cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA" : 7 Documents clear
Aktivitas Sitotoksik Hasil Fermentasi Isolat Kapang Endofit Dari Garcinia forbesii King Terhadap Sel MCF-7 L. S. Aliya; A. Soemijati; A. Mun’im
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.772 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.82

Abstract

ABSTRAKEndofit adalah organisme yang membentuk koloni dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala negatif padainangnya. Kapang endofit memiliki kemampuan dalam menghasilkan enzim dan metabolit sekunder yang memiliki khasiatterapeutik, sehingga menyimpan potensi kekayaan alam baru untuk dimanfaatkan di berbagai bidang farmasi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui adanya efek anti-kanker senyawa metabolit sekunder yang didapat dari hasil fermentasi duaisolat kapang endofit dari ranting tanaman Garcinia forbesii King. Dari hasil fermentasi kedua isolat, diperoleh ekstrak air,metanol, n-butanol dan etil asetat untuk masing-masing isolat, sehingga keseluruhan terdapat delapan ekstrak uji. Padakedelapan ekstrak uji tersebut telah dilakukan uji pendahuluan dengan metode BSLT untuk memilih tiga ekstrak terbaik.ketiga ekstrak terpilih kemudian diuji sitotoksisitasnya terhadap sel MCF-7 melalui metode pewarnaan merah netral danSpektrofotometri ELISA Plate Reader. Pada pengujian ini, digunakan sisplatin sebagai blanko positif. Berdasarkan hasil ujiterhadap ketiga ekstrak uji terpilih, diketahui bahwa seluruh ekstrak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7dengan ekstrak yang paling aktif adalah ekstrak etil asetat dari kapang yang diisolasi dari rantingGarcinia forbesiiKingdengan nilai LC50 225,22 g/ml. Nilai tersebut relatif masih besar dibandingkan dengan blanko sisplatin yang memberikannilai LC50 8,60 g/ml.
Preparasi Dan Karakterisasi Film Sambung Silang Kitosan- Sitrat Yang Mengandung Verapamil Hidroklorida Dengan Metode Perendaman I. E. Widya; Y. Anggraeni; Herdini Herdini
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.595 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.83

Abstract

ABSTRAKTelah dibuat sediaan film sambung silang kitosan-sitrat yang mengandung verapamil hidroklorida. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengkarakterisasi film kitosan-sitrat yang disambung silang pada pH 4, 5, 7, membandingkan karakteristikfilm kitosan sitrat dengan film kitosan tripolifosfat, dan untuk mengetahui pengaruh pH natrium sitrat terhadap karakteristikfilm sambung silang kitosan-sitrat. Film dibuat dengan memvariasikan pH larutan natrium sitrat 4% yaitu pH 4, 5, dan 7.Sambung silang sitrat dibuat dengan menggunakan metode perendaman dan film dibuat dengan menggunakan metodepenguapan pelarut. Film yang dihasilkan dikarakterisasi meliputi analisis dengan FT-IR, evaluasi organoleptis, ketebalan,keragaman bobot, keseragaman kandungan, kadar air, ketahanan pelipatan, sifat mekanik, derajat pengembangan, danpelepasan obat. Karakteristik film kitosan-sitrat yang dihasilkan dibandingkan dengan karakteristik film kitosantripolifosfat.Hasilnya menunjukkan bahwa pH natrium sitrat mempengaruhi karakteristik film sambung silang kitosansitrat.Peningkatan pH larutan sitrat menyebabkan peningkatan persen kekuatan tarik dan penurunkan persen elongasi. Nilaikekuatan tarik tertinggi dan elongasi terendah dihasilkan oleh film kitosan-tripolifosfat, sedangkan persentase kumulatifpelepasan obat verapamil HCl terendah dihasilkan oleh film kitosan-sitrat pH 5.
Analisis Fenilbutazon Dalam Jamu Pegal Linu Yang Beredar Di Daerah Cibubur, Jakarta Timur M. Sholikha; D. Anggraini
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.872 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.84

Abstract

ABSTRAKFenilbutazon merupakan bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu pegal linu. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui apakah fenilbutazon masih ditambahkan ke dalam jamu tradisional sebagai bahan berkhasiat. Sampelpenelitian adalah 5 jenis jamu pegal linu yang diperoleh dari toko obat yang berjualan di Pasar Jaya Cibubur, Pasar JayaKranggan dan toko obat di pinggir jalan di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasifenilbutazon pada jamu pegal linu adalah metode Kromatografi Lapis Tipis dan untuk mengetahui kadar fenilbutazondengan metode Spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 5 sampel positif mengandungfenilbutazon. Kadar fenilbutazon yang terkandung pada kode B (kapsul) yaitu 3,357 % (33,55 mg/1 gr), kode C (serbuk)yaitu 6,789 % (475,23 mg/7 gr), dan kode D (serbuk) yaitu 7,25 % (507,50 mg / 7 gr). Ketiga jenis jamu tersebut tidakdiperbolehkan untuk beredar dan dikonsumsi karena melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No246/Menkes/Per/V/1990 pasal 23 tentang persyaratan obat tradisional dan Permenkes Republik Indonesia No. 006 Tahun2012 pasal 33 dan pasal 37 tentang industri dan usaha obat tradisional bahwa obat tradisional dilarang mengandung bahankimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Primer Usia ≤ 45 Tahun Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok S. E. Y. N. Khotimah; L. Musnelina
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.29 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.85

Abstract

ABSTRAKHipertensi primer atau hipertensi esensial adalah jenis hipertensi yang tidak diketahui penyebab pastinya. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Primer Usia ≤ 45tahun di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Depok periode Januari 2015 - Desember 2015. Penelitian ini dilakukan secararetrospektif menggunakan data rekam medik pasien. Data yang diperoleh dievaluasi kesesuaiannya dengan JNC8 Tahun2013. Dari 65 data rekam medik pasien berdasarkan jenis kelamin tertinggi terdapat pada wanita yaitu 81,54% denganrentang usia tertinggi pada 36-45 tahun, dengan tekanan darah tertinggi pada Hipertensi Derajat 2 yaitu 35,38%, Jenis obatAntihipertensi yang digunakan untuk hipertensi primer di RSUD Kota Depok periode Januari 2015 – Desember 2015 yaitu: ARB + CCB (Valsartan + Nifedipin, Valsartan + Amlodipin, Valsartan +Candesartan) 43,08% , jenis ACE Inhibitor(Captopril) 15,38%, ARB (Valsartan) 12,31%, CCB (Amlodipin, Nifedipin) 15,38%, CCB+Diuretik tiazid (Nifedipin +HCT) 3,08%, CCB+ACE (Amlodipin + Captopril, Nifedipin + Captopril) 4,61%, Diuretik tiazid (HCT) 1,54%, ARB +Diuretik Tiazid (Valsartan + HCT), ACE Inhibitor + Diuretik Tiazid (Captopril + HCT) dan ARB + CCB + Diuretik Tiazid(Valsartan + Nifedipin + HCT) 1,54%. Pengobatan jenis kombinasi 56,92% dan pengobatan tunggal 43,08%. Dari 65 datarekam medik pasien yang telah di evaluasi kesesuaiannya dengan JNC8 tahun 2013 diperoleh tepat indikasi 100%, tepatpasien 100%, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian 55,38%.
Potensi Antibakteri Senyawa Etil Para Metoksi Sinamat Terhadap Bakteri Jerawat I. M. Kusuma
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.829 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.86

Abstract

ABSTRAKFaktor penyebab jerawat meliputi: hiperpoliferasi epidermis folikuler, produksi sebum berlebih, inflamasi dan aktivitasP.acne. Berdasarkan terapeutik, penggunaan antibiotik adalah bentuk pengobatan yang paling efektif. Penelitian inibertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri P.acne in vitro menggunakan Ethil Para Metoksi Sinamat (EPMS). Penelitianini termasuk penelitian eksperimen, diawali dari senyawa EPMS yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galangaL) diuji dengan KLT, DSC dan FTIR, kemudian evaluasi uji aktivitas antibakteri menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan analisis SPSS, tingkat kepercayaan 99% (p<0,01) dan dilanjutkan uji ANOVA dengan metode difusicakram dan dilusi cair untuk menentukan KHM. Pada uji in vitro menggunakan 4 konsentrasi; yaitu: 0,3; 0,6; 1,2 dan2,4%, kontrol positif (klindamisin) dan kontrol negatif (aquades dan 30% DMSO). Sedangkan metode dilusi menggunakankonsentrasi yang sama, dengan kontol media, bakteri dan pelarut. Penelitian dilakukan di Fakultas Farmasi, UniversitasIndonesia dan Universitas Yarsi Jakarta. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hasil uji ANOVA pada setiapkonsentrasi diuji terhadap bakteri P.acne dengan konsentrasi 0,3; 0,6; 1,2 dan 2,4% memperoleh hasil yang berbeda secarasignifikan (p <0,01) dengan zona masing-masing, 9,00; 11.50; 14.50; Dan 16.00 mm dengan kriteria menengah-kuat. Zonayang jelas pada klindamysin adalah 33,00 mm. Senyawa EPMS dengan konsentrasi 0,6; 1,2 dan 2,4% ditemukan memilikiKHM melawan bakteri P.acne. Pada penelitian ini perlu dilakukan uji potensi antibakteri senyawa EPMS terhadap bakteriS. epidermidis yang juga merupakan bakteri penyebab jerawat.
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap A. R. Fadilla; R. M. Puspitasari
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.847 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.87

Abstract

ABSTRAKSkizofrenia merupakan salah satu gangguan psikosis yang mengacaukan kejiwaan seseorang berupa penyimpangan sikap,pikiran, dan perilaku. Salah satu penanganan skizofrenia adalah dengan terapi farmakologi menggunakan antipsikotikuntuk mengatasi gejala yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antipsikotik padapasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa daerah Jakarta Selatan. Parameter evaluasi meliputi tepat obat, tepatdosis, tepat pasien, dan tepat frekuensi penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metodepotong lintang [Cross sectional]. Data sekunder yang digunakan diambil dari rekam medik 58 pasien berusia 18-60 tahunperiode Januari–Juni 2015. Dari sampel penelitian, skizofrenia lebih banyak dialami oleh laki- laki [55,2%] dan berusia26–35 tahun [27,6%]. Tipe skizofrenia yang paling banyak diderita adalah tipe paranoid sebanyak 43 pasien [74,1%].Gambaran penggunaan antipsikotik terbanyak adalah golongan antipsikotik atipikal tunggal 29 pasien [50,0%], golongantipikal tunggal sebanyak 1 pasien [1,7%] dan antipsikotik kombinasi atipikal dan tipikal sebanyak 28 pasien [48,3%]. Hasilpenelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan antipsikotik yaitu kategori tepat obat 77,6%, tepat pasien 96,6%,tepat dosis 74,1%, dan tepat frekuensi 69,0%. Kesimpulan: Evaluasi penggunaan obat perlu dilakukan selama pasiendirawat inap karena terdapat ketidaktepatan obat, dosis dan frekuensi pada penggunaan obat antipsikosis.
Potensi Tumbuhan Mangrove Sebagai Obat Alami Antimikroba Patogen Mardiansyah Mardiansyah; S. Bahri
SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.785 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v9i1.88

Abstract

ABSTRAKTumbuhan mangrove memiliki fungsi yang diantaranya sebagai sumber bahan antibakteri patogen. Daun mangrovediambil dari kawasan ekosistem mangrove, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian iniadalah mengetahui daya hambat mikroba patogen dari ekstrak daun mangrove Rhizophora mucronata, R. apiculata danAvicennia alba dengan larutan methanol dan etil asetat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa daun mangrove tidakmemiliki daya hambat terhadap bakteri gram positif (Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis) dan bakteri gram negatif(Escherichia coli dan Salmonella thypimurium). Ekstraksi daun mangrove menggunakan konsentrasi larutan rendah tidakdapat menghasilkan daya hambat bakteri patogen.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue