Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN PERSONALIA Ihin Solihin; Hisny Fajrussalam; Muhibbin Syah; Mohamad Erihadiana
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2020): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.3.2.1-12

Abstract

The purpose of this study is to find out about how to improve the quality of Islamic education through optimizing personnel management, and to find out what are the supporting and inhibiting factors for the implementation of personnel management in SMA Muhammadiyah 3 Plus Bandung City. The research that was carried out was included in qualitative descriptive research. The data collection method uses the method of observation, interviews, and documentation. Meanwhile, improving the quality of education is a systematic effort in school management to achieve progress from one stage to a higher level to produce added value according to applicable norms/standards. Management of improving the quality of Islamic education in schools is a quality improvement method that is based on school education itself, applies a set of techniques, is based on the availability of quantitative and qualitative data, and empowers all school components to continuously increase the capacity and capacity of school organizations to meet the needs of participants. students and society. By optimizing personnel management, it can continue to improve the quality of Islamic education. This is what the SMA Muhammadiyah 3 Plus Bandung City has done.Keywords:  Personnel Management, Quality of Education, Islam 
Penelitian Hadis: Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Solihin Solihin
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.884 KB) | DOI: 10.15575/diroyah.v1i1.2054

Abstract

Study of tradition (Sunnah) becomes very urgent to do, given is strategic position as one of the principal sources of Islamic teachings. Do not just study sanad but no less important to do well against matan. Because it’s central position is a study of hadith becomes important. This includes the study and understanding of the ins and out of the following hadith variety and its problems. Scientifically, the discourse requires format and accurate research methods to the study of this tradition.This article attempts to examine how the concept of tradition of research in ontology, epistemology and axiology, to then the study of hadith through research models type sanad and matan. The hope will give its own repertoire of how each researcher have the clarity of the concept in researching the traditions to be grounded. 
Memahami Jiwa Yang Selalu Mencela Dirinya Sendiri Dalam Alquran Surat Alqiyamah Ayat Dua Perspektif Hermeneutika Paul Ricoeur Solihin Solihin; Naan Naan
Syifa al-Qulub Vol 5, No 2 (2021): Januari, Syifa Al-Qulub
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v5i2.11156

Abstract

Ilmu Hermeneutika menjadi tawaran yang menarik dalam mentafsirkan sebuah teks. Makna dibalik teks dapat ditemukan dan memberikan sebuah perspektif. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna di balik teks ayat Al-Qur’an surat Al-Qiyamah ayat dua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan buku-buku dan artikel jurnal sebagai sumber rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jiwa yang selalu menyesali, merupakan efek dari pengingatan akan perbuatan dosa di masa lalu.
Terapi Diam dalam Tasawuf Al-Ghazali solihin solihin; Deden Mansur
Syifa al-Qulub Vol 2, No 2 (2018): Januari, Syifa Al-Qulub
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v2i2.2975

Abstract

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali menginterpretasikan bahaya lisan menjadi dua puluh bagian sebagaimana dilarang oleh prinsip dasar ajaran Islam (Al-Quran dan As-Sunnah). Jikalau lisan tidak dikendalikan, dapat mengakibatkan kandesnsi moral dan disintegrasi sosial dan diakhiratpun mendapatkan siksa. Maka dari itu, menurut Imam Al-Ghazali antisipasi preventifnya ialah dengan diam, karena diam (bukan diam pasif, tapi diam aktif) sangat dianjurkan oleh syariat islam, dan menghidar dari dua puluh bahaya lisan tersebut sama dengan berfikir dan berzikir sehingga pada akhirnya dapat membuahkan hasil ma’rifatullah.
STRATEGI PEMBELAJARAN NAHWU DI PESANTREN CILOA GARUT DAN AL-IHSAN BANDUNG Ihin Solihin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 2 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v14i2.2004

Abstract

Penelitian ini berawal dari phenomena pembelajaran Nahwu di Pesantren Ciloa Garut dan Pesantren Al-Ihsan Bandung. Dalam pembelajaran Nahwu Pesantren Ciloa menggunakan strategi konvensional.Sementara Pesantren Al-Ihsan menggunakan strategi kontesktual.Permasalahannya adalah bagaimana upaya guru dan santri meningkatkan kualitas pembelajaran Nahwu di kedua pesantren ini. Kesulitan apa saja yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelajaran Nahwu, dan bagaimana mengatasi kesulitan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui upaya guru dan santri meningkatkan kualitas pembelajaran Nahwu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara mendeskripsikan fenomena dalam pembelajaran tersebut. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah: bentuk penyajian di Pesantren al-Ihsan adalah al-amtsilah. (contoh-contoh kalimat), Pembahasan, Kaidah-kaidah, tamrinat. Kesulitan dalam menghapal dan mengaplikasikan kaidah, mengi’rab kalimat dan latar belakang santri yang berbeda-beda.  Strategi pembelajaran Nahwu di Pesantren Ciloa Bahwa pembelajaran Nahwu untuk tingkat pemula adalah mudah. Kesulitan dalam memotivasi santri untuk menghapal sejumlah kaidah-kaidah nahwiyah. Strategi pembelajarannya adalah: hapalan dan aplikasi yaitu hapalan qaidah nahwiyah dan shorfiyah, aplikasi kaidah berupa tarkiban dan syegatan kalimat yang terdapat dalam kitab berbahasa Arab, al-Hadits dan al-Qur’an.
Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh) Edi Komarudin; Muhammad Nurhasan; Ice Sariyati; Ihin Solihin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3821

Abstract

Fenomena penafsiran al-Qur’an di Nusantara telah muncul sejak abad ke-19 M, dengan menggunakan bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini membahas dan menelaah jenis tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya proses penerjemahan dan penafsiran al-Quran di nusantara serta bagaimana sejarah tafsir al-Qur’an berbahasa Nusantara? Penelitian ini berjenis kualitatif, penelitian kepustakaan (library research dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data utama ialah kitab-kitab tafsir berbahasa Sunda, Jawa, dan Melayu.  Kerangka proses yang dipergunakan adalah hermeneutika pola Gadamer yang dipolarisasi menjadi: Pra‑Konsepsi, Teks (Konteks) dan Produksi Makna. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Di Nusantara tafsir al-Quran didominasi oleh masayarakat “Jawa”, disebabkan faktor mendapat barokah guru, politik dan ekonomi, 2) Sejarah penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara sangat berkaitan dengan masalah sosial yang dihadapi oleh para penulis tafsir. Pristiwa dan problema sosial menyertai pola penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. 
Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh) Ice Sariyati; Edi Komarudin; Muhamamd Nurhasan; Ihin Solihin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3677

Abstract

Fenomena penafsiran al-Qur’an di Nusantara telah muncul sejak abad ke-19 M, dengan menggunakan bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini membahas dan menelaah jenis tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya proses penerjemahan dan penafsiran al-Quran di nusantara serta bagaimana sejarah tafsir al-Qur’an berbahasa Nusantara? Penelitian ini berjenis kualitatif, penelitian kepustakaan (library research dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data utama ialah kitab-kitab tafsir berbahasa Sunda, Jawa, dan Melayu.  Kerangka proses yang dipergunakan adalah hermeneutika pola Gadamer yang dipolarisasi menjadi: Pra‑Konsepsi, Teks (Konteks) dan Produksi Makna. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Di Nusantara tafsir al-Quran didominasi oleh masayarakat “Jawa”, disebabkan faktor mendapat barokah guru, politik dan ekonomi, 2) Sejarah penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara sangat berkaitan dengan masalah sosial yang dihadapi oleh para penulis tafsir. Pristiwa dan problema sosial menyertai pola penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara.
Insya Thalaby dalam Kitab Ayyuha Al-Walad Karya Imam Al-Ghazaly (Kajian Balaghah) Ira Siti Aenatum Mardhiyah; Ihin Solihin; Yayan Rahtikawati
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3172

Abstract

ABSTRACTBook of Ayyuha al-Walad by al-Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali is one of the books that discusses morals. The book contains the sincere counsel of Hujjah al-Islam al-Imam al-Ghazali which is cited in a letter to his beloved disciple. In a counsel contains a sentence that requires a demand. The purpose of this research is to know the types and meaning of insya thalaby in the book of Ayyuha Al-Walad. The method used in this research is analytical descriptive method. The sampling technique used in this research is purposive sampling that is intentional sampling technique. The results of the analysis, found 73 sentences insya thalabi. The types of insya thalabi contained in the book are amr, nahyi, istifham, tamanny and nida. The analysis shows that there are 38 amr, 7 nahyi, 23 istifham, 2 tamanny and 3 nida. The other meanings of the book are irshad, ighra, tasywiq, tahdid, taubikh, tamanni, tahassur and zajr.Keywords: Book of Ayyuha Al-Walad, advice, al-Ghazali, insya thalaby.ملخص البحثكتاب أيّها الولد للإمام أبي حامد محمّد بن محمّد الغزالي هو الكتاب الذي يبحث عن الأخلاق. نصح الإمام الغزالي نصيحة صريحة إلى تلاميذه في هذه الرسالة وفي النصيحة فيها الكلام طلب للعمل. وأما أغراض هذا البحث فهي وصف أنواع ومعان الإنشاء الطلبي في كتاب أيّها الولد ولكن ستبحث الباحثة عن كلام الغزالي فقط. وكان المنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الوصفي التحليلي وهو يصف الواقع ثم يحلله. والطريقة المستخدمة  لأخذ العينة هي طريقة  purposive sampling وهي طريقة أخذ العينة بالقدر المعين. وأما نتائج البحث فهي أن توجد 73 الإنشاء الطلبي تحتوي على خمسة أنواع وهي الأمر والنهي والإستفهام والتمنّي والندا. ومن تحليل البيانات وجدت 38 الأمر، 7 النهي، 23 الإستفهام، 2 التمنّي و 3 النداء. أمّا المعان غير الحقيقي فهي الإرشاد والإغراء والتشويق والتهديد والتوبيخ والتمنّي و التحسّر والزجر. الكلمة الرئيسية: كتاب أيّها الولد، النصيحة، الغزالي، علم المعاني، الإنشاء الطلبي. ABSTRAKKitab Ayyuha al-Walad karangan al-Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan salah satu kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut berisi tentang nasihat tulus dari Hujjah al-Islam al-Imam al-Ghazali yang dinukilkan dalam surat kepada murid yang disayanginya. Dalam sebuah nasihat terkandung suatu kalimat yang menghendaki adanya suatu tuntutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dan makna insya thalaby dalam kitab Ayyuha Al-Walad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja. Adapun hasil analisis, ditemukan 73 kalimat insya thalabi. Jenis insya thalabi yang terdapat pada kitab tersebut adalah amr, nahyi, istifham, tamanny dan nida. Hasil analisis menunjukkan ada 38 amr, 7 nahyi, 23 istifham, 2 tamanny dan 3 nida. Adapun makna-makna lain pada kitab tersebut yaitu irsyad, ighra, tasywiq, tahdid, taubikh, tamanni, tahassur dan zajr.  Kata kunci : Kitab Ayyuha Al-Walad, nasihat, al-Ghazali, ilmu ma’ani, insya thalaby.
Simbol Masalah Sosial Dalam Novel Al-Karnak Karya Najib Mahfudz (Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce) Elih Ratna Suminar; Karman Karman; Ihin Solihin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5515

Abstract

Penelitian ini mencoba mengungkap makna simbol masalah sosial dalam novel Al-Karnak buah karya Najib Mahfudz dengan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian ini dilakukan dengan cara menetapkan representamen (R) dan objek (O) kemudian dihubungkan, sehingga akan menghasilkan interpretan atau makna. Inilah yang dinamakan teori triadic Pierce.
BENTUK PERINTAH DAN PERTANYAAN DALAM BUKU AL-QIRA’AH AL-RASYIDAH JUZ 4 KARYA ABDUL FATAH SHABRI DAN ALI UMAR (KAJIAN ILMU AL-MA’ANY) Nur Afifah Ramadhanty; Akmaliyah Akmaliyah; Ihin Solihin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.9940

Abstract

Buku al-Qira’ah al-Rasyidah Juz 4 Karya Abdul Fatah Shabri dan Ali Umar adalah kumpulan teks berbahasa Arab fushah yang berisi kumpulan kisah inspiratif  dan edukatif, diantaranya diambil dari kisah sejarah, ayat al-qur’an, dan wasiat Habib Thahir bin Husen kepada putranya, Habib Abdullah bin Thahir. Kumpulan teks tersebut mengandung gaya bahasa yang indah dengan penyampaian makna yang unik dan dalam serta tidak mudah untuk dipahami terutama pada bagian gaya bahasa amr dan istifham sehingga menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna amr dan istifham dalam buku tersebut.          Pendekatan yang digunakan adalah ilmu al-ma’any sebagai ilmu yang mengkaji makna gaya Bahasa Arab berdasarkan konteksnya dan merupakan cabang dari balaghah. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik yang disebut juga deskriptif kualitatif yaitu dengan menganalisis data berupa uslub amr dan istifham dalam buku tersebut kemudian dijelaskan dengan penjabaran yang rinci sesuai ilmu al-ma’any sehingga dapat dipahami maknanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka karena data berupa data kualitatif.          Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat sepuluh makna amr di dalam buku tersebut yaitu: 1) ihanah, 2) ikram, 3) wajib, 4) imtinan, 5) irsyad, 6) ta’dib, 7) tahdid, 8) du’a, 9) takwin, dan 10) i’tibar serta empat makna istifham yaitu: 1) inkary, 2) nafy, 3) taqriry, dan 4) asli.