cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 60 Documents clear
Analisis Petrofisik menggunakan data well logs di cekungan Manui, Sulawesi Muhammad Firdaus
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3091

Abstract

Cekungan Manui adalah cekungan tersier yang dikategorikan sebagai cekungan sedimen dengan indikasi kandungan hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan dengan objektif untuk mengevaluasi sifat petrofisika batuan di Cekungan Manui, lepas pantai Sulawesi Tenggara, berdasarkan data log sumuran yang ada pada Sumur Abuki-1. Sifat kuantitatif diantaranya termasuk volume lempung, porositas, dan saturasi air dilakukan menggunakan log sumuran berupa log kaliper, spontaneous potential, sinar gamma, sonic, densitas, neutron, PEF, dan resistivitas. Perhitungan petrofisika lebih lanjut dilakukan pada interval kandidat reservoir yaitu Formasi Langkawola untuk mendapatkan nilai properti statis batuan dan menentukan kandidat reservoir serta prospek. Hasil perhitungan volume lempung menunjukkan bahwa formasi Boepinang memiliki kandungan lempung yang cukup tebal yang mana bisa berfungsi sebagai lapisan tudung untuk reservoir di bawahnya yaitu Formasi Langkawola. Nilai porositas efektif Formasi Langkawola berkisar antara 3-46% dengan rata-rata 19%. Nilai saturasi air Formasi Langkawola berkisar antara 19-76% dengan nilai rata-rata 48%. Setelah pengaplikasian nilai cut-off untuk parameter volume lempung 50%, positas efektif10%, dan Saturasi air 50%, didapatkan interval reservoir paling prospektif pada kedalaman 6485.5 – 6610 ft dengan nilai rata-rata volume lempung 19%, porositas efektif 26% dan saturasi air 39%.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN IKAN 30 GT UNTUK DAERAH LAMONGAN DI TINJAU DARI SEGI TEKNIS Rochma wahyu adila; ERIFIVE PRANATAL
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3237

Abstract

Dalam penelitian ini direncanakan kapal penangkap ikan dengan ukuran 30 GT untuk daerah Kota Lamongan yang efektif dan efisian dari segi teknis. Perencanan ini menggunakan metode regresi linier dari data kapal pembanding untuk menghasilkan ukuran utama kapal. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan utama, membuat rencana garis, rencana umum, hambatan kapal dan daya mesin. Analisa teknis dilakukan dengan pengujian model kapal dan selanjutnya hasil dan dikembangkan dengan teori – teori ilmu perkapalan untuk mendapatkan beberapa konfigurasi kapal ikan yang dirancang. Hasil regresi ukuran utama adalah Lpp = 14.26 m, B = 3.9 m, T = 1 m, H = 1,3 m, Cb = 0.284, dan Vs = 5 kont. Dari ukuran utama tersebut kemudian di buat gambar rencana garis dan gambar rencana umum. Untuk alat tangkapnya menggunakan rawai tuna.
ANALISIS PEMANFAATAN TAILING PASIR MERAPI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BATAKO DI KECAMATAN SRUMBUNG KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH Filbert Wibowo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3263

Abstract

Secara geografis, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang adalah salah satu wilayah yang terletak di lereng Gunung Merapi. Lereng Gunung Merapi kaya akan potensi bahan tambang yaitu bahan galian golongan C berupa pasir dan batu. Potensi bahan tambang berupa pasir merapi ini terbentuk akibat letusan pada erupsi Gunung Merapi. Potensi material industri terutama bahan galian pasir merapi yang sangat besar untuk dilakukan kegiatan penambangan karena dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat. Kegiatan pertambangan yang dilakukan, baik itu dengan cara mekanis maupun tradisional selalu menimbulkan dampak, yaitu memberikan dampak positif dan negatif. Tailing terbentuk akibat penambangan pasir merapi yang dihasilkan dari penambangan pada beberapa perusahaan. Sehingga banyaknya tailing yang dihasilkan bisa merusak lingkungan, dengan adanya perkembangan saat ini limbah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam konstruksi bangunan. Dengan tujuan memberikan komposisi dan menjelaskan karakteristik dalam pembuatan batako yang memenuhi standart dan juga menjelaskan penggunaan atau peruntukan batako yang dihasilkan dengan menggunakan metode kualitatif. Sehingga analisis pemanfaatan tailing pasir merapi perlu dilakukan yaitu untuk menanggulangi masalah lingkungan yang disebabkan dari proses penambangan pasir, yaitu dengan cara menjadikan bahan baku pembuatan batako.
Perhitungan dan Analisa Petrofisik Lapangan Betung, Formasi Air Benakat, Sub-Cekungan Jambi-Cekungan Sumatera Selatan Aisyah Indah Irmaya; Basuki Rahmad; Deddy Kristanto; Aris Buntoro
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3118

Abstract

Potensi Sub-Cekungan Jambi cukup besar dalam menghasilkan hidrokarbon, dimana rasio kesuksesan yang dicapai sebesar 51% tapi belum dilakukan eksplorasi secara maksimal [9]. Salah satu strategi untuk meningkatkan produksi hidrokarbon dari lapangan migas yang sudah diproduksikan adalah dengan melakukan analisa petrofisik untuk penambahan sumur-sumur pengembangan. Penelitian difokuskan pada L-5 Formasi Air Benakat dimana potensi cadangannya masih cukup besar dengan OOIP L-5 pada tahun 2017 sebesar 16,531.05 MSTB.Metode dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data primer yaitu data-data log sumur log yaitu Gamma Ray log, Resistivity log, Density dan Neutron log. Data sekunder yaitu literatur, laporan sumur. Menggunakan Petrel Petrophysic, data-data tersebut diolah untuk mendapatkan nilai kandungan lempung, saturasi air, porositas dan permeabilitasnya.Berdasarkan perhitungan dan Analisa petrofisik lapangan Betung, Formasi Air Benakat, Sub-Cekungan Jambi-Cekungan Sumatera Selatan: Sumur-sumur L-5 (AI-209; AI-210; AI-211; AI-222) memiliki nilai porositas dengan range 23% - 31 %, termasuk kategori sangat baik – istimewa [8]. Sumur-sumur L-5 (AI-209; AI-210; AI-211; AI-222) memiliki tingkat permeabilitas dengan range 130 – 229 mD, termasuk kategori baik sekali (Koesoemadinata, 1978). Nilai penggal diperoleh nilai kandungan lempung maksimal 32%, nilai kandungan porositas minimal 13% serta nilai kandungan saturasi air maksimal 50%.
ANALISA PENGARUH ROOT GAP TERHADAP PENGUJIAN TARIK MENGGUNAKAN METODE PENGELASAN FCAW POSISI 3G PADA MATERIAL BAJA SS 400 NUZULUL ARIF; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh root gap terhadap pengujian tarik (Tensile Test) pada material baja SS 400 dengan ketebalan 10 mm dan 12 mm menggunakan metode pengelasan FCAW (Flux Core Arc Welding) pada posisi 3G Vertical up tanpa backing ceramic. Penelitian ini bersifat kuantitatif, kemudian standar yang digunakan dalam pengujian yaitu ASME section IX (2019). Hasil penelitian diperoleh kesimpulan pada spesimen dengan ketebalan 10 mm, didapatkan nilai tertinggi pada variasi root gap 2 mm dengan nilai YS (Yield Strenght) sebesar : 242,07 MPa, dan nilai aktual / nilai akhir sebesar : 315,33 MPa. Kemudian pada spesimen dengan ketebalan 12 mm, didapatkan nilai tertinggi terdapat pada variasi 3 mm dengan nilai YS (Yield Strenght) sebesar: 296,57 MPa, dan nilai aktual / nilai akhir sebesar: 464,17 MPa.
MITIGASI RISIKO K3 PADA PEKERJAAN PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN DI AREA KAMAR MESIN KAPAL GENERAL CARGO MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Ramadhan Pratama; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melaukan identifikasi faktor bahaya atau potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, dan melakukan tindakan usulan mitigasi risiko yang berfokus pada pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan di area kamar mesin kapal general cargo. Pengumpulan data di dapatkan melalui proses survey, wawancara dan dokumentasi di galangan kapal PT. Tambangan Raya Permai Surabaya. Analisis data menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian di dapatkan 6 komponen teridentifikasi berpotensi bahaya dan berisiko meliputi (Mesin induk, mesin bantu, pompa general system, sistem got kamar mesin, tangga kamar mesin, dan lantai kamar mesin). Kemudian hasil analisis data FMEA didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi terdapat pada 2 komponen yaitu (Mesin induk dan sistem got kamar mesin). Dari kedua komponen tersebut, potensi bahaya berada pada 4 kegiatan kerja diantaranya pada Proses pembersihan tangki-tangki sistem got kamar mesin, Proses lepas dan pasang metal duduk baru (ME) dengan alat manual, Proses lepas piston (ME) dengan chain block, dan Proses lepas cylinder liner (ME) dengan chain block. Mitigasi risiko yang diusulkan yaitu penggunaan APD secara lengkap sesuai standar perlu ditaati dan lakukan pengecekan atau perawatan alat sebelum digunakan untuk memastikan kelayakannya. Tindakan ini diharapkan untuk menciptakan iklim kesadaran diri, bekerja aman, selamat, efektif dan efisien, demi kebaikan bersama. 
Analisa Ekonomis Perbaikan Patah Floating Dock di PT.X Lingga Bayu Susilo; ERIFIVE PRANATAL
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3241

Abstract

Floating dock adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian floating dock tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas dan TLC dari foating dock tersebut. Dengan beroperasi floating dock yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton yang mengakibatkan patah pada ponton. Maka dibutuhkan perbaikan dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi floating dock merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian floating dock itu sendiri. sehingga perawatan dan perbaikan floating dock sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas floating dock dengan cara menyambung kembali ponton yang mengalami patah pada ponton. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui perhitungan dari kebutuhan ponton 4 dan 5 pada floating dock 5 yang berasal dari input data laporan UT dan keretakan permukaan plat floating dock 5 digunakan untuk perhitungan biaya material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (OJ) serta perhitungan perencanaan biaya total. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urutan dasar reparasi ponton dimulai dari persiapan, pembersihan plat dok 5, deteksi kerusakan, replating, welding, painting dan  impermeability (Preasure Dock) test. Berat plat yang harus di replatingtotal 14.975 ton dan total biaya yang dibutuhkan untuk proses reparasi sebesar Rp 234.529.853Floating dock adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian floating dock tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas dan TLC dari foating dock tersebut. Dengan beroperasi floating dock yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton yang mengakibatkan patah pada ponton. Maka dibutuhkan perbaikan dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi floating dock merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian floating dock itu sendiri. sehingga perawatan dan perbaikan floating dock sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas floating dock dengan cara menyambung kembali ponton yang mengalami patah pada ponton. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui perhitungan dari kebutuhan ponton 4 dan 5 pada floating dock 5 yang berasal dari input data laporan UT dan keretakan permukaan plat floating dock 5 digunakan untuk perhitungan biaya material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (OJ) serta perhitungan perencanaan biaya total. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urutan dasar reparasi ponton dimulai dari persiapan, pembersihan plat dok 5, deteksi kerusakan, replating, welding, painting dan  impermeability (Preasure Dock) test. Berat plat yang harus di replating total 14.975 ton dan total biaya yang dibutuhkan untuk proses reparasi sebesar Rp 234.529.853
RISK ASSESSMENT K3 PADA DIVISI KAPAL NIAGA PT. PAL INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ) Mohammad Bayu Saputro; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3240

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di Dunia, Negara Indonesia mempunyai banyak perusahaan Galangan kapal. PT PAL Indonesia (Persero) merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia. yang memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas Pembangunan dan rancang-bangun Kapal Perang dan Kapal Niaga. (PT PAL, 2020). Dalam proses pembuatan kapal yang begitu panjang dan melibatkan peralatan berat serta banyak tenaga kerja, maka tidak menutup kemungkinan terjadi resiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian mengidentifikasi risiko,menganalisis peringkat risiko,dan mitigasi risiko yang terjadi pada perkerjaan produksi kapal di Divisi Kapal Niaga PT.PAL Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada departemen Erection, metode yang digunakan FMEA. Hasilnya berupa Risk Priority Number (RPN), yang diperolah dari perkalian Severity (kegagalan) x Occurence (Kejadian) x Detection (Deteksi). Sehingga dapat diketahui bahwa yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu pada aktivitas welding/pengelasan, menyebabkan kebakaran dengan nilai RPN sebesar 140. Prioritas kecelakaan kerja yang harus ditangani terlebih dahulu adalah kebakaran akibat proses pengelasan. Pada nantinya diberikan tindakan pengendalian sesuai dari sumber bahaya menggunaan Matrik Risiko, sehingga hasil dari mitigasi menggunakan Matrik Risiko diharapakan dapat menurunkan angka kecelakaan kerja pada Divisi Kapal Niaga di Departemen Erection. Dan diketahui bahwa failure mode yang harus diprioritaskan untuk ditangani perusahaan adalah 3 kategori yang nilainya begitu tinggi yakni kebakaran dari proses pengelasan, Tersengat aliran listrik, dan jatuh dari ketinggian.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERBEDAAN KUAT ARUS PADA PROSES PEMOTONGAN PELAT MENGGUNAKAN CNC PLASMA CUTTING MUHAMMAD RIZAL AFANDHI; MINTO BASUKI
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3253

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh variasi kuat arus terhadap lebar kerf dan lebar HAZ (Heat Affected Zone) pada material baja karbon grade A type ASTM A36. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan variasi kuat arus sebesar 100 A, 130 A dan 200 A. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis secara teknis maupun ekonomis. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa lebar kerf mengalami perbedaan dengan lebar kerf terbesar dihasilkan saat pemotongan menggunakan kuat arus 200 A yaitu sebesar 4 mm pada permukaan atas material dan 2,65 mm pada permukaan bawah permukaan material dan lebar terkecil di dapatkan saat pemotongan menggunakan kuat arus 100 A yaitu sebesar 2,5 mm pada permukaan atas material dan 1 mm pada permukaan bawah material. Kemudian lebar HAZ (Heat Affected Zone) terkecil dihasilkan pada kuat arus sebesar 100 A dengan lebar HAZ sebesar 4,8 mm. Dari proses pemotongan tersebut kecepatan pemotongan tercepat ditunjukkan pada kuat arus sebesar 200 A dengan kecepatan potong 235 cm/min dan memiliki kemampuan potong per-hari sepanjang 705 m dan memiliki selisih 1,12 kali lebih cepat dari penggunaan kuat arus sebesar 100 A. Ditinjau dari pengeluar biaya operasional pada kuat arus sebesar 200 A memiliki selisih 1,98 kali lebih besar dari penggunaan kuat arus sebesar 100 A.
Kontrol Struktur Geologi Dalam Penentuan Zonasi Gerakan Tanah Daerah Karangjaya dan Sekitarnya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Nadika Devatama
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3204

Abstract

Struktur geologi yang berkembang pada batuan dikenal juga sebagai zona lemah, artinya rentan terhadap deformasi, baik akibat proses tektonik dan atau pelapukan serta erosi. Dalam konteks gerakan tanah atau longsoran, kondisi struktur geologi dari suatu daerah merupakan salah satu faktor pemicu, oleh karena itu identifikasi zona lemah ini diperlukan untuk pemetaan area yang berpotensi terjadinya bencana alam tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan gerakan tanah daerah Karangjaya dan sekitarnya dengan analisis data lapangan dan penginderaan jauh. Kajian ini pada prinsipnya mendasarkan pada nilai pembobotan dari beberapa parameter, antara lain jarak dari sesar, kerapatan kelurusan, jenis batuan, dan kemiringan lereng dengan nilai pembobotan paling rendah menunjukkan tingkat bahaya paling tinggi. Hasil studi menunjukkan bahwa daerah penelitian dapat digolongkan ke dalam tiga parameter dengan nilai terbobot total kawasan sangat berbahaya 2-6,5, total nilai bobot tertimbang kawasan rawan 6,6-12, dan total nilai bobot tertimbang kawasan aman dengan nilai 13-20. Berdasarkan hasil bobot tertimbang kawasan dengan jarak sesar 500 meter memiliki tingkat kerawanan sangat berbahaya, sehingga dikategorikan wilayah yang perlu dilakukan kajian lebih lanjut dalam rangka membuat mitigasi bencana tanah longsor.