Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles
190 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2020)"
:
190 Documents
clear
PENGARUH UJI KUAT GESER TERHADAP BATU ANDESIT
Viona Rumbiak;
Avelar I. N. Dc. E. Silva;
Jose Ogelivio Agapito Da Costa;
Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1033
Kuat geser batuan adalah kemampuan batuan melawan tegangan geser yang terjadi pada saat batuan itu diberikan beban. Keruntuhan geser terjadi akibat adanya gerak relatif antara butir-butir batuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh uji kuat geser terhadap batuan andesit. Penelitian dilakukan dengan pengamatan di lapangan secara langsung dan pengambilan sampel di desa Manduro, Mojokerto, kemudian dilakukan uji kuat geser di laboraturium. Pengujian kuat geser dilakukan dengan menggunakan 3 contoh batuan. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil besar nilai kuat geser puncak dan residu pada sampel 1 masing-masing sebesar 15.52 dan 4.92 kg/cm2, sampel 2 sebesar 10.30 dan 2.53 kg/cm2, serta sampel 3 sebesar 21.10 dan 4.76 kg/cm2 dengan besar nilai kohesi dan sudut geser dalam yang berbeda-beda Pada sampel 1 kohesi puncak dan residu yaitu 6.6903 dan 0.9808 kg/cm2, sampel 2 yaitu 3.2319 dan 1.3957 kg/cm2, sampel 3 yaitu 6.9260 dan 0.5859 kg/cm2. Serta untuk besar sudut geser dalam pada sampel 1 yaitu 36.08o dan 26.88o, sampel 2 yaitu 28.48o dan 13.50o, sampel 3 yaitu 48.63o dan 26.45o. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya nilai kuat geser dipengaruhi oleh adanya kohesi dan sudut geser dalam, semakin besar kohesi dan sudut geser dalam maka semakin besar nilai kuat geser pada batuan tersebut.
KAJIAN REVEGETASI LAHAN PERTAMBANGAN BATU ANDESIT PT. X
Min Sai’in Nikmah;
Yulfiah Yulfiah
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1068
Perubahan penggunaan lahan tidak akan pernah terlepas dari kehidupan manusia, karena aktifitas manusia akan terus berkembang. Seperti yang dilakukan PT. X, dalam pengembangan usahanya, perusahaan telah mengalihkan lahan perkebunan Kapuk menjadi area pertambangan batu Andesit. Dalam perencanaan, pada akhir kegiatan pertambangan, lahan akan dikembalikan fungsinya melalui kegiatan reklamasi. Oleh karena itu, dibutuhkan studi tentang karakteristik fisik lahan, sebagai acuan kegiatan revegetasi lahan.Pengumpulan sampel tanah dan pengukuran kapasitas infiltrasi dilakukan pada 12 titik dari tiga area penelitian, yakni area perkebunan, area timbunan tanah penutup, dan area petambangan beserta fasilitas pendukungnya. Pengukuran tektur tanah dilakukan dengan metode mesh dan pipet. Sementara perhitungan kapasitas infiltrasi menggunakan metode Horton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah dominan di daerah penelitian adalah pasir dan pasir berlempung. Sebagai kawasan dengan lapisan impermeable atau kedap air, maka hasil pengukuran kapasitas infiltrasi menunjukkan nilai sangat kecil. Dengan memperhatikan kondisi lingkungan di daerah penelitian, maka direkomendasikan tanaman Kelor sebagai tanaman utama yang dapat digunakan untuk kegiatan revegetasi lahan bekas tambang batu Andesit PT. X.
KAJIAN STABILITAS LERENG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG ANDESIT
Mochammad Jihad;
Ratih Haridni Kusuma Putri;
Avellyn Shintya Sari
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.982
Lahan bekas tambang merupakan tempat dimana banyak terjadi sebuah longsoran dikarenakan kurangnya monitoring dan perawatan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang yang ada. Longsor dapat terjadi kapanpun pada lereng yang terbentuk secara alamai maupun buatan secara tiba – tiba tanpa adanya tanda – tanda yang menunjukan akan terjadinya sebuah longsoran. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan untuk menenetukan faktoraman dari bidang longsor yang potensial, yaitu dengan cara menghitung besarnya kekuatan geser dan tekan untuk yang kemudian dihitung menggunakan perangkat lunak Slide 6.0 untuk diketahui besarnya nilai factor keamanan dari lereng tersebut. Dari analisis yang dilakukan di lokasi penelitian, didapat nilai factor keamanan 1.26 berdasarkan design lereng yang nantinya akan diperuntukan untuk kegiatan reklamasi pascatambang dengan besaransudut tiap lereng 40o dengan ketinggian 8 meter dan memiliki sudut keseluruhan sebesar 28 derajat.
KAJIAN TEKNIS PEMASANGAN CABLE BOLT PADA TAMBANG BAWAH TANAH DI LEVEL CRUSHER (2730 L) AREA 602 TAIL CHAMBER 2nd PASS, 602 MAGNET CHAMBER 2nd PASS, 602 CONVEYOR DAN 602 TRANSFORMER, GRASBERG BLOCK CAVE PT. FREEPORT INDONESIA, DISTRIK TEMBAGAPURA, KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA
Beny Jeckson Kemong;
Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1022
PT. Freeport Indonesia (PTFI) sebagai anak perusahaan Freeport McMoran mulai beroperasi di Indonesia pada tanggal 7 April 1967. PT. Freeport Indonesia terletak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) terletak dibawah tambang terbuka grasberg (Grasberg Open Pit). Perkuatan dan penyanggaan bawah tanah (ground support) merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan selama proses development. Tujuan dari perkuatan ialah untuk memperkuat ikatan antar massa batuan yang terganggu akibat aktivitas pembuatan lubang bukaan. Material ground support pada area development yang digunakan sering tidak sesuai dengan rekomendasi penyanggaan yang diberikan. Material yang digunakan secara aktual di lapangan sering mengalami penambahan dan bahkan pengurangan jumlah material yang dipengaruhi oleh faktor tertentu. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan kajian aktual terhadap operasional penggunaan material secondary support.
ANALISIS PENGARUH POROSITAS TERHADAP UJI KUAT TEKAN UNIKASIAL PADA BATU GAMPING
Kevin Dave Ariyanto;
Serin Rabin;
Dewy Belavista Saleky;
Aloysius Titirloloby;
Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1058
Uji sifat fisik batuan adalah pengujian pada batuan untuk diketahui sifat fisik (bobot isi, berat jenis, kadar air, derajat kejenuhan, porositas dan angka pori) dari batuan tersebut. Uji kuat tekan uniaksial ialah bagaimana batuan tersebut bisa bertahan dalam sifat elastisitasnya sebelum runtuh. Dimana UCS dilakukan menggunakan alat uji tekan contoh batuan dari satu arah (uniaxial). Kuat Tekan Uniaksial dan sifat fisik merupakan parameter yang menentukan dalam hal rekayasa mekanika batuan salah satunya dalam proyek pertambangan. Kuat tekan uniaksial pada batuan berpengaruh terhadap nilai porositas suatu batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai porositas dan pengaruhnya terhadap nilai kuat tekan batuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dilakukan dengan melakukan perhitungan pada uji kuat tekan uniaksial untuk mendapat nilai kuat tekannya dan uji fisik sehingga didapat nilai porositas. Pengujian sifat fisik dan kuat tekan uniaksial dilakukan terhadap masing-masing contoh batuan batu gamping sebanyak lima contoh batuan dengan ukuran L = 2D. Selanjutnya dianalisis hubungan antara nilai porositas dengan hasil uji kuat tekan uniaksialnya. Hasil pengujian menunjukkan nilai porositas 6.30% (Sampel 1), 8.55% (Sampel 2), 8.20% (Sampel 3), 10.79% (Sampel 4), 11.37% (Sampel 5) dan nilai kuat tekan batuan 8.24 MPa (Sampel 1), 8.23 MPa (Sampel 2), 7.94 MPa (Sampel 3), 5.87 MPa (Sampel 4), 8.37 MPa (Sampel 5). Sehingga data yang didapatkan dari uji lab dapat diketahui bahwa rata–rata nilai porositas yang didapatkan yaitu 9.09 % dan nilai kuat tekannya yaitu 7.73 MPa.
RANCANGAN PIT PENAMBANGAN BATUBARA PADA PIT X PT. PROLINDO CIPTA NUSANTARA, SITE SIE LOBAN, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Eka Nurohman Hadi Prasetyono;
Esthi Kusdarini;
Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1013
PT. Prolindo Cipta Nusantara adalah perusahaan yang bergerak pada bidang Batubara. Perusahaan ini berada di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Luas area izin usaha pertambangan PT. Prolindo Cipta Nusantara sebesar 405 Ha yang berdiri diatas bekas perkebunan kelapa sawit. Untuk memulai suatu kegiatan penambangan dibutuhkan perencanaan tambang yang matang agar dapat memperoleh nilai tambang yang ekonomis. Salah satu perencanaan yang penting dilakukan ialah merancangsebuah pit penambangan dimana proses ini ialah merancang sebuah kontruksi pit dari data lubang bor, merancang geometri lereng yang aman dan memperoleh suatu cadangan batubara yang ekonomis Tujuan penelitian ialah merancang pit tambang untuk mendapatkan taksiran cadangan dan area bukaan tambang berbentuk tiga dimensi sebagai gambaran awal dimulainya penambangan. Metode pengolahan data dilakukan secara komputasi, dengan bantuan software microsoft excel, minescape dan, slide. Hasil Rancangan pit X pada PT. Prolindo cipta nusantara yang memiliki luas sebesar 108,5 Ha Rancangan pit dibentuk dengan mengacu pada faktor keamanan lereng menghasilkan cadangan batubara sebesar 14.527.433 m3 atau 18.885.663 Tondengan mengupas overburden sebesar 51.252.292 m3. SR (Striping Ratio) yang didapat adalah 2,7 : 1 yang berarti rencana kegiatan penambangan ekonomis untuk dilakukan.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT TAMBANG PASIR
Fairus Atika Redanto Putri
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1048
Perusahaan adalah salah satu tambang pasir yang berada di Kabupaten Lumajang, yg beralokasi di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro dengan luasan 8,58 Ha. Sistem penambangan yang di gunakan oleh perusahaan ialah sistem tambang terbuka. Perusahaan telah menentukan target produksi sebesar 7.500 m3 /bulan. Proses pemuatan material menggunakan alat muat yaitu Excavator Changlin ZG3210-9, sedangkan untuk proses pengangkutan material menggunakan alat angkut yaitu Dumptruck Hino Dutro 130 HD. Berdasarkan dari hasil penelitian produktivitas alat muat Changlin ZG3210-9 telah memproduksi sebesar 101,773 bcm/jam, sehingga produktivitas alat muat sudah mencapai target produksi yaitu sebesar 16.556,33 bcm/bulan. Untuk produktivitas alat angkut Hino Dutro 130 HD dengan alat muat Changlin ZG3210-9 telah memproduksi sebesar 7.346,612 bcm/jam, sehingga produktivitas alat angkut belum mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan yaitu kurang 153,388 bcm/bulan. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan, didapatkan faktor – faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi ialah permasalahan pada waktu perjalanan bermuatan (hauling) dan waktu penumpahan material (dumping). Untuk mencapai target produksi tersebut dilakukan upaya – upaya yang dapat mengoptimalkan taget produksi antara lain yaitu pengoptimalan waktu edar, yang khususnya pada waktu hauling dan waktu dumping. Setelah dilakukannya pengoptimalan diperoleh hasil produktivitas alat angkut dengan alat muat yang optimal sebesar 3,386 bcm/jam, sehingga setelah pengoptimalan produktivitas telah mencapai target produksi yaitu sebesar 7.572,344 m3 /bulan.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GALANGAN KAPAL KAYU DI KAWASAN KABUPATEN SUMENEP KECAMATAN KALIANGET DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS
Ilham Prastyo1;
Minto Basuki2;
Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1083
Sumenep merupakan kota pesisir di ujung pulau madura sebagian besar mata pencaharian masyarakat sumenep adalah sebagai nelayan. Untuk menunjang pekerjaan mereka sebagai nelayan, kapal kayu dan kapal layar motor sangat berperan besar agar roda perekonomian para nelayan tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Namun banyaknya jumlah kapal kayu dan kapal layar motor di Kabupaten Sumenep tidak diimbangi dengan kapasitas penunjang galangan kapal baru dan reparasi. Oleh karena itu perencanaan pembangunan galangan kapal kayu dan reparasi sangat di butuhkan untuk menunjang kebutuhan nelayan di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari potensi pasar untuk galangan kapal kayu, dan juga merencanakan pembangunan galangan kapal kayu di tinjau dari aspek teknis dan ekonomis di Kabupaten Sumenep. Metode yang di gunakan untuk mencari potensi pasar adalah menggunakan pengamatan langsung. Untuk merencanakan aspek teknis menggunakan metode expert judgemen dan untuk analisa ekonomis menggunakan metode analisa kelayakan investasi. Hasil yang didapat potensi pasar untuk galangan kapal kayu sebesar 56 pertahun, untuk perencanaan lahan membutuhkan 6250 m2 dengan ukuran slipway 1 buah ukuran 75 x 5m dan total investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp11.322.340.000. galangan kapal kayu akan mencapai titik impas (Break Event Point) pada tahun ke-10.
MODEL IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH MENGENAI BALLAST WATER MANAGEMENT DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
Nuris Samsi Aningtyas;
Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1000
Dampak dari pembuangan air ballas yang sangat berbahaya yaitu berkembangnya spesies asing (spesies invasive) di laut, menurut IMO, hal dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahanminyak. Sejak tahun 2004, International Maritime Organization (IMO) telah mengadopsi konvensi Ballast Water Management untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari suatu daerah ke daerah lain. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model implementasi peraturan yang sudah ada di Pemerintahan Indonesia mengenai pengolahan air balas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan kesiapan sumber daya manusia yang ada di pelabuhan dan di kapal. Untuk mengetahui peraturan yang sudah diterapkan di pelabuhan maka dilakukan survey secara langsung dan untuk mengetahui kesiapan SDM yang ada di kapal maka dilakukan survey melalui google form yang telah dibuat oleh penulis, lalu dilakukan analisa mengenai respon/jawaban dari para SDM. Dengan keluarnya Perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management. Untuk kesiapan SDM yang ada di kapal banyak yang sudah mengetahui peraturan nasional dan internasional mengenai Ballast Water Management hanya saja tidak menyeluruh. Perlunya penyiapan SDM pengelola dalam antisipasi penerapan aturan internasional dan nasional tersebut.
KAJIAN TEKNIS ALAT BOR UNTUK PEMBUATAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG BATU GAMPING DI PT. PERTAMA MINA SUTRA PERKASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR
Adi Paulus Wakim;
Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1038
PT. Pertama Mina Sutra Perkasa merupakan perusahaan penambangan swasta nasional yang mempunyai wewenang dalam memanfaatkan gunung batu kapur di daerah Puger, Jember, Jawa Timur. Pemboran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan supaya aktifitas peledakan bisa berjalan semestinya dimana pemboran merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan suatu aktifitas peledakan. Berdasarkan analisa di lokasi pemboran pada penelitian saat ini, alat bor Hydraulic Crawler Drill (HCD) Junjin JD 800 lebih efisien dalam segi efisiensi waktu dan produktifitas alat bor. Alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih cepat 0,05 menit dengan cycle time sebesar 0,69 menit daripada alat bor Furukawa dengan cycle time sebesar 0,74 menit. Secara produktifitas, alat bor Junjin JD-800 (HCD) dapat menghasilkan 87 lubang per hari yakni 7 lubang per hari lebih banyak dibandingkan alat bor Furukawa hanya sebanyak 80 lubang per hari. Dapat disimpulkan, alat bor Junjin JD-800 (HCD) lebih menguntungkan untuk digunakan pada lokasi penelitian. Sehingga direkomendasikan untuk aktifitas pemboran selanjutnya dapat menggunangkan alat bor Junjin JD800 (HCD) agar lebih efisiensi waktu dan produktif.