Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DAUR ULANG BOTOL PLASTIK MENJADI BUNGA IMITASI PADA KELOMPOK REMAJA DI LINGKUNGAN KAMPUS UNILAK surtinah, surtinah; Lidar, Seprita; Wulantika, Trisia
SYUKUR (Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Masyarakat) Vol 2 No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.358 KB) | DOI: 10.22236/syukur_vol2/is1pp37-46

Abstract

Well managed waste will improve the quality of the environment and the health of the community, recycling plastic waste by itself helps the government in managing waste, especially management is done professionally and commercially, so that it becomes a profitable business. The solutions offered from the problems faced by partners include providing training in managing waste plastic bottles into imitation flowers, and providing motivation to partners that the products will be marketed by UP2K. through the UP2K, the Unilak leadership policy will be realized to open a market monopoly to sell imitation flower bouquets and souvenirs from plastic bottles of mineral water. Output targets are articles in journals, exposure to activities in online media, increasing partner skills. The method of implementing this PKM activity is among others: Counseling, demonstration, training, mentoring, and evaluation. The results of the activities obtained were counseling about inorganic waste increasing the knowledge of participants 17% - 33%, knowledge of the benefits of used plastic bottles, after activities increased by 17% -25%, and knowledge about changing the shape of used plastic bottles to imitation flowers increased by 67% -83%.
KONDISI PENYIMPANAN BERBAGAI PRODUK HORTIKULTURA DENGAN PENDINGINAN Wulantika, Trisia
HORTUSCOLER Vol. 2 No. 01 (2021): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v2i01.384

Abstract

Pendinginan adalah suatu metode pasca panen komoditas sayur dan buah, untuk menahan atau mengurangi kejadia pembusukan produk hortikultura tersebut. Penyimpanan dingin mempunyai pengaruh terhadap bahan yang didinginkan seperti kehilangan berat, kegagalan untuk matang, dan kebusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan “kondisi produk hortikultura (alpukat, apel, jeruk, mangga, pisang, tomat) pada metode penyimpanan suhu rendah dan suhu ruang”. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Hortikultura Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dari tanggal 14-21 Desember 2021.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hortikultura yang disimpan dalam suhu dingin hanya sedikit mengalami kehilangan berat dan tidak terjadi kebusukan, sedangkan produk hortikultura yang disimpan dalam suhu ruangan mengalami susut bobot yang cukup banyak dan mengalami kelayuan dan kebusukan setelah seminggu disimpan.
PENCARIAN POHON INDUK ENAU (Arenga pinnata Merr) DENGAN PRODUKSI NIRA TINGGI DI KENAGARIAN SUNGAI NANIANG Trisia Wulantika
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.841

Abstract

Enau (Arenga pinnata, MERR) termasuk famili Palma, tersebar pada hampir seluruh wilayah Indonesia.Tanaman ini memiliki fungsi produksi yang menghasilkan berbagai komoditi yang mempunyai nilai   ekonomi tinggi dan berpotensi ekspor jika diusahakan secara serius, karena seluruh bagian tanaman dapat diolah menjadi berbagai produk pangan dan non pangan. Usaha pengembangan atau pembudidayaan tanaman aren di Indonesia sangat memungkinkan. Selain masih luasnya lahan-lahan tidak produktif, juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri atas produk-produk yang berasal dari tanaman aren, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dari usaha tani tanaman aren dan ikut melestarikan sumber daya alam serta lingkungan hidup.Pencarian pohon induk enau adalah kegiatan yang penting dilakukan untuk mencari tetua enau potensial dalam program pemuliaan tanaman enau. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2017 di Kenagarian Sungai Naniang, Kec. Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat dengan metode purposive random. Hasil penelitian ini ditemukan 7 aksesi kandidat pohon induk enau dengan produksi nira tinggi yaitu pada aksesi BB6, KP7, BB8, KP8, KP10, AP2 dan AP10. Aksesi dengan produksi nira tinggi memiliki ciri rabuak berwarna merah. Lingkaran batang besar, pelepah panjang, rachis panjang, tangkai daun panjang, jumlah anak daun banyak, anak daun panjang dan lebar, diameter buah besar, bobot buah berat, diameter biji besar, bobot biji berat.Kata kunci: Enau, Nira, Pemuliaan Tanaman, Pohon Induk, Tetua
POTENTIAL PRODUCTION OF NIRA ENAU (ARENGA PINNATA MERR) AT BUKIK BARISAN DISTRICTS, LIMAPULUH KOTA REGENCY Trisia Wulantika
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.1.1.1-6

Abstract

Nira is a fluid that comes out of the male flower that is obtained by means of tapped and has a sweetness. Nira Enau can be used for the manufacture of brown sugar, sugar ant palm, Tuak and bioethanol making raw materials. Bukik Barisan Subdistrict is one of the sub-districts of Kab.Limapuluh Kota with the area of Enau is large enough to be 95 Ha. This study has been implemented in January-April 2018 at 4 Kenagarian in the Kec. Bukik Barisan with purposive sampling method and data analyzed descriptively using simple statistical methods. Based on the research that has been carried out results, Kenagarian Banjar Lawas has an average production of nira per day higher than 3 other Kenagarian is 8.29 Liter/day, while for the measurement of sugar content, the average accession Enau in the Kenagarian Koto Tangah has a higher sugar level than other Kenagarian, namely 15.75 Brix. Enau plant in Bukik Barisan Sub District is very potential to be developed because it has a high production potential per day that is quite high along with the sugar content which is also higher.
VARIABILITAS FENOTIPIK TANAMAN GAMBIR DI DESA TANJUNG, KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU KABUPATEN KAMPAR SEPRITA LIDAR; ENNY MUTRYARNY; TRISIA WULANTIKA
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 15 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v15i1.1490

Abstract

ABSTRACT Gambier is one commodity that is worth people's plantation economy and prospective for higher developed commercially in the future. Riau Province gambir Subdistrict where producers including the Gambier plantation had the most extensive is a subdistrict of Koto Kampar Kampar Regency acres 4,104 Upstream Research entitled "analysis ofthe Phenotypic variability of Gambir Plant in the village of Tanjung, Kec. Koto Kampar, Kampar Regency of Hulu "has been conducted in March - April 2018, research method using the method of purposive sampling, the samples taken 30 accession later analysis of similarity using the ntsys program ver 2.02. Obtained Results narrow Variability on all character observations. Similarity coefficient gambir accessions ranged from 0.33-0.93. Keywords: Gambir, Variability ,Germplasm, Phenotypic Characterization
KERAGAMAN FENOTIPE AREN (Arenga pinnata) DI KECAMATAN BUKIT BARISAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Trisia Wulantika
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v15i2.2164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman aren berdasarkan karakter fenotipe sebagai database dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2017 menggunakan metode purposive sampling. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dan dilakukan analisis kemiripan dengan menggunakan program NTSYS 2.02 . Analisis kemiripan tanaman enau dari 35 karakter morfologi menghasilkan koefisien kemiripan 40 – 88 %. Dengan tingkat keragaman 12 - 60 %.
KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN ENAU DI KENAGARIAN SUNGAI NANIANG Trisia Wulantika
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1481

Abstract

ABSTRACT Enau plant (Arenga pinnata Merr) is a type of palma plant that the entire plant can be utilized and potential to be developed. Sungai Naniang is the highest sugar producer in Bukik Barisan Sub-District, with an area of 20 ha. This research aims to find out the morphological characteristics of germplasm enau in Kenagarian Sungai Naniang.This research has been carried out in May to June 2018 with purposive sampling method. The results of the study found 4 variations of the stem color of the entire accession namely dark brown, light brown, grayish brown and grayish brown. The leaves of the enau plant are complete and compound leaves.Based on observations that have been made, there are not many variations in qualitative characters, otherwise many variations are found in quantitative characters. on the entire accession is black with a rough surface. Male flowers are like bullets, they sit in pairs and are purple. Round Female Flower, stand alone, green. Seeds are round in oval shape The number of seeds 3 per fruit and white. Keywords : Enau, Characterization, Morphology, Plant Breeding ABSTRAK Tanaman enau (Arenga pinnata Merr) adalah salah satu jenis tumbuhan palma yang Keseluruhan bagian tanamannya dapat dimanfaatkan dan potensial untuk dikembangkan. Kenagarian Sungai Naniang merupakan penghasil gula enau tertinggi di Kecamatan Bukik Barisan, dengan luasan mencapai 20 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi plasma nutfah enau di Kenagarian Sungai Naniang.Penelitian ini telah dilaksanakan  pada bulan Mei sampai Juni 2018 dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 4 variasi warna batang dari keseluruhan aksesi yaitu  berwarna cokelat gelap, cokelat terang, coklat keabu-abuan dan abu-abu.Daun tanaman enau merupakan daun lengkap dan majemuk.Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, tidak banyak ditemukan variasi  pada  karakter  kualitatif,  sebaliknya  banyak  ditemukan  variasi  pada karakter kuantitatif. ijuk  pada  keseluruhan  aksesi  berwarna  hitam  dengan permukaan yang kasar. Bunga Jantan       Seperti peluru, duduknya berpasangan dan berwarna ungu. Bunga Betina           Bulat, berdiri sendiri, berwarna hijau. Biji  berbentuk  bulat  lonjong Jumlah biji 3 perbuah dan berwarna putih.Kata Kunci : Enau, Karakterisasi, Morfologi, Pemuliaan Tanaman
DAUR ULANG BOTOL PLASTIK MENJADI BUNGA IMITASI PADA KELOMPOK REMAJA DI LINGKUNGAN KAMPUS UNILAK surtinah surtinah; Seprita Lidar; Trisia Wulantika
SYUKUR (Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.358 KB) | DOI: 10.22236/syukur_vol2/is1pp37-46

Abstract

Well managed waste will improve the quality of the environment and the health of the community, recycling plastic waste by itself helps the government in managing waste, especially management is done professionally and commercially, so that it becomes a profitable business. The solutions offered from the problems faced by partners include providing training in managing waste plastic bottles into imitation flowers, and providing motivation to partners that the products will be marketed by UP2K. through the UP2K, the Unilak leadership policy will be realized to open a market monopoly to sell imitation flower bouquets and souvenirs from plastic bottles of mineral water. Output targets are articles in journals, exposure to activities in online media, increasing partner skills. The method of implementing this PKM activity is among others: Counseling, demonstration, training, mentoring, and evaluation. The results of the activities obtained were counseling about inorganic waste increasing the knowledge of participants 17% - 33%, knowledge of the benefits of used plastic bottles, after activities increased by 17% -25%, and knowledge about changing the shape of used plastic bottles to imitation flowers increased by 67% -83%.
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tanjung Kec Koto Kampar Hulu Kab Kampar Melalui Pembuatan Kompos dari Ampas Kempaan Daun Gambir Trisia Wulantika; Enny Mutryarny; Seprita Lidar
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2020.1.1.10-12

Abstract

Gambir (Uncaria gambir Hunter Roxb) merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting, karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Provinsi Riau termasuk penghasil gambir dimana Kecamatan yang memiliki perkebunan gambir paling luas adalah Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar seluas 4.104 Hektar. Petani gambir saat ini belum memanfaatkan secara optimal ampas kempaan daun gambir, padahal ampas kempaan daun gambir dapat diolah menjadi pupuk kompos. Pemahaman tentang pembuatan kompos dari ampas kempaan daun gambir di Desa Tanjung masih sangat minim begitu juga dengan pengetahuan tentang penggunaan pupuk yang mudah, murah dan ramah lingkungan serta kurangnya ketrampilan dalam pembuatan pupuk organik (kompos). Terkait dengan permasalahan tersebut penulis ingin memberikan pemahaman tentang pengolahan ampas kempaan daun gambir, Memberikan ilmu dan pengetahuan tentang pupuk alami yang mudah dibuat, murah dan ramah lingkungan, Memberikan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik (kompos) khususnya dari ampas kempaan daun gambir. Pemanfaatan ampas kempaan daun gambir menjadi produk yang bernilai tinggi yaitu pupuk organik (kompos). Diharapkan teknologi ini dapat meningkatkan produksi gambir dan usaha dalam rangka peningkatan ekonomi petani gambir ataupun pengguna teknologi di Desa Tanjung, Kec.Koto Kampar Hulu, Kab. Kampar. Metode pelaksanaan kegiatan antara lain penyuluhan pengelolaan ampas kempaan daun gambir, pelatihan pembuatan kompos, pemberian paket teknologi dan evaluasi.
Sosialisasi Media Tanam Tanaman Hias Di Kelompok Tani Sahaja, Jorong Lubuk Limpato, Kenagarian Tarantang, Kecamatan Harau Trisia Wulantika; Sari Rukmana Okta Sagita Chan; Ayu Kurnia Illahi; Dedeh Kurniasih; Yummama Karmaita; Deliana Andam Sari; Dihan Kurnia; Helentina Situmorang
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2022.3.1.12-15

Abstract

Salah satu komoditas hortikultura yang potensial di Indonesia adalah tanaman hias. Budidaya tanaman hias dapat menjadi peluang usaha dan dapat bermanfaat luas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mitra pengabdian ini adalah Kelompok Tani Sahaja. Kelompok tani ini merupakan kumpulan dari petani tanaman hias. Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kawasan wisata yang merupakan jalan lintas menuju objek wisata Ait Terjun Harau, sehingga perlu perhatian lebih untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Jorong Lubuk Limpato ini. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian edukasi terhadap media tanam yang sesuai untuk tanaman hias. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan berupa ceramah dan diskusi tentang pengertian media tanam, persyaratan media tanam yang baik, jenis jenis media tanam (Organik dan Anorganik) dan perbandingan komposisi media tanam yang digunakan serta evaluasi, dari evaluasi yang dilakukan petani tanaman hias memahami materi yang disampaikan dan akan menerapkan dalam kegiatan budidaya kedepannya.