cover
Contact Name
Susanto Dwiraharjo
Contact Email
jurnalgraciadeo@gmail.com
Phone
+6282310002924
Journal Mail Official
jurnalgraciadeo@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
ISSN : 26556871     EISSN : 26556863     DOI : 10.46929
Jurnal Teologi Gracia Deo merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2655-6863 (online), ISSN: 2655-6871(print), diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta. Focus dan Scope dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020" : 7 Documents clear
Sinyalemen Kesenjangan Religiositas Spiritualitas dalam Pergulatan Identitas Masyarakat Agamis Y. M. Imanuel Sukardi
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.438 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.40

Abstract

The religious life of society is now increasing sharply both in villages and cities. Strong religious nuance is felt in almost every civilization, environment and activities, so it deserves the title of religious society. But the nature and character, behavior and actions in daily life are not directly proportional to the predicate inherent in a religious society. These situations and conditions provide a strong indication of the gap between high religiosity and low spirituality. The gap was allegedly due to the emphasis on religion as identity rather than appreciation and practice. As a result it damages social life in the face of intolerance and makes religion a humanitarian disaster through radicalism. This phenomenon is still evident before our eyes now in this country. Abstrak Kehidupan keagamaan masyarakat sekarang meningkat tajam luar biasa baik di perkampungan maupun perkotaan. Nuansa keagamaan kental terasakan hampir di setiap peradaban, lingkungan dan kegiatan sehingga layak mendapat predikat masyarakat agamis. Tetapi sifat dan tabiat, perilaku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari tidak berbanding lurus dengan predikat yang melekat sebagai masyarakat agamis. Situasi dan kondisi tersebut memberi sinyalemen kuat adanya kesenjangan antara religiositas yang tinggi dengan spiritualitas yang rendah. Kesenjangan tersebut disinyalir karena penitik-beratan pada agama sebagai identitas bukan pada penghayatan dan pengamalan. Akibat nya mmerusak kehidupan sosial dalam wajah intoleransi dan menjadikan agama sebagai bencana kemanusiaan melalui radikalisme. Fenomena tersebut masih nyata di depan mata saat ini di negeri ini.
Implementasi Ajaran tentang Pernikahan Berdasarkan I Korintus 7 di Kalangan Gembala Sidang Gereja Pantekosta di Indonesia, Kabupaten Jember Kanti Widiastuti; Els Rampisela
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.633 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.41

Abstract

Marriage was God's idea from the very beginning of human creation, and it began first in the garden of Eden. Even though God's purpose for Christian marriage is a lifetime, in reality, not a few Christian households experience conflicts and result in divorce. This study aims to apply the teachings about marriage based on 1 Corinthians 7. The method used is qualitative with a hermeneutical approach to 1 Corinthians text 7. The implementation of the text is applied to 28 GPdI siding pastors in Jember city, using a questionnaire instrument. The results of the study are presented in the form of description, analysis, and interpretation, with the conclusion that the level of implementation of the teachings of the apostle Paul regarding the notion of marriage based on 1 Corinthians 7 among pastors of the GPdI session in Jember Regency was 82.71%, and was in the "high" category. Abstrak Pernikahan adalah gagasal Allah sejak awal dalam penciptaan manusia, dan dimulai pertama kali di taman Eden. Sekalipun tujuan Allah tentang pernikahan kristen adalah seumur hidup, namun pada kenyataannya tidak sedikit rumah tangga kristen mengalami konflik dan mengakibatkan perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan ajaran tentang pernikahan berdasarkan 1 Korintus 7. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan hermeneutis pada teks 1 Korintus 7. Implementasi teks diterapkan kepada 28 gembala siding GPdI yang ada di kota Jember, dengan menggunakan instrumen angket. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskripsi, analisis, dan interpretasi, dengan kesimpulan, bahwa tingkat implementasi ajaran rasul Paulus mengenai pengertian pernikahan berdasarkan 1Korintus 7 di kalangan gembala sidang GPdI Kabupaten Jember sebesar 82,71%, dan berada pada kategori “tinggi”.
Implementasi Penginjilan dan Pemuridan dalam Pengembangan Karakter Jujur Anak Usia 9-10 Tahun Santosa Santosa; Guntur Firman Aprianto
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.617 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.43

Abstract

Humans have a uniqueness that characterizes itself. The hallmark of the characteristics that are influenced by. One character that describes the characteristics of a person is honest. This study aims to determine the role of Sertan Christian institutions in developing Indonesian human characters. The research is aimed at non-formal education for children aged 3-20 years which is organized by the Foundation PESAT. The program is called Future Center held in kindergarten PESAT Foundation. This study includes a special application of evangelism and discipleship of the honest character development of children aged 9-10 years in the Future Center Peniel Christian Kindergarten Integrated Celengan Hamlet, Lopait village, district Tuntang, Kab. Semarang. Evangelism and discipleship done by Mentor and Tutor once a week in the implementation of program activities at the Future Center. The method used is qualitative. There were nine children as informants in this study, informants were determined using purposive sampling. The technique of collecting data through interviews. Based on the results of the study, Future Center Peniel Christian Kindergarten Integrated Celengan Hamlet, Lopait village, district Tuntang, Kab. Semarang, contributing to the development of an honest character of children aged 9-10 years through the application of evangelism and discipleship. Abstrak Manusia pada dasarnya memiliki keunikan yang menjadi ciri khas sendiri. Ciri khas tersebut dipengaruhi oleh karakter yang dimiliki. Salah satu karakter yang menggambarkan ciri seseorang ialah karakter jujur. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran serta lembaga Kristiani dalam membangun karakter manusia Indonesia. Penelitian ditujukan pada pendidikan non formal bagi anak usia 3 – 20 tahun yang diselenggarakan oleh Yayasan PESAT. Program tersebut disebut Future Center diselenggarakan di Taman Kanak-kanak Yayasan PESAT. Penelitian ini secara khusus mengulas penerapan penginjilan dan pemuridan terhadap perkembangan karakter jujur anak usia 9-10 tahun di Future Center TK Kristen Pniel Terpadu Dusun Celengan, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Penginjilan dan pemuridan dilakukan oleh Mentor dan Tutor seminggu sekali dalam pelaksanaan kegiatan di program Future Center. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Ada 9 anak sebagai informan dalam penelitian ini, informan ditentukan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, Future Center TK Kristen Pniel Terpadu Dusun Celengan, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, berkontribusi terhadap perkembangan karakter jujur anak usia 9-10 tahun melalui penerapan penginjilan dan pemuridan. Karakter jujur anak usia 9-10 tahun meningkat dengan baik melalui strategi dan metode yang diterapkan oleh Mentor dan Tutor dalam proses penginjilan dan pemuridan
Studi tentang Kepemimpinan dalam Perjanjian Lama Desti Samarenna
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.253 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.44

Abstract

Research aims to explain leadership in the Old Testament to find out ideally and pragmatically spiritual leadership has essential philosophical principles and in the pragmatic level the leadership is manifested in the light of philosophical principles with a theological ethical nuance. This attitude needs to be emphasized by noting that a Christian leader is an individual who has been redeemed by God, by whom he must be sure that he is called by God to assume the responsibility given. In writing this scientific paper, the writer uses the research method namely: The author obtains data through library research that is the writing books and lecture dictates. Based on the entire discussion, the following conclusions can be drawn: First, the Leader gives influence. This means that a church or organization without a leader will not produce an order of values and good results. Second, the leadership model. This means that there are several leadership models that can be applied in church leadership and leadership in non-Christian institutions. Abstrak Penelitian bertujuan untuk menjelaskan kepemimpinan dalam Perjanjian Lama untuk mengetahui secara idealis maupun pragmatis kepemimpinan rohani itu memiliki prinsip-prinsip filosofis yang esensial dan dalam tataran pragmatis kepemimpinan itu diwujudkan dalam terang prinsip-prinsip filosofis yang bernuansa etis teologis. Sikap ini perlu dipertegas dengan memperhatikan bahwa seorang pemimpin Kristen adalah seorang individu yang telah ditebus Allah, yang olehnya ia harus yakin bahwa ia terpanggil Allah untuk memangku tanggung jawab yang diberikan. Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitian yaitu: Penulis memperoleh data melalui penelitian kepustakaan yaitu buku-buku penulisan serta diktat-diktat perkuliahan. Berdasarkan seluruh pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Pemimpin itumemberikan pengaruh. Artinya gereja atau organisasi tanpa pemimpin tidak akan menghasilkan tatanan nilai dan hasil yang baik. Kedua, model kepemimpinan. Artinya ada beberapa model kepemimpinan yang bisa diterapkan dalam kepemimpinan gereja dan kepemimpinan pada lembaga-lembaga non-Kristen.
Misi di Tengah Krisis Multidimensi Bobby Kurnia Putrawan; Ramot Peter
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.191 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.38

Abstract

Technological developments and changes in civilization in the era of globalization sweeping the world today has caused a multidimensional crisis so that the necessary mission service activities for outreach souls that need to be saved. Mission activities are the fulfillment of God's mission for the salvation of all humanity. The Holy Spirit must be present in every mission of mission, not just with funds and resources. This article discusses mission in a biblical perspective in the midst of a multidimensional crisis sweeping the world and its impacts with a qualitative descriptive method from literature study. The results and discussion show how important the role of mission is by involving church leaders who have a vision to mobilize local congregations involved in missionary activities for the salvation of God's people. Abstrak Perkembangan teknologi dan perubahan peradaban pada era globalisasi melanda dunia saat ini telah menimbulkan krisis multidimensi sehingga diperlukan kegiatan pelayanan misi untuk penjangkauan jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan. Kegiatan misi merupakan penggenapan misi Allah bagi keselamatan seluruh umat manusia. Roh Kudus harus dihadirkan dalam setiap pengutusan kegiatan misi, bukan hanya sekedar dengan dana dan daya. Artikel ini membahas misi dalam perspektif alkitab di tengah krisis multidimensi yang melanda dunia serta dampak-dampaknya dengan metode deskriptif kualitatif dari kajian pustaka. Hasil dan pembahasan menunjukkan betapa pentingnya peranan misi dengan melibatkan pemimpin jemaat yang memiliki visi untuk memobilisasi jemaat lokal terlibat dalam kegiatan misi untuk keselamatan umat Tuhan.
Memetakan Strategi Kepemimpinan Pastoral di Era Posmodern Munatar Kause; Daud Darmadi
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.126

Abstract

This study aims to show the characteristics and views of the truth that is held by the community and the church in the postmodern era. The second objective is to find a model of pastoral care that is relevant for congregations who have been affected by postmodern culture. The method used is literature research by comparing, synthesizing, and analyzing various literature related to pastoral care in the postmodern era. The results of the literature study presented in this study indicate that the influence of postmodern views has entered the life of the congregation, which views that the truth of the Word of God is no longer absolute, but they create views of truth that are subjectively created. Pastoral leadership services to deal with this are, 1) Leaders must be spiritual 2) Leaders must have vision 3) Leaders must change.In addition, the model of pastoral care to the congregation that can be done is 1) Conducting training for lay people, 2) Creating cell groups 3) Doing personal service. 
Membangun Paradigma tentang Hutang-Piutang dalam Perspektif Biblikal Coral Kolondam
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i2.49

Abstract

Paradigm becomes a concept of thinking that binds God's people. The wrong paradigm produces wrong life behavior. As absolute truth, the Bible is necessary to straighten out the paradigm of God's people to produce an authentic life of faith. The Biblical perspective must be the reference used. So, it is necessary to investigate with the right measuring instruments to find the proper standards regarding debts and receivables in the Christian life of God's people. Qualitative research methods are descriptive, use analysis, and emphasize perspectives generated through Bible observations. The research results found that several strategies are considered to be able to overcome the inequality problem discussed. The research results are expected to change the paradigm of God's people. AbstrakParadigma menjadi suatu konsep berpikir yang mengikat umat Tuhan. Paradigma yang salah menghasikan perilaku hidup yang salah. Alkitab sebagai kebenaran yang absolut dipandang perlu meluruskan paradigma umat Tuhan sehingga menghasilkan kehidupan beriman yang benar. Pers-perktif Alkitab harus menjadi acuan yang digunakan. Maka perlu untuk diselidiki dengan alat ukur yang tepat sehingga menemukan standar yang tepat perihal hutang piutang di tengah kehidupan kekristenan umat Tuhan. Metode penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskripsi, cenderung menggunakan analisis dan lebih menonjolkan pada perspektif yang dihasilkan melalui observasi Alkitab. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat beberapa strategi yang dianggap bisa menjadi yang mengatasi masalah kesenjangan yang dibahas. Hasil penelitian diharapkan mengubah paradigma umat Tuhan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7