cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 14 Documents clear
RELASI ANTAR TOKE KORO DALAM MENJAMIN PERSEDIAAN PASOKAN DAGING KERBAU DAN SAPI (Tinjauan Antropologi Ekonomi Tentang Relasi Antar Toke Koro Zuriana, Zuriana
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2786

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema “ Relasi dan Strategi Pemasaran. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah penulis melihat  bagaimana kebutuhan konsumtif masyarakat terhadap daging kerbau dan sapi pada masyarakat Gayo ketika melakukan acara kenduri. Daging yang mereka peroleh tentunya berasal dari pasar penjaja daging atau di masyarakat Gayo orang yang menjajakan daging disebut dengan “toke koro”. Secara umum, “toke koro” merupakan jenis pekerjaan dari sektor perdagangan. Upaya yang dilakukan para toke tentu harus menyediakan barang dagangan agar tetap ada. Sedangkan daging yang mereka peroleh berasal dari uwer, peternakan rumahan dan antara sesama toke tersebut. Penulis melihat ada upaya toke dalam membangun relasi agar ketersediaan daging tetap ada secara kontinum. Penelitian ini di lakukan di Kampung Kayu Kul Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Alasan penulis memilih Kampung ini sebagai lokasi penelitian karena penulis melihat banyaknya Toke Koro yang memiliki ikatan kekeluargaan sehingga memudahkan dalam proses jual beli dagangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa lahirnya toke koro karena dipengaruhi oleh factor keturunan, factor mencari keuntungan dan factor terlibat secara ikut-ikutan dengan toke koro yang sudah eksis
PENGELOLAAN ASET DESA DI DAERAH RELOKASI BENCANA (Studi Antropologi Pembangunan tentang Pengelolaan Aset Desa-Desa Terdampak Erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo) Yusdarifa, Rina
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2787

Abstract

This study examines about "Management of Village Assets in Disaster Relocation Areas (Development Anthropology Study of Asset Management in Villages Affected by Volcano Eruption in Siosar, Tanah Karo District)". This research uses a descriptive qualitative approach. In dissecting this research, the researcher uses the ethnographic method by presenting a report of the research results in written form. The results showed that the management of village assets in the Siosar relocation area was divided into two categories. Firstly, village assets are managed by each village's government and involving the community such as houses, jambur, BUMDes, agricultural land and others. Secondly, the village managed assets are shared by the three villages in the area of relocation Siosar like, worship places, clean water sources, schools, etc. The results also showed that the obstacles faced by the community of each village in the Siosar relocation area tend to be almost the same as, the source of human resources is not adequate and tend to reject new things, their differences of opinion between the village government in managing village assets, the limitation of area after being relocated, and the lack of assistance from the government. The results also showed that the community of each village in Siosar had a role in managing village assets according to their duties or tasks assigned to them.
MOTHER AS WEAPON: REFLECTION ON FAMILIAL SUICIDE TERRORISM IN INDONESIA Sahrasad, Herdi; Tabrani, Dedy; Chaidar, Al; Zakaria, Mursyidin; Ansari, Teuku Syahrul
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2783

Abstract

The article describes about the nuclear family (keluarga batih) suicide bombings. This kind of terrorism called the familial terrorism which carrying out the nuclear family. The world is shocked by the sacrifice of the lives of those who struggle pragmatically to achieve the paradise promised by God. However, a familial suicide bombing left a mark of significant lessons and explanations so that the world community understood why all this happened. So that the phenomenon of family suicide bombing shifts the landscape of extreme violence that occurred in Indonesia, which was previously dominated by men and the action is usually carried out alone or in groups in action, and does not involve family members especially children. Women are also considered to be adept at manipulating situations so that opponents are not easily suspected for security reasons. And do not forget, the trend shows that in Indonesia (Southeast Asia) terrorist threats involving women tend to increase, whether in the form of actions of married couples or with children, the tendency of such terrorism is 'trending'. Therefore, going forward, if this reflection is not too missed, civil society and the state must strive to prevent, be alert and overcome the increasing role of women in acts of terrorism because of the strong trend that women's roles are increasingly optimized and maximized by the terrorist actors in this sadistic, dramatic and brutal action.
PROBLEMATIKA DI BALIK PROSES RELOKASI KORBAN BENCANA DI SITI AMBIA Juhaina, Juhaina; Fasya, T. Kemal; Kamil, Ade Ikhsan
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2788

Abstract

Bencana alam selalu memunculkan dampak pembangunan baru di wilayah tertentu. Pembangunan dikonsepsikan sebagai usaha untuk kemajuan ekonomi yang berarti keluar dari zona kemiskinan. Masyarakat harus saling mendukung dalam hal pembangunan, karena masyarakat menentukan keadaan sosial dan pembangunan suatu negara. Dari dampak bencana gempa yang ditimbulkan maka muncullah pembangunan daerah pascabencana untuk memulihkan kembali luka mayarakat. Namun, masyarakat terlihat gagap terhadap pembangunan tersebut, hal ini dapat dilihat dari tingkah laku masyarakat yang lebih memilih kembali ke lokasi awal bencana daripada menempati relokasi bantuan. Penelitian ini mengambil tema pembangunan pasca bencana, dengan pendekatan Antropologi Pembangunan. Studi Antropologi Pembangunan yang digunakan mengangkat judul “Rekonstruksi Kampung Siti Ambia Pascabencana” (Studi Antropologi Pembangunan di Kampung Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabuaten Aceh Singkil). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah jenis sosial kualitatif. Kampung Siti Ambia adalah salah satu Kampung di Kecamatan Singkil yang terkena bencana gempa pada 28 Maret 2005. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yakni, data primer dan data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa masyarakat lebih memillih kembali ke tempat semula daripada menempati lokasi bantuan. Padahal lokasi bantuan jauh lebih baik daripada lokasi semula yang mereka tinggali. Dengan penelitian ini penulis berharap akan menambah wawasan mengenai pembangunan pasca gempa dalam studi Antropologi Pembangunan, serta memberi pandangan mengenai pembangunan terhadap masyarakat.
EATING OUT SEBAGAI GAYA HIDUP (Studi Kasus Fenomena Remaja Kota Banda Aceh di Restoran Canai Mamak KL) Fajarni, Suci
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2784

Abstract

Kegiatan konsumsi mendorong seseorang untuk mereproduksi kehidupannya. Kondisi ini berimplikasi pada menjamurnya restoran, café-café, foodcourt, warung kopi, dan berbagai gerai makanan lainnya. Kajian ini diharapkan mampu mengembangkan wawasan terkait dengan perkembangan gaya hidup remaja Kota Banda Aceh yang mendapatkan kepuasan dan kesenangan yang muncul dari aktivitas eating out. Subjek penelitian adalah kaum remaja yang berusia 17 sampai dengan 30 tahun. Secara garis besar, penelitian ini menunjukkan bahwa eating out telah mewujud dalam kehidupan remaja Kota Banda Aceh dan menjadi kegiatan yang sudah biasa dilakukan sehingga menjadi gaya hidup (life style). Ia berhubungan dengan persoalan selera, habitus seseorang, lingkungan,dan interaksi sosial. Eating out juga dapat menjadi arena bertemunya bentuk-bentuk modal, habitus dan praktek sosial remaja.
KEHIDUPAN PEREMPUAN NELAYAN DI GAMPONG UJONG BLANG KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE Tanjung, Selpia Arwida; Nasution, Abdullah Akhyar
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2789

Abstract

Pokok masalah yang diajukan dalam paper adalah perlunya meninjau kembali tentang kehidupan yang dijalani oleh perempuan-perempuan pencari tiram dan kontribusi ekonomi yang diberikan oleh mereka untuk perekonomian rumah tangga nelayan di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kota ini memiliki sumber daya alam laut yang melimpah sebagai wilayah pesisir, selayaknya dengan sumber daya alam yang ada dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang menempati kota tersebut, terkhusus bagi keluarga yang berada di pesisir yaitu Gampong Ujong Blang. Penelitian ini menggunakan kajian antropologi ekonomi dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan oleh para perempuan pencari tiram sangat signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga nelayan. Keberadaan mereka juga untuk mendukung pendapatan suami yang sangat terbatas dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan, terkadang hasil yang didapat oleh perempuan melebihi dari pendapatan suami, tetapi ini semua tergantung bagaimana keahlian mereka dalam mengolah tiram pasca pencarian.
KEBIJAKAN DAN EKSPRESI KEBUDAYAAN; SEBUAH DILEMA? (Meninjau Kembali Kebijakan Kontroversial terkait Perempuan dan Ekspresi Kebudayaan) Ilham, Iromi
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2785

Abstract

Ada kegelisahan yang menyeruak tatkala muncul berbagai kebijakan terkait ekspresi kebudayaan di tengah-tengah masyarakat. Tulisan sederhana ini berusaha untuk membongkar kegelisahan tersebut agar tak mengental yang berakibat tersumbatnya saluran kebudayaan. Kebijakan yang strategis selalu mengacu pada tiga ukuran, yaitu: pertama, memiliki tujuan yang jelas; kedua, mengacu pada konteks tantangan hari ini dan masa depan; dan ketiga, sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Penjaringan partisipasi semua kalangan juga tak kalah penting dalam penentuan kebijakan. Intinya, harapan akhir dari kebijakan publik terkait kebudayaan adalah kebijakan yang membangun keunggulan bersaing dari setiap pribadi rakyat tanpa membedakan gender, ras, agama, dan latar belakang yang berbeda.
PENGELOLAAN ASET DESA DI DAERAH RELOKASI BENCANA (Studi Antropologi Pembangunan tentang Pengelolaan Aset Desa-Desa Terdampak Erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo) Rina Yusdarifa
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2787

Abstract

This study examines about "Management of Village Assets in Disaster Relocation Areas (Development Anthropology Study of Asset Management in Villages Affected by Volcano Eruption in Siosar, Tanah Karo District)". This research uses a descriptive qualitative approach. In dissecting this research, the researcher uses the ethnographic method by presenting a report of the research results in written form. The results showed that the management of village assets in the Siosar relocation area was divided into two categories. Firstly, village assets are managed by each village's government and involving the community such as houses, jambur, BUMDes, agricultural land and others. Secondly, the village managed assets are shared by the three villages in the area of relocation Siosar like, worship places, clean water sources, schools, etc. The results also showed that the obstacles faced by the community of each village in the Siosar relocation area tend to be almost the same as, the source of human resources is not adequate and tend to reject new things, their differences of opinion between the village government in managing village assets, the limitation of area after being relocated, and the lack of assistance from the government. The results also showed that the community of each village in Siosar had a role in managing village assets according to their duties or tasks assigned to them.
PROBLEMATIKA DI BALIK PROSES RELOKASI KORBAN BENCANA DI SITI AMBIA Juhaina Juhaina; T. Kemal Fasya; Ade Ikhsan Kamil
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2788

Abstract

Bencana alam selalu memunculkan dampak pembangunan baru di wilayah tertentu. Pembangunan dikonsepsikan sebagai usaha untuk kemajuan ekonomi yang berarti keluar dari zona kemiskinan. Masyarakat harus saling mendukung dalam hal pembangunan, karena masyarakat menentukan keadaan sosial dan pembangunan suatu negara. Dari dampak bencana gempa yang ditimbulkan maka muncullah pembangunan daerah pascabencana untuk memulihkan kembali luka mayarakat. Namun, masyarakat terlihat gagap terhadap pembangunan tersebut, hal ini dapat dilihat dari tingkah laku masyarakat yang lebih memilih kembali ke lokasi awal bencana daripada menempati relokasi bantuan. Penelitian ini mengambil tema pembangunan pasca bencana, dengan pendekatan Antropologi Pembangunan. Studi Antropologi Pembangunan yang digunakan mengangkat judul “Rekonstruksi Kampung Siti Ambia Pascabencana” (Studi Antropologi Pembangunan di Kampung Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabuaten Aceh Singkil). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah jenis sosial kualitatif. Kampung Siti Ambia adalah salah satu Kampung di Kecamatan Singkil yang terkena bencana gempa pada 28 Maret 2005. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yakni, data primer dan data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa masyarakat lebih memillih kembali ke tempat semula daripada menempati lokasi bantuan. Padahal lokasi bantuan jauh lebih baik daripada lokasi semula yang mereka tinggali. Dengan penelitian ini penulis berharap akan menambah wawasan mengenai pembangunan pasca gempa dalam studi Antropologi Pembangunan, serta memberi pandangan mengenai pembangunan terhadap masyarakat.
EATING OUT SEBAGAI GAYA HIDUP (Studi Kasus Fenomena Remaja Kota Banda Aceh di Restoran Canai Mamak KL) Suci Fajarni
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2784

Abstract

Kegiatan konsumsi mendorong seseorang untuk mereproduksi kehidupannya. Kondisi ini berimplikasi pada menjamurnya restoran, café-café, foodcourt, warung kopi, dan berbagai gerai makanan lainnya. Kajian ini diharapkan mampu mengembangkan wawasan terkait dengan perkembangan gaya hidup remaja Kota Banda Aceh yang mendapatkan kepuasan dan kesenangan yang muncul dari aktivitas eating out. Subjek penelitian adalah kaum remaja yang berusia 17 sampai dengan 30 tahun. Secara garis besar, penelitian ini menunjukkan bahwa eating out telah mewujud dalam kehidupan remaja Kota Banda Aceh dan menjadi kegiatan yang sudah biasa dilakukan sehingga menjadi gaya hidup (life style). Ia berhubungan dengan persoalan selera, habitus seseorang, lingkungan,dan interaksi sosial. Eating out juga dapat menjadi arena bertemunya bentuk-bentuk modal, habitus dan praktek sosial remaja.

Page 1 of 2 | Total Record : 14