cover
Contact Name
Saat Egra
Contact Email
jpen@borneo.ac.id
Phone
+6285250361340
Journal Mail Official
jpen@borneo.ac.id
Editorial Address
Gedung F Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama No.1 Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25498150     EISSN : 25992872     DOI : https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian is a scientific journal in the field of agricultural science, published by Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University, North Kalimantan. This journal is published twice a year, namely in April and October period, as a medium of scientific information and communication to present a compilation of original research results, thoughts and views from researchers, experts and observers in agriculture including agricultural technology, pests and plant diseases, plant physiology and agricultural economics especially in the border region. J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian accepts manuscripts that are the results of research, research notes, review articles and review or study of literature (feature books), in Indonesian and English that has never been or is being considered for publication / publication in publishing scientific journals / bulletins / other magazines.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN ENAU DI KENAGARIAN SUNGAI NANIANG Trisia Wulantika
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1481

Abstract

ABSTRACT Enau plant (Arenga pinnata Merr) is a type of palma plant that the entire plant can be utilized and potential to be developed. Sungai Naniang is the highest sugar producer in Bukik Barisan Sub-District, with an area of 20 ha. This research aims to find out the morphological characteristics of germplasm enau in Kenagarian Sungai Naniang.This research has been carried out in May to June 2018 with purposive sampling method. The results of the study found 4 variations of the stem color of the entire accession namely dark brown, light brown, grayish brown and grayish brown. The leaves of the enau plant are complete and compound leaves.Based on observations that have been made, there are not many variations in qualitative characters, otherwise many variations are found in quantitative characters. on the entire accession is black with a rough surface. Male flowers are like bullets, they sit in pairs and are purple. Round Female Flower, stand alone, green. Seeds are round in oval shape The number of seeds 3 per fruit and white. Keywords : Enau, Characterization, Morphology, Plant Breeding ABSTRAK Tanaman enau (Arenga pinnata Merr) adalah salah satu jenis tumbuhan palma yang Keseluruhan bagian tanamannya dapat dimanfaatkan dan potensial untuk dikembangkan. Kenagarian Sungai Naniang merupakan penghasil gula enau tertinggi di Kecamatan Bukik Barisan, dengan luasan mencapai 20 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi plasma nutfah enau di Kenagarian Sungai Naniang.Penelitian ini telah dilaksanakan  pada bulan Mei sampai Juni 2018 dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 4 variasi warna batang dari keseluruhan aksesi yaitu  berwarna cokelat gelap, cokelat terang, coklat keabu-abuan dan abu-abu.Daun tanaman enau merupakan daun lengkap dan majemuk.Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, tidak banyak ditemukan variasi  pada  karakter  kualitatif,  sebaliknya  banyak  ditemukan  variasi  pada karakter kuantitatif. ijuk  pada  keseluruhan  aksesi  berwarna  hitam  dengan permukaan yang kasar. Bunga Jantan       Seperti peluru, duduknya berpasangan dan berwarna ungu. Bunga Betina           Bulat, berdiri sendiri, berwarna hijau. Biji  berbentuk  bulat  lonjong Jumlah biji 3 perbuah dan berwarna putih.Kata Kunci : Enau, Karakterisasi, Morfologi, Pemuliaan Tanaman
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia L. Merr) MELALUI PENDEKATAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Studi Kasus Di UKM D’baloy Food Industries Kota Tarakan) Nurlela Machmudin; Vera Safitri
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1622

Abstract

ABSTRACTThe aim of the research was to compare the inventory control system in D’Baloy Food Industries MSMEs and the optimal control of onion dayak stock to production dayak onion tea by the method of Economic Order Quantity (EOQ). Descriptive analysis to describe the control system of dayak onion stock in D'baloy Food Industries MSMEs. EOQ methods to analyze optimum order quantities and calculate the optimum frequency of purchases. Safety stock analysis and Reorder point analysis are also carried out. The results showed  the management of raw material inventories in UKM D’baloy Food Industries was not optimal. The current cost of raw material inventory is Rp.752.000 in a year, inventory costs using the EOQ method is Rp.463.448. If applying the optimum inventory, then the cost of dayak onion material stock that can be saved by D’baloy Food Industries MSMEs is Rp.288.552. The cost savings are achieved if the quantity of each message is increased from 10 kg to 29 kg. The frequency of purchases decreased from 96 times a year to 33 times. To avoid the problem of uncertainty in demand and price of raw materials, the safety stock that D'Baloy must provide is 30 kg. The raw material is re-ordered when the stock of dayak onions 38.01 kg. The maximum inventory that must be available before reorder 59 kg. Inventory management using the EOQ method places more emphasis on the availability of safety stock with the reason to overcome the problem of uncertainty in demand and fluctuations in raw material prices.Keywords :  Dayak Onion, Economic Order Quantity, InventoryABSTRAKUKM D’Baloy Food Industries belum menerapkan manajemen persediaan bahan baku bawang dayak secara optimal karena bahan baku yang tersedia di perusahaan masih kurang. Kekurangan bahan baku akan menghambat produksi the bawang dayak. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan manajemen persediaan di UKM D’Baloy Food Industries bawang dayak untuk produksi teh bawang dayak dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Analisis deskriptif untuk menggambarkan manajemen persediaan dayak di UKM D’Baloy Food Industries. Metode EOQ digunakan untuk menganalisis jumlah pesanan optimal dan menghitung frekuensi pembelian optimal. Perhitungan safety stock dan Reorder point juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persediaan bahan baku bawang dayak di UKM D’Baloy Food Industries belum optimal. Biaya persediaan bahan baku saat ini adalah Rp.752.000 dalam setahun, sedangkan biaya persediaan menggunakan metode EOQ adalah Rp.463.448. Jika menggunakan persediaan optimal, maka biaya persediaan bahan bawang dayak yang dapat dihemat oleh D’Baloy Food Industries adalah Rp.288.552. Penghematan biaya dapat jika jumlah setiap pesan ditingkatkan dari 10 kg menjadi 29 kg. Frekuensi pembelian diturunkan dari 96 kali setahun menjadi 33 kali. Untuk menghindari masalah ketidakpastian dalam permintaan dan harga bahan baku, stok pengaman (safety stock) yang harus disediakan D'Baloy adalah 30 kg. Bahan baku dipesan ulang saat stok bawang dayak 38,01 kg. Persediaan maksimum yang harus tersedia sebelum memesan ulang 59 kg. Manajemen persediaan menggunakan metode EOQ lebih menekankan pada ketersediaan stok pengaman dengan alasan untuk mengatasi masalah ketidakpastian dalam permintaan dan fluktuasi harga bahan baku.Kata kunci: bawang dayak, metode Economic Order Quantity, persediaan
ANALISIS PERBANDINGAN KEUNTUNGAN DAN RISIKO AGRIBISNIS RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BUDIDAYA DAN ALAT PUKAT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Anang Sulistyo; Titin Wahyuni
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1623

Abstract

ABSTRACT The seaweed business in the Pantai Amal Village was carried out using two techniques, namely cultivation and trawler techniques. Each technique had different risks and contributions to the profits of farmers because the production inputs used were also different. This study aimed to: (I) analyze and compare the costs, revenues, and profits of seaweed farming by cultivation and trawler techniques; (2) analyze and compare the risks of the two seaweed farming techniques. Number of respondents was determined using the Slovin method and selection of respondents was done using a purposive sampling method. The amount of costs, revenues, and profits were analyzed using profit analysis and level of business risk was measured using a coefiicient of variation (CV) analysis tool. The results showed that the costs, receipts, and profits of seaweed farming using trawl techniques were greater than that of seaweed farming with cultivation techniques, with the costs Rp 20,834,936, and Rp l1,445,627 respectively, the receipts Rp41,996,212 and Rp15,018,181 respectively, and the profits Rp21,152,276  and Rp3,572,555 respectively. Trawl seaweed business had lower cost and profit risks than cultivation seaweed business, with a variation coefficient value (CV) respectively 0.02 and 0.03. The risk of seaweed farming using trawl and cultivation techniques was the same, namely 0.05. The profit risk of using cultivation techniques was higher than using trawling techniques, namely 0.15 and 0.09, respectively.  Keywords: Profit, Business Risk, Seaweed BusinessABSTRAKUsaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal terdiri dari dua teknik yaitu teknik budidaya dan alat pukat. Masing-masing teknik memiliki  risiko dan kontribusi yang berbeda dalam keuntungan petani dikarenakan input produksi yang digunakan juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Menganalisis dan membandingan biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat 2) Menganalisis dan membandingan risiko usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat. Penentuan jumlah responden menggunakan metode Slovin dan pemilihan responden dengan metode purposive sampling. Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan di analisis dengan analisis keuntungan sedangkan untuk mengukur tingkat risiko usaha menggunakan alat analisis koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani rumput laut teknik alat pukat lebih besar dibandingkan dengan usahatani rumput laut teknik budidaya dengan biaya masing-masing sebesar Rp 20.834.936 dan Rp 11.445.627 penerimaan masing-masing sebesar Rp 41.996.212 dan Rp 15.018.181, sedangkan keuntungan masing-masing sebesar Rp 21.152.276 dan Rp 3.572.555. Usaha rumput laut teknik pukat memiliki risiko biaya dan risiko keuntungan lebih rendah dibandingkan dengan usaha rumput laut teknik budidaya  dengan besar nilai koefisien variasi (CV) masing-masing sebesar 0,02 dan 0,03, risiko penerimaan usahatani rumput laut teknik pukat dan teknik budidaya sama yaitu 0,05, untuk  risiko keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya  lebih tinggi dari pada teknik pukat yaitu masing-masing 0,15 dan 0,09. Kata Kunci : Keuntungan, Risiko Usaha, Usaha Rumput Laut
AKTIVITAS SENYAWA ANTIBAKTERI EKSTRAK PAREPAT (Sonneratia alba) TERHADAP PERTUMBUHAN Ralstonia solanacearum DAN Streptococcus sobrinus Saat Egra; Mardhiana Mardhiana; Ningrum Indah Rahayu; Nurjannah Nurjannah; Sudirman Sirait; Dwi Santoso; Ankardiansyah Pandu Pradana; Harlinda Kuspradini; Tohru Mitsunaga
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1624

Abstract

AbstractParepat/pidada putih (Sonneratia alba) is a type of mangrove plant that is used by the traditional tribe for natural medicine. This study uses leaves and stem bark extracted with ethanol. Antibacterial assay uses Ralstonia Solanaceaerum and Streptococcus sobrinus by diffusion agar method. The concentrations used were 5000ppm, 10000ppm, 20000ppm with positive control (Chloramphenicol), and negative control (Ethanol 40%). The results of this study obtain the moisture factor of S. alba leaves has a humidity of 0.31 and stem bark of 0.49. The yield showed that the amount of S. alba leaf extract was 23.86% and the bark was 7.31%. S. alba leaf extract was able to inhibit the bacteria R. solanacearum at concentrations of 5000ppm, 10000ppm and 20000ppm with inhibitory values of 27.46%, 34.34% and 37.78%, respectively. While bark extract can inhibit R. solanacearum at concentrations of 5000 ppm, 10000 ppm and 20000 ppm with inhibitory values of 35.38%, 38.47% and 41.92%, respectively. S. alba leaf extract is able to inhibit S. sobrinus bacteria only at concentrations of 10000 ppm and 20000 ppm with inhibitory values of 28.07% and 48.51%. Whereas S. alba bark extract was able to inhibit S. sobrinus at a concentration of 5000 ppm, 10000 ppm and 20000 ppm with inhibitory values of 16.18%, 49.02% and 61.27%. Keywords: Antibacterial, Leave, Stem bark, Mangrove, S. alba AbstrakParepat/pidada putih (Sonneratia alba) merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini menggunakan daun dan kulit batang yang diekstraksi dengan etanol. Pengujian antibakteri menggunakan Ralstonia Solanaceaerum dan Streptococcus sobrinus dengan metode difusi agar sumuran. Kosentrasi yang digunakan yaitu 5000 ppm, 10000 ppm, 20000 ppm dengan kontrol positif (Chloramphenicol), dan kontrol negatif (Etanol 40%). Hasil penelitian ini menunjukkan faktor kelembaban daun S. alba memiliki kelembaban yaitu 0,31 dan kulit batang yaitu 0,49. Rendemen menunjukkan bahwa jumlah ekstrak daun S. alba yaitu 23,86% dan kulit batang 7,31%. Ekstrak daun S. alba mampu menghambat bakteri R. solanacearum pada konsentrasi 5000ppm, 10000ppm dan 20000ppm dengan nilai persentase hambat yaitu masing-masing 27,46%, 34,34% dan 37,78%. Sedangkan ekstrak kulit batang mampu menghambat R. solanacearum pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase hambat secara berturut 35,38%, 38,47% dan 41,92%. Ekstrak daun S. alba mampu menghambat bakteri S. sobrinus hanya pada konsentrasi 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase hambat yaitu 28,07% dan 48,51%. Sedangkan ekstrak kulit batang S. alba mampu menghambat S. sobrinus pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase hambat yaitu 16,18%, 49,02% dan 61,27%. Kata kunci: Antibakteri, Daun, Kulit bantang, Mangrove, S. alba.
PEWARISAN GEN KETAHANAN JAGUNG TERHADAP PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis) Eko Hary Pudjiwati
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1625

Abstract

ABSTRACTResistance to downy mildew is influenced by the source of the inherited resistance genes or parents used in the breeding program. In assembling maize varieties resistant to downy mildew, it is important to know the number and action of genes related to downy mildew resistance. This study aims to determine the number and action of genes from three hybrid varieties, namely varieties P21, P3 and NK 33 which will be used as parents. Populations of F1 and F2 from three commercial varieties of corn hybrids were used as genetic material in this study. The results showed that resistance to P. maydis was controlled by two pairs of genes with double dominant epistasis gene action for P21 variety and recessive dominant epistasis gene action for P3 and NK33 varieties. The heritability prediction value of resistance character for the three varieties was low. The genetic progress of resistance characters in P21 and NK33 varieties was low, while P3 varieties had high genetic progress values. The P3 variety can be used as a source of resistance genes for the assembly of maize varieties that are resistant to downy mildew, and selection should be carried out in the next generation.Keywords: Corn, Downy Mildew, Inheritance, Heritability, ABSTRAKKetahanan terhadap penyakit bulai dipengaruhi oleh sumber gen yang mewariskan ketahanan atau tetua yang digunakan dalam program pemuliaan. Dalam perakitan varietas jagung tahan penyakit bulai informasi jumlah dan aksi gen terkait  ketahanan penyakit bulai penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan aksi gen dari tiga varietas hibrida yaitu varietas P21, P3 dan NK 33 yang akan digunakan sebagai tetua. Populasi F1 dan F2 dari tiga varietas hibrida jagung komersial digunakan sebagai materi genetik dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan terhadap P. maydis dikendalikan oleh dua pasang gen  dengan aksi gen epistasis dominan ganda untuk varietas P21 dan aksi gen epistasis dominan resesif untuk varietas P3 dan NK33. Nilai duga heritabilitas karakter ketahanan untuk ketiga varietas tergolong rendah.  Kemajuan genetik karakter ketahanan pada varietas P21 dan NK33 adalah rendah sedangkan varietas P3 mempunyai nilai kemajuan genetik tinggi. Varietas P3 dapat digunakan sebagai sumber gen ketahanan untuk perakitan varietas jagung yang tahan penyakit bulai, dan seleksi sebaiknya dilakukan pada generasi lanjut.Kata kunci: downy mildew, heritabilitas, jagung, pewarisan

Page 1 of 1 | Total Record : 5