cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 14 Documents clear
KEHIDUPAN PEREMPUAN NELAYAN DI GAMPONG UJONG BLANG KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE Selpia Arwida Tanjung; Abdullah Akhyar Nasution
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2789

Abstract

Pokok masalah yang diajukan dalam paper adalah perlunya meninjau kembali tentang kehidupan yang dijalani oleh perempuan-perempuan pencari tiram dan kontribusi ekonomi yang diberikan oleh mereka untuk perekonomian rumah tangga nelayan di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kota ini memiliki sumber daya alam laut yang melimpah sebagai wilayah pesisir, selayaknya dengan sumber daya alam yang ada dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang menempati kota tersebut, terkhusus bagi keluarga yang berada di pesisir yaitu Gampong Ujong Blang. Penelitian ini menggunakan kajian antropologi ekonomi dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan oleh para perempuan pencari tiram sangat signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga nelayan. Keberadaan mereka juga untuk mendukung pendapatan suami yang sangat terbatas dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan, terkadang hasil yang didapat oleh perempuan melebihi dari pendapatan suami, tetapi ini semua tergantung bagaimana keahlian mereka dalam mengolah tiram pasca pencarian.
PROGRAM HUMANISASI: REFLEKSI TENTANG REHABILITASI PELAKU DAN KORBAN TERORISME UNTUK KONTEKS INDONESIA Al Chaidar; Herdi Sahrasad; Iskandar Zulkarnaen; Fauzi A Rahman; Muntasir Abdul Kadir; Abdul Hadi Arifin
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.1158

Abstract

Tak terhitung berapa rupiah materi dan pengorbanan lainnya yang dihabiskan untuk menanggulangi perkara terorisme melalui program deradikalisasi, sampai-sampai Polri dan BIN dituding berbagai kalangan sebagai  lembaga yang sengaja membikin ‘proyek terorisme’ demi kelangsungan anggaran anti-terorisme milyaran rupiah/tahun. Harus disadari, dicamkan  dan ditekankan bahwa dalam membasmi terorisme, negara dan masyarakat  mesti seayun langkah dan bersatu. Tulisan ini menawarkan gagasan humanisasi sebagai bagian dari upaya deradikalisasi untuk menambal lubang-lubang yang bocor dari program yang sudah dilaksanakan. Dalam hal ini, humanisasi adalah respon untuk mencegah eskalasi kekerasan. Humanisasi mengakui martabat yang melekat  pada manusia, mengakui kemanusiaan lawan-lawannya dan hak-hak asasi semua anggota keluarga manusia. Humanisasi memungkinkan orang mengenali karakteristik manusia yang dianggap musuh atau lawannya, sehingga dapat membantu orang untuk membatasi eskalasi kekerasan yang ekstrim. Humanisasi juga dapat membuka jalan bagi hubungan timbal balik dan keyakinan dalam kesetaraan manusia, menciptakan norma-norma bersama yang membatasi cara konflik tersebut dilancarkan.
KEBIJAKAN DAN EKSPRESI KEBUDAYAAN; SEBUAH DILEMA? (Meninjau Kembali Kebijakan Kontroversial terkait Perempuan dan Ekspresi Kebudayaan) Iromi Ilham
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2785

Abstract

Ada kegelisahan yang menyeruak tatkala muncul berbagai kebijakan terkait ekspresi kebudayaan di tengah-tengah masyarakat. Tulisan sederhana ini berusaha untuk membongkar kegelisahan tersebut agar tak mengental yang berakibat tersumbatnya saluran kebudayaan. Kebijakan yang strategis selalu mengacu pada tiga ukuran, yaitu: pertama, memiliki tujuan yang jelas; kedua, mengacu pada konteks tantangan hari ini dan masa depan; dan ketiga, sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Penjaringan partisipasi semua kalangan juga tak kalah penting dalam penentuan kebijakan. Intinya, harapan akhir dari kebijakan publik terkait kebudayaan adalah kebijakan yang membangun keunggulan bersaing dari setiap pribadi rakyat tanpa membedakan gender, ras, agama, dan latar belakang yang berbeda.
RELASI ANTAR TOKE KORO DALAM MENJAMIN PERSEDIAAN PASOKAN DAGING KERBAU DAN SAPI (Tinjauan Antropologi Ekonomi Tentang Relasi Antar Toke Koro Zuriana Zuriana
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2786

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema “ Relasi dan Strategi Pemasaran. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah penulis melihat  bagaimana kebutuhan konsumtif masyarakat terhadap daging kerbau dan sapi pada masyarakat Gayo ketika melakukan acara kenduri. Daging yang mereka peroleh tentunya berasal dari pasar penjaja daging atau di masyarakat Gayo orang yang menjajakan daging disebut dengan “toke koro”. Secara umum, “toke koro” merupakan jenis pekerjaan dari sektor perdagangan. Upaya yang dilakukan para toke tentu harus menyediakan barang dagangan agar tetap ada. Sedangkan daging yang mereka peroleh berasal dari uwer, peternakan rumahan dan antara sesama toke tersebut. Penulis melihat ada upaya toke dalam membangun relasi agar ketersediaan daging tetap ada secara kontinum. Penelitian ini di lakukan di Kampung Kayu Kul Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Alasan penulis memilih Kampung ini sebagai lokasi penelitian karena penulis melihat banyaknya Toke Koro yang memiliki ikatan kekeluargaan sehingga memudahkan dalam proses jual beli dagangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa lahirnya toke koro karena dipengaruhi oleh factor keturunan, factor mencari keuntungan dan factor terlibat secara ikut-ikutan dengan toke koro yang sudah eksis

Page 2 of 2 | Total Record : 14