cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN MENJADI PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI WILAYAH PUSKESMAS KEMBANG SERI BENGKULU TENGAH Vike Pebri Giena; Nikki Sulastry; Buyung Keraman
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.39-52

Abstract

The Factors Associated with Participation of Being Member of National Health Insurance in Working Area of Kembang Seri Public Health Center      Bengkulu TengahABSTRAKJaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Wilayah Puskesmas Kembang Seri Bengkulu Tengah. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga yang berada di wilayah Puskesmas Kembang Seri sebanyak 8436 orang. Sampel diambil menggunakan teknik Accidental Sampling berdasarakan kriteria inklusi dan eksklusi besar sampel 96 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan uji Contingency Coefficient. Hasil uji penelitian ini didapatkan 80 orang (83,3%) ikut serta dalam JKN, 16 orang (16,7%) tidak ikut serta dalam JKN, ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional dengan keeratan sedang. Ada hubungan antara pengetahuan dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional dengan keeratan sedang. Ada hubungan pekerjaan dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional dengan keeratan sedang. Ada hubungan pendapatan dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional dengan  keeratan lemah. Diharapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk meningkatkan pengawasan dan kerjasama dengan pihak Puskesmas guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kata Kunci : JKN, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, tingkat pendidikan ABSTRACTNational Health Insurance (JKN) is part of the Social Security System National (SJSN) organized by the Social Security Organizing Agency (BPJS) with the goal of meeting the basic needs of proper public health given to each people who have paid contributions or whose contributions have been paid by the Government.  The aim of this study was to determine factors associated with participation of being member of Nasional Health Insurance in Area of Puskesmas Kembang Seri Bengkulu Tengah. This study used Cross Sectional design. Populasi in this study were all residents in Area of Puskesmas Kembang Seri with the amount of 8436 people. Sampling technique in this study used Accidental Sampling base on inclusion and exclusion criteria with the amount samples of 96 people. Data analysis in this study used univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square test and Contingency Coefficient test. The results of this study found 80 people (83,3%) participated in JKN, 16 people (16,7%) did not participated in JKN, there is significant relationship between education level with participation of being member of Nasional Health Insurance with moderate category relationship. There is significant relationship between knowledge with participation of being member of Nasional Health Insurance with moderate category relationship. There is significant relationship between occupations with participation of being member of Nasional Health Insurance with moderate category relationship. There is significant relationship between incomes with participation of being member of Nasional Health Insurance with weak category relationship. It is expected that the Social Security Organizing Agency (BPJS) will increase supervision and collaboration with the Puskesmas to increase public knowledge about the National Health Insurance (JKN). Keywords: education level, income, JKN, knowledge, occupation
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN DISMINORE PADA SISWI SMP KELAS 2 DI SMPN 57 KECAMATAN PINANG RAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA Yulita Elvira Silviani; Ersa Pravitasari MS; Buyung Keraman
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.89-99

Abstract

The Relationship between Age of  Menarche and Nutritional Status with Disminore Events on Junior High School Grade 1 Students at SMPN 57, Pinang Raya District, North Bengkulu RegencyABSTRAKSebagian wanita mendapatkan menstruasi tanpa keluhan, namun tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan menstruasi disertai keluhan sehingga mengakibatkan rasa ketidaknyamanan berupa dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia menarche dan status gizi terhadap kejadian disminore pada siswi SMP kelas 2 di SMPN 57 Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 16-30 Juli 2018 di SMPN 57 Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara. Desain peneitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan cara Total Sampling, total seluruh populasi 37 orang. Teknik pengambilan data adalah data primer dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder. Teknik analisis data adalah data Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Hasil penelitian dari 37 responden, terdapat 123 orang (62,2%)  dengan usia menarche 11-14 tahun, 23 orang (62,2%) dengan status gizi kurus, dan 16 orang (43,2%) nyeri ringan saat menstruasi. Tidak ada hubungan usia menarche dengan kejadian dismonire pada Siswi SMP kelas 2 di SMPN 57 Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara. Ada hubungan status gizi dengan kejadian disminore pada Siswi SMPN kelas 2 di SMPN 57 Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara.  Kata Kunci: usia menarche, status gizi, disminore ABSTRACTSome women get menstruation without complaints, but not a few of them get menstruation accompanied by complaints resulting in a feeling of discomfort in the form of dysmenorrhea. This study aimed to determine the relationship of age of menarche and nutritional status to disminore events in junior high school students in grade 2 at SMPN 57 Pinang Raya subdistrict, Bengkulu Utara Regency. This research was conducted on 16-30 July 2018 at SMPN 57 Pinang Raya District, Bengkulu  Utara Regency. The research design used in this study was an Analytical Survey with a Cross Sectional approach. Sampling by Total Sampling, the total population of 37 people. Data collection techniques were primary data using questionnaires and secondary data. Data analysis techniques were Univariate Analysis and Bivariate Analysis data. The results of the study : of 37 respondents there was 23 people (62.2%) with menarche age 11-14 years, 23 people (62.2%) with underweight nutritional status, and 16 people (43.2%) had mild pain during menstruation. There was no relationship between age of menarche with incidence of dismonire in High School Students in grade 2 at SMPN 57, Pinang Raya District, Bengkulu Utara Regency. There was a relationship between nutritional status with the incidence of disminore in High School Students in Grade 2 at SMPN 57, Pinang Raya District, Bengkulu Utara Regency Keywords: age of menarche, disminore, nutritional status
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL Ruri Maiseptya Sari; Leni Andriani; Buyung Keraman
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.1-10

Abstract

The Relationship between Level of Education and Knowledge with  Participation of  Usage of  Long-Term Contraception (MKJP)                          in  Working Area of  Jembatan Kecil Public Health CenterABSTRAKKontrasepsi MKJP merupakan kontrasepsi yang dianjurkan dalam program KB pemerintah karena terbukti lebih efisien dan efektif dengan biaya, tingkat kegagalan, efek samping dan komplikasi yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan keikutsertaan penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil. Jenis penelitian ini adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil pada bulan Juli-Agustus 2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling sebanyak 39 akseptor. Penelitian ini menggunakan data primer data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square (c2) dan Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian didapatkan dari 39 akseptor KB, terdapat 27 akseptor (69,2%) tidak menggunakan alat kontrasepsi MKJP, 16 akseptor (41,0%) berpendidikan dasar, 18 akseptor (46,2%) berpengetahuan cukup. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan keikutsertaan penggunaan kontrasepsi MKJP di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil dengan kategori hubungan sedang dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keikutsertaan penggunaan MKJP di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan bagi akseptor KB tentang alat kontrasepsi yang sesuai dan efektif dalam menjarangkan kehamilan dengan melakukan penyuluhan, membagikan leaflet, poster, dan buku. Kata Kunci:    MKJP, pendidikan, pengetahuan ABSTRACT Long-term contraception (MKJP) is a contraception recommended in government family planning programs because it is proven to be more efficient and effective with lower costs, failure rates, side effects and complications. This study aims to study the relationship between education level and knowledge with the participation of  MKJP usage in working area of Jembatan Kecil Public Health Center. The type of this research was Analytical Survey and the design was Cross Sectional. The population of  this study was all active family planning acceptors in working area of Jembatan Kecil Public Health Center in July-August 2018. The Sampling technique in this study was Accidental Sampling. The sample total was 39 acceptors. This study used primary and secondary data. Data analysis was done by univariate and bivariate analyses with Chi-Square Test (c2) and Contingency Coefficient (C). The results were obtained : of 39 family planning acceptors, 27 acceptors (69.2%) did not use MKJP contraception, 16 acceptors (41.0%) had basic education, and 18 acceptors (46.2%) had sufficient knowledge. There was a significant relationship between the level of education with the  MKJP usage in working area of Jembatan Kecil Public Health Center with the medium relationship category, there was a significant correlation between knowledge with the MKJP usage in working area of Jembatan Kecil Public Health Center with the medium relationship category. It was expected that health workers can provide health education for family planning acceptors about appropriate and effective contraceptives in spacing pregnancies by conducting counseling, distributing leaflets, posters and books. Keywords: education, knowledge, MKJP
PENGARUH REBUSAN BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH (HIPERTENSI) PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUKESMAS SUKAMERINDU BENGKULU Vellyza Colin; Buyung Keraman; Evan Aditya Pratama
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.53-60

Abstract

The Effect of Rosella Stew to Decreasing of Blood Pressure (Hypertension) in Patients at Working Area of  Sukamerindu Public Health Center BengkuluABSTRAKPengaruh rebusan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah (Hipertensi) pada pasien diwilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Bengkulu. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rebusan bunga rosella digunakan untuk menurunkan tekanan darah oleh sebagian masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantiatif dengan desain pra exsprimental. Populasi dalam penelitian ini pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu pada bulan Januari-Desember 2018 sebanyak 52 orang dewasa yang terkena hipertensi. Teknik pengambilan sample dengan total sampling dengan kriteria inkulasi dan ekslusi sehingga sample yang diambil 30 orang yang memenuhi kriteria dalam pemberian rebusan bunga rosella dan 22 orang yang tidak memenuhi kriteria dalam pemberian bunga rosella untuk penurunan tekanan darah hipertensi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan melihat cacatan dokumentasi di Poli Umum Di Puskesmas Sukamerindu Bengkulu.Hasil penelitian didapatkan: uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test Hasil tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan didapatkan nilai  Z = -4,293 dengan p=value=0,0000,05 berarti signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Ada pengaruh pemberian rebusan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada pasien diwilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Hasil tekanan darah diastol sebelum dan sesudah perlakuam didapatkan nilai  Z = -3,075 dengan p=value=0,0020,05 berarti signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Ada pengaruh pemberian rebusan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada pasien diwilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Kata Kunci : hipertensi,  tekanan darah, rebusan rosella ABSTRACT Effect of rosella stew on blood pressure (hypertension) reduction in patients in the Pukesmas area Sukamerindu Bengkulu. Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic of more than 90 mmHg. This study discusses the benefits of rosella stew used for reducing blood pressure by most people. This research is a quantitative research with pre-exemplary design. The population in this study were hypertensive patients seeking treatment at the Sukamerindu Public Health Center in Bengkulu City in January-December 2018 as many as 52 adults affected by hypertension. Sampling technique with total sampling with inclusion and exclusion criteria so that the samples taken were 30 people who met the criteria in the provision of rosella stew and 22 people who did not meet the criteria for rosella stew for decreasing hypertension. Data collection in this study uses secondary data by looked at documentation records at Puskesmas Sukamerindu Bengkulu.The results of this study showed: Wilcoxon Sign Rank Test statistical test Results of systolic blood pressure before and after treatment obtained a value of Z = -4.293 with p = value = 0.000 0.05 means significant, then Ho is rejected and Ha is accepted. So there is Effect of rosella stew to Decreasing of blood pressure (hypertension) in patients at area of Pukesmas Sukamerindu Bengkulu. The results of diastolic blood pressure before and after the treatment showed that the value of Z = -3.075 with p = value = 0.002 0.05 means significant, then Ho was rejected and Ha was accepted. So there is Effect of rosella stew to Decreasing of blood pressure (hypertension) in patients at area of Pukesmas Sukamerindu Bengkulu. Keywords: blood pressure, hypertension, rosella stew
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA PASIEN POST SECTIO SECARIA DI RS RAFFLESIA BENGKULU Yeni Eliyanti; Ema Herawati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.11-20

Abstract

The Influence of Oxytocosine Materials to Exclusive  Breastfeeding Production of  Patient Post Sectio Caesarea in Rafflesia Hospital BengkuluABSTRAKASI merupakan makanan bayi yang kompleks dengan standar emas, yang mengandung zat gizi paling tepat, lengkap, dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Masalah dalam penelitian ini adalah banyak ibu yang mengeluh ASI nya tidak lancar keluar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi asi ibu post sectio caesarea Di RSUD Kepahiang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest. Populasi sebanyak 187 ibu dan pengambilan sampel dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 15 ibu. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan data primer. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan metode statistik paired t test pada taraf signifikansi 0,05. Produksi ASI pasien post SC sebelum pijat oksitosin dengan nilai mean 16,80 Produksi ASI pasien post SC setelah pijat oksitosin dengan nilai mean 37,0. Ada adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pasien post sectio caesarea di RSUD Kepahiang dengan p value = 0,000. Agar Petugas kesehatan khususnya Bidan selalu mempromosikan manfaat ASI dengan cara memberikan pelatihan atau mengajarkan kepada keluarga ibu postpartum teknik melakukan pijat oksitosin yang sangat banyak manfaatnya dalam pemberian ASI ekslusif. Kata Kunci :  pijat oksitosin, produksi ASI, pasien post SC ABSTRACTBreast milk is a complex baby with a gold standard, which contains the most appropriate nutrients, complete, and always adjust to the needs of the baby at any time. The problem in this study was that many mothers who complain that her milk was not smooth out. The purpose of this research was to learn the effect of oxytocin massage on the production of mother ASI post sectio caesarea in RSUD Kepahiang. The research design used was one group pretest posttest. The population of 187 mothers and sampling with total sampling technique that was as many as 15 mothers. The type of data used in the study was primary data. Data analysis in this study used univariate and bivariate data analysis with paired t test statistic at significance level 0,05. Breastfeeding production of post-SC patients before oxytocin massage with a mean value of 16.80. Breastmilk production of post-SC patients after oxytocin massage with a mean of 37.0. There was an effect of oxytocin massage on the production of post-sectio caesarea patients in RSUD Kepahiang with p value 0.000. In order for health officers, especially Midwives always promote the benefits of breastfeeding by providing training or teaching to the family of postpartum mothers techniques to massage the oxytocin is very much useful in exclusive breastfeeding. Keywords:  breast feeding milk production, oxytocyn massage, post SC patients
HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLETUS DI RS Dr. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS Metha Fahriani; Yuni Ramadhaniati; Aulia Oktarina
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.61-69

Abstract

The Relationship between the Age of Pregnant Women and Parity with         The Incomplete Abortion in Dr. Sobirin Hospital Musi Rawas District ABSTRAKAbortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian janin pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan usia ibu hamil dan paritas dengan kejadian abortus inkompletus di RS Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil usia kehamilan 20 minggu sebanyak 232 ibu. Pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling, yaitu sebanyak 76 ibu. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (c2). Hasil analisis didapatkan 48 ibu (63,2%) tidak mengalami abortus inkompletus, 43 ibu (56,4%) berusia 20-35 tahun, dan 4 ibu (63,2%) dengan paritas primipara atau grandemultipara. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian abortus inkompletus dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian abortus inkompletus. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan konseling, informasi, edukasi mengenai kontrasepsi bagi ibu dengan umur 35 tahun dan kesehatan reproduksi pada remaja 20 tahun untuk mencegah terjadinya kejadian abortus inkomplit Kata Kunci`: abortus inkompletus, paritas, usia ibu hamil ABSTRACTIncomplete abortion is the expenditure of a portion of the fetus in pregnancy before 20 weeks with still remaining left in the uterus. The purpose of this study was to study the relationship between the age of pregnant women and parity with the incidence of incomplete abortion in Dr. Hospital Sobirin Musi Rawas Regency. This study used a Cross Sectional design. The population in this study was all pregnant women aged 20 weeks gestation as many as 232 mothers. Sampling using Systematic Random Sampling, as many as 76 mothers. The type of data used was secondary data. Data analysis techniques were performed by univariate and bivariate analysis using the Chi-Square statistical test (c2). The analysis found 48 mothers (63.2%) did not experience incomplete abortion, 43 mothers (56.4%) aged 20-35 years, and 4 mothers (63.2%) with primipara or grandemultipara parity. There was no significant relationship between age and the incidence of incomplete abortion and there was no significant relationship between parity and the incidence of incomplete abortion. It was expected that health workers can provide counseling, information, education about contraception for women 35 years old and reproductive health in adolescents 20 years to prevent the occurrence of incomplete abortion.Keywords: age of pregnant women, incomplete abortion, parity
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SUMBER INFORMASI DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV/ AIDS PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI PURWODADI KABUPATEN MUSI RAWAS Dewi Aprilia Ningsih I; Sanisahhuri Sanisahhuri; Dewi Agustin
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.21-29

Abstract

The Relationship between Knowledge and Information Sources with Preventive Measures for the Transmission of HIV / AIDS in Class XI Students of Purwodadi State High School Musi Rawas DistrictABSTRAKPencegahan penularan HIV AIDS merupakan segala upaya dan kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dan sumber informasi dengan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Penelitian telah dilakukan di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas pada tanggal 25 – 31 Juli tahun 2018. Jenis penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Proportional Stratified Random Sampling yaitu sebanyak 68 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (c2) melalui program SPSS, untuk mengetahui keeratan hubungan dengan menggunakan Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian: dari 68 siswa SMA terdapat 46 siswa (67,6%) yang memiliki pengetahuan baik, 45 siswa (66,2%) yang memiliki banyak sumber informasi, 59 siswa (86,8%) yang melakukan tindakan pencegahan. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri Purwodadi tahun 2018 dengan kategori hubungan sedang, ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri Purwodadi tahun 2018 dengan kategori hubungan lemah. Diharapkan bagi guru dan guru BP agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS. Kata Kunci: pengetahuan, sumber informasi, tindakan pencegahan ABSTRACTPrevention of transmission of HIV AIDS is all the efforts and activities carried out include prevention, handling and rehabilitation activities. This research was conducted to study the relationship of knowledge and information sources with the prevention of HIV/ AIDS in class XI students of Purwodadi State High School, Musi Rawas Regency. Research had been carried out at Purwodadi State High School Musi Rawas Regency on July 25 to 31 2018. This research is an analytical survey with a cross sectional approach. The population of this study were all students of Purwodadi State High School, Musi Rawas Regency. Sampling was carried out using proportional stratified random sampling in the amount of 68 respondents. Data collection in this study uses questionnaires and interviews. Data analysis techniques were carried out by univariate and bivariate analysis using Chi-Square test (c2) through the SPSS program, to determine the closeness of the relationship using Contingency Coefficient (C). The results of the study: from 68 students from Purwodadi State High School in Musi Rawas Regency there were 46 students (67.6%) who had good knowledge, 45 students (66.2%) who had many sources of information, 59 students (86.8%) who did precautionary action, there is a significant relationship between knowledge with the prevention of HIV / AIDS in class XI of Purwodadi State High School in 2018 with the moderate relationship category, there is a significant relationship between information sources and prevention of HIV/ AIDS transmission in class XI Purwodadi State High School in 2018 with a weak relationship category. It is expected that teachers can improve students knowledge about the prevention of HIV/ AIDS.Keywords: knowledge, information sources, preventive measures
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS D4 KETAHUN Waytherlis Apriani; Desi Fitriani; Sri Lukitaningsih
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.70-78

Abstract

The Relationship between Parity and Age with the Use of Hormonal Contraception in Working Area D4 Ketahun Public Health CenterABSTRAKMasih tingginya penggunaan kontrasepsi hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas D 4 Ketahun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan paritas dan usia dengan penggunaan kontrasepsi hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas  D4 Ketahun Bengkulu Utara. Jenis Penelitian ini adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectiona.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB Aktif dari Bulan Januari s/d Desember 2017 sebanyak 711 akseptor. Sampel dalam penelitian sebanyak 257 akseptor diambil dengan teknik simplel random sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan data sekunder dengan mengisi cheklist. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi-Square dan Contingenty Coefficient. Hasil penelitian didapatkan: Dari 257 Akseptor KB terdapat 244 Akseptor hormonal, 176 Akseptor multipara, 189 Akseptor usia 20 – 35 Tahun, Terdapat  Ada hubungan antara paritas dengan penggunaan kontrasepsi hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas D4 Ketahun dengan kriteria sedang dan terdapat  Ada hubungan yang antara usia dengan penggunaan kontrasepsi hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas D4 Ketahun dengan kriteria sedang. Diharapkan kepada Puskesmas dapat memberikan pendidikan kesehatan dengan penyuluhan tentang pemilihan alat kontrasepsi yang benar/tepat dan memotivasi akseptor penggunaan kontrasepsi hormonal untuk menjarangkan atau menghentikan kehamilan sebaiknya menggunakan kontrasepsi jangka panjang atau kontrasepsi mantap.  Kata Kunci: kontrasepsi hormonal, paritas,umur  ABSTRACTThe use of hormonal contraception is still high in working area  D4 Ketahun Public Health Center. The aim of this study was to learn the relationship between parity and the use of hormonal contraception in working area  D4 Ketahun Public Health Center. This type of research was an Analytical Survey with a cross section design. The population in this study was all active family planning acceptors from January to December 2017 totaling 711 acceptors. The total sample in the study was 257 acceptors taken by Simple Random Sampling technique. This research data collection used secondary data by filling in a checklist. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis with Chi-Square test and Contingenty Coefficient. The results were obtained: of 257 KB Acceptors, there were 244 hormonal acceptors, 176 multipara acceptors, 189 acceptors aged 20-35 years, There was a relationship between parity and contraceptive hormone use in working area  D4 Ketahun Public Health Center with the use of hormonal contraception in working area  D4 Ketahun Public Health Center  with medium criteria. It was expected that Ketahun Public Health Center can provide health education with a guide on the selection of appropriate contraception and motivate the use of hormonal contraception to spell or reverse the assessment using long-term contraception or steady contraception. Keywords: age, hormonal contraception, parity
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN BERAT BADAN BAYI USIA > 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAT KOTA BENGKULU Yuni Ramadhaniati; Ruri Maiseptya Sari; Nanda Widarti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.30-38

Abstract

The Relationship between Knowledge about Complementary Food with Baby Weight Aged 6-12 Month in Working Area of Basuki Rahmat                                               Public Health Center Bengkulu CityABSTRAKMakanan pendamping ASI merupakan pelengkap untuk melatih serta membiasakan bayi terhadap makanan yang akan dimakannya setiap hari selain demi memenuhi kebutuhan tubuh yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dengan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sample yang akan dijadikan ibu yang memiliki bayi pada usia 6-12 bulan selama bulan Maret sampai dengan April 2018 sebanyak 63 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 63 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian dari 63 orang terdapat 25 pengetahuan kurang, 31 yang pengetahuan kurang dan 7 orang yang pengetahuan baik. Dari 63 orang terdapat 15 orang yang berat badan bayi tidak normal, 48 berat badan bayi normal. Ada hubungan pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan berat badan Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan pihak Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu terutama pada bidan agar dapat meningkatkan program yang berkaitan dengan pemberian makanan pendamping ASI agar dapat meningkatkan kesehatan bayi dan diharapkan memberikan informasi kepada ibu Kata Kunci:    berat badan bayi, pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) ABSTRACTComplementary food is a complement to training and familiarizing babies with the food they eat every day in addition to meeting the needs of the body which increases along with the growth and development of the baby. The purpose of this study is to learn about the relationship of knowledge about complementary food with baby weight with Age of 6-12 month in working area of Basuki rahmat Public Health Center Bengkulu City. This study was quantitative research. Population in this study were all mother who had baby with Age of 6-12 month during March to April 2018 with the amount of 63 people in working area of Basuki Rahmat Public Health Center Bengkulu City. Collecting data in this study used primary data with spreaded questionnaire. The result of this study showed: from 63 people there were 25 people with lack of knowledge, 31 people with moderate knowledge and 7 people with good knowledge. from 63 people there were 15 people with baby weight did not normal, 48 people with baby weight normal. there is significant relationship between knowledge about complementary feeding with baby weight with Age of 6-12 month in working area of Basuki rahmat Public Health Center Bengkulu City with moderate category relationship. Keywords: Knowledge about MP-ASI, Baby Weight
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DI POSBINDU CEMPAKA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUGUK KABUPATEN SELUMA Wedi Lufty; Nurul Khairani; Effendi Effendi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.79-88

Abstract

The Relationship between Family Support with Independence of Elderly in Posbindu Cempaka Working Area of Puguk Public Health Center              Seluma RegencyABSTRAKPeningkatan jumlah lansia yang terjadi kini, menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada lansia. Adapun permasalahan yang terkait dengan lanjut usia antara lain pengaruh proses menua yang dapat  menimbulkan berbagai masalah terhadap perubahan fisik, psikologi maupun sosial. Secara umum perubahan fisik akan berdampak pada penurunan aktivitas sehari-hari yang dijalani oleh lansia. Perubahan fisik tersebut akan mempengaruhi tingkat kemandirian lansia dalam beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia di Posbindu Cempaka wilayah kerja Puskesmas Puguk  Kabupaten Seluma. Penelitian ini adalah penelitian Survei Analitik dengan desain Cross Sectional.  Populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh lansia di Posbindu Cempaka Kelurahan Puguk  Kabupaten Seluma bulan Juni tahun 2019 berjumlah 35 lansia.  Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung di Posbindu Cempaka wilayah kerja Puskesmas Puguk Kabupaten Seluma berjumlah 35 lansia. Teknik pengambilan sampel secara Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square (χ2). Hasil penelitian adalah dari 35 lansia terdapat 19 lansia (54,3%) yang mendapatkan dukungan keluarga, 10 lansia (28,6%) yang mengalami ketergantungan sedang, dan ada hubungan yang signifikan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia di wilayah kerja Puskesmas Puguk  Kabupaten Seluma dengan kategori hubungan erat. Diharapkan kepada Puskesmas dapat memberikan edukasi kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan kepada lansia di Posbindu Cempaka wilayah kerja Puskesmas Puguk  Kabupaten Seluma. Kata Kunci : dukungan keluarga, kemandirian, lansia ABSTRACTAn increasing number of elderly people is happening now, causing various health problems in the elderly. The problems related to old age include the influence of the aging process which can cause various problems on physical, psychological and social changes. In general, physical changes will have an impact on decreasing the daily activities undertaken by the elderly. These physical changes will affect the level of independence of the elderly in their activities. The purpose of this study was to determine the relationship of family support with the independence of the elderly in Posbindu Cempaka working area of Puguk Health Center, Seluma Regency. This research is an Analytical Survey research with Cross Sectional design. The population in this study were all elderly in Posbindu Cempaka, Puguk Village, Seluma Regency in June 2019, amounting to 35 elderly people. The sample in this study were all elderly who visited the Posbindu Cempaka working area of Puguk Health Center, Seluma Regency, amounting to 35 elderly. The sampling technique is Total Sampling. Data collection uses primary and secondary data. Data analysis techniques using the Chi-Square test (χ2). The results of the study are that of the 35 elderly there are 19 elderly (54.3%) who get family support, 10 elderly (28.6%) who experience moderate dependence, and there is a significant relationship of family support with the independence of the elderly in the working area of Puguk Health Center, Seluma Regency with the category of close relations. It is expected that Health Center can provide education to families so that they can provide support to the elderly in Posbindu Cempaka working area of Puguk Health Center, Seluma Regency. Keywords: family support, independence, elderly

Page 1 of 1 | Total Record : 10