Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA ACEH DI KOTA LANGSA Humairah, Elvira Siti; Saifullah, Saifullah; Arifin, Awaluddin
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2782

Abstract

Penelitian ini bertema tentang Antropologi Linguistik yang mengkaji tentang “Problematika Penggunaan Bahasa Daerah” (Studi Antropologi Linguistik Pada Penutur Bahasa Aceh Di Kota Langsa). Secara mendalam diceritakan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan bahasa daerah (Bahasa Aceh), yang digunakan oleh masyarakat yang ada di Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode sosial kualitatif yang bersifat deskriftif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Fenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu sudah menjadi persoalan yang sering dibicarakan oleh kalangan ahli bahasa. Hal ini tidak lepas dari perkembangan globalisasi dan modernisasi yang semakin cepat Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat melihat fenomena berkurangnya penggunaan Bahasa Aceh di Kota Langsa yang dihuni oleh masyarakat multikultural sebagai sesuatu yang yang lumrah terjadi. Namun, masyarakat tetap berharap agar Bahasa Aceh tetap ada di tengah masyarakat dan terus dilestarikan.
MAKNA SIMBOLIK RITUAL RATIB BERJALAN PADA TRADISI TOLAK BALA: STUDI DESA SUNGAI KURUK III KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Arifin, Awaluddin; Subhani, Subhani; Rabiah, Rabiah
Aceh Anthropological Journal Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v4i1.3151

Abstract

This research is entitled about the Symbolic Meaning of Ritual Ratib Walking in the Tolak Bala Tradition (Study of Sungai Kuruk III Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency). This research focuses on the process of implementing the walking ratib ritual and the symbolic meaning in the equipment as well as the signs and symbols attached to the walking ratib ritual. Symbolic meanings are the meanings contained in symbols where these symbols have been added to the elements of belief which make the sacred value of a symbol higher. The purpose of this research is to describe the process, the meaning of each symbol and the symbols that exist in the running ritual. This study used a qualitative descriptive approach using symbolic interaction theory. To obtain accurate data and informants, the data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results showed that each symbol in the walking ritual equipment had its own meaning which had been mutually agreed upon so that it could be understood by all of the community.
TANGIS TUKHUNEN SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI TRADISIONAL DALAM PROSESI ADAT PERNIKAHAN SUKU ALAS DI ACEH TENGGARA Deva, Desi Hasra; Arifin, Awaluddin; Chalid, Ibrahim
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i2.4781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik komunikasi ritual serta menemukan pola-pola komunikasi dan aktivitas komunikasi dalam upacara tangis tukhunen pada pernikahan suku alas di Aceh Tenggara sebagai media komunikasi tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat suku alas di Aceh Tenggara masih melaksanakan tangis tukhunen sebagai media komunikasi tradisional mereka sebagai upaya pemeliharaan meskipun telah mengalamai perubahan. Dalam praktiknya merupakan refleksi dari komunikasi ritual dan fungsinya yakni sebagai fungsi sosialiasi, fungsi pendidikan, dan fungsi warisan sosial budaya.
IDENTITAS DAN PENCIPTAAN DIRI DI ERA DISRUPSI DIGITAL Husna, Asmaul; Hasan, Kamaruddin; Arifin, Awaluddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.11590

Abstract

Among the younger generation, the use of social media is unavoidable. In the era of digital disruption characterized by rapid technological change, changing online culture, and dominant social media, the concept of digital identity has become important. This research aims to find out how individuals and social media play a role in shaping the digital identity of the younger generation and how these individuals manage and maintain their self-image online in the era of digital disruption. This research is also to find out how digital identity impacts the mental health of the younger generation. This research uses a qualitative descriptive analysis research method with data collection techniques through literature study and interviews. From the research results, the author found that social media plays a major role in shaping the digital identity and self-creation of the younger generation and making them known to many people. They can shape their self-image according to what they want and how they want to be seen by others. However, they also have to adjust the pros and cons before posting something on social media. This is done as an effort to form and maintain a positive self-image as a digital identity on social media. Apart from that, digital identity also affects their mental health if they are cut off from internet access because it will have an impact on decreasing the number of views and incomeDi kalangan generasi muda, penggunaan media sosial tidak dapat dihindari. Era disrupsi digital yang ditandai oleh perubahan teknologi yang cepat, budaya daring yang berubah, dan media sosial yang dominan, maka konsep identitas digital menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana individu dan media sosial berperan membentuk identitas digital generasi muda serta bagaimana cara individu tersebut mengelola dan merawat citra diri mereka secara daring di era disrupsi digital. Penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana identitas digital berdampak pada kesehatan mental generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literature dan wawancara. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk identitas digital dan penciptaan diri generasi muda dan membuat mereka dikenal oleh banyak orang. Mereka dapat membentuk citra diri sesuai dengan yang diinginkan dan cara mereka ingin dipandang oleh orang lain. Namun mereka juga harus menyesuaikan baik buruknya sebelum memosting sesuatu di sosial media. Hal itu dilakukan sebagai upaya membentuk dan merawat citra diri yang positif sebagai identitas digital di sosial media. Selain itu, identitas digital juga berpengaruh pada kesehatan mental mereka jika terputus dengan akses internet karena akan berdampak pada menurunnya jumlah views dan pemasukan.
Pengabdian Bersih Pantai Wisata Krueng Geukueh Kolaborasi Mahasiswa Baru, Alumni Dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Harinawati, Harinawati; Candrasari, Ratri; Subhani, Subhani; Arifin, Awaluddin; Ferbrianto, Sendy; Rambe, Zul Fadli; Ramadhan, Sandy Afrizal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i2.9035

Abstract

Program Pengabdian ini merupakan serangkaian kegitan yang melibatkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komuniksi (Himako), Mahasiswa baru, alumni dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi melalui kegiatan pembersihan pantai Wisata Kreungekuh sebagai Gerakan bersama peduli lingkungan dalam rangka menjaga kelestarian alam. Mahasiswa Baru dengan pengenalan lingkungan baru namun tetap aware terhadap lingkungan hal ini sebagai upaya penyadaran terhadap penyelamatan bumi dari sampah. Salah satu yang paling sederhana dapat dilakukan adalah pembersihan pantai.   Pantai wisata yang berada dekat dengan Pelabuhan Kreungeukueh merupakan tempat wisata ekonomis yang murah meriah namun belum dikelola secara profesional beberapa pondok wisata yang ada di bibir pantai masih terlihat membuang sampah sembarangan sehingga tanpak kotor disamping itu kurangya kesadaran pengunjung dalam membuang sampah pada tempatnya menambah permasalahan, sehingga dengan program pembersihan pantai ini diharapkan tumbuh  kesadaran bagi Mahasiswa baru, alumni dan Dosen peduli lingkungan, lokasi wisata bebas sampah maka rencana tindak lanjut dilakukan adalah dengan penyediaan tong sampah, membuat plank peringatan dengan berbagai bentuk sebagai himbauan dilarang buang sampah sembarangan, pilah pilih sampah dan daur ulang sampah. agar pengembangan wisata pantai dapat berkenajutan bebas dari sampah.
Pengembangan Usaha Keluarga Miskin Dan Hibah Sarana Produksi Kue Rumahan Dan Di Masa Pandemi Covid 19 Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Gampong Barat Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Subhani, Subhani; Yunanda, Rizki; Nazaruddin, M; Arifin, Awaluddin
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i2.7559

Abstract

Usaha kue rumahan merupakan salah satu jenis usaha yang sangat menjanjikan bagi ibu- ibu rumah tangga, pasalnya kue jenis ini merupakan camilan bagi semua kalangan yang setiap harinya sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha kue rumahan, saban hari terus bertambah dikalangan pekerja Ibu Rumah Tangga (IRT). Realitas tersebut terpatri pada kalangan ibu rumah tangga Gampong Barat Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, di masa pandemi Covid 19 ada beberapa kendala utama yang dialami oleh para produsen kue rumahan tersebut diantaranya, (1) rendahnya harga jual diakibatkan oleh libur sekolah dan sempitnya aktifitas warga (2) tingginya harga bahan baku dan menggunakan perelengkapan seadanya(3)     belum diberikan kemasan dan labelling untuk mengenalkan produknya. (4) Minimnya pengetahuan mengenai cara merubah pola pemasaran berdasarkan kondisi lingkungan. Hal ini diakibatkan oleh kemampuan terbatas dalam usaha yang mereka bangun tersebut. Jenis kue basah yang mereka buat saat ini seperti, bakwan, timphan, risoles, pastel, lemper, dan martabak mini dll. Selain itu sistem produksi yang dikerjakan secara manual masih menyisakan persoalan dalam memenuhi kebutahan para konsumen. Dengan demikian dipandang perlu untuk di perbahrui dengan mendukung kegiatan pengembangan usaha tersebut melalui hibah sarana produksi agar mampu bertahan untuk kelanjutan usaha tersebut. Hasil yang di dapat dalam pengabdian ini adalah. Pertama, meningkatnya persentase jumlah pembeli/customer dari mitra usaha home industri kue basah. Kedua, melalui hibah sarana produksi perlengkapan dan bahan dapat memudahakan untuk memperbesar jumlah produksi dari sebelumnya. Ketiga, mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya kemasan dan lebel yang menarik sebagai daya tarik konsumen.
Analisis Konten Instagram @Erickthohir Sebagai Ketua Pssi Dalam Membangun Citra Tim Nasional Sepak Bola Indonesia Ardianysah, Farhan; Satria, Deddy; Arifin, Awaluddin; Anismar, Anismar; Zahari, Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11277

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan akun Instagram @erickthohir dalam membentuk citra positif Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di ruang publik digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode dokumentasi, penelitian ini menganalisis konten-konten unggahan berupa foto, video, caption, simbol, dan tagar dalam periode tertentu. Analisis dilakukan melalui model pembentukan citra yang mencakup empat elemen utama: stimulus, kognisi, motivasi, dan sikap. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap konten tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, melainkan juga sebagai sarana komunikasi simbolik yang menggugah emosi publik. Identitas Timnas sebagai tim yang kuat, profesional, dan layak didukung diperkuat melalui narasi visual dan verbal yang konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya Instagram, memiliki peran signifikan dalam strategi komunikasi citra, terutama dalam konteks penguatan reputasi institusi olahraga nasional.
PENGARUH PROGRAM CLASH OF CHAMPIONS RUANGGURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMA Faisal, Rasya Alfiyah; Fitri, Dwi; Arifin, Awaluddin; Rahman, Bobby; Muchlis, Muchlis
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.7858

Abstract

Di era digital, media pembelajaran berbasis teknologi semakin diminati oleh siswa karena memberikan kemudahan dalam mengakses materi pelajaran. Namun, masih banyak siswa yang mengalami penurunan minat belajar, terutama menjelang ujian, seperti yang terjadi di SMA Sekolah Sukma Bangsa Bireuen. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah memanfaatkan media digital sebagai sumber belajar alternatif. Program edukatif Clash of Champions dari Ruangguru menjadi salah satu tayangan yang menggabungkan unsur pembelajaran dengan kompetisi dan gamifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program Clash of Champions Ruangguru melalui media digital YouTube terhadap minat belajar siswa SMA Sekolah Sukma Bangsa Bireuen serta mengukur besarnya pengaruh tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 51 responden dari 102 siswa yang telah menonton program tersebut pada episode 1 sampai 3. Teori yang digunakan adalah teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta uji-t dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Clash of Champions memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa, dibuktikan dengan nilai t hitung (7.389) > t tabel (2.00958) dan signifikansi 0.000 < 0.05. Walaupun pengaruhnya belum dirasakan merata oleh seluruh siswa, program ini berkontribusi positif terhadap peningkatan minat belajar dan dapat dijadikan media pembelajaran tambahan yang menarik.
Medsos Sehat: Edukasi Literasi Digital bagi Komunitas Karang Taruna Gampong Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Subhani, Subhani; Yunanda, Rizki; Nazaruddin, M.; Zulkarnaen, Teuku; Anismar, Anismar; Arifin, Awaluddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22685

Abstract

ABSTRAK Media sosial telah menjadi ruang utama generasi muda dalam berinteraksi, memperoleh informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, penetrasi teknologi ini sering tidak diiringi literasi digital yang memadai. Hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran etika, serta rendahnya kesadaran privasi masih menjadi masalah serius di tingkat komunitas. Artikel ini memaparkan hasil program pengabdian masyarakat berupa edukasi literasi digital bertajuk “Medsos Sehat” bagi pemuda Karang Taruna di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi cek fakta, workshop pembuatan konten digital, serta evaluasi pre–post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta memilah informasi benar dan palsu, peningkatan kepercayaan diri dalam memproduksi konten positif, serta kesadaran etika digital yang lebih baik. Dampak jangka panjang terlihat dari terbentuknya komunitas Medsos Sehat yang secara aktif mengelola akun media sosial Karang Taruna sebagai sarana edukasi publik. Program ini menghasilkan modul literasi digital, konten kampanye anti-hoaks, publikasi di media, serta MoU dengan gampong untuk keberlanjutan kegiatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa literasi digital berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk membangun ekosistem digital sehat di tingkat lokal, dan merekomendasikan replikasi model ini ke gampong pesisir lainnya di Aceh. Kata Kunci: Literasi Digital, Karang Taruna, Media Sosial, Edukasi, Pengabdian.  ABSTRACT Social media has become the main space for the younger generation to interact, obtain information, and express themselves. However, the penetration of this technology is often not accompanied by adequate digital literacy. Hoaxes, hate speech, ethical violations, and low privacy awareness are still serious problems at the community level. This article describes the results of a community service program in the form of digital literacy education entitled "Healthy Social Media" for youth of Karang Taruna in Gampong Blang Pulo, Muara Satu District, Lhokseumawe City. The methods used include interactive lectures, group discussions, fact-checking simulations, digital content creation workshops, and pre-post test evaluations. The results showed a significant increase in participants' ability to sort out true and false information, increased confidence in producing positive content, and better awareness of digital ethics. The long-term impact can be seen from the formation of the Healthy Social Media community which actively manages Karang Taruna's social media accounts as a means of public education. This program produces digital literacy modules, anti-hoax campaign content, publications in the media, and MoU with gampong for the sustainability of activities. This article concludes that community-based digital literacy is an effective strategy for building a healthy digital ecosystem at the local level, and recommends replicating this model to other coastal gampongs in Aceh. Keywords: Digital Literacy, Youth Organization, Social Media, Education, Service.