cover
Contact Name
Ali Ramadhan
Contact Email
ali.ramadhan@mercubuana.ac.id
Phone
+6285813007765
Journal Mail Official
jurnal.narada@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Gedung E Lantai 4 Jl. Raya Meruya Selatan no.1, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Narada : Jurnal Desain dan Seni
ISSN : 24775134     EISSN : 26215233     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/narada
Core Subject : Art,
Narada: Jurnal Desain dan Seni diterbitkan oleh Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana. Jurnal ini merupakan sarana untuk mempublikasikan tulisan ilmiah berupa hasil penelitian, hasil pemikiran (gagasan konseptual), serta hasil perancangan karya desain dan seni terapan (Applied Art) dalam ruang lingkup bidang desain dan seni rupa yang mencakup desain interior, desain produk, desain fashion, desain multimedia, desain komunikasi visual, fotografi, HAKI Desain, Hak Cipta Desain serta bidang perluasan yang ditujukan untuk mengembangkan bidang ilmu tersebut. Narada: Jurnal Desain dan Seni terbit sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan April, September, dan Desember. NARADA Jurnal Desain dan Seni menerima artikel yang ditulis menggunakan Bahasa Indonesia.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2018)" : 9 Documents clear
WORKSHOP PEMBUATAN DREAMBOARD KREATIF SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI TENTANG IMPIAN PROFESI MASA DEPAN PADA SISWA SDN DI RPTRA SUGRIWA RAWA BUAYA Novena Ulita
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengangkat permasalahan berkenaan tentang pengetahuan dan wawasan siswa berkenaan kaitan sekolah dengan profesi dimasa datang. Melalui kegiatan yang dilakukan pada siswa SDN di RPTRA Sugriwa Rawa Buaya, sedapatnya menjadi salah satu studi kasus menjadi solusi pada permasalahan para siswa memilih profesi pilihannya. Dengan adanya kegiatan ini siswa dapat lebih termotivasi menjalani studinya karena dalam upaya ingin mencapai profesi pilihannya.  Kegiatan ini dikemas dengan interaktif yang menggunakan pendekatan bidang ilmu desain komunikasi visual dalam menyampaikan pengetahuan dan wawasan berbagai jenis profesi kepada para siswa dengan bahasa-bahasa visual yang digambarkan pada media papan mimpi. Dengan visualisasi bahasa visual tersebut menjadi  simbol yang mudah diingat dan bertahan lama dalam memori jangka panjang para siswa.Para siswa SDN RPTRA Sugriwa Rawa Buaya sangat antusias mengikuti dan selama kegiatan para siswa di damping oleh mahasiswa, guru pendamping, orangtua, dan dosen pendamping. Guru pendamping dan orangtua memberikan respon positif terhadap kegiatan papan mimpi tentang impian profesi masa depan pilihan siswa. 
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER NARASI TUBUH PEREMPUAN JAWA MELALUI PENDEKATAN SENI BUDAYA Hanif Zuhana Rahmawati
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya film dokumenter Narasi Tubuh Perempuan Jawa menceritakan tentang perjalanan karir seorang perempuan Jawa masa kini yang mandiri dan memiliki dedikasi tinggi dibidang ilmu pengetahuan, seni, dan batik. Melalui spirit batik film ini menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk selalu semangat berkarya, bercita-cita tinggi dan bangga dengan budaya lokal yang dimilikinya. Penyutradaraan film dokumenter ini menggunakan pendekatan performatif dan puitik dari sisi narasumber dan sutradara. Semoga dengan dihadirkannya film ini dapat memberikan inspirasi positif bagi generasi muda di Indonesia utk terus mencintai bangsanya dan warisan budaya yang melekat didalamnya.
KAJIAN RAGAM HIAS NAGA SEBA PADA BATIK CIREBON Waridah Muthiah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagai daerah yang berkembang dari perdagangan dan terletak di kawasan pesisir pantai utara Jawa, Cirebon secara historis memiliki banyak interaksi dengan beragam kebudayaan luar, Tiongkok, India, Persia, Arab, Eropa, Melayu, hingga Jawa. Batik, sebagai sebuah produk budaya yang bersifat visual, mencerminkan interaksi dan pengaruh dari berbagai kebudayaan tersebut. Dalam khasanah batik Cirebon, hal ini dapat dilihat pada motif-motif batik keraton seperti Mega Mendung, Wadasan, Paksi Naga Liman, Singa Payung, Macan Ali, dan Naga Seba. Kebanyakan motif tersebut menampakkan pengaruh Cina. Namun, ada pengecualian pada motif-motif hewan, salah satunya Naga Seba. Alih-alih menampakkan bentuk naga Cina, motif ini justru menampakkan ciri yang tidak terdapat pada penggambaran tradisional liong, yakni dengan keberadaan mahkota dan sepasang sayap burung. Dengan sendirinya, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruh kebudayan-kebudayaan tersebut dalam perwujudan naga secara visual, dikaitkan dengan historis dan budaya, yakni mengenai filosofi, makna, dan kedudukan motif tersebut bagi keraton Cirebon pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi unsur visual, karakter, dan gaya desain elemen-elemen pembentuk motif Naga Seba, untuk kemudian mencari pengaruh yang membentuk perwujudan visual tersebut. Hal ini dilakukan melalui penelitian yang bersifat kualitatif, dengan teknik deskriptif dan komparatif. Penelitian hanya dilakukan pada motif Naga Seba keraton. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi salah satu contoh dan gambaran yang melengkapi kajian mengenai kaitan antara interaksi budaya dan pembentukan produk budaya tradisional. Kata Kunci: Naga Seba, Cirebon, ragam hias. AbstractAs a region that developed from trade and located in the north coast of Java, historically, Cirebon has many interactions with foreign cultures, specifically with Chinese, India, Persia, Arab, Europe, Malay, and Javanese culture. Batik, as a cultural product, reflects foreign influences as a result of these interactions. Exemplifications for such influences in court batik patterns are Mega Mendung, Wadasan, Paksi Naga Liman, Singa Payung, Macan Ali, and Naga Seba. Majority of these motives show Chinese influence, except in animal motives such as Naga Seba. Instead of Chinese dragon, this motive shows characteristics which cannot be found in traditional depiction of liong, that is the presence of crown and a pair of bird’s wing. This depiction raises a question about the influence of these foreign cultures in the visual representation of dragon, related with historical and cultural value, specifically about its philosophical meaning and value for Cirebon’s court and people. This research is aimed to identify visual elements, characteristics, and design style of Naga Seba pattern in Cirebon court’s batik, in order to find foreign influence in its representation. This is conducted by performing qualitative research with descriptive and comparative methods. Hopefully, this research can contribute to the study of the connection between cultural interaction and the formation of traditional product.     Keywords: Naga Seba, Cirebon, ornaments
TINJAUAN MATERIAL DAN BENTUK RAGAM JENIS PRODUK BANTAL LEHER DI JABODETABEK Dena Anggita
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bantal telah dimulai sejak jutaan tahun yang lalu dengan menggunakan benda mati seperti kayu atau batu yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal. Bantal adalah sebuah benda yang digunakan sebagai alas kepala, alas duduk, atau sandaran punggung yang dijahit menyerupai bentukkarung lalu diisi dengan kapuk, kapas, atau bahan lainnya. Kebutuhan manusia akan bantal pun meningkat seiring dengan perkembangan teknologi berbagai macam bantal mulai bermunculan hingga bantal dapat di klasifikasikan sesuai dengan fungsinya. Tiga jenis bantal utama yaitu bantal tidur, bantal ortopedi dan bantal dekoratif. Bantal leher termasuk ke dalam bantal ortopedi. Bantal leher adalah adalah bantal yang mempunyai bentuk menyerupai tapal kuda atau huruf U yang biasa digunakan sebagai penyangga leher agar tetap nyaman. Saat ini bantal leher yang beredar di masyarakat sangatlah beragam, mulai dari keberagaman bentuk, penggunaan material, dan penambahan fungsi lainya yang bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi penggunanya. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisa desain produk bantal leher mulai dari bentuk, material, serta fungsinya. Sampel analisa produk yang diambil adalah 10 buah bantal leher. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara observasi, literatur, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukan bahwa bentuk dan material dari bantal leher sangat berpengaruh terhadap penggunanya dan pengguna akan memilih bantal yang membuatnya merasa nyaman.
EKSPLORASI MOTIF DAN RAJUTAN KAIN BOTI NTT UNTUK DITERAPKAN PADA ANYAMAN ROTAN Hady Soedarwanto
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesain adalah ranah ilmu yang dapat mengubah bahan baku menjadi benda yang memiliki penambah nilai (adding value). Adding value dapat berupa fungsi atau nilai ekonomis dari sebuah benda. Adding Value berupa fungsi berarti membuat bahan baku jadi memiliki fungsi yang dapat membantu manusia beraktifitas, sedangkan adding value yang menambah nilai ekonomis berarti membuat bahan baku dapat bernilai lebih mahal dari pada bahan bakunya. Pendekatan produk dari sudut pandang trend dicurigai memiliki hubungan dengan adding values secara ekonomis. Dalam upaya memperoleh nilai tambah tersebut maka peneliti mencoba memperluas ekplorasi ide dengan merambah ke produk kain terutama kain yang merupakan produk Nusantara, salah satunya kain Boti yang merupakan kain khas Nusa Tenggara Timur. Industri kerajinan kain yang ada di Nusantara kaya akan teknik dan motif yang dapat menjadi sumber inspirasi baru pada industri anyaman rotan. Untuk mewujudkannya perlu dimulai dengan merumuskan kebutuhan-kebutuhan baru, cara-cara baru dan sudut pandang baru yang dalam hal ini dimulai dengan cara meng-hybrid dua desain yang berbeda untuk menghasilkan kebaruan. Kali ini peneliti meninjau motif dan rajutan yang biasanya digunakan pada material kain tenun untuk diterapkan pada anyaman rotan dengan judul penelitian Eksplorasi Motif Dan Rajutan Kain Boti Khas Nusa Tenggara Timur Untuk Diterapkan Pada Anyaman Rotan. Hal ini dilakukan untuk memunculkan estetika baru dan menambah khasanah anyaman rotan. Motif dan rajutan yang dipilih berasal dari kain Boti yang merupakan kainkhas Nusa Tenggara Timur, sebagai salah satu kekayaan budaya lokal Nusantara. Dalam penelitian ini akan berisi dengan aktifitas meninjau motif dan jenis tenunan kain Boti, mempelajari karakternya, menerapkannya kedalam material rotan dan mewujudkannya dalam bentuk desain tas untuk wanita.ABSTRACTDesign is the realm of science that can transform raw materials into objects that have adding values. Adding values can be present in the form of function or economic value of an object. Adding Values in the form of function means making raw materials to have a function that can help humans activities. Then adding value that adds economic value means making raw materials can be worth more expensive than the raw material. The product approach from the trend's point of view is suspected of having a relationship with economic adding values. In an effort to get the added value, the researcher tries to expand the exploration of ideas by penetrating into fabrics products, especially woven fabrics which is the product of archipelago, one of them is Boti which is typical cloth of East Nusa Tenggara. Industrial fabric crafts in the archipelago rich in techniques and motifs that can be a new source of inspiration in the rattan weaving industry. To make it happen, we can by formulating new needs, new methods and new perspectives, which in this case begins by hybriding two different designs to produce newness. This time the researchers review the motifs and knits that are usually used on woven fabrics to be applied to wicker rattan. The selected motifs and knits are derived from woven fabrics Boti which is the cloth of  Nusa Tenggara Timur, as one of the local cultural treasures of Nusantara. In this research will contain the activity of reviewing motifs and types of Boti woven fabric, studying its character, apply it into rattan material and make it happen in the form of bag design for women.
PERANCANGAN APLIKASI INFORMASI MULTIMEDIA TANAMAN BUAH KEBUN RAYA BOGOR DENGAN AUGMENTED REALITY Pillar Hadi
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun Raya Bogor adalah salah satu tempat wisata botani, Selain sebagai tempat untuk mempelajari atau mendalami ilmu pengetahuan alam, Kebun Raya Indonesia merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap konservasi ex-situ flora asli Indonesia mempunyai perananpenting dalam mempertahankan dan mengembangkan potensi tanaman buah yang ada. Terdapat tidak kurang dari 102 jenis tanaman buah. Media informasi yang terletak pada area perkebunan sudah tersedia namun untuk mencari informasi lebih lengkap tentang tumbuhan atau tanaman buah tersebut,pengunjung tidak bisa mendapatkannya secara langsung. Kurang lengkapnya informasi yang lebih detail pada area koleksi Kebun Raya Bogor membuat pengunjung tidak mengetahui manfaat lebih daritubuhan tersebut. Pengungjung harus mencari sendiri di perpustakaan atau informasi dari internet. Tanaman buah mempunyai rentang waktu dalam berbuah, pengujung akan sulit membayangkan jika pohon nya sedang tidak berbuah. Informasi lebih detail seperti ukuran, daun, bunga, buah secaramendetail tidak didapatkan di lokasi tumbuhan tersebut. karena media informasi yang ada hanya memaparkan informasi umum. Informasi multimedia dengan menerapkan teknologi augmented reality dapat menjadi solusi. Perancangan multimedia informasi ini mengunakan Metode Interactive Multimedia System Design Development (IMSDD) dengan penekanan bidang keilmuan desain antarmuka pengguna. Multimedia Informasi dengan memanfaatkan Augmented reality sebagai simulasi dari objek buah dapat memberikan informasi yang lengkap sesuai kebutuhan pengunjung. Informasi multimedia nantinya akan memanfaatkan aplikasi mobile sehingga pengunjung dapat melihat informasitersebut pada lokasi tubuhan buah dikebun yang sangat luas.
POLA DASAR DAN MAKNA MOTIF UKIRAN RUMAH GADANG KOTO SANI KECAMATAN X KOTO SINGKARAK SUMATERA BARAT Siti Aisyah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diangkat dari permasalahan minimnya pengetahuan masyarakat Minang tentang pola-pola motif ukiran dan makna yang terkandung pada motif ukiran rumah gadang Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola-pola dasar yang terdapat rumah gadang Koto Sani dan makna yang terkandung pada rumah gadang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Hasil dari penelitian adalah terdapat enam pola dasar pada rumah gadang Koto Sani X Koto Singkarak diantara: motif ukiran aka cino (akar cina), motif ukiran saik ajik atau saik galamai (potongan dodol), motif ukiran ramo-ramo sikumbang janti (kupu-kupu sikumbang janti), motif ukiran kalalawa bagayuik (kelelawar bergantung), motif ukiran siriah gadang (sirih besar), motif ukiran paruah anggang (paruh anggang). Dan makna motif ukir akar cina yaitu ulet serta tangguh dalam menghadapi kehidupan, motif ukiran saik ajik memiliki makna kehati-hatian dalam bertindak, motif ukiran kupu-kupu sikumbang janti mengandung makna bermanfaat untuk orang lain. Selanjutnya makna motif ukiran kelelawar bergantung juga memiliki manfaat untuk orang lain. Selanjutnya makna motif ukiran sirih besar yaitu persatuan yang erat di tengah masyarakat.
KAJIAN ESTETIK PENGOLAHAN KAIN GRINGSING SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF PADA ROSEMOON BOUTIQUE HOTEL BALI Chandrarezky Permatasari
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan semakin meningkatnya  pariwisata di daerah Bali melahirkan banyak berkembangnya property bisnis perhotelan.Salah satunya pembangunan Rosemoon Boutique Hotel Bali yang masih dalam tahap perencanaan Interior.Kajian Estetika Pengolahan Kain Gringsing sebagai elemen dekoratif pada Perencanaan desain Rosemoon Boutique Hotel bali merupakan penelitian yang membahas tentang penerapan estetika motif kain gringsing yang bertujuan bagaimana penerapan motif tenun gringsing baik dari sisi motif , fungsi maupun arti simbolik ditransformasikan implementasinya pengolahan motif kain gringsing   pada  berbagai elemen dekoratif perencanaan interior Rosemoon Boutique Hotel Bali . Penerapan transformasi bentuk motif harus melalui pendekatan estetis sesuai dengan kaedah estetika desain. Dari hasil penelitian ini sesuai dengan kaedah perencanaan desain interior yang menyatakan bahwa keindahan memiliki tiga unsur, yaitu komposisi,proporsi dan warna pada material.   
POTENSI BUDAYA RUPA KAMPUNG ADAT CIKONDANG KABUPATEN BANDUNG SEBAGAI SUMBER ETNOPEDAGOGI KARAKTER MASYARAKAT Nia Emilda
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCikondang merupakan salah satu kampung adat di Provinsi Jawa Barat yang sudah ada sejak sekitar 200 tahun yang lalu, namun sekarang hanya  menyisakan satu rumah, yang saat ini disebut sebagai Rumah Adat Cikondang. Rumah Adat Cikondang merupakan budaya rupa yang paling menonjol  di Kampung Adat Cikondang memiliki nilai filosofis dan pedagogis.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan secara komprehensif tentang proses etnopedagogi melalui nilai-nilai filosofis dan pedagogis Rumah Adat Cikondang.ABSTRACTCikondang as a traditional village in west Java that existed since 200 years ago, but now there is only one house left in Cikondang, as we called as “Rumah Adat Cikondang”. It is the most prominent visual culture in Cikondang which had philosophy and pedagogy values. This research employs qualitative approach and case-study method. It is aimed to obtain a comprehensive description of ethnopedagogy through philosophy and pedagogy values of Rumah Adat Cikondang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9