Aceh Anthropological Journal
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2019)"
:
14 Documents
clear
THE BATIH FAMILY AS A WEAPON: ANALYSIS OF THE JOLO CATHEDRAL BOMB, PHILIPPINES
Chaidar, Al;
Sahrasad, Herdi;
Tabrani, Dedy
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2776
This article explain about terrorist’s bombing toward a Roman Catholic cathedral in Jolo, southern Philippines, Sunday 27 January 2019 morning. At least 22 people were reportedly killed tragically and nearly 50 others were injured. The suicide bombing of the husband and wife exploded during Sunday Mass in Jolo is the first bomb explosion was carried out by a woman from inside the church who smashed benches, smashed windows and left the body of the victim at the Catholic church located in Jolo. The first explosion occurred at Jolo Cathedral in Sulu Province. The second bomb exploded outside the church after the congregation left to save themselves. The second bomb was carried out by a man who was the husband of the first bomber. This Jolo suicide bombing mimics the suicide bombing of a family of 8-9 May 2018 in Surabaya and Sidoarjo. Nobody thought that the perpetrators came from one whole family. Officers revealed that the bombers in the three churches were the families of Mr. Dita Oepriyanto and Mrs. Puji Kuswati. These parents invited their four children to take action in three different churches. Their four children have a very young and young age. Yusuf Fadil's son (18), Firman Halim (16), daughter of Fadhila Sari (12), and Pamela Riskita (9). The familial terroist bombing in Jolo dan Surabaya is a reflection that our world today is 'a world full of the thrill of underground revenge, inexhaustible and never satisfied in an explosion'. The present is a age of anger
POLA PEMBAGIAN PERAN UTOH PEURAHO DALAM PEMBUATAN KAPAL NELAYAN DI LHOKSUEMAWE, ACEH
Azzahra, Wina;
Nasution, Abdullah Akhyar
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2781
Tulisan ini ingin melihat lebih jauh bagaimana pola pembagian peran Utoh Peuraho di Lhokseumawe dalam dinamika perubahan lingkungan alam, dan kondisi sosial,ekonomi, politik dan budaya dan hubungannya dengan situasi industri kapal modern.dengan menggunakan pendekatan etnografi penulis ingin menunjukkan bahwa pembagian peran utoh peuraho sangat berkaitan dengan ketersediaan bahan baku serta proses komunikasi yang dibangun oleh pemodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Utoeh Peuraho merupakan salah satu profesi yang masih sangat dibutuhkan di tengah masyarakat pesisir di Lhokseumawe. Pola pembagian peran utoh peuraho terbentuk saling berkaitan satu dengan lainnya. Dengan status kedudukan tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu : toke (pemilik kapal), kepala utoh (kepala tukang), dan utoh peuraho (awak pembuat kapal). Fungsi dari peran yang dimiliki oleh toke, kepala utoh, dan utoh peuraho berbeda-beda dan saling kerterkaitan satu sama lainnya. Dimana toke merupakan yang menyediakan modal dalam pembuatan kapal. Kepala utoh merupakan seseorang yang mendesain kapal dan mengatur pekerjaan utoh peuraho. Sedangkan utoh peuraho merupakan seseorang yang menerima perintah dari kepala utoh pada pembuatan kapal.
KOPI: OTENTISITAS MATERIAL DAN GAYA HIDUP
Kamil, Ade Ikhsan
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2777
This paper aims to see the extent to which coffee is a consumable commodity that is devoid of meaning, but coffee is also seen as a material that has been commodified so as to cause different meanings for people who consume it. By using qualitative research methods, the author wants to show that how changes in coffee as a commodity can become a lifestyle that has an impact on the meaning of the coffee commodity itself as if coffee has changed itself and given meaning to itself.Abstrak:Â Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kopi sebagai sebuah komoditas konsumsi yang hampa makna, namun kopi juga dilihat sebagai sebuah materi yang mengalami komodifikasi sehingga menimbulkan pemaknaan yang berbeda bagi orang yang mengonsumsinya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penulis ingin menunjukkan bahwa bagaimana perubahan kopi sebagai komoditas dapat menjadi gaya hidup yang berdampak pada pemaknaan komoditas kopi itu sendiri seolah-olah kopi telah merubah dirinya sendiri dan memberikan makna terhadap dirinya
PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA ACEH DI KOTA LANGSA
Humairah, Elvira Siti;
Saifullah, Saifullah;
Arifin, Awaluddin
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2782
Penelitian ini bertema tentang Antropologi Linguistik yang mengkaji tentang “Problematika Penggunaan Bahasa Daerah†(Studi Antropologi Linguistik Pada Penutur Bahasa Aceh Di Kota Langsa). Secara mendalam diceritakan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan bahasa daerah (Bahasa Aceh), yang digunakan oleh masyarakat yang ada di Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode sosial kualitatif yang bersifat deskriftif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Fenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu sudah menjadi persoalan yang sering dibicarakan oleh kalangan ahli bahasa. Hal ini tidak lepas dari perkembangan globalisasi dan modernisasi yang semakin cepat Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat melihat fenomena berkurangnya penggunaan Bahasa Aceh di Kota Langsa yang dihuni oleh masyarakat multikultural sebagai sesuatu yang yang lumrah terjadi. Namun, masyarakat tetap berharap agar Bahasa Aceh tetap ada di tengah masyarakat dan terus dilestarikan.
KEKUASAAN DAN KEPENTINGAN INTERNAL LEMBAGA: KAJIAN ARENA PRODUKSI KULTURAL BOURDIEU (Studi Kasus Penerbit Bandar Publishing di Kota Banda Aceh)
Linda, Lisma
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2779
Tulisan ini membahas bagaimana arena ‘kekuasaan’ pada penerbit Bandar Publishing dan bagaimana kontestasi antara kepentingan kultural dan kepentingan bisnis yang berlangsung di dalam penerbit Bandar Publishing itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengkaji fenomena-fenomena atau isu-isu sosial berdasarkan fakta empiris dengan menggunakan perspektif subjek (peneliti). Dalam penelitian ini, peneliti meneliti sebuah lembaga yaitu penerbit Bandar Publishing. Pengumpulan data dilakukan penulis dengan menggunakan dua cara yaitu: penelitian kepustakaan (library research) dan wawancara. Dari penelitian ini menghasilkan bahwa kekuasaan sebuah arena tergantung bagaimana agen di dalamnya dalam menentukan kriteria khusus (special characterictic) terhadap arena tersebut untuk membedakannya dengan arena-arena lain agar terlihat ekslusif di mata masyarakat. Penerbit tidak dapat menganggu gugat penetapan tema yang sudah diberlakukan Bandar sejak mereka berdiri. Penulis hanya dapat menulis dan mengirimkan naskah dengan gagasan utama tentang Aceh, mereka tunduk dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku, dalam artian penulis tunduk dibawah kekuasaan penerbit. Setiap perusahaan juga memiliki kepentingan masing-masing dalam mendirikan sebuah usaha. Dalam hal ini, Bandar Publishing sebagai penerbit independen yang diinisiasikan oleh beberapa mahasiswa dan dosen, memiliki keinginan untuk menjaga sejarah-sejarah dan kultur-kultur Aceh dengan mencetak buku-buku bertemakan Aceh.
GENTRIFIKASI DAN PERGOLAKAN LAHAN DI KELURAHAN TANJUNG TONGAH KECAMATAN SIANTAR MARTOBA KOTA PEMATANGSIANTAR
Anggraeni, Dwi;
Fasya, Teuku Kemal;
Nasution, Abdullah Akhyar
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2778
This article has the theme of land conversion or gentrification that occurred in Tanjung Tongah Village, Martoba District, Pematangsiantar City. In depth, this study will observe and analyze the background of the gentrification process at the research location. This research uses qualitative social methods that are descriptive in nature with observation techniques, in-depth interviews, documentation study and literature study. The results showed that there are several factors behind the occurrence of gentrification in Tanjung Tongah Village, including unclear land ownership status by the community, factors of urban development and urbanization as well as factors of economic turmoil experienced by land owners. Abstrak: Artikel ini bertema alih fungsi lahan atau gentrifikasi yang terjadi di kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Martoba, Kota Pematangsiantar. Secara mendalam penelitian ini akan mengamati dan menganalisis latarbelakang terjadinya proses gentrifikasi di lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode sosial kualitatif yang bersifat deskriftif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang melatarbelakangi terjadinya gentrifikasi di Kelurahan Tanjung Tongah, di antaranya status kepemilikan lahan yang tidak jelas oleh masyarakat, faktor pembangunan kota dan urbanisasi serta faktor gejolak ekonomi yang dialami oleh masyarakat pemilik lahan.
PERILAKU ADIKTIF TERHADAP GAME PLAYER UNKNOMWN’S BATTLE GROUNDS (PUBG)
Bunaiya, Bunaiya
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2780
The development of online games cannot be separated from the development of technology today. The enthusiasts are not only teenagers, but also adults. This study seeks to examine why the youth of Lhokseumawe City experience addiction to the PUBG game and the social implications caused by the presence of the game. The focus of the research is teenagers aged 18-21 years in Lhokseumawe City. The results showed that addiction to this game was caused by environmental conditions (friends and available facilities), excessive hobbies, as well as because the content presented in this game could stimulate the players' adrenaline. In another language it can be said that the features provided are very masculine. The most obvious social implication due to the presence of this game is a change in lifestyle that occurs in the neighborhood of Lhokseumawe City youth, one of which is in terms of interaction and communication styles. The accumulation of PUBG game behaviors and habits that have become a new lifestyle has led to a thickening of consumerismAbstrakPerkembangan game online tidak terlepas dari berkembangnya teknologi dewasa ini. Peminatnya bukan saja dari kalangan remaja, namun juga kalangan dewasa. Penelitian ini berusaha mengkaji mengapa remaja Kota Lhokseumawe mengalami kecanduan terhadap game PUBG dan implikasi sosial yang ditimbulkan oleh kehadiran permainan tersebut. Fokus penelitian adalah kalangan remaja berusia 18-21 tahun yang ada di Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan terhadap game ini disebabkan oleh kondisi lingkungan (teman dan fasilitas yang tersedia), hobi yang berlebihan, juga karena konten yang disuguhkan dalam permainan ini dapat memacu adrenalin para pemain. Dalam bahasa yang lain bisa disebutkan bahwa fitur yang tersedia sangat maskulin. Implikasi sosial yang paling nyata akibat kehadiran permainan ini adalah perubahan gaya hidup yang terjadi di lingkungan remaja Kota Lhokseumawe, salah satunya dalam hal gaya interaksi dan komunikasi. Akumulasi perilaku dan kebiasaan game PUBG yang menjadi gaya hidup baru berujung pada mengentalnya sikap konsumerisme
KOPI: OTENTISITAS MATERIAL DAN GAYA HIDUP
Ade Ikhsan Kamil
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2777
This paper aims to see the extent to which coffee is a consumable commodity that is devoid of meaning, but coffee is also seen as a material that has been commodified so as to cause different meanings for people who consume it. By using qualitative research methods, the author wants to show that how changes in coffee as a commodity can become a lifestyle that has an impact on the meaning of the coffee commodity itself as if coffee has changed itself and given meaning to itself.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kopi sebagai sebuah komoditas konsumsi yang hampa makna, namun kopi juga dilihat sebagai sebuah materi yang mengalami komodifikasi sehingga menimbulkan pemaknaan yang berbeda bagi orang yang mengonsumsinya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penulis ingin menunjukkan bahwa bagaimana perubahan kopi sebagai komoditas dapat menjadi gaya hidup yang berdampak pada pemaknaan komoditas kopi itu sendiri seolah-olah kopi telah merubah dirinya sendiri dan memberikan makna terhadap dirinya
PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA ACEH DI KOTA LANGSA
Elvira Siti Humairah;
Saifullah Saifullah;
Awaluddin Arifin
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2782
Penelitian ini bertema tentang Antropologi Linguistik yang mengkaji tentang “Problematika Penggunaan Bahasa Daerah” (Studi Antropologi Linguistik Pada Penutur Bahasa Aceh Di Kota Langsa). Secara mendalam diceritakan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan bahasa daerah (Bahasa Aceh), yang digunakan oleh masyarakat yang ada di Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode sosial kualitatif yang bersifat deskriftif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Fenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu sudah menjadi persoalan yang sering dibicarakan oleh kalangan ahli bahasa. Hal ini tidak lepas dari perkembangan globalisasi dan modernisasi yang semakin cepat Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat melihat fenomena berkurangnya penggunaan Bahasa Aceh di Kota Langsa yang dihuni oleh masyarakat multikultural sebagai sesuatu yang yang lumrah terjadi. Namun, masyarakat tetap berharap agar Bahasa Aceh tetap ada di tengah masyarakat dan terus dilestarikan.
KEKUASAAN DAN KEPENTINGAN INTERNAL LEMBAGA: KAJIAN ARENA PRODUKSI KULTURAL BOURDIEU (Studi Kasus Penerbit Bandar Publishing di Kota Banda Aceh)
Lisma Linda
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2779
Tulisan ini membahas bagaimana arena ‘kekuasaan’ pada penerbit Bandar Publishing dan bagaimana kontestasi antara kepentingan kultural dan kepentingan bisnis yang berlangsung di dalam penerbit Bandar Publishing itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengkaji fenomena-fenomena atau isu-isu sosial berdasarkan fakta empiris dengan menggunakan perspektif subjek (peneliti). Dalam penelitian ini, peneliti meneliti sebuah lembaga yaitu penerbit Bandar Publishing. Pengumpulan data dilakukan penulis dengan menggunakan dua cara yaitu: penelitian kepustakaan (library research) dan wawancara. Dari penelitian ini menghasilkan bahwa kekuasaan sebuah arena tergantung bagaimana agen di dalamnya dalam menentukan kriteria khusus (special characterictic) terhadap arena tersebut untuk membedakannya dengan arena-arena lain agar terlihat ekslusif di mata masyarakat. Penerbit tidak dapat menganggu gugat penetapan tema yang sudah diberlakukan Bandar sejak mereka berdiri. Penulis hanya dapat menulis dan mengirimkan naskah dengan gagasan utama tentang Aceh, mereka tunduk dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku, dalam artian penulis tunduk dibawah kekuasaan penerbit. Setiap perusahaan juga memiliki kepentingan masing-masing dalam mendirikan sebuah usaha. Dalam hal ini, Bandar Publishing sebagai penerbit independen yang diinisiasikan oleh beberapa mahasiswa dan dosen, memiliki keinginan untuk menjaga sejarah-sejarah dan kultur-kultur Aceh dengan mencetak buku-buku bertemakan Aceh.