cover
Contact Name
Ali Ramadhan
Contact Email
ali.ramadhan@mercubuana.ac.id
Phone
+6285813007765
Journal Mail Official
jurnal.narada@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Gedung E Lantai 4 Jl. Raya Meruya Selatan no.1, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Narada : Jurnal Desain dan Seni
ISSN : 24775134     EISSN : 26215233     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/narada
Core Subject : Art,
Narada: Jurnal Desain dan Seni diterbitkan oleh Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana. Jurnal ini merupakan sarana untuk mempublikasikan tulisan ilmiah berupa hasil penelitian, hasil pemikiran (gagasan konseptual), serta hasil perancangan karya desain dan seni terapan (Applied Art) dalam ruang lingkup bidang desain dan seni rupa yang mencakup desain interior, desain produk, desain fashion, desain multimedia, desain komunikasi visual, fotografi, HAKI Desain, Hak Cipta Desain serta bidang perluasan yang ditujukan untuk mengembangkan bidang ilmu tersebut. Narada: Jurnal Desain dan Seni terbit sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan April, September, dan Desember. NARADA Jurnal Desain dan Seni menerima artikel yang ditulis menggunakan Bahasa Indonesia.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
Representasi Gerobak Sepeda Sebagai Alat Pengangkut Barang Bekas ali ramadhan
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bicycle cart as one of the tools used to help humans do their work. A carrier is a tool used to move objects to the desired place. By using a bicycle cart, humans can carry heavy loads from one place to another. Used goods are goods that are considered has been exhausted because it can not be used anymore so it will tend to be discarded by the owner.By using descriptive qualitative research method, this research is expected to represent bicycle cart as one of the tools used to transport used goods that can help scavengers in doing their work.In the eyes of scavengers, used goods still have value. So taken for re-sale. A scavenger uses a bicycle cart to be able to transport used goods in order to be resold but with a certain period until the cart is considered to be quite a lot of transport. So it takes time to collect used goods. So the bike cart can switch function as a second home for scavengers.
TINJAUAN PROSES DAN TEKNIK FLAMEWORKING PADA LIMBAH KACA Nuke Sylvia; Nur Lailiyah Mahmudah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kaca yang ada di lingkungan sekitar memerlukan penanganan dan pengolahan agar bisa didaur ulang. Dewasa ini, proses daur ulang limbah kaca dilakukan bukan hanya oleh industri-industri besar namun juga dilakukan oleh masyarakat menengah kebawah yang ada di Indonesia. Selain dapat mengurangi limbah, proses daur ulang pun mendatangkan keuntungan secara materi kepada para pengusaha yang mendaur ulang limbah kaca tersebut. Dalam Penelitian ini, akan dipaparkan bagaimana proses pengolahan daur ulang limbah kaca dengan teknik flameworking  sehingga limbah kaca menjadi sebuah produk yang bernilai jual.
ANALISIS MOTIF RAGAM HIAS BATIK JAWA TENGAH BERBASIS UNSUR VISUAL BENTUK DAN WARNA (Studi Kasus Batik Semarang dan Pekalongan) Pratiwi Kusumowardhani
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan kali ini merupakan hasil penelitian lanjutan dari serangkaian penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi dua unsur desain yaitu warna dan bentuk dari serangkaian penelitian ragam hias batik yang ada di pulau Jawa,  dengan  adanya  penelitian  lanjutan  ini  diharapkan  dapat  menjadi referensi bagi para desainer dalam mendesain  produk-produk  desain yang menjadi mengangkat nilai-nilai tradisi Indonesia (Batik) melalui motifnya. Dalam penulisan kali ini penulis mengangkat ragam hias batik Jawa Tengah. Ragam hias batik Jawa Tengah bersifat naturalis dan dipengaruhi berbagai kebudayaan diluar Jawa Tengah maupun asing. Warna-warna yang dipakai tampak lebih cerah bila dibandingkan  dengan daerah Jawa lainnya. Motif yang dihasilkan  banyak  terinsiparsi  dari alam. Ada dua wilayah  di mana perajin batik lebih banyak ditemukan yaitu Semarang dan Pekalongan. Dalam penulisan ini penulis mengidentifikasi unsur visual bentuk dan warna ragam hias Jawa Tengah dengan batasan dua wilayah tersebut. Metodelogi Desain Nate Burgon & Adam Kallis diadaptasi dalam penelitian ini, yaitu konsep divergen dan  konvergen, sampai menemukan detail masalah. Detail masalah yang dikembangkan  dengan  mengadaptasi  teori unsur visual oleh Marvin Bartel yaitu analisis unsur visual bentuk dan warna motif yang sering muncul sehingga menjadi identitas awal motif ragam hias Jawa Tengah. Sehingga luaran yang dihasilkan berupa kesimpulan bentuk dan warna dasar yang menjadi ciri khas motif Ragam Jawa Tengah dengan studi kasus batik Semarang dan Pekalongan.Katakunci: Jawa Tengah, motif, ragam hias, bentuk, warna
Evaluasi Pasca Huni Interior Kantor PT. Pupuk Indonesia Jakarta Tunjung Atmadi
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRuang kerja merupakan bagian dari interior sebuah kantor, dan diperlukan suatu tata kelola yang serius terkait ruangnya. Besaran ruang yang sesuai serta tata letak perabot terhadap sirkulasi pergerakan manusia, penerapan bahan pembentuk ruang yang tepat untuk ruang kerja yang memenuhi persyaratan keamanan, kenyamanan dan keindahan sehingga aktivitas didalam kantor dapat berjalan dengan lancar, aman dan menyenangkan.Penelitian ini mengkaji tentang evaluasi pasca huni dengan maksud untuk menilai perencanaan dan perancangan interiornya sesuai dengan lingkungan kerja yang telah selesai dibuat/telah dihuni, apakah kinerjanya telah sesuai dengan kebutuhan penghuninya.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengevaluasi ruang, tata letak furniture, sirkulasi dan material pembentuk ruang yang diterapkan di kantor PT. Pupuk Indonesia, berusaha memecahkan masalah berdasarkan penemuan yang didapat di lapangan secara obyektif, dengan menggunakan metode komparatis.Kata Kunci: evaluasi pasca huni, desain interior, unsur pembentuk ruang AbstractThe workspace is part of the interior of an office, and a serious governance is needed regarding the space. The appropriate size of the room and the layout of the furniture to the circulation of human movement, the application of appropriate space-forming materials for work space that meet the requirements of security, comfort and beauty so that activities in the office can run smoothly, safely and pleasantly.This study examines the post-habitation evaluation with the intent to assess the planning and interior design in accordance with the work environment that has been made / has been occupied, whether its performance has been in accordance with the needs of its inhabitants.Objectives to be achieved in this study is to evaluate the space, layout of furniture, circulation and material forming space applied in the office of PT. Fertilizer Indonesia, trying to solve problems based on the findings obtained in the field objectively, using comparative methods.Keywords: post-occupancy evaluation, interior design, spatial element
TEORI VITRUVIUS VS TEORI SIR HENRY WOTTON DALAM DESAIN PRODUK Hady Soedarwanto
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Masa berubah, dunia berubah dan manusia ikut berubah didalamnya. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Waktu pasti berubah selanjutnya tinggal duni dan manusia yang saling mempengaruhi untuk membuat perubahan. Manusia berfikir mengatasi keadaannya sehingga mampu merubah dunia, begitu juga sebaliknya dunia yang berubah memaksa manusia untuk berubah. Dalam ranah desain perubahan adalah sesuatu yang sangat penting, dimana desainer selalu dituntut untuk senantiasa melahirkan kebaruan. Dalam setiap bidang ilmu memiliki teori. Di bidang desain ada satu teori yang cukup tua dan bersifat mendasar yaitu Teori Vitruvius (15 SM). Vitruvius mengemukakan bahwa sebuah benda desain harus memenuhi syarat minimal yaitu Utilitas (Aspek Fungsi), Firmitas (Aspek Kekokohan dan system) serta Venustas (Aspek Keindahan). Hingga pada tahun 1626, Sir Henry Wotton mangemukakan sebuah teori yang berhubungan dengan Teori Vitruvius yang menyatakan bahwa bukan Utilitas – Firmitas – Venustas tetapi Commodity – Firmness – Delight. Namun demikian lahirnya sebuah teori bukanlah menandakan matinya teori pendahulunya, namun lebih kepada upaya menciptakan lebih banyak kemungkinan baru terutama untuk keperluan bermetode dan berstartegi dalam mendesain.Kata Kunci: vitruvius, sir henry wotton, utilitas, firmitas, venustas, commodity, firmness, delight  AbstractTimes change, the world changes and people change in it. The three things are related to each other. Time must change and then live the world and humans influence each other to make changes. Humans always think in order to overcome the situation so as to change the world, and vice versa, the changing world forces people to change. In the realm of design change is something that is very important, there designers are always required to always create novelty. In every field of science has a theory. In the field of design there is one theory that is quite old and fundamental is the Theory of Vitruvius (15 BC). Vitruvius argued that a design object must meet the minimum requirements of Utilitas (Aspect Function), Firmitas (Aspects of strength and system) and Venustas (Aspects of Beauty). Until in 1626, Sir Henry Wotton expressed a theory related to the Theory of Vitruvius. He states that it is not Utilitas - Firmitas - Venustas but Commodity - Firmness - Delight. However, the emergence of a theory is not a sign of the demise of the theory of its predecessor, but rather the attempt to create more new possibilities, especially for the purposes of applying methods and strategy in designing.Key Word: vitruvius, sir henry wotton, utilitas, firmitas, venustas, commodity, firmness, delight
TUBUH DIALOG: WACANA EKSPRESI GERAK TUBUH DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Rasul Rasul
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni lukis adalah media visual yang dapat mengkomunikasikan pengalaman estetik perupa kepada penikmat. Tujuan penting dari komunikasi melalui seni lukis adalah berbagi rasa antara perupa dan penikmat melalui bentuk artistik yang ditampilkan, sebagai media ekspresi yang menyangkut berbagai hal dalam kehidupan, antara lain sindiran, kritik, ataupun bentuk koreksi atau introspeksi diri. Perupa berusaha menghadirkan pemaknaan terhadap citra tubuh melalui karya lukis figuratif yang memiliki pose-pose tertentu. Pose-pose tersebut merupakan gambaran perilaku tubuh sebagai stimuli. Pose tubuh manusia dalam karya ini adalah sarana komunikasi antara perupa terhadap penikmat sebagai interaksi tubuh sosial.Tubuh dialog diwujudkan melalui pengolahan visual seni lukis figuratif, secara kebentukan berwujud penggambaran gerak tubuh manusia atau gesture sebagai refresentasi perilaku tubuh sosial. Tubuh manusia yang terdiri dari komposisi elemen bidang dan warna menggunakan cat minyak diatas kanvas dan dimaksudkan untuk mempengaruhi penikmatnya untuk berempati, merasakan sesuatu yang diinginkan senimannya. Dengan kata lain karya seni ini diciptakan dapat mengusik hati, dan menyampaikan ide dan gagasan kepada penikmatnya.Berdasarkan proses dan hasil yang tercipta diperoleh kesimpulan. Karya seni lukis menggunakan medium apapun adalah merupakan hasil kreasi, diawali ide yang dicerap indra, mengembangkan imajinasi, dan disajikan sebagai komunikasi nonverbal. Bentuk komunikasi perasaan yang diharapkan memengaruhi penikmat untuk meresapi citra karya. “Tubuh Dialog” bermaksud memancing empati melalui penggambaran imajinasi ekspresi-ekspresi figur, yang disajikan dan diharapkan berpengaruh terhadap rasa ingin tahu tentang bahasa tubuh, serta menggugah kesadaran keluhuran budi. Yaitu penggambaran perilaku manusia sebagai tubuh sosial agar menuju kearifan diri kita sebagai manusia. Karya dihadirkan berbentuk lukisan figuratif dengan pose ekspresi perilaku manusia.
PERANCANGAN BUKU INFORMASI TENTANG JAMU SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN WARISAN BUDAYA INDONESIA Yana Erlyana
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Tanaman dan tumbuh-tumbuhan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai bidang, di antaranya adalah kerajinan, kuliner, kosmetik, sampai pengobatan. Pemanfaatan paling intens pada tumbuh-tumbuhan adalah untuk bidang medis atau pengobatan. Dinyatakan dalam laporan Menkes bahwa Indonesia memiliki kurang lebih 7.000 spesies tanaman obat, 1.000 di antaranya telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Obat tradisional yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan ini akrab disebut sebagai jamu. Jamu merupakan aset bangsa yang harus terus dikembangkan karena jamu tidak hanya sebagai obat tradisional, juga sebagai warisan budaya yang menyentuh aspek ekonomi dan sosial.Penelitian ini akan dilakukan dengan studi kepustakaan mengenai Jamu dan teori yang terkait. Pengumpulan data juga dilakukan dengan observasi secara langsung di berbagai tempat yang menjadi sumber Jamu seperti Desa Sukoharjo, Jawa Tengah. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis akan merancang sebuah buku informasi tentang jamu, yang bertujuan untuk memberikan informasi serta menyajikan keanekaragaman jamu warisan budaya Indonesia yang di rancang dengan baik dari segi sisi desain komunikasi visual. Konsep visual buku informasi ini sederhana banyak memberikan ruang kosong/bagian putih aara terlihat clean dan modern. Didukung dengan ilustrasi  dan fotografi sehingga dapat menjadi nilai jual lebih dari buku. Dipadukan juga dengan ornament dalam bentuk vector yang merupakan stilasi bentuk untuk simbolisasi bagian dari tanaman. Perancangan buku informasi tentang jamu ini sebagai bentuk apresiasi anak bangsa terhadap warisan budaya Indonesia serta bertujuan meningkatkan minat generasi muda terhadap pelestarian jamu. Kata kunci:  
KAJIAN STRATEGI VISUAL PADA MEDIA PROMOSI MOTION GRAPHIC STASIUN PENYEDIA LISTRIK UMUM (SPLU) Rifki Aswan
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian strategi visual pada media promosi motion graphic stasiun penyedia listrik umum (SPLU) merupakan sebuah kajian yang dilakukan untuk mengungkap kegagalan strategi visual yang terjadi pada media promosi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. PT PLN meluncurkan motion graphic berjudul ‘PLN Disjaya SPLU’ pada tanggal 7 september 2016. Motion graphic ini tentunya bertujuan untuk mempromosikan fasilitas SPLU yang disediakan untuk masyarakat umum. Motion graphic ini diunggah pada sosial media youtube. Namun sampai pada November 2017 ini tercatat bahwa video ini baru ditonton sebanyak 378 viewer, dan 1 like, dan 0 dislike. Angka yang sangat rendah untuk sebuah tontonan yang telah tayang selama 1 tahun 2 bulan. Perbandingan jumlah like dengan viewer pun hanya 1 orang dari 378 viewer. Dengan berdasarkan perbandingan waktu, viewer dan likenya dapat dikatakan bahwa motion graphic ini gagal dalam mengkomunikasikan layanan fasilitas SPLU ke khalayak umum. Kegagalan fungsi motion graphic tersebut menjadi kasus yang mengherankan bagi penulis sendiri, mengingat bahwa secara tampilan visual dan materi yang ada dalam motion graphic ini tersusun dengan baik dan menarik. Untuk itu, kajian ini dilaksanakan untuk mencari tahu letak kesalahan dalam proses sosialisasinya. Dengan demikian, analisa terhadap strategi visual motion graphic ‘PLN Disjaya SPLU’ sangatlah dibutuhkan demi keberhasilan proses kampanye fasilitas SPLU yang disediakan pemerintah kedepannya.
SIMBOLISASI DAN IMPLEMENTASI PACCE (SOLIDARITAS) SEBAGAI ANALOGI REPRESENTASI KEBERSAMAAN DALAM MASYARAKAT BUGIS Irfandi Musnur
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua hal yang menjadi pegangan dalam adat istiadat masyarakat Bugis adalah siri’ na pesse’ (malu dan solidaritas) yang biasanya dalam bahasa Makassar siri’ na pacce. Makna yang terkandung dalam falsafah Bugis tersebut mengandung arti bagaimana Masyarakat Bugis menjunjung tinggi harga diri dan kebersamaan. Dari falsafah tersebut, Salah satu hal yang menarik bagi saya ungkapkan dalam penelitian ini adalah pesse (solidaritas) yang merupakan nilai kebersamaan. Ungkapan Pesse’ dalam masyarakat Bugis merupakan analogi simbolik yang berarti kesamaan rasa (solidaitas) sebagai pegangan dalam setiap tindakan,  baik itu tutur kata, bekerja, maupun dalam membentuk pemerintahan. Salah satu aktualisasi pesse (kebersamaan) Bugis yang kuat dapat dilihat pada tindakan interaksi mereka baik kerjasama maupun berbahasa.Dalam penelitian ini mencoba mengungkap bagaimana analogi pesse (pacce) atau “rasa pedas” menjadi simbol dan analogi sebagai prinsip suku Bugis dalam bertindak. Tidak hanya melihat bagaimana simbolisasi tesebut, namun juga mengungkap bagaiman implementasi simbolisasi pesse dalam setiap interaksinya.
PSIKOANALISIS PADA VISUALISASI KARYA PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN DI UNIT INFORMASI LAYANAN SOSIAL MERUYA Nina Maftukha
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2018.v5i2.010

Abstract

Gambar merupakan karya seni yang memiliki posisi peran dalam masyarakat saat ini. Tidak hanya sebagai tujuan hiburan, pendidikan atau komunikasi, film ini juga bisa mencerminkan semua aspek dalam hidup nyata manusia. Penelitian ini merupakan upaya untuk menganalisis gambar yang menggunakan metode interpretasi psikoanalisis dengan pendekatan bahasa rupa. Metode ini akan menganggap mimpi dan pemimpi posisi dalam gambar. Langkah-langkah ini menemukan hubungan antara pengalaman masa lalu dengan karya terakhir sebagai akibat dari identifikasi masa lalu. Kombinasi teori Visualisasi gambar atau karya dan metode intrepretation psikoanalisis akan memperdalam pemahaman kita terhadap Makna yang terkandung dalam karya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10