cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024)" : 5 Documents clear
NAHWU AL-FARRA’S THOUGHTS IN SURAH AL-MULK’S IN THE BOOK OF MA’ANI AL-QUR’AN LINGUISTIK MADZHAB STUDY Nashihah, Halimatun; Habib, Moh.; Nulhakim, Lukman
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.38166

Abstract

Al-Farra’ is a major figure in the Kufah school of thought who made many contributions to Arabic grammar or nahwu. Al-Farra’s most famous work is the book Ma’ani al-Qur’an which is divided into three Juz/parts. The uniqueness of the book Ma’ani al-Qur’an is that it is a book of interpretation which has a nahwu style, and in each surah not all verses are written. Therefore, it will be very interesting to explore and uncover the contents of the book Ma’ani al-Qur’an by al-Farra’. The method used in this study is descriptive-qualitative, with the material object used being the book Ma’ani al-Qur’an juz 3 in the surah al-Mulk. The results of the study show that of the 11 verses of surah al-Mulk, there are 8 verses that are the subject of debate among experts and the pure thoughts of al-Farra’. In his thinking, al-Farra’ always considers the diction of word forms so as not to change the essence of the meaning of the text contained in the verses of the Qur’an. In addition, he tends to use the principles of ta’wil (interpretation), qiyas (analogy), ijma’, and lughah (eloquent language) in his ushul (principles) of nahwu.
BILINGUALISME DALAM PROSES PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB DI PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTER LIMBANGAN Triana, Hetty Waluati; Ritonga, Mahyudin; Zulyatmi, Yuke Alfi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.39820

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui bagaimana adanya proses bilingualisme dalam pembeljaran keterampilan berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren Islamic Center Limbangan, Di Pondok ini para santri dan santriwati diwajibkan untuk berbicara bahasa Arab dan tahap awal daripada keterampilan berbicara bahasa Arab adalah pembentukan lingkungan dan pembiasaan. Untuk meneliti bagaimana terjadinya proses bilingualisme dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab di pondok ini, peneliti menggunakan metode deskriptif untuk menemukan data-data melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada para beberapa pihak terkait, ditemukan beberapa hasil, diantaranya bahwa memang benar dalam proses pembelajaran bahasa Arab di pondok ini terdapat perpaduan bahasa atau bilingualisme yaitu bahasa Arab dan bahasa Indonesia dalam berbicata sehari-hari, namun hal ini menjadi suatu yang utama untuk membentuk pembiasaan dan menciptakan lingkungan berbahasa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan bilingualisme tidak terjadi dengan sengaja melainkan bagian daripada proses pembelajaran bahasa di Pondok ini.
KESALAHAN KEBAHASAAN HASIL TERJEMAHAN BUKU SULTÂN LIYAUMI WÂHIDI KARYA YAQUB AL-SYÂRAWANî Maharani, Auliaty Andika; Damai, Ilham Rezki; Rahman, Putri Maulidya; suparno, darsita
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.25419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil penyuntingan kesalahaan kebahasaan seperti logika kalimat, efektivitas kalimat, kebakuan, kesalahan ejaan dan ejaan dalam teks hasil terjemahan buku Sultân Liyaumi Wâhidi. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif. Data penelitian kualitatif berupa kata-kata atau gambar-gambar. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai penyuntingan kesalahan kebahasaan pada teks terjamahn. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, standar dan analisis isi. Teks yang disunting adalah terjemahan buku Sultân Liyaumi Wâhidi pada bab 8. Terdapat 25 kesalahan tanda baca, 31 kesalahan ejaan, 19 kesalahan efektivitas kalimat.
Kesantunan Berbahasa Maksim Kesepakatan Tokoh Utama dalam Film Animasi Kisah Ibnu Haitsam karya Syarif Jamal (Kajian Pragmatik) Sudrajat, Destia Zacharany; Suprianto, Ade Ahmad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.38254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa maksim kesepakatan tokoh utama yang muncul dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Penelitian ini berjenis penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Objek yang akan dikaji pada kesantunan berbahasa maksim kesepakatan ini adalah percakapan yang ada dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tertulis berupa tuturan atau ucapan tokoh utama yang ada dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat. Terdapat kesantunan berbahasa maksim kesepakatan pada tuturan tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan dibahas satu permasalahan, yaitu bagaimana menggunakan kesantunan berbahasa maksim kesepakatan pada tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Berdasarkan batasan masalah tersebut maka dapat diidentifikasi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesantunan berbahasa untuk mengetahui adanya maksim kesepakatan yang terdapat pada tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Adapun kesantunan berbahasa secara spesifik yang diuraikan dalam pembahasan ialah kesantunan berbahasa bentuk maksim kesepakatan, yakni pada nomor dengan data 1,3,9. Data-data tersebut mempunyai banyak kesamaan, yaitu tokoh Ibnu Haitsam memberikan pernyataan tuturan yang menyatakan kesepakatan dalam tuturannya, ada juga kesamaan dalam segi konteks yakni terdapat dalam key yang menyatakan bahwa Ibnu haitsam menyatakan tuturan tersebut dengan perasaan senang. Kata Kunci: Ibnu Haitsam, Kesantunan Berbahasa, Skala Kesantunan.
MAKNA GRAMATIKAL KATA MA DALAM KITAB ADAB AL-‘ALIM WA AL-MUTA’ALLIM KARANGAN HADROT AL-SYEKH HASYIM ASY’ARI Arifin, Nadin; Nurhasan, Muhamad; Solihin, Ihin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.40136

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengetahuan tentang makna gramatikal kata “ما”. Pemahaman yang mendalam tentang fungsi kata “ما“ sangat penting bagi para pelajar untuk memahami suatu konteks ucapan dalam bahasa arab. Dalam konteks bahasa Arab, kata “ما“ memiliki berbagai fungsi gramatikal yang mempengaruhi makna kalimat secara keseluruhan. Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya monumental ulama indonesia Hadrat al-Syekh Hasyim Asy’ari tidak hanya menjadi pedoman dalam bidang akhlak dan etika, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar bahasa Arab untuk memperdalam ilmu gramatika. Dengan menganalisis penggunaan kata “ما” dalam kitab ini, dapat dilihat jenis suatu kata dan bagaimana gramatika berperan penting dalam membangun struktur dan makna teks, serta memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis kata “ما” dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya Hadrat al-Syekh Hasyim Asy’ari serta mengetahui makna gramatikal kata “ما” dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya Hadrat al-Syekh Hasyim Asy’ari. Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan, Objek kajiannya adalah kalimat yang mengandung kata “ما”, adapun sumber data yang penulis gunakan adalah yang digunakan adalah Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya Hadrat al-Syekh Hasyim Asy’ari yang dibatasi dari Bab satu sampai Bab tiga.. dan juga menggunakan yaitu buku-buku, jurnal, artikel yang berkaitan dengan penelitian ini. Pendekatan penelitian ini adalah dengan pendekatan ilmu semantik menggunakan analisis makna gramatikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata “ما” dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya Hadrat al-Syekh Hasyim Asy’ari dari Bab satu sampai tiga ditemukan sebanyak 64 kata “ما”. Dengan jenis ismiyah berjumlah 39 kata, diantaranya : 22 “ما” ma’rifat naqishoh/maushulah, 12 “ما” nakiroh naqishoh, 4 “ما” istifham dan 1 “ما” ta’ajubiyah. Sedangkan jenis harfiyah ditemukan sebanyak 25 kata, diantaranya : 4 “ما” nafiyah, 10 “ما” masdariyah dan 11 “ما” zaidah. Kata Kunci : Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, Kata Ma, Makna Gramatikal

Page 1 of 1 | Total Record : 5