cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
akbidpbpontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
akbidpbpontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek AKBID Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak sebagai sarana untuk menyajikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam pelayanan kebidanan. Selain itu, jurnal ini berfungsi sebagai media bagi dosen untuk menyajikan hasil-hasil karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun karya ilmiah lainnya.
Articles 86 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-2 TAHUN DI POSYANDU NUSA INDAH TAHUN 2022 Melisa Putri Rahmadhena; Wafa Fauziah
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i1.204

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan pada anak di sebut sebagai masa keemasan, karena pada masa ini keadaan fisik maupun segala kemampuan anak sedang berkembang dengan cepat. Sedangkan perkembangan motorik anak yaitu semua gerakan yang mungkin didapat oleh seluruh tubuh, perkembangan motorik ini di sebut perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh anak. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun di Posyandu nusa indah Tahun 2022. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 1-2 tahun dengan jumlah 33 balita.Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling, dan analisis data yang di lakukan yaitu analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang baik dengan anak yang perkembangan nya normal sebanyak 13 orang (68,4%), pola asuh orang tua yang baik dengan perkembangan anak yang menyimpang sebanyak 6 orang (31,6%), pola asuh yang tidak baik dengan perkembangan normal sebanyak 9 orang (64,5%) dan pola asuh yang tidak baik dengan perkembangan menyimpang sebanyak 5 orang ()35,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukan P=0,131 (sig >=0,05) maka tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan Perkembangan anak. Kesimpulan tidak ada hubungan anatara pola asuh orang tua dengan perkembangan anak, Tidak adanya hubungan antara pola asuh dengan perkembangan bukan berarti tidak sesuai dengan teori yang ada bahwa pola asuh sangat berpengaruh dalam perkembanga pada anak, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi seperti faktor pasca kelahiran, faktor genetik, faktor lingkungan, faktor kecerdasan inteleqtual, faktor kesehatan gizi anak dan cacat fisik. Peneliti menyarankan kepada pihak posyandu untuk lebih meningkatkan pemberian edukasi terkait pola asuh dan stimulasi perkembangan balita. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Perkembangan Anak Abstract Growth and development in children is referred to as the golden age, because at this time the physical state and all abilities of the child are developing rapidly. While the child's motor development is all the movements that may be obtained by the whole body, this motor development is called the development of the element of maturity and control of the child's gestures. The purpose of this study is to determine the relationship between parenting and the development of children aged 1-2 years at posyandu nusa indah in 2022. The research method used in the study was quantitative with a Cross Sectional research design, the population in this study was all toddlers aged 1-2 years with a total of 33 toddlers. The sampling technique uses total sampling, and the data analysis carried out is bivariate analysis using the Chi-Square Test. The results showed that good parenting with children whose development was normal as many as 13 people (68.4%), good parenting with deviant child development as many as 6 people (31.6%), bad parenting with normal development as many as 9 people (64.5%) and bad parenting with deviant development as many as 5 people (35.7%). The Chi-Square test results showed P=0.131 (sig >=0.05) so there was no significant relationship between parenting and child development. Conclusion there is no relationship between parental parenting and child development, The absence of a relationship between parenting and development does not mean that it is not in accordance with the existing theory that parenting is very influential in developing children, there are other factors that can influence such as post-birth factors, genetic factors, environmental factors, intelligence factors, nutritional health factors of children and physical disabilities. Researchers suggested to the posyandu to further improve the provision of education related to parenting and stimulation of toddler development. Keywords : Parenting, Child Development
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU SELAMA PERSIAPAN PERSALINAN DI DESA CIWARUGA KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN 2022 Lulu Mamlukah
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan bagi seorang wanita merupakan hal yang membahagiakan ataupun menjadikan kecemasan sebab dapat beresiko menyebabkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Kecemasan ini data berkurang apabila ada kehadiran sang suami memberikan dukungan kepada istri pada saat persiapan persalinan, pada saat persalinan dan setelah persalinan baik secara kasih sayang, finansial dan kesiap siagan suami. Tujuan: Penelitian ini menganalisis tentang hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu selama persiapan peralinan di Desa Ciwaruga Kab. Bandung Barat. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 30 ibu hamil yang memasuki trimester III di wilayah Desa. Ciwaruga. Hasil: Dari penelitian ini adalah 21 (70,0 %) responden termasuk dalam kategori dukungan suami kurang dengan tingkat tidak cemas 2 orang (6,7%), kecemasan ringan 3 responden (10,0%), keceman sedang 13 responden (43,3%), dan kecemasan berat 12 responden 40,0%) Dengan analisis menggunakan uji spearman rho hasil p-value = 0,000 < 0,005. Simpulan: Dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu selama persiapan persalinan di Desa Ciwaruga Kab. Bandung Barat. Kata Kunci: Dukungan Suami, Tingkat Kecemasan Ibu, Persiapan Persalinan
PENGARUH PEMBERDAYAAN KADER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI TETANUS DIFTERI PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KUBU RAYA Hawarah, Istri Yuliani, Yuni Kusiyati
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i1.207

Abstract

Jangkauan imunisasi Tetanus difteri bagi ibu hamil masih jauh dari harapan meskipun program telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pemberian imunisasi Tetanus Difteri pada ibu hamil di Puskesmas Kakap Kabupaten Kubu Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental dengan rancangan pre – posttest with control group. Uji analisis yang digunakan yaitu wilcoxon test dan Mc Nemar test untuk data berpasangan sedangkan untuk data tidak berpasangan yaitu Mann whitney test dan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pemberdayaan kader dengan p value = 0.004, namun tidak ada pengaruh terhadap pengetahuan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p = 0,452. Tidak terdapat peningkatan sikap ibu hamil dengan p value = 0.10 dan tidak ada pengaruh pada sikap antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p = 0,747. Terjadi peningkatan perilaku pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mendapat pemberdayaan melalui pendampingan kader sehingga pemberdayaan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku responden dengan p value = 0.000 dan terdapat pengaruh pada perilaku responden yang mendapat pemberdayaan kader dalam melakukan imunisasi tetanus difteri dengan nilai p = 0,010 dibandingkan responden yang tidak mendapat pemberdayaan kader
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RS PARINDU, SANGGAU KALIMANTAN BARAT Atri Rudtitasari, Atik Ba’diah , Sunartono
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i1.209

Abstract

Latar belakang: Asfiksia merupakan salah satu penyebab kematian utama bayi baru lahir. Faktor penyebab asfiksia terdiri dari faktor ibu, faktor janin, dan faktor persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Parindu, Sanggau Kalimantan Barat. Metodologi penelitian: Desain penelitian ini adalah case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang dilahirkan di RS Parindu, Sanggau Kalimantan Barat dari bulan Januari sampai Desember tahun 2021 sejumlah 242 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan master table. Analisis data univariat, bivariat, multivariat. Hasil penelitian: didapatkan faktor ibu yang dominan memengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir adalah ibu yang tidak mengalami perdarahan sebesar 83,8%, faktor janin yang dominan memengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir adalah ibu yang tidak mengalami kehamilan ganda sebesar 96% dan faktor persalinan yang dominan memengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir adalah ketuban pecah dini sebesar 74,7%. Kesimpulan: Faktor dominan dari seluruh faktor yang memengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir adalah ibu yang tidak mengalami kehamilan ganda sebesar 96%. Saran dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan diharapkan selalu waspada terhadap faktor dominan yang memengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir sehingga dapat mendeteksi secara dini dan mencegah terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir.
PENGARUH BUDAYA POLA KONSUMSI MAKANAN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Rosida, Bima Suryantara, dan Yuni Kusmiati
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pola budaya makan, variasi makan, porsi makan serta frekuesni makan, merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan untuk kebutuhan gizi ibu. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mencatat ada 28,2 % anak Kalbar berusia 0-1.000 hari menderita stunting untuk dua kategori yakni pendek dan sangat pendek. Penyebaran kasus gizi buruk di Kalimantan Barat tahun 2016, kasus gizi buruk terbanyak ada di Kabupaten Kapuas Hulu yaitu sebanyak 111 kasus. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pola budaya makanan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Kembayan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Metode Penelitian: Rancangan historical kohort dan observasional dengan pendekatan case kontrol. Subjek pada penelitian ini adalah kasus stunting. Hasil: Menunjukkan bahwa pola budaya makan sangat mempengaruhi kejadian stunting yang dapat dibuktikan berdasarkan uji statistic Wald p-value <0,05, sedangkan variable luar (umur ibu, Pendidikan, jarak kelahiran dan paritas) tidak mempengaruhi kejadaian stunting yang dapat dibuktikan berdasarkan uji statistic Wald p-value > 0,05. Pengaruh yang paling nyata pada varibel penelitian diatas adalah pantang makanan pada ibu saat hamil yang dapat dibuktikan EXP (B) = 139,6, dengan demikian pantang makanan pada ibu saat hamil 139,6 kali mempengaruhi kejadian stunting. Kesimpulan: uji regresi logistic menunjukkan bahwa budaya makan Jenis makanan, porsi makanan, dan frekuesnsi makan sangat mempengaruhi kejadian stuntin
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI ATAU DISMENORE DI SMK RAKSANA MEDAN TAHUN 2022 Nurul Mouliza Ani Deswita Chaniago, Septa Dwi Insani
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i1.211

Abstract

Pendahuluan Saat haid merupakan saat yang paling berat karena berbagai kesulitan timbul bersamaan, selain nyeri emosi juga menjadi labil,sakit kepala migren, perut terasa kembung, perdarahan hebat kesulitan buang air besar dan mengidam makanan tertentu bila nyeri berlangsung lebih dari 2 hari pertama tidak hilang dengan obat anti nyeri atau menggunakan kompres hangat artinya bukan nyeri normal. Tujuan : mengetahui hubungan pemberian kompres hangat terhadap penurun nyeri pada saat menstruasi (desminorea) pada siswi di SMK Raksana Medan Tahun 2022. Metode : Penelitian menggunakan quasi erksperimen dengan one group pretest and post test design. Populasi penelitian adalah sebanyak 20 responden di SMK Raksana Medan, teknik pengumpulan sampel menggunakan Total Population yaitu 20 responden XI di SMK Raksana Medan. Analisa data menggunakan uji T. Hasil : Menunjukkan rata-rata rasa nyeri sebelum diberi kompres hangat di SMK Raksana Medan 1,90%. Rata-rata rasa nyeri sesudah diberkan kompres hangat di SMK Raksana Medan 1,20%. Hasil uji Paired Sample T Test didapat kan nilai ρ-value 0,000(<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian kompres hangat sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat di SMK Raksana Medan Tahun 2022. Diharapkan kepada responden untuk dapat melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli-buli atau botol, bagi siswi yang mengalami desimorea sehingga bisa mengurangi nyeri haid.