cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 40, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
PENGENDALIAN POTENSIOMETER POMPA OTOMATIS PADA SISTEM PENGUJIAN ALAT UKUR CURAH HUJAN TIPE CAWAN BERJUNGKIT Jalu Ahmada Prakosa; Dadang Rustandi; Bernadus H. Sirenden; Tatik Maftukhah
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.138

Abstract

Pengujian untuk jaminan mutu pengukuran pada alat ukur curah hujan tipe cawan berjungkit sangat diperlukan karena tipe alat ukur ini banyak digunakan di Indonesia. Pengendalian potensiometer pompa secara manual memiliki kelemahan, yaitu kurang presisi dalam menentukan pengulangan titik ukur dan kesulitan dalam memutar sudut potensiometer pompa dengan resolusi yang sangat kecil. Tujuan penelitian ini adalah membuat pengendalian otomatis potensiometer pompa pada sistem pengujian alat ukur curah hujan tipe cawan berjungkit. Fasilitas interrupt dan Pulse Width Modulation (PWM) pada mikrokontroler dimanfaatkan untuk menghitung sinyal elektrik dari transduser cawan berjungkit dan memutar sudut motor servo yang melekat pada potensiometer pompa. Dari hasil pengujian, didapatkan hubungan antara pembukaan sudut potensiometer pompa dan jumlah volume uji dengan nilai R2 sebesar 0,9911 dan nilai residual standar deviasi yang cukup besar, yaitu 258,9 mL atau relatif 58%. Hasil pengujian alat ukur curah hujan tipe cawan berjungkit, yaitu sebesar (18,2 ± 0,6) mL/ pulsa dengan nilai deviasi relatif sekitar 3%. Waktu uji yang tidak stabil dan efek histerisis tekanan pompa kemungkinan besar menyebabkan keberagaman karakteristik dalam pengendalian otomatis sudut putar potensiometer pompa tersebut.
EVALUASI MESIN STANDAR TORSI NASIONAL PUSLIT METROLOGI - LIPI PADA RENTANG UKUR 5 N∙M – 50 N∙M Dinar Nurcahyono; Hafid Hafid; Koji Ogushi; Atsuhiro Nishino
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.139

Abstract

Evaluasi terhadap mesin standar torsi Puslit Metrologi–LIPI pada rentang 5–50 N∙m telah dilakukan dengan melakukan uji banding secara bilateral dengan National Metrology Institute of Japan (NMIJ). Uji banding ini dilakukan pada sepuluh titik ukur dari 5–50 N∙m untuk torsi searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam dengan menggunakan torque transducer sebagai artefak. Tujuan dari uji banding ini adalah untuk mengevaluasi ketidakpastian mesin standar torsi deadweight Puslit Metrologi pada rentang 5–50 N∙m yang ditetapkan sebesar 0,04 %. Hasil uji banding menunjukkan kesesuaian hasil pengukuran Puslit Metrologi dengan hasil pengukuran NMIJ dengan |En| terbesar untuk torsi searah jarum jam adalah 0,17 dan untuk torsi berlawanan arah jarum jam adalah 0,26.
PROTOTIPE SISTEM PENGUKURAN DEBIT AIR PADA SALURAN TERBUKA BERBASIS V-NOTCH WEIR DAN DIFFERENTIAL PRESSURE TRANSMITTER Rustandi, Dadang
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.135

Abstract

Sebuah prototipe sistem pengukuran debit air pada saluran terbuka berbasis V-Notch Weir dan Differential Pressure Transmitter telah dibuat dengan tujuan agar hasil pengukuran dapat dibaca secara langsung dan ditransmisikan ke instrumen lainnya. Sebelumnya, hasil pengukuran tidak dapat dibaca secara langsung, tetapi harus dihitung terlebih dahulu berdasarkan indikasi tinggi muka air yang terbendung oleh weir. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menerapkan instrumen Differential Pressure Transmitter yang diintegrasikan dengan Programmable Panel Meter. Pada prototipe ini, V-Notch Weir 22,5° dipasang pada bak saluran terbuka berukuran 1,2 m x 0,6 m x 0,4 m yang diuji untuk mengukur debit pada rentang 0–0,67 l/s (0–40 liter/menit) dan diperoleh hasil ukur yang linier pada rentang debit 0,25–0,67 l/s (15–40 liter/menit) dengan rentang tinggi muka air 0,057–0,084 m (57–84 mm) serta menghasilkan luaran (output) Differential Pressure Transmitter pada rentang 4–12,96 mA. Penyimpangan terbesar hasil pengukuran sebesar 2,33%.
PERANCANGAN SISTEM PENGHASIL GETARAN ARTIFISIAL PADA RENTANG UKUR FREKUENSI SANGAT RENDAH UNTUK LAYANAN KALIBRASI SEISMOMETER Habibie, Muhammad Haekal; Hermawanto, Denny; Prasasti, Ninuk Ragil; Sirenden, Bernadus Herdi; Boynawan, Ahmad Mohammad; Zaid, Ghufron; Prawito, Prawito
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.34

Abstract

Vibration exciter merupakan sistem pengukuran penghasil getaran artificial yang dapat bekerja dalam rentang ukur frekuensi tertentu. Vibration exciter dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan permintaan kalibrasi alat ukur dengan lingkup very low frequency vibration, seperti sensor seismometer untuk mitigasi bencana gempa bumi. Perancangan penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yakni melakukan perancangan bagian elektronika dan perancangan bagian mekanika. Secara umum, sistem vibration exciter yang dibuat bekerja dengan cara memasukkan nilai PWM ke Arduino Uno yang menentukan nilai duty cycle dan memberikan tegangan kepada motor DC sebagai aktuator sehingga menimbulkan percepatan angular. Meja getar dari plat aluminium terhubung dengan motor DC dengan menggunakan connecting rod akan bergerak maju dan mundur secara translasi. Nilai pergerakan maju dan mundur akan dideteksi oleh sensor accelerometer dengan menggunakan conditioning amplifier akan mereduksi noise dari pengukuran yang dilakukan. Nilai frekuensi dan percepatan dari meja getar dapat dianalisis dengan metode transformasi Fourier dengan menggunakan pulse analyzer.
PERANCANGAN INSTRUMEN UKUR TORSI DAN KECEPATAN PADA MOTOR DC DENGAN PRINSIP NONKONTAK BERDASARKAN DETEKSI MEDAN MAGNET Idayanti, Novrita; Dedi, Dedi; Sudrajat, Nanang; Suyatman, Suyatman; Hilda, Nibraz; Hawa, Annas
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.141

Abstract

Telah dilakukan perancangan instrumen ukur torsi dan kecepatan pada motor DC dengan menggunakan prinsip nonkontak berdasarkan deteksi medan magnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi motor DC dilihat dari parameter torsi dan kecepatan. Instrumen ukur torsi dirancang berdasarkan metode magnetoelastic effect, di mana suatu bahan feromagnetik yang diberi gaya maupun torsi akan mengalami perubahan medan magnet yang nilainya akan sebanding dengan torsi yang diterima. Perubahan kecepatan putar akan memengaruhi perubahan medan magnet yang dideteksi dengan sensor hall effect switch tipe HI 400. Prinsip kerja pengukuran kecepatan adalah mendeteksi perubahan polaritas ring magnet selama berputar dan terbaca sebagai sinyal digital oleh sensor tersebut yang digunakan untuk mencari kecepatan dari putaran motor. Dalam proses pengujian, kalibrator tachometer optik digunakan untuk mengukur kecepatan, sedangkan pengukuran torsi menggunakan nilai torsi teoritis yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya (F) dari loadcell dikalikan dengan panjang lengan (L). Tachometer yang dibuat memiliki error 104,18 % pada input 1,2 V (minimum), error -2,5 % pada input 6 V (tengah), dan error 4,76 % pada input 12 V (maksimum), linearitas naik sebesar 0,9979 dan linearitas turun sebesar 0,9978. Sensitivitas naik-turun masing-masing sebesar 152,45 dan 153,09. Histerisis input 0,031, sedangkan histerisis output 5,077. Selain itu, didapat hubungan antara torsi yang diterima oleh shaft dari bahan feromagnetik dengan perubahan medan magnetnya dengan persamaan y = -623,31x - 40,861, di mana y = medan magnet (Gauss), x = torsi (Nm), nilai -623,31 adalah konstanta k dengan dimensi satuan gauss/Nm, dan -40,861 merupakan konstanta yang tidak berdimensi. Alat ukur torsi motor DC berdasarkan prinsip magnetoelastic effect dapat dipenuhi dengan rentang pengukuran yang linear 0,05–0,1 Nm.
SISTEM PENGUKURAN UNTUK MENENTUKAN PENYIMPANGAN SUDUT LEVEL ELEKTRONIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKLINASI Okasatria Novyanto; Asep Ridwan Nugraha; Nurul Alfiyati
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.136

Abstract

Telah dibuat suatu sistem pengukuran untuk menentukan penyimpangan sudut pada level elektronik dengan menggunakan metode inklinasi. Metode ini menggunakan prinsip trigonometri dengan nilai sumbu x dan y yang diperoleh dari panjang meja inklinasi dan pergerakan length gauge. Level elektronik diletakkan di atas meja inklinasi yang searah sumbu x, kemudian diberikan kemiringan tertentu sehingga terjadi perubahan jarak pada sumbu y. Besarnya perubahan jarak tersebut diukur oleh length gauge. Perpaduan nilai kedua sumbu ini digunakan untuk mendapatkan besarnya nilai sudut terukur. Hasil tersebut diperbandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan standar sudut swakalibrasi (SelfA47) yang sudah tervalidasi sebagai nilai acuan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh titik sampel pengukuran memenuhi kriteria dengan nilai En terbesar berada pada titik -1.400 μm/m, yakni 0,62, sedangkan nilai En terkecil berada pada titik 700 μm/m, yakni 0,02. Dengan demikian, secara eksperimental, metode ini dapat diaplikasikan untuk menentukan penyimpangan sudut level elektronik yang memiliki rentang pengukuran hingga ±2.000 μm/m. Meskipun demikian, hanya 70% saja dari rentang ukur keseluruhan yang disarankan sebagai rentang ukur efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6