cover
Contact Name
Juni Santo Sihotang
Contact Email
junssihotang@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
jurnalareopagus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Areopagus : Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen
ISSN : 16935772     EISSN : 26231670     DOI : https://doi.org/10.46965/ja.v18i1
Jurnal Areopagus merupakan salah satu pengelola jurnal yang menghimpun karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tentang Teologi, Pastoral Konseling,Musik Gerejawi, dan Pendidikan Kristen yang semuanya berhubungan dengan perkembangan dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang berkembang pada saat ini.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2021): September" : 16 Documents clear
Hakikat Memberi Dengan Sukacita: Kajian Eksegetis 2 Korintus 9:6-15 Samuel Adi Kristo Ompusunggu; Iwan Setiawan Tarigan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i2.929

Abstract

Abstrak:Memberi dan menerima keduanya merupakan bentuk kegiatan yang tidak akan pernah luput dalam kehidupan setiap orang termasuk umat percaya, kepunyaan Allah itu sendiri. Paulus dalam suratnya ini sedang berupaya untuk meneguhkan kembali semangat pemberian jemaat di Korintus yang pernah terhenti akibat pengajaran dari guru-guru palsu. inilah yang menjadi dasar bagi penulis untuk menemukan ataupun menggali kembali hakikat memberi dengan sukacita menurut Rasul Paulus dalam 2 Korintus 9: 6-15. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hakikat memberi dengan sukacita berdasarkan studi eksegetis 2 Korintus 9: 6-15. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan eksegetis. Hasil penelitian ini ialah: Pertama, prinsip dalam memberi dengan sukacita. Kedua, buah bagi yang memberi dengan sukacita adalah, hidup berkelimpahan dan diperkaya dalam kecukupan, pemeliharaa dan berkat dari Allah. Ketiga, tujuan pemberian adalah sebagai upaya memanjatkan ibadah syukur bagi Allah dan Menunjukkan kasih persaudaraan. Keempat, memberi adalah cara untuk mengucap syukur.Kata kunci: memberi, sukacitaAbstract:Giving and receiving are both forms of activity that will never escape in the life of everyone, including believers, belongs to God himself. Paul in this letter is trying to reaffirm the giving spirit of the church in Corinth which had been stopped due to the teaching of false teachers. This is the basis for the author to discover or rediscover the nature of giving with joy according to the Apostle Paul in 2 Corinthians 9: 6-15. The purpose of this research is to know the nature of giving with joy based on the exegetical study of 2 Corinthians 9:6-15. This study was analyzed using a qualitative research method with an exegetical approach. The results of this study are: First, the principle of giving with joy. Second, the fruit of a cheerful giver is life in abundance and enrichment in the sufficiency, nourishment and blessing of God. Third, the purpose of giving is as an effort to give thanks to God and show brotherly love. Fourth, giving is a way to give thanks.Keywords: giving, joy
Hubungan Pelaksanaan PAK dalam Keluarga Dengan Tingkah Laku Kristiani Anak Sekolah Minggu Seri Antonius; Lestari Sihotang
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i2.588

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga Dengan Tingkah Laku Kristiani Anak Sekolah Minggu Usia 10-12 Tahun di Gereja HKBP Resort Sipoholon. Masalah sebelumnya terdapat pada tingkah laku anak sekolah Minggu yang suka lari sana sini ketika sedang berdoa, mengganggu teman-teman ketika beribadah, menarik kuping temannya, sering keluar-keluar saat ibadah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif inferensial, dengan populasi seluruh anak sekolah Minggu usia 10-12 tahun di Gereja HKBP resort Sipoholon 1 Kec. Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara yang berjumlah 120 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian sampel yang dilakukan terhadap 36 anak sekolah minggu usia 10-12 tahun di gereja HKBP resort Sipoholon 1 Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga Dengan Tingkah Laku Kristiani Anak Sekolah Minggu.Kata Kunci: pendidikan agama kristen dalam keluarga, tingkah laku kristiani Abstract:This study aims to determine the relationship between the implementation of Christian religious education in the family and the Christian behavior of Sunday school children aged 10-12 years at the HKBP Church at the Sipoholon 1 resort, Sipoholon District. The previous problem was the behavior of Sunday school children who likes to run here and there while praying, disturbing friends when worshiping, pulling on his friend's ears, often going out during worship. The method used in this research is inferential descriptive statistical method, with a population of all Sunday school children aged 10-12 years in the HKBP Church resort Sipoholon 1 Kec. Sipoholon North Tapanuli Utara, amounting to 120 people using random sampling techniques. The sample research was conducted on 36 Sunday school children aged 10-12 years at the HKBP church at the Sipoholon 1 resort, Sipoholon District, North Tapanuli Utara.. A positive relationship test is obtained. This study concludes that there is a positive and significant relationship between the implementation of Christian religious education in the family and the Christian behavior of Sunday school children Keywords: christian religious education in the family, christian behavior
Pembuangan Limbah Plastik: Studi Kasus Limbah Rumah Tangga Di Desa Sigi Regina Elriana Oki Prigiya
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i2.611

Abstract

Abstrak:Plastik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Sifat dasar plastik yang tidak mudah lapuk, ringan, antikarat, dan murah, sering kali menjadi alasan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk masyarakat di Desa Sigi. Seluruh aktifitas hidup masyarakat seringkali menggunakan plastik, baik dalam aktifitas rumah tangga, sosial maupun ekonomi. Penggunaan barang berbahan dasar plastik berbanding lurus terhadap limbah plastik yang dihasilkan, akhirnya bermuara pada permasalahan lingkungan dan rusaknya keseimbangan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dampak penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Sigi. Metode dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif, seperti observasi, wawancara dan pengumpulan data melalui kuesioner. Plastik menjadi permasalahan lingkungan karena dalam proses produksinya turut menyumbang emisi karbon ke udara, selain itu, juga bisa menyebabkan pencemaran terhadap tanah dan air. Penggunaan plastik yang berlebihan dan tidak bertanggungjawab hanya akan menimbulkan masalah lingkungan. Jika masalah ini tidak ditangani dengan baik, benar dan tepat tentu nantinya akan menjadi bumerang bagi manusia.Kata kunci: plastik, lingkungan, perilaku masyarakat Abstract:Plastic had become a part of people's daily lived. The basic properties of plastics that were not easily weathered, light, stainless, and cheap, are often the reason for the use of plastic in daily life, including people in Sigi. All activities of people's lived often use plastic, both in household, social and economic activities. The use of plastic-based goods is directly proportional to the resulting plastic waste, eventually resulting in environmental problems and damage to the balance of nature. This study aims to explain the impact of plastic use in people's daily lives in Sigi Village. This method of writing uses qualitative methods, such as observation, interview and data collection through questionnaires. Plastic becomes an environmental problem because in the production process contributes carbon emissions to the air, in addition, it can also cause pollution to soil and water. Excessive and irresponsible use of plastic will only cause environmental problems. If this problem is not handled properly, rightly and appropriately it will certainly backfire for humans.Key Words: plastic, enviroment, people’s behavior
Implementasi Mandat Rasul Paulus di Kitab Galatia 3:1-14 Pada Tindakan Diakonia dan Nilai Kontribusinya bagi Umat Gereja-Gereja di Masa Pandemi Covid–19 Elfrida Nababan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i2.1084

Abstract

Abstract:This study aims to find out how the implications of justification by faith based on the letter Galatians 3:1-14 on the Acts of Diakonia and the Value of their Contributions to the People of the Churches during the Covid-19 Pandemic. This research is a theological study using the method of critical exegesis or interpretation of the text of the Bible. The research method used is a qualitative research method with an exegesis approach. Based on the results of exegesis, Paul asserted that faith is belief in Jesus Christ. Humans get justification or salvation from God because of God's mercy and God's grace to humans through Jesus Christ. Faith in Christ the True Gospel will enable man to gain God's salvation or justification. So that people who have faith get blessings from God.Based on the results of the study, it can be concluded that there is a very large positive impact in the church's Diakonia service to the congregation so that it has made growth in quantity and quality to date. Which is rooted in the Diakonia ministry which is carried out with household visits to sick congregations, grieving congregations and congregations who have problems in their families. The implication is that if church services, especially Diakonia, are carried out properly, they will produce good quality, quantity and organic congregations. And the church will have a congregation that fears God and is obedient to God's Word.Keywords: apostle paul's mandate, diakonia's actions, contribution to the peopleAbstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implikasi pembenaran oleh iman berdasarkan surat Galatia 3:1-14 pada Tindakan Diakonia dan Nilai Kontribusinya Bagi Umat Gereja-gereja dimasa Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan sebuah studi teologis dengan menggunakan metode critical exegesis atau penafsiran teks Kitab Suci. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat dampak positif yang begitu besar dalam pelayanan Diakonia gereja kepada jemaat sehingga membuat pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas sampai saat ini. Yang berakar dari pelayanan Diakonia yang dilakukan dengan kunjungan rumah tangga terhadap jemaat yang sakit, jemaat yang berduka dan jemaat yang memiliki masalah-masalah dalam keluarga. Implikasinya, jika pelayanan gereja khususnya Diakonia dilaksanakan dengan baik akan menghasilkan jemaat secara kualitas, kuantitas dan organic yang baik. Dan gereja akan memiliki jemaat yang takut akan Allah dan patuh terhadap Firman Allah.Kata kunci: mandat rasul paulus, tindakan diakonia, kontribusi bagi umat
Penilaian (Gambar) Diri Remaja Kristen Berdasarkan Kebenaran Alkitab Relimawati Sihombing
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i2.748

Abstract

Abstrak:Penting untuk mengetahui siapa kita sebagai orang percaya di dalam Kristus dalam kaitannya dengan pertumbuhan rohani, khususnya bagi para remaja, dimana mereka memasuki masa pencarian mengenai jati diri mereka. Kebenaran alkitabiah akan membawa para remaja kepada suatu pemahaman dan motivasi untuk terus bertumbuh secara spiritual di dalam Kristus. Dalam bagian pendahuluan ini seorang remaja Kristen perlu tahu definisi dari dan mengapa Allah memilih kita menjadi anak-anak-Nya yang kekasih. Para remaja Kristen perlu menilai diri sendiri berdasarkan kebenaran dalam Alkitab, bukan malah menyalahkan diri sendiri karena terdapat sedikit kekurangan. Konsep yang benar akan menuntun kepada penilaian yang benar terhadap diri sendiri bagi remaja. Dengan mengetahui kebenaran tentang siapa diri orang percaya di dalam Kristus akan menghindarkan para remaja dari penilaian dan penerimaan diri yang salah.Kata kunci: remaja, menilai diri, kebenaran Alkitab Abstract:It is important to know who we are as believers in Christ in terms of spiritual growth, especially for young people, as they enter a period of searching for their identity. Biblical truth will bring youth to an understanding and motivation to continue to grow spiritually in Christ. In this introductory section a Christian youth needs to know the definition of and why God chooses us to be His beloved children. Christian youths need to judge themselves based on the truth in the Bible, not blame themselves for a few flaws. The correct concept will lead to the correct self-assessment for teenagers. Knowing the truth about who a believer in Christ is will prevent youth from misjudgment and self-acceptanceKeywords:  youth, self-assessment, bible truth
Karakter Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Spiritualitas Siswa Septi Tampubolon
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 2 (2021): September
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i2.1134

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak karakter Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) terhadap pertumbuhan spiritualitas siswa di kelas. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara karakter guru PAK terhadap pertumbuhan spiritualitas siswa di dalam kelas. Guru PAK diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan karakter dalam dirinya yang sesuai dengan Karakter Yesus sebagai Guru Agung, dimana seorang guru PAK berbeda dengan guru secara umum, yang tidak hanya mengajarkan mengenai pengetahuan saja tetapi juga kebiasaan, keadaan dan nilai hidup dan juga karakter dari guru tersebut. Dan guru PAK dalam pembelajarannya agar terus mengupayakan pembelajaran yang dapat meningkatkan pertumbuhan spiritualitas dengan mengarahkan siswa untuk melaksanakan aktifitas doa, nyanyian dan pujian kepada Tuhan. Siswa diharapkan tetap rajin mengikuti kegiatan-kegiatan rohani sehingga meningkatkan pertumbuhan spiritualitas siswa yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani sehingga dapat menemukan makna hidup dan kebahagiaan.Kata Kunci: karakter guru, pertumbuhan rohani, pendidikan agama kristenAbstract:This article aims to determine the impact of the character of the Christian Religious Education Teacher (PAK) on the spiritual growth of students in the classroom. There is a positive and significant influence between the character of the PAK teacher on the spiritual growth of students in the classroom. PAK teachers are expected to be able to maintain and improve their character in accordance with the Character of Jesus as the Great Teacher, where a PAK teacher is different from teachers in general, who not only teach about knowledge but also habits, circumstances and values of life as well as the character of the teacher. Teachers’PAK in their learning should continue to strive for learning that can increase spiritual growth by directing students to carry out prayer, song and praise activities to God. Students are expected to remain diligent in participating in spiritual activities so as to increase the spiritual growth of students in accordance with Christian values so that they can find the meaning of life and happiness.Keywords: teacher character, spiritual growth, christian religious education

Page 2 of 2 | Total Record : 16