cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): April 2020" : 13 Documents clear
Fisibilitas Air Susu Sapi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lipstik Yanuar Wahyu Yudistira Ardi; Agus Triwidodo Saputro; Muzizat Akbarrizki
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.284

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik yang sangat populer di kalangan wanita dan digunakan hampir oleh kebanyakan wanita setiap harinya. Produk lipstik yang baik selain untuk mempercantik warna bibir, diharapkan juga mampu memberikan nutrisi dan meningkatkan rasa percaya diri sehingga membuat bibir menjadi lebih sehat serta tidak mudah kering. Berdasarkan hal tersebut dapat mendorong dalam pengembangan produk lipstik secara back to nature. Ketersediaan lipstik hendaknya berasal dari bahan alam yang lebih menguntungkan dalam penggunaanya, salah satunya melalui penggunaan bahan susu. Disisi lain, hasil identifikasi kebanyakan menunjukan bahwa harga jual susu dikalangan peternak masih rendah. Dengan harga jual yang rendah tersebut cukup sulit bagi peternak memperoleh fisibilitas dari usaha yang dijalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha dari nilai tambah yang dihasilkan produk susu menjadi lipstik. Berdasarkan kegiatan produksi yang telah dilakukan dan hasil analisis diperoleh biaya produksi usaha  sebesar Rp 2.247.500,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp 3.000.000,00 dan pendapatan 1.604.000,00. Nilai RC Ratio sebesar 2,14 (RC Ratio > 1), BC Ratio sebesar 1,14 (BC Ratio>1), serta nilai titik impas/Break Event Point (BEP) produksi sebesar 82 satuan dan Rp 24.491,22. Sehingga analisis kelayakan usaha terhadap produksi lipstik berbahan dasar susu dapat dinyatakan layak dan menguntungkan, dengan pertimbangan sesuia kriteria teknis dan variabel yang telah ditentukan.
Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Haloho, Ruth Dameria
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Usaha Peternakan khususnya pada aspek finansial yaitu tingkat keuntungan atas investasi, mengetahui NPV dari investasi, mengetahui manfaat dibandingkan dengan biaya dan mengetahui tingkat bunga pada saat investasi kembali pada Usaha Penggemukkan Sapi Potong Molan di Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan usaha Peternakan Sapi Potong Molan merupakan usaha yang menguntungkan karena mampu melakukan budidaya ternak secara mandiri. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung. Metode analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ROI sebesar 40,97% lebih besar dari pada tingkat bunga deposito Bank BRI sebesar 4,5%. NPV sebesar Rp 130.174.744,9 bernilai lebih besar dari Nol. Nilai Net BC ratio 1,18 lebih besar dari 1. Nilai IRR sebesar 22,32% lebih besar dari tingkat bunga kredit bank BRI sebesar 7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usaha penggemukkan sapi potong Molan dinyatakan layak secara finansial karena mampu menghasilkan laba atas investasi  yang ditanamkan dan penerimaan yang diterima lebih besar daripada pengeluaran sehingga usaha menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Gambaran Makromineral Ca, P, Mg dan K Pada Kasus Distokia, Retensi Plasenta dan Anestrus pada Sapi Betina Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Dwi Walid Retnawati; Yanuartono Yanuartono; Agung Budiyanto
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.288

Abstract

Gangguan reproduksi mempunyai kontribusi yang besar dalam meningkatkan penurunan populasi dan produksi susu, hal ini disebabkan oleh rendahnya status kesehatan hewan maupun kesehatan reproduksinya. Mineral merupakan komponen nutrisi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan kesehatan, produksi, reproduksi dan kekebalan tubuh seperti metabolisme protein, energi dan biosintesa zat-zat makanan esensial. Ruminansia membutuhkan mineral berupa makromineral seperti kalsium (Ca), phospharus (P), magnesium (Mg), potasium /kalium (K). Defisiensi mineral dapat mengakibatkan penurunan produksi dan gangguan reproduksi pada sapi. Penelitian dilaksanakan di kawasan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU), Kampung Areng, Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan sapi betina jenis Peranakan Friesian Holstein (PFH), mengalami gangguan reproduksi berupa distokia, retensi plasenta, sedang kasus anestrus, sapi tidak mengalami estrus postpartus lebih dari 3 bulan, umur 3 sampai 10 tahun. Sapi dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 yaitu 7 ekor sapi mengalami distokia, kelompok 2 yaitu 7 ekor mengalami retensi plasenta, kelompok 3 yaitu 7 ekor mengalami anestrus, kelompok 4 yaitu 7 ekor sapi yang tidak mengalami distokia dan retensi plasenta, dan kelompok 5 yaitu 7 ekor sapi yaitu dengan siklus estrus normal. Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus distokia menunjukkan kelompok 1 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 8.06 + 3.26 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 10.05 + 2.94 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.89 + 1.49 mg/dl, rata-rata K sebesar 11.86 + 3.79 mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 11.28 + 2.62.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 7.27 + 1.83 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 0.54 + 1.86 mg/dl, rata-rata K sebesar 0.59 + 5.76 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus distokia dan sapi kontrol tidak memberikan perbedaan nyata terhadap rata-rata kadar kalsium dan fosfor (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar magnesium dan nilai kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus retensi plasenta menunjukkan kelompok 2 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 8.07 + 4.04 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 8.04 + 2.92 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.29 + 0.12 mg/dl, rata-rata K sebesar 9.27 + 1.71mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 11.28 + 2.62.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 7.27 + 1.83 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 0.54 + 1.86 mg/dl, rata-rata K sebesar 0.59 + 5.76 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus retensi plasenta dan sapi kontrol memberikan perbedaan tidak nyata terhadap rata-rata kadar kalsium, nilai fosfor dan magnesium (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus anestrus menunjukkan kelompok 3 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 9.77 + 4.69 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 11.06 + 5.43 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.23 + 0.12 mg/dl, rata-rata K sebesar 9.77 + 1.93 mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 5 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 9.53 + 1.83.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 11.06 + 5.43 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 3.03 + 0.43 mg/dl, rata-rata K sebesar 5.79 + 0.49 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus retensi plasenta dan sapi kontrol memberikan perbedaan tidak nyata terhadap rata-rata kadar kalsium, nilai fosfor dan magnesium (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar kalsium mengalami penurunan sedang kadar fosfor, magnesium, kalium mengalami peningkatan pada kasus distokia, retensi plasenta dan anestrus.

Page 2 of 2 | Total Record : 13