cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020)" : 5 Documents clear
KONTROVERSI PENELITIAN DAN TERAPI SEL INDUK (STEM CELLS) DALAM PANDANGAN ETIKA SAINS sylva Sagita
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22287

Abstract

Pemanfaatan sel punca untuk terapi kedokteran menimbulkan pro dan kontra. Bagi yang kontra, menolak Stem Cell karena alasan status moral dari embrio, riset embrio yang tidak manusiawi dan kekhawatiran komersialisasi embrio. Sedangkan bagi yang pro, Stem Cell adalah harapan pengobatan masa depan dengan mempertimbangkan potensinya, sehingga tentunya memiliki manfaat secara medis dan tidak dikerjakan tanpa prosedur sebab telah ada kesepakatan di antara peneliti untuk mengarahkan hasil penelitian Stem cell untuk kemanusiaan. Masalah bioetika utama yang terkait dengan sel induk manusia melibatkan turunan dan penggunaannya untuk penelitian. Saat ini, masalah etika baru mulai muncul di sekitar derivasi dan penggunaan sel induk mirip sel HES yang memiliki kapasitas untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis jaringan manusia. Dalam waktu dekat, ketika bidang sel punca semakin dekat ke klinik, masalah etis tambahan mungkin muncul terkait dengan terjemahan klinis pengetahuan sel punca menjadi terapi pasien yang cukup aman, efektif, dan mudah diakses. Artikel ini mengulas problematika penelitian dan terapi sel induk dari sisi etika pada kajian masa lalu, sekarang, dan masa depan.
FREKUENSI GELOMBANG OTAK DALAM MENANGKAP ILMU IMAJINASI DAN REALITA (BERDASARKAN ONTOLOGI) Nurul Fajri
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22299

Abstract

Otak merupakan organ kecil yang tersimpan didalam batok kepala yang merupakan  pusat sistem syaraf dan berfungsi sebagai pusat kendali dan koordinasi seluruh aktifitas biologis, fisik, dan sosial dari seluruh tubuh. Metafisika adalah kajian filsafat yang mendasar dan komprehensif mengenai seluruh realita atau tentang keberadaan (segala sesuatu yang ada atau being). Artikel ini disintesis melalui penelitian perpustakaan yang mempelajari buku, artikel ilmiah, dan referensi yang relevan karena frekuensi gelombang otak dalam menangkap imajinasi dan realita. Artikel ini dirancang untuk memberikan penjelasan tentang frekuensi gelombang otak berdasarkan ontologi dalam menangkap ilmu imajinasi dan realita. Hasil menunjukkan bahwa dalam menangkap imajinasi dan realita, gelombang otak terbagi dalam beberapa gelombang yaitu; gelombang gamma, gelombang beta, gelombang alfa, gelombang teta dan gelombang delta. Perubahan pola gelombang otak ini dapat dipengaruhi oleh kondisi mental atau pikiran seseorang. Dengan imajinasi, kita dapat memvisualisasikan impian kita sehingga dapat menimbulkan semangat. Brainwave entrainment merupakan sebuah cara untuk mengatur pola gelombang otak anda sesuai kebutuhan agar anda mendapatkan kondisi pikiran sesuai yang anda inginkan, Karena kita memiliki Kemauan yang merupakan kerja Otak Kanan, tapi yang memikirkan caranya (logika) dengan otak kiri
MEMAKNAI MANUSIA DALAM DIMENSI MAHKLUK HIDUP: KAJIAN FILOSOFIS DARI SUDUT PANDANG BIOLOGI Selvies Lea Babutta
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22512

Abstract

Pertanyaan tentang manusia dan segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia itu sendiri telah menjadi topik yang sangat menarik,sehingga  baik dari Filsafat, Sains, dan agama mencoba mengurainya. Kajian berdasarkan studi literatur ini  memberikan gambaran manusia dari sudut pandang berbeda yaitu ilmu biologi yang dihubungkan dengan filosofi dasar mahluk hidup dari Aristoteles, sehingga dari kajian ini dapat melihat bahwa pada dasarnya manusia adalah mahluk hidup yang memiliki dua unsur esensial yaitu keseluruhan yang berorgan dan tersusun yang dinamakan badan/tubuh dan kedua adalah kesatuan substansial yang disebut jiwa. Biologi menjangkau seluruh keberadaan manusia sebagai mahluk hidup dengan keistimewaan yang dimiliki melalui otak yang merupakan pusat pengaturan aktivitas tubuh dan pikiran. Kata Kunci : Manusia, Mahluk Hidup, Filosofi Biologi
TINJAUAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PENELITIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA Dyah Ayu Putri Utami
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hasil penelitian Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di SMP N 9 Yogyakarta berdasarkan landasan: (1) ontologi, (2) epistemologi, (3) aksiologi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis konten dengan objek hasil penelitian implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMP N 9 Yogyakarta oleh Ilmiawan (2017). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penafsiran secara deskriptif. Berikut uraian hasil penelitian. Pertama, penelitian tersebut belum memenuhi landasan ontologis secara rinci. Hakikat literasi yang uraikan berupa hakikat literasi dua dekade lalu. Selain itu, hakikat Gerakan Literasi Sekolah dan acuan teori dalam pembahasan belum diuraikan. Kedua, penelitian tersebut secara umum telah memenuhi landasan epistemologi ditunjukkan oleh prosedur ilmiah yang digunakan cukup lengkap dan benar. Akan tetapi, masih perlu ada revisi dan penambahan di beberapa bagian antara lain perumusan tujuan penelitian, reabilitas, dan penyajian pembahasan penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan sudah sesuai dengan langkah-langkah analisis data interaktif. Selain itu, peneliti hendaknya konsiten dalam penggunaan murid atau siswa.  Ketiga, penelitian tersebut telah memenuhi landasan aksiologi. Nilai-nilai yang dapat diambil dari penelitian tersebut meliputi nilai kemandirian, nilai kedisiplinan, nilai kerjasama, nilai rasa ingin tahu, nilai tanggung jawab, nilai kreatif, dan nilai gemar membaca. 
TRADISI PANAI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT NILAI Fitri Alfariz
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.23952

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai yang ada dalam tradisi panai. Panai merupakan tradisi yang harus dipenuhi dalam upacara perkawinan suku Bugis. Uang panai diartikan sebagai pemberian harta benda oleh calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dengan melakukan deskripsi, sistematisasi dan interpretasi. Hasil Penelitian menunjukkan ada empat faktor yang membuat seorang perempuan memiliki nilai panai yang tinggi (1) keturunan bangsawan (2) pendidikan (3) status ekonomi (4) kondisi fisik dan (5) pekerjaan. Sementara itu nilai-nilai yang ada di dalam tradisi panai dilihat dalam perspektif filsafat nilai adalah, nilai kenikmatan yang bermakna bahwa tradisi panai memberikan dampak kesenangan antara laki-laki dan perempuan, nilai kehidupan yang mengajarkan para lelaki suku bugis agar memiliki etos kerja keras tinggi supaya kuat secara materi serta mampu mensejahterakan pasangan, nilai spiritual yang berarti tradisi panai sangat memperhatikan derajat dan martabat kehidupan seseorang serta memberi keadilan antara dua pihak baik itu pihak laki-laki maupun pihak perempuan, nilai kerohanian yang berarti bahwa tradisi panai memberikan makna positif atas kelancaran bersatunya dua insan sebagai penyempurnaan ibadah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5