cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2021): Agrohut" : 5 Documents clear
Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Samama (Antocephalus macrophyllus Roxb) Jumadil Thepu; Juni La Djumat; Kamaruddin Kamaruddin; Tekat Dwi Cahyono; Farida Bahalwan
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.123

Abstract

Samama adalah salah satu tanaman pionir yang mudah tumbuh di alam. Samama juga telah di budidayakan dengan berbagai teknik khusus untuk memperbaiki periode awal pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fungi mikoriza arbuskula dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit Samama. Pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) yang terdiri dari dua tarap perlakuan, yaitu M0 = Tanpa Pupuk (kontrol) dan M1=Glomus sp 5 gram/polybag. Faktor kedua yaitu penambahan pupuk kandang yang terdiri dari tiga tarap perlakuan, P0 = Tanpa Pupuk (kontrol), P1 = 100 gram/polybag, P2 = 200gram/polybag. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semua perlakukan berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan panjang daun. Selain itu, berat segar tanaman, berat kering total dan nisbah pucuk akar. Sementara itu interaksi FMA dan pupuk kandang tidak nyata.
Efektifitas dan Potensi Fungi Mikoriza Arbuskula dari Bawah Tegakan Jati Ambon (Tectona grandis Linn F) Sedek Karepesina; Syarif Ohorella; Kamaruddin Kamaruddin
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.132

Abstract

Jati adalah tanaman dengan daur panjang dan masuk kategori kayu Istimewa. Oleh karena itu diperlukan pengembangan teknik budidaya untuk memperoleh benih yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis FMA yang efektif dan potensial untuk pertumbuhan bibit jati Ambon. Penelitian ini dilaksanakan dengan mencoba faktor tunggal dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu inokula tanah Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terdiri dari 6 taraf (0 g, 10 g, 20 g, 30 g, 40 g, 50 g). Pengamatan dilakukan terhadap pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, kekeringan total biomassa, rasio pucuk-akar, dan persen infeksi akar. Hasil penellitian menunjukkan bahwa efektivitas dan potensi inokulum tanah FMA dari dosis 50 gram sangat baik dan dapat meningkatkan pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, kekeringan tanaman biomassa, rasio pucuk-akar, persen infeksi akar bibit jati Ambon.
Masyarakat Berdaya dalam Usaha Pengendalian Kebakaran Hutan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Malili, Kabupaten Luwu Timur Hasbi Bahta; Kamaruddin Kamaruddin; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.137

Abstract

Wilayah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Malili Kabupaten Luwu Timur memiliki divisi masyarakat berdaya. Mereka di bentuk dengan tugas khusus untuk menjaga kawasan hutan dari kebakaran hutan. Kegiatannya adalah pengendalian kebakaran hutan yaitu pencegahan, pemadaman, penanganan pasca kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektifitas masyarakat berdaya ini dalam mencegah kebakaran hutan. Penelitian dilakukan dengan metode survey kepada semua masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masyarakat pemberdayaan yang telah memberikan kontribusi yang nyata dalam penanggulan kebakaran hutan. Tiap tahun kebakaran hutan di kawasan ini dapat ditekan. Berikutnya, masyarakat yang terlibat memiliki peningkatakan pengetahuan dan kemampuan dalam pencegahan hingga penanganan pasca kebakaran. Kegiatan ini tidak memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Interaksi Faktor Tanah dalam Habitat Sagu (Metroxylon spp) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Rumpun dan Produksi Pati Sagu Samin Botanri; M Riadh Uluputty; M Yani Kamsurya
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.139

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan interaksi antara sifat-sifat tanah dalam habitat tanaman sagu dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan rumpun dan produksi pati sagu. Penelitian berlangsung pada bulan Maret-November 2009, merupakan penelitian survey yang dilakukan pada 3 wilayah sampel, yaitu Luhu, Sawai, dan Werinama. Petak sampel ditetapkan dengan menggunakan metode non-random sampling secara beraturan (systematic sampling). Data dianalisis menggunakan regresi komponen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sifat-sifat tanah yang berinterkasi atau berkorelasi secara positif dan negatif. C-organik berkorelasi positif dengan pH (KCl), Kalsium, KTK, Magnesium, dan Kalium. Korelasi positif terjadi pula antara partikel liat dengan bulk density. Sedangkan variabel pH dan Fe korelasinya bersifat negative. Sifat tanah dalam habitat sagu sangat ditentukan oleh variabel kapasitas tukar kation (KTK). Kontribusi pengaruh faktor tanah terhadap jumlah populasi rumpun sagu sebesar 4,3 %. Persamaan regresi komponen utamanya sebagai berikut : Y1 = 9,363 - 0,016 X1 - 0,0389 X2 + 0,0526 X3 - 0,128 X4 + 2,284 X5. Sementara pengaruh faktor tanah terhadap produksi pati sagu, kontribusinya sebesar 60,9 %. Persamaan regresi komponen utamanya sebagai berikut : Y2 = 745,19 + 63,731 X1 + 21,909 X2 + 2,087 X3 + 1,935 X4 + 31,129 X5 + 48,988 X6 - 32,131 X7 - 0,030 X8 + 1,647 X9. Terdapat variabel tanah yang memberikan pengaruh yang bersifat positif atau menguntungkan, baik terhadap jumlah populasi rumpun maupun produksi. Demikian pula sebaliknya terdapat variabel yang berpengaruh negatif atau bersifat tidak menunjang terhadap populasi rumpun dan juga produksi pati sagu. Pengaruh yang bersifat menguntungkan bagi pertumbuhan tidak selalu diikuti dengan pengaruh yang serupa terhadap produksi pati sagu.
Potensi Pohon pada Petak Ukur Permanen di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Model Wae Tina Desa Wamkana, Kabupaten Buru Selatan Solikin Solikin; Syarif Ohorella; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.144

Abstract

Inventarisasi pohon pada suatu kawasan dilakukan untuk minimal dua tujuan, pertama adalah melihat proses regenerasi pohon dan yang kedua adalah persiapan kegiatan penebangan. Penelitian ini dilakukan pada kawasan petak ukur permanen (PUP) Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Model Wae Tina. Lokasinya di Desa Wae Tina, Kabupaten Buru Selatan. Tujuannya adalah untuk melihat potensi pohon yang terdapat di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi dan mengukur diameter, tinggi, azimut dan jarak antar pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga jenis pohon dominan adalah kayu Meranti (Shorea selanica), Kayu Sapin (Castanopsis buruana), Kayu Merah (Eugenia sp). Volume masing-masing pohon tersebut masing-masing adalah 101,43 m3, 22,54 m3 dan 7,07 m3. Dominasi ketiga jenis ini dan beberapa jenis tumbuhan lain yang ditemukan disebabkan karena faktor iklim dan jenis tanah yang memadai.

Page 1 of 1 | Total Record : 5