cover
Contact Name
Saat Egra
Contact Email
jpen@borneo.ac.id
Phone
+6285250361340
Journal Mail Official
jpen@borneo.ac.id
Editorial Address
Gedung F Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama No.1 Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25498150     EISSN : 25992872     DOI : https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian is a scientific journal in the field of agricultural science, published by Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University, North Kalimantan. This journal is published twice a year, namely in April and October period, as a medium of scientific information and communication to present a compilation of original research results, thoughts and views from researchers, experts and observers in agriculture including agricultural technology, pests and plant diseases, plant physiology and agricultural economics especially in the border region. J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian accepts manuscripts that are the results of research, research notes, review articles and review or study of literature (feature books), in Indonesian and English that has never been or is being considered for publication / publication in publishing scientific journals / bulletins / other magazines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHA SARANG BURUNG WALET (Collacalia Fuciphagus) DI KABUPATEN TANA TIDUNG Anang Sulistyo; Megawati Ayu Putri
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1922

Abstract

AbstrakMembangun usaha sarang burung walet rumahan bukanlah hal yang mudah, selain harus benar-benar memahami cara mendatangkan burung,merawat sarang sampai tahap panen. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) mengetahui sumber–sumber risiko produksi dan  dampaknya terhadap usaha sarang burung walet; 2) merumuskan strategi mengatasi risiko produksi usaha sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini dilakukan pada 30 peternak sarang walet di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis probabilitas, Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber–sumber risiko produksi usaha sarang burung walet yang teridentifikasi yaitu perubahan cuaca dan kesalahan tenaga kerja. Sumber risiko terbesar adalah perubahan cuaca pada periode ke II dengan probabilitas sebesar 72% dan dampak yang paling sebesar pada periode ke III sebesar Rp. 2.630.704. Sedangkan sumber risiko kesalahan tenaga kerja pada periode II dengan probabilitas sebesar 68% dan dampak yang paling besar pada periode ke I sebesar Rp. 589.111. Strategi penanganan sumber risiko perubahan cuaca/iklim dengan strategi preventif yaitu membuat ventilasi udara dan menggunakan alat pengukur thermo hygrometer, selanjutnya strategi mitigasi yaitu pengisian air menggunakan wadah bak atau baskom. Sumber risiko kesalahan tenaga kerja menggunakan strategi preventif yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan. Kata Kunci : Sarang Burung Walet, Sumber Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko AbstractBuilding a home swallow nest business is not easy, apart from having to really understand how to bring in birds, care for the nest until the harvest stage. This study aims to, 1) determine the sources of production risk and their impact on swallow's nest business; 2) formulating a strategy to overcome the risk of production in the swallow's nest business in Tana Tidung Regency. This research was conducted on 30 swallow nest breeders in Sesayap District, Tana Tidung Regency. The analysis used is descriptive analysis, probability analysis, Z-score and Value At Risk (VaR). The results showed that the identified sources of risk in the production of swallow's nest business were weather changes and labor errors. The biggest risk source is weather changes in the second period with a probability of 72% and the greatest impact in the third period of Rp. 2,630,704. While the source of the risk of labor error in period II with a probability of 68% and the greatest impact in the first period of Rp. 589,111. The strategy for handling the risk source of weather / climate change with a preventive strategy is to make air ventilation and use a thermo hygrometer measuring device, then the mitigation strategy is to fill water using a tub or basin container. The source of the risk of labor error using a preventive strategy, namely providing knowledge and skills through counseling.. Keywords: Swallow's Nest, Risk Sources, Risk Analysis, Risk Management
PENGARUH TETUA BETINA PADA BEBERAPA KARAKTER TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L) Eko Hary Pudjiwati, M.P; Danang Kisowo Jenar
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1923

Abstract

ABSTRACTCorn plants are one of the most important food crops after rice and wheat. To get high corn production factors that can affect one of them is the use of high yielding varieties. In superior varieties there are genes that can make plant growth and production be higher than other varieties. In plant breeding programs to obtain a superior variety, it is necessary to know important information about the influence of the female parent. In general, some characters are controlled by genes in the nucleus, but there are some characters that are controlled by genes in cytoplasmic organelles. The characters controlled by genes in cytoplasmic organelles can be identified by reciprocal crossing. Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan has a collection of S4 corn (selfing 4) that can be used as genetic material in plant breeding programs. Therefore, research needs to be done to find out the important characters that are controlled by genes outside the nucleus or the influence of female elders. the second results of crossing of maize plants (G2G1 and G4G3 with each reciprocal) showed that in vegetative and generative parameters there were female elders. In the same vegetative character in the two crossing of maize plants which showed the presence of female elders namely plant height, number of leaves and stem diameter. Whereas the same generative characters are the age of flowering females, the number of cob, the location of the cobs, the length of the cobs, the weight of the cobs, the weight of 100 seeds and the weight of the seeds per cob. In addition, it is known that corn plant genotypes show higher F1 mean results as female parents in maize crop crossing on several yield characters (generative), namely genotypes G2 and G4.Keywords: Cytoplasmic Genes, Corn, Effect of Female Elders, Reciprocal Crosses ABSTRAK Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang terpenting setelah padi dan gandum.. Untuk  mendapatkan produksi jagung yang tinggi faktor yang dapat mempengaruhi salah satunya adalah penggunaan varietas unggul. Pada varietas unggul terdapat gen yang dapat membuat pertumbuhan dan produksi tanaman menjadi lebih tinggi dari varietas yang lain. Dalam program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan suatu varietas yang unggul perlu mengeketahui informasi penting tentang pengaruh tetua betina. Pada umumnya beberapa karakter dikendalikan oleh gen dalam kromosan inti, akan tetapi terdapat beberapa karakter yang dikendalikan oleh gen yang ada  di organel sitoplasma. Karakter yang dikendalikan oleh gen di organel sitoplasma dapat diketahui dengan melakukan persilangan resiprokal. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan memiliki koleksi jagung S4 (selfing ke 4) yang dapat digunakan sebagai bahan genetik dalam upaya program pemuliaan tanaman. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian  untuk mengetahui karakter-karakter penting yang dikendalikan oleh gen di luar inti atau pengaruh tetua betina. hasil kedua persilangan tanaman jagung (G2G1 dan G4G3 dengan masing – masing resiproknya) menunjukkan pada parameter vegetatif dan generatif terdapat adanya tetua betina. Pada karakter vegetatif yang sama pada kedua persilangan tanaman jagungyang menunjukkan adanya tetua betina yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Sedangkan pada karakter generatif yang sama yaitu umur berbunga betina, jumlah tongkol, letak tongkol, panjang tongkol, berat tongkol, berat 100 biji dan berat biji per tongkol. Selain itu, diketahui genotipe tanaman jagung yang menunjukkan hasil nilai rerata F1 yang lebih tinggi sebagai tetua betina pada persilangan tanaman jagung pada beberapa karakter hasil (generatif) yaitu genotipe G2 dan G4. Kata kunci : Gen Sitoplasma, Jagung, Pengaruh Tetua Betina, Persilangan Resiprok
PENGARUH APLIKASI POC ( PUPUK ORGANIK CAIR ) URIN KAMBING DAN PESTISIDA ALAMI TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG PANJANG ( Vigna sinensis L. ) BEDA VARIETAS DI DESA GUNUNG SELAMAT BILAH HULU LABUHAN BATU Sarah Kristi Pertiwi; Khairul Rizal; Yudi Triyanto
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1958

Abstract

AbstractThe Effect Of POC (Liquid Organic Fertilizer) Application Of Goat Urine And Natural Pesticides On The Growth Response Of Long Bean (Vigna Sinensis L.) Plant In Mountain Village Bilah Hulu Labuhan Batu, Sarah Kristi Pertiwi1, Khairul Rizal S.TP, M.Si2, Yudi Triyanto SP, M.Si3 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Labuhanbatu. Long beans (Vigna sinensis L.)  are a vegetable plant as a source of vitamins and minerals. Long beans (Vigna sinensis L.)  are also a type of legume that is widely cultivated in Indonesia. Gunung Selamat Village is one of the villages with a variety of agricultural crops, one of which is long beans (Vigna sinensis L.). However, this community service was carried out because of the many problems faced by farmers, which caused the growth of long beans (Vigna sinensis L.)  to decline. The decline in production was caused, among others, by climate, soil, fertilizers, pests and diseases. Therefore, this community service is carried out to increase plant growth and reduce the use of synthetic fertilizers that can damage the soil ecosystem, therefore it is given the treatment of sprinkling liquid organic fertilizers on the soil and spraying vegetable pesticides from papaya leaves to prevent pests and diseases that attack long bean plants (Vigna sinensis L.). This treatment was designed to see the results of the growth rate response in long bean plants (Vigna sinensis L.). Keywords: Long Beans (Vigna sinensis L.), Liquid Organic Fertilizer, Natural Pesticides, Long Bean (Vigna sinensis L.) Plant Growth Response. AbstrakKacang Panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu tanaman sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Kacang panjang (Vigna sinensis L.)  juga merupakan jenis kacang-kacangan yang banyak diusahakan di Indonesia. Desa Gunung Selamat merupakan salah satu desa dengan penghasilan tanaman palawija yang beragam salah satunya kacang panjang (Vigna sinensis L.). Namun, pengabdian masyarakat ini dilakukan karena banyak permasalahan yang dihadapi oleh petani sehingga menyebabkan pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis L.)  menurun. Turunnya produksi ini antara lain disebabkan oleh iklim, tanah, pupuk, hama dan penyakit. Maka dari itu pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman serta mengurangi penggunaan pupuk sintetik yang dapat merusak ekosistem tanah, maka dari itu diberi perlakuan penyiraman pupuk organik cair pada tanah serta penyemprotan pestisida nabati dari daun pepaya untuk mencegah hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Perlakuan ini dibuat untuk melihat hasil respon tingkat pertumbuhan pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.).
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN RENTABILITAS USAHA SELADA HIDROPONIK DI AZZAHRA HIDROPONIK KOTA TARAKAN Anang Sulistyo; Ana Marsela
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1963

Abstract

ABSTRAKSetiap usaha bertujuan untuk memperoleh keuntungan, namun seringkali pemilik usaha tidak mengetahui seberapa besar keuntungan dan rentabilitas dari modal yang dikeluarkan. Tujuan   penelitian   ini   adalah   untuk   menganalisis   keuntungan   dan rentabilitas usaha selada hidroponik di Azzahra Hidroponik Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di Azzahra Hidroponik. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dalam hal ini adalah pemilik usaha. Analisis yang digunakan yaitu analisis keuntungan dan analisis rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dilakukan pada lahan screenhouse seluas 2x5 meter dengan siklus produksi selada hidroponik dilakukan selama 45 hari dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 360.152 dalam satu kali produksi. Rentabilitas keuntungan yang didapatkan oleh Azzahra Hidroponik dalam satu kali produksi yaitu sebesar 69,95% yang artinya setiap modal yang dikeluarkan sebesar Rp. 514.848 akan menghasilkan keuntungan sebesar 69,95%. Hal ini dapat dikatakan bahwa Azzahra Hidroponik telah mampu memanfaatkan modal sendiri secara efisien. Kata Kunci: Hidroponik, Keuntungan, Rentabilitas ABSTRACTEvery business aims to make a profit, but often the business owner does not know how much profit and profitability from the issued capital. The purpose of this study was to analyze the profit and profitability of hydroponic lettuce business in Azzahra Hidroponik Juata Laut Village, Tarakan City. This research was conducted at Azzahra Hidroponik. Sampling was done by purposive sampling method, in this case the business owner. The analysis used is profit analysis and profitability analysis. The results showed that the business was carried out on a screenhouse area of 2x5 meters with a hydroponic lettuce production cycle carried out for 45 days and earned a profit of Rp. 360.152 in one production. Profitability obtained by Azzahra Hidroponik in one time production amounted to 69.95%, which means that each capital issued is Rp. 514.848 will result in a 69.95% profit. It can be said that Azzahra Hydroponics has been able to utilize its own capital efficiently. Keyword: Hydroponic, Benefits, Profitability
IDENTIFIKASI GULMA DI LAHAN PERTANIAN HORTIKULTURA KECAMATAN TARAKAN UTARA KALIMANTAN UTARA Aditya Murtilaksono; Muhammad Adiwena; Nurjanah Nurjanah; Abdul Rahim; Muhammad Syahil
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1919

Abstract

AbstractTarakan is a city located in North Kalimantan Province. Tarakan City Has four Districts, namely East Tarakan District, West Tarakan District, East Tarakan District, and North Tarakan. District Residents of North Tarakan District with various kinds of occupations. One of the fields of work in North Tarakan District is Farmers. Every sub-district in North Tarakan District has a farmer group leader. One of the problems of farmers in North Tarakan District is their lack of knowledge about pests, disease and weeds. Pests, disease and weeds, assuming we do not control, will reduce agricultural yields of farmers. Weeds are plants that live on agricultural land and are detrimental to farmers because they have the ability to compete in agricultural land that does not have nutrients, sunlight and air on agricultural land. Therefore it is necessary to carry out weed investigations on farmers' land in Tarakan City so that it can support food security in North Tarakan District. Based on the results of weed investigations in North Tarakan District, it can be concluded that the highest weed found in North Tarakan District with an SDR value of 18.92% was Elusine indica and the lowest was found in North Tarakan District with an SDR value of 0.16% was Mikania micrantha weed, the total number Weeds identified were 29 weed species.Key words: identification,  vegetables, vegetation, weed Abstrak Tarakan merupakan Kota yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara. Kota Tarakan Memiliki empat Kecamatan yaitu Kecamatan Tarakan Timur, Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan Tarakan Timur, dan Kecamatan Tarakan Utara Penduduk Kecamatan Tarakan Utara dengan berbagai macam bidang pekerjaan. Salah satu bidang pekerjaan yang terdapat di Kecamatan Tarakan Utara adalah Petani. Setiap kelurahan  di Kecamatan Tarakan Utara Memiliki Ketua Kelompok Tani. Salah satu permasalan petani yang terdapat di Kecamatan Tarakan Utara adalah kurangnya ilmu pengetahuan tentang hama, penyakit dan gulma. Hama, penyakit dan gulma apabila kita tidak dikendalikan akan menurunkan hasil pertanian petani. Gulma adalah tumbuhan yang hidup di lahan pertanian dan bersifat merugikan bagi petani karena memiliki kemampuan untuk bersaing dalam perebutan unsur hara, cahaya matahari dan air di lahan pertanian. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian identifikasi gulma pada lahan petani di Kota Tarakan sehingga dapat mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Tarakan Utara. Berdasarkan hasil penelitian identifikasi gulma di Kecamatan Tarakan Utara dapat disimpulkan gulma yang paling tinggi didapatkan di Kecamatan Tarakan Utara dengan Nilai SDR 18.92% adalah gulma Elusine indica dan gulma yang paling  rendah didapatkan di Kecamatan Tarakan Utara dengan Nilai SDR 0.16% adalah gulma Mikania micrantha, jumlah total gulma yang teridentifikasi adalah 29 spesies gulma.
IDENTIFIKASI DAN STRATEGI PENGUATAN KEARIFAN LOKAL USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA LONG MIDANG Hendris Hendris; Sudirman Sirait
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1921

Abstract

AbstractFor their food needs, the people in Long Midang Village still apply traditional values or local wisdom in the utilization and processing of rice cultivation, especially rainfed lowland rice. This research aims to identify local wisdom that has existed and still being maintained, knowing the factors that cause local wisdom to be maintained or abandoned, and formulating strategies to maintain local wisdom. This study uses a qualitative descriptive analysis method and SWOT analysis tool, data obtained through in-depth interviews. The results showed there are 38 local wisdoms in Long Midang Village, 22 local wisdoms are retained while 16 local wisdoms are removed, the factors that cause local wisdom have been maintained are the availability of organic fertilizers, the use of cheaper traditional tools, land preservation and respect for ancestral heritage. The factors that cause local wisdom have been abandoned are changes in insight/knowledge and more efficient modern technology. Strategies to strengthen local wisdom using aggressive strategies (S-O) namely increasing the use of buffalo in cultivating land as a cost-effective and environmentally friendly local wisdom as well as maintaining mutual cooperation wisdom. Key words: Local Wisdom, Rainfed Rice, SWOTAbstrakDalam memenuhi kebutuhan pangannya, masyarakat di Desa Long Midang masih memegang kuat nilai-nilai tradisi adat atau kearifan lokal yaitu dalam pemanfaatan dan pengolahan budidaya padi khususnya padi sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal yang pernah ada dan yang masih dipertahankan, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kearifan lokal terus dipertahankan atau ditinggalkan, dan merumuskan strategi dalam mempertahankan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan alat analisis SWOT, data diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal di Desa Long Midang berjumlah 38, kearifan lokal yang dipertahankan sebanyak 22 sedangkan kearifan lokal yang ditinggalkan sebanyak 16, faktor-faktor penyebab kearifan lokal di pertahankan adalah tersedianya pupuk organik, penggunaan alat-alat tradisional yang lebih murah, kelestarian lahan dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Faktor-faktor penyebab kearifan lokal ditinggalkan adalah perubahan wawasan/pengetahuan dan perkembangan teknologi modern yang lebih efisien. Strategi penguatan kearifan lokal menggunakan strategi agresif (S-O) yaitu meningkatkan penggunaan kerbau dalam pengolahan lahan sebagai salah satu kearifan lokal yang hemat biaya dan ramah lingkungan serta mempertahankan kearifan gotong royong.Kata kunci: Kearifan Lokal, Sawah Tadah Hujan, SWOT

Page 1 of 1 | Total Record : 6