provide guidance towards appropriate management of land degraded. The methods used in this research are survey method, mapping method, descriptive analysis method and scoring method. The results of this research show that the level of land degradation is at a medium level with area of 3.87 ha. This zone is influenced by factors that including depth of pits, road conditions and the transportation of mining materials. In addition, land degradation with a high level of degradation covered area of 4.36 ha. This zone is influenced by factors of height of excavation wall, excavation slope, relief of excavation base and soil erosion. As a result, the mining activity cause changes in topography and soil degradation. The directive for appropriate management proposed is based on the condition of the land that has been degraded.