cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 94 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): Prosiding" : 94 Documents clear
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT TAMBANG PASIR Fairus Atika Redanto Putri
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1048

Abstract

Perusahaan adalah salah satu tambang pasir yang berada di Kabupaten Lumajang, yg beralokasi di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro dengan luasan 8,58 Ha. Sistem penambangan yang di gunakan oleh perusahaan ialah sistem tambang terbuka. Perusahaan telah menentukan target produksi sebesar 7.500 m3 /bulan. Proses pemuatan material menggunakan alat muat yaitu Excavator Changlin ZG3210-9, sedangkan untuk proses pengangkutan material menggunakan alat angkut yaitu Dumptruck Hino Dutro 130 HD. Berdasarkan dari hasil penelitian produktivitas alat muat Changlin ZG3210-9 telah memproduksi sebesar 101,773 bcm/jam, sehingga produktivitas alat muat sudah mencapai target produksi yaitu sebesar 16.556,33 bcm/bulan. Untuk produktivitas alat angkut Hino Dutro 130 HD dengan alat muat Changlin ZG3210-9 telah memproduksi sebesar 7.346,612 bcm/jam, sehingga produktivitas alat angkut belum mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan yaitu kurang 153,388 bcm/bulan. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan, didapatkan faktor – faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi ialah permasalahan pada waktu perjalanan bermuatan (hauling) dan waktu penumpahan material (dumping). Untuk mencapai target produksi tersebut dilakukan upaya – upaya yang dapat mengoptimalkan taget produksi antara lain yaitu pengoptimalan waktu edar, yang khususnya pada waktu hauling dan waktu dumping. Setelah dilakukannya pengoptimalan diperoleh hasil produktivitas alat angkut dengan alat muat yang optimal sebesar 3,386 bcm/jam, sehingga setelah pengoptimalan produktivitas telah mencapai target produksi yaitu sebesar 7.572,344 m3 /bulan.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GALANGAN KAPAL KAYU DI KAWASAN KABUPATEN SUMENEP KECAMATAN KALIANGET DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS Ilham Prastyo1; Minto Basuki2; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1083

Abstract

Sumenep merupakan kota pesisir di ujung pulau madura sebagian besar mata pencaharian masyarakat sumenep adalah sebagai nelayan. Untuk menunjang pekerjaan mereka sebagai nelayan, kapal kayu dan kapal layar motor sangat berperan besar agar roda perekonomian para nelayan tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Namun banyaknya jumlah kapal kayu dan kapal layar motor di Kabupaten Sumenep tidak diimbangi dengan kapasitas penunjang galangan kapal baru dan reparasi. Oleh karena itu perencanaan pembangunan galangan kapal kayu dan reparasi sangat di butuhkan untuk menunjang kebutuhan nelayan di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari potensi pasar untuk galangan kapal kayu, dan juga merencanakan pembangunan galangan kapal kayu di tinjau dari aspek teknis dan ekonomis di Kabupaten Sumenep. Metode yang di gunakan untuk mencari potensi pasar adalah menggunakan pengamatan langsung. Untuk merencanakan aspek teknis menggunakan metode expert judgemen dan untuk analisa ekonomis menggunakan metode analisa kelayakan investasi. Hasil yang didapat potensi pasar untuk galangan kapal kayu sebesar 56 pertahun, untuk perencanaan lahan membutuhkan 6250 m2 dengan ukuran slipway 1 buah ukuran 75 x 5m dan total investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp11.322.340.000. galangan kapal kayu akan mencapai titik impas (Break Event Point) pada tahun ke-10.
MODEL IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH MENGENAI BALLAST WATER MANAGEMENT DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Nuris Samsi Aningtyas; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1000

Abstract

Dampak dari pembuangan air ballas yang sangat berbahaya yaitu berkembangnya spesies asing (spesies invasive) di laut, menurut IMO, hal dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahanminyak. Sejak tahun 2004, International Maritime Organization (IMO) telah mengadopsi konvensi Ballast Water Management untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari suatu daerah ke daerah lain. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model implementasi peraturan yang sudah ada di Pemerintahan Indonesia mengenai pengolahan air balas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan kesiapan sumber daya manusia yang ada di pelabuhan dan di kapal. Untuk mengetahui peraturan yang sudah diterapkan di pelabuhan maka dilakukan survey secara langsung dan untuk mengetahui kesiapan SDM yang ada di kapal maka dilakukan survey melalui google form yang telah dibuat oleh penulis, lalu dilakukan analisa mengenai respon/jawaban dari para SDM. Dengan keluarnya Perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management. Untuk kesiapan SDM yang ada di kapal banyak yang sudah mengetahui peraturan nasional dan internasional mengenai Ballast Water Management hanya saja tidak menyeluruh. Perlunya penyiapan SDM pengelola dalam antisipasi penerapan aturan internasional dan nasional tersebut.
KAJIAN TEKNIS ALAT BOR UNTUK PEMBUATAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG BATU GAMPING DI PT. PERTAMA MINA SUTRA PERKASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR Adi Paulus Wakim; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1038

Abstract

PT. Pertama Mina Sutra Perkasa merupakan perusahaan penambangan swasta nasional yang mempunyai wewenang dalam memanfaatkan gunung batu kapur di daerah Puger, Jember, Jawa Timur. Pemboran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan supaya aktifitas peledakan bisa berjalan semestinya dimana pemboran merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan suatu aktifitas peledakan. Berdasarkan analisa di lokasi pemboran pada penelitian saat ini, alat bor Hydraulic Crawler Drill (HCD) Junjin JD 800 lebih efisien dalam segi efisiensi waktu dan produktifitas alat bor. Alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih cepat 0,05 menit dengan cycle time sebesar 0,69 menit daripada alat bor Furukawa dengan cycle time sebesar 0,74 menit. Secara produktifitas, alat bor Junjin JD-800 (HCD) dapat menghasilkan 87 lubang per hari yakni 7 lubang per hari lebih banyak dibandingkan alat bor Furukawa hanya sebanyak 80 lubang per hari. Dapat disimpulkan, alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih menguntungkan untuk digunakan pada lokasi penelitian. Sehingga direkomendasikan untuk aktifitas pemboran selanjutnya dapat menggunangkan alat bor Junjin JD800 (HCD) agar lebih efisiensi waktu dan produktif.
PERANCANGAN SARANA TRANSPORTASI UNTUK ANGKUTAN SUNGAI DI WILAYAH KABUPATEN MIMIKA PAPUA M. Afriza Krisna Danas; Pramudya I. S. Pramudya I. S.
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1073

Abstract

Kabupaten Mimika merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Kabupaten yang mulai berkembang, namun seperti wilayah-wilayah lain di daerah Timur Indonesia pembangunan belum merata sehingga menyebabkan kesenjangan antara perkotaan dan daerah pedalaman sangat terasa. Sarana dan prasarana transportasi menjadi salah satu permasalahan. Jalur darat yang kurang memadai menyebabkan arus distribusi barang terganggu. Jalur air menjadi salah satu pilihan utama. Namun jumlah transportasi air sangat terbatas sehingga harga kebutuhan pokok mengalami ketimpangan di daerah perkotaan dan daerah pedalaman. Kabupaten Mimika memiliki banyak sungai yang berpotensi untuk dijadikan sarana transportasi untuk menghubungkan distrik satu dengan distrik lain dan mencapai daerah pedalaman. Perlu untuk dibuat sebuah desain kapal yang mampu dioperasikan ke daerah pedalaman dengan semua kondisi perairan dan sarana penunjang yang ada. Pada penelitian ini akan dibahas proses desain kapal untuk sarana transportasi sungai di wilayah Kabupaten Mimika yang paling optimum sesuai dengan kondisi perairan, fasilitas pendukung dan potensi muatan yang diangkut. Proses desain kapal menggunakan metode Parent Ship Design Approach dan diperoleh desain kapal katamaran dengan ukuran utama yakni LWL= 13,6 m, B= 6 m, H= 1,8 m dan T= 1 m. Memenuhi aspek teknis sesuai persyaratan IMO, LSA Code, SOLAS, Biro Klasifikasi Indonesia dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.
MODEL PENGOLAHAN AIR BALLAST KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN TELUK LAMONG BERBASIS RISIKO Ikhwan Abdillah; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.991

Abstract

Air ballast digunakan sebagai pemberat dan penyeimbang kapal saat berlayar, namun air ballast akan menimbulkan masalah yang serius ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainnya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Maka dari itu sekretaris jenderal IMO (International Maritime Organization) menyatakan bahwa semua kapal harus menerapkan rencana air ballast dan manajemen sedimen, dan semua kapal harus mempunyai buku catatan air ballas yang nantinya akan diminta untuk melakukan prosedur pengelolaan air ballast yang sudah ditetapkan oleh IMO. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model pengolahan yang sudah ada di pelabuhan teluk lamong, kesiapan sumber daya manusia yang ada dipelabuhan dan model pengolahan air balas dipelabuhan, untuk mengetahui kondisi dan peraturan air balas yang sudah diterapkan dipelabuhan teluk lamong maka dilakukan survey secara langsung, kemudian setelah dilakukanya proses wawancara dilakukan analisa mengenai jawaban dari para SDM. Maka dengan keluarnya perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak pelabuhan teluk lamong segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management metode D-2 bagi kapal kapal berbendera indonesia yang melakukan pelayaran internasional.
DATABASE PROCESSING PADA MANAJEMEN DATA SEISMIK LAPANGAN RIMAU, SUMATERA SELATAN Diah Wully Agustine; Lena Maretha Silindeho
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1027

Abstract

Manajemen data seismik merupakan salah satu tahap yang dilakukan sebelum melakukan interpretasi data seismik. Manajemen data seismik ini bertujuan untuk menstandarisasi dan meningkatkan validitas data seismik. Secara umum, proses yang di lakukan adalah input database processing dan melakukan quality control (QC). Pengolahan data dan pengecekkan data dilakukan dengan pengkoreksian grafik serta menghasilkan intepretasi di bidang masing - masing, khususnya geologi.
PENGARUH VARIASI JENIS GAS PELINDUNG PADA PENGELASAN FCAW DENGAN MATERIAL SS 400 Rizky Iqiyat Tillah; Pramudya Imawan; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1063

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu faktor penting dalam pembuatan kontruksi, salah satunya pada industri perkapalan. Dalam industri perkapalan, jenis pengelasan yang sering digunakan ialah FCAW (Flux Cored Arc Welding). FCAW merupakan jenis pengelasan yang menggunakan gas pelindung guna melindungi las-an dari udara luar. Dalam skripsi ini dilakukan penelitian mengenai cacat pengelasan pada sambungan butt joint posisi 2G dengan gas pelindung CO2 murni dan campuran (Argon + CO2) menggunakan tipe pengelasan FCAW. Pengujian cacat las pada penggunaan CO2 murni diketahui paling banyak adalah Undercut dan Incomplete Fusion, sedangkan pada gas pelindung campuran (Argon + CO2) ditemukan cacat las yang paling banyak adalah Undercut, Incomplete Fusion, dan Over Spatter yang dapat disebabkan oleh Travel Speed atau kecepatan las yang terlalu tinggi, adanya kotoran pada permukaan kampuh, serta tingginya jarak elektoda terhadap material
DELINEASI CEKUNGAN AIR TANAH BANDAR LAMPUNG SEBAGAI LANDASAN KONSERVASI UNTUK MENJAGA KETERSEDIAAN SECARA BERKELANJUTAN Rustadi Rustadi; Arief I. H Arief I. H; Ahmad Z. Ahmad Z.; Nandi Haerudin; Suharno Suharno
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.978

Abstract

Pertambahan populasi di Bandar Lampung telah berdampak pada alih fungsi ruang terbuka hijau dan meningkatnya ekstraksi air tanah untuk kebutuhan air baku. Ketidak seimbangan antara supply dan demand, tepah menyebabkan permasalahan lingkungan terjadinya intrusi di pesisir dan rawan krisis airtanah di musim kemarau. Tata kelola dan kebijakan untuk menjaga kesinambungan air tanah di daerah penelitian, perlu pemahaman keberadaan cekungan. Delineasi cekungan air tanah dilakukan melalui survey gayaberat terbatas dan terdistribusisecara random. Anomali Bouguer rendah ditafsirkan sebagai zona cekungan air tanah berarah barat daya-timur laut diapit oleh tinggian batuan dasar di barat laut dan timur – timurdaya. Cekungan Bandar Lampung terbentuk oleh grabben batuan dasar, memiliki dimensi panjang 8 km dan ketebalan lapisan sedimen 200 m. Struktur berarah barattimur menjadi interkoneksi zona resapan Gunung Betung dan cekungan. Struktur membantu mengalirkan infiltrasi di zona resapan dan mengisi cekungan Bandar Lampung.
PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH V PADA SAMBUNGAN LAS FCAW DARI MATERIAL BAJA SS 400 Moch Anjana Putra Famoesa; Pramudya Imawan Santosa; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1018

Abstract

Pada dunia industri kapal baja pengelasan merupakan metode penyambungan material yang secara umum digunakan. Salah satu jenis metode pengelasan yang sering digunakan adalah metode pengelasan FCAW (Flux Cored Arc Welding). Dalam penelitian ini dilakukan analisa pengaruh variasi sudut (50°, 60°, 70°, dan 90°) kampuh berbentuk V terhadap cacat las yang terjadi pada sambungan butt joint pengelasan FCAW pada material baja SS 400. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi tentang cacat las dari setiap variasi sudut kampuh pada sambungan butt joint plat SS 400 yang nantinya akan memberi kontribusi bagi dunia produksi khususnya pada industri kapal baja serta dunia pendidikan. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan ini yaitu metode kualitatif. Tempat penelitian berlangsung di PT. KAMPUH WELDING INDONESIA. Hasil uji cacat las menunjukkan bahwa cacat pengelasan jenis Undercut dan Over Spatter adalah jenis cacat las yang sering muncul pada setiap spesimen pengelasan. Cacat las ini disebabkan oleh arus pengelasan yang digunakan terlalu tinggi serta sudut dalam proses pengelasan yang kurang baik.

Page 7 of 10 | Total Record : 94