cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 14 Documents clear
Hobi Ekstrim Pecinta Reptil: Studi Antropologi Budaya pada Komunitas Animal Lovers di Kota Lhokseumawe Purnamasari, Indri; Ilham, Iromi
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4603

Abstract

Hobi memelihara reptil memunculkan varian perilaku yang berbasis pada berbagai motivasi dan tujuan yang berkorelasi dengan pandangan hidup (nilai) dan budaya masing-masing masyarakat. Oleh karena itu, tulisan ini mengkaji tentang bagaimana perilaku hobi ekstrim pecinta reptil dengan fokus kajian pada Komunitas Animal Lovers di Kota Lhokseumawe. Penelitian yang menggunakan pendekatan antropologi budaya ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, studi dokumen, dan literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan nilai penting dari lahirnya komunitas tersebut serta untuk mengetahui bagaimana hubungan atau relasi yang terjalin antara manusia dengan hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa nilai penting yang menjadi latar belakang lahirnya komunitas Animal Lovers Lhokseumawe, di antaranya: (1) nilai budaya, (2) nilai sosial, (3) nilai pendidikan (edukasi), (4) nilai seni (hiburan), dan (5) nilai eksistensi. Kemudian berdasarkan motif dan nilai dalam pelaksanaan kegiatan hobi tersebut, ada beberapa perilaku yang menunjukkan ekspresi sayang terhadap hewan di kalangan Animal Lovers Lhokseumawe, diantaranya adalah; perhatian terhadap hewan (menjaga kebersihan, memberi makan, dan menyediakan tempat tinggal), dan bermain dengan reptil. Perilaku tersebut cenderung menampilkan wujud relasi manusia dengan hewan di kalangan dalam memelihara reptil.
Lunturnya Permainan Tradisional Husein MR, M
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4568

Abstract

Zaman sekarang ini, semakin maju terknologi akan merubah secara perlahan pola pikir dan kehidupan sosial suatu masyarakat. Salah satunya permainan tradisional yang sudah perlahan luntur dan tergeser dengan adanya permainan modern. Dewasa sekarang ini, anak-anak lebih menyukai atau mengemari permainan modern dibanding dengan permainan tradisional. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bermain tidak lagi menjadi aktivitas fisik dalam daya tumbuh kembang seorang anak. Dalam penelitiannya ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, menganalisis tentang fakta sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada tiga hal, yang pertama adanya pergeseran budaya dan nilai terhadap suatu permainan, kedua, kurangnya ketertarikan permainan tradisional karena tidak adanya tantangan dalam suatu permainan dan ketiga, pengaruh lingkungan dan pola interaksi yang menyebabkan tingkatnya kontak langsung dengan anak-anak yang bermain permainan modern.
Kehidupan Buruh Tani Perempuan dalam Membantu Perekonomian Rumah Tangga Intan, Cut; Meliza, Richa
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4604

Abstract

Penelitian ini bertema antropologi ekonomi yang mengkaji tentang kehidupan buruh tani perempuan dalam membantu perekonomian keluarga di Gampong Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran serta informasi yang mendalam tentang kehidupan buruh tani perempuan di Gampong Keude Krueng. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fungsional-struktural. Adapun hasil dari penelitian menjelaskan bahwa banyaknya kaum perempuan yang berada di Gampong Keude Krueng memutuskan untuk bekerja sebagai buruh tani dikarenakan tiga faktor utama yaitu: Pertama, faktor ekonomi, dimana penghasilan suami yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Kedua, faktor pendidikan, dimana rendahnya tingkat pendidikan yang menyebabkan mereka tidak mempunyai keahlian lain. Ketiga, faktor sosial budaya. Keadaan inilah yang menyebabkan para perempuan di Gampong Keude Krueng terjun langsung untuk bekerja di luar rumah guna mendapatkan upah. Para perempuan di Gampong Keude Krueng menjalankan kedua perannya dengan baik tanpa mengesampingkan salah satu perannya baik peran di ranah publik maupun ranah domestik.
Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba Firmando, Harisan Boni
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4613

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem kekerabatan dalihan na tolu sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu sistem kekerabatan dalihan na tolu merupakan pedoman dalam berperilaku sedangkan bagi masyarakat dalihan na tolu memiliki fungsi simbolik dalam segala aspek kehidupan. Sistem kekerabatan dalihan na tolu bersifat religius magis sehingga menjadi norma dalam masyarakat yang menyebabkan masyarakat dapat hidup harmonis.  Seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat perlu dilakukan pelestarian nilai-nilai sistem kekerabatan dalihan na tolu karena mengedepankan prinsip musyawarah, persaudaraan, persahabatan dan kerukunan dalam segala bidang kehidupan. Dengan demikian sistem kekerabatan dalihan na tolu memiliki fungsi sosial, fungsi keagamaan, dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.
Angon Jawi: Etnografi Sumber Pendapatan Alternatif Petani Karet di Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur Kamandanu, Ari; Kamil, Ade Ikhsan
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4607

Abstract

Artikel ini berfokus pada upaya proses pemenuhan kebutuhan ekonomi petani karet melalui Angon Jawi di Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur. Artinya, artikel ini berusaha untuk mendeskripsikan secara mendalam mengapa petani karet memilih menjadi buruh angon jawi untuk dijadikan sumber ekonomi tambahan dan bagaimana proses pemenuhan kebutuhan ekonomi melalui proses angon jawi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa alasan yang menyebabkan petani karet memilih angon jawi menjadi sumber pendapatan alternatif demi pemenuhan kebutuhan keluarga yaitu 1) lokasi lahan yang berdekatan dengan perkebunan karet milik PTPN III yang menguntungkan para petani karet menjadi buruh angon jawi sebagai sumber pendapatan tambahan, 2) Minimnya modal menjadi buruh angon jawi, 3) Resiko pekerjaan yang minim. 4) Waktu bekerja yang hanya setengah hari dan tidak mengikat kepala keluarga.
Mengidentifikasi Sikap Toleran Sunan Kudus melalui Situs Budaya Rosyid, Muhammad
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.3500

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendedahkan fakta bahwa nilai toleransi perlu diuri-uri. Teknik perolehan data dengan observasi dan pendalaman literatur dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil riset, Kota Kudus Jawa Tengah terdapat situs khas di antaranya bangunan kuno disebut Langgar Bubrah. Bangunan itu terdapat lingga dan yoni sebagai karakter candi. Argumen ilmiah dengan pendekatan arkeologi menandaskan bahwa lestarinya Langgar Bubrah hingga kini sebagai bentuk toleransi Sunan Kudus yang tetap melestarikannya dilanjutkan oleh generasi muslim adanya lingga dan yoni hingga kini. Pemkab Kudus perlu optimal merawatnya sehingga diagendakan penyelamatan objek budaya yakni restorasi, revitalisasi, dan memfasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan berupa fasilitas penunjang yakni ruang sanggar budaya. Anggota DPRD Kudus pun perlu mewujud politik anggaran dalam APBD yang berpihak pada cagar budaya dengan penyediaan pendanaan pemajuan kebudayaan didasarkan atas pertimbangan investasi.
Resiliensi Komunitas dan Kerawanan Pangan di Pedesaan Aceh Maliati, Nuwita; Chalid, Ibrahim
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4602

Abstract

Pasca bencana tsunami, masyarakat Aceh menghadapi situasi yang sulit dan permasalahan yang kompleks secara fisik dan sosial, terutama bagi rumah tangga di pedesaan yang memiliki keterbatasan aksesibilitas terhadap sumberdaya dan ketergantungan masyarakat yang tinggi terhadap sumberdaya alam. Penelitian tentang resiliensi komunitas masyarakat Aceh ini adalah upaya untuk mengkaji dimensi sosial-budaya sebagai dampak perubahan pasca konflik dan bencana tsunami.  Hal itu penting diketahui karena ada banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Aceh akibat dampak tsunami terkait dengan kehidupan masyarakat di pedesaan yang tidak hanya menyangkut hubungan masyarakat dengan sumberdaya alam yang terganggu, tetapi juga penting diketahui lebih jauh tentang interaksi sesama anggota komunitas dan luar komunitas sehingga komunitas tetap bertahan walaupun selalu dihadapkan pada situasi yang rawan pangan. Oleh karena itu perlu upaya untuk menjelaskan bagaima resiliensi masyarakat  pedesaan di Aceh pasca konflik dan bencana tsunami dalam kaitannya dengan kerawanan pangan.  Analisis ini bermanfaat dalam upaya antisipasi dan mengatasi kerawanan pangan di masyarakat dengan sistem atau kelembagaan yang berbasis pada budaya lokal dan berorientasi pada pemecahan masalah kerawanan pangan
Mengidentifikasi Sikap Toleran Sunan Kudus melalui Situs Budaya Muhammad Rosyid
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.3500

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendedahkan fakta bahwa nilai toleransi perlu diuri-uri. Teknik perolehan data dengan observasi dan pendalaman literatur dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil riset, Kota Kudus Jawa Tengah terdapat situs khas di antaranya bangunan kuno disebut Langgar Bubrah. Bangunan itu terdapat lingga dan yoni sebagai karakter candi. Argumen ilmiah dengan pendekatan arkeologi menandaskan bahwa lestarinya Langgar Bubrah hingga kini sebagai bentuk toleransi Sunan Kudus yang tetap melestarikannya dilanjutkan oleh generasi muslim adanya lingga dan yoni hingga kini. Pemkab Kudus perlu optimal merawatnya sehingga diagendakan penyelamatan objek budaya yakni restorasi, revitalisasi, dan memfasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan berupa fasilitas penunjang yakni ruang sanggar budaya. Anggota DPRD Kudus pun perlu mewujud politik anggaran dalam APBD yang berpihak pada cagar budaya dengan penyediaan pendanaan pemajuan kebudayaan didasarkan atas pertimbangan investasi.
Resiliensi Komunitas dan Kerawanan Pangan di Pedesaan Aceh Nuwita Maliati; Ibrahim Chalid
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4602

Abstract

Pasca bencana tsunami, masyarakat Aceh menghadapi situasi yang sulit dan permasalahan yang kompleks secara fisik dan sosial, terutama bagi rumah tangga di pedesaan yang memiliki keterbatasan aksesibilitas terhadap sumberdaya dan ketergantungan masyarakat yang tinggi terhadap sumberdaya alam. Penelitian tentang resiliensi komunitas masyarakat Aceh ini adalah upaya untuk mengkaji dimensi sosial-budaya sebagai dampak perubahan pasca konflik dan bencana tsunami.  Hal itu penting diketahui karena ada banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Aceh akibat dampak tsunami terkait dengan kehidupan masyarakat di pedesaan yang tidak hanya menyangkut hubungan masyarakat dengan sumberdaya alam yang terganggu, tetapi juga penting diketahui lebih jauh tentang interaksi sesama anggota komunitas dan luar komunitas sehingga komunitas tetap bertahan walaupun selalu dihadapkan pada situasi yang rawan pangan. Oleh karena itu perlu upaya untuk menjelaskan bagaima resiliensi masyarakat  pedesaan di Aceh pasca konflik dan bencana tsunami dalam kaitannya dengan kerawanan pangan.  Analisis ini bermanfaat dalam upaya antisipasi dan mengatasi kerawanan pangan di masyarakat dengan sistem atau kelembagaan yang berbasis pada budaya lokal dan berorientasi pada pemecahan masalah kerawanan pangan
Hobi Ekstrim Pecinta Reptil: Studi Antropologi Budaya pada Komunitas Animal Lovers di Kota Lhokseumawe Indri Purnamasari; Iromi Ilham
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4603

Abstract

Hobi memelihara reptil memunculkan varian perilaku yang berbasis pada berbagai motivasi dan tujuan yang berkorelasi dengan pandangan hidup (nilai) dan budaya masing-masing masyarakat. Oleh karena itu, tulisan ini mengkaji tentang bagaimana perilaku hobi ekstrim pecinta reptil dengan fokus kajian pada Komunitas Animal Lovers di Kota Lhokseumawe. Penelitian yang menggunakan pendekatan antropologi budaya ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, studi dokumen, dan literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan nilai penting dari lahirnya komunitas tersebut serta untuk mengetahui bagaimana hubungan atau relasi yang terjalin antara manusia dengan hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa nilai penting yang menjadi latar belakang lahirnya komunitas Animal Lovers Lhokseumawe, di antaranya: (1) nilai budaya, (2) nilai sosial, (3) nilai pendidikan (edukasi), (4) nilai seni (hiburan), dan (5) nilai eksistensi. Kemudian berdasarkan motif dan nilai dalam pelaksanaan kegiatan hobi tersebut, ada beberapa perilaku yang menunjukkan ekspresi sayang terhadap hewan di kalangan Animal Lovers Lhokseumawe, diantaranya adalah; perhatian terhadap hewan (menjaga kebersihan, memberi makan, dan menyediakan tempat tinggal), dan bermain dengan reptil. Perilaku tersebut cenderung menampilkan wujud relasi manusia dengan hewan di kalangan dalam memelihara reptil.

Page 1 of 2 | Total Record : 14