cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2014): Agrohut" : 3 Documents clear
Laju Pertumbuhan Tanaman Penghasil Gaharu Jenis Aquilaria malaccensis Bahidin Laode Mpapa; Darni Lamusu
Jurnal Agrohut Vol 5 No 2 (2014): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v5i2.16

Abstract

Pertumbuhan tanaman penghasil gaharu spesies Aquilaria malaccensis tumbuh sebagai monokultur di Kabupaten Banggai yang berasal dari biji impor dari Kalimantan Barat. Di daerah provenan spesies ini dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati tingkat pertumbuhan spesies Aquilaria malaccensis dengan kondisi iklim yang berbeda dari asalnya. Informasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan tanaman hutan gaharu yang berproduksi di berbagai wilayah di Indonesia. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah diameter dan tinggi tanaman. Pengukuran diameter dan tinggi tanaman dilakukan setiap bulan mulai selama satu tahun. Data tambahan adalah data curah hujan dan suhu. Analisis yang digunakan adalah analisis koefisien korelasi sederhana (Pearson Correlation) untuk membandingkan antara diameter, tinggi tanaman dengan curah hujan dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan diameter sebesar 0,43 cm sedangkan tingkat pertumbuhan tinggi 14,5 cm. Tingkat pertumbuhan yang tinggi tidak berkorelasi dengan curah hujan dan suhu, baik tingkat pertumbuhan diameter dengan curah hujan. Sedangkan laju pertumbuhan diameter dengan suhu menunjukkan korelasi yang signifikan.
Tingkat Erosi Sub Daerah Aliran Sungai Wae Sari III; Korelasi antara Erosi dengan Faktor Penggunaan Lahan, Topografi dan Jenis Tanah Dedy Sofyan; Sedek Karepesina; Tekat Dwi Cahyono
Jurnal Agrohut Vol 5 No 2 (2014): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v5i2.31

Abstract

Seri ketiga penelitian terhadap tingkat erosi sub DAS Wae Sari menyajikan korelasi antara tingkat erosi dengan faktor penyebab erosi yang terdiri dari penggunaan lahan, topografi dan jenis Tanah. Penelitian di awali dengan penetapan tingkat erosi di sub DAS Wae Sari dan menyajikannya pada peta. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi antara penggunaan lahan, topografi dan jenis tanah terhadap tingkat erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi berat hanya terjadi 1,4% dari seluruh pengamatan sedangkan 66,24% hanya mengalami erosi ringan. Faktor penggunaan lahan dan topografi memberikan korelasi yang sangat nyata terhadap tingkat erosi (p=0,00). Faktor jenis tanah memberikan korelasi nyata dengan nilai p=0.05. Tanah kambisol menghasikan rata-rata erosi lebih tinggi dibandingkan dengan tanah aluvial sedangkan kelas topografi yang menghasilkan erosi tertinggi adalah topografi bergelombang (8-15%). Kawasan perladangan yang memiliki topografi 8-15% menghasilkan erosi tertinggi.
Mekanisme Pembentukan Rumpun Sagu (Metroxylon spp) Samin Botanri
Jurnal Agrohut Vol 5 No 2 (2014): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v5i2.208

Abstract

Sagu (Metroxylon spp) merupakan jenis tumbuhan palem wilayah tropika basah memiliki pola pertumbuhan yang relatif berbeda dengan tanaman palem yang lain seperti halnya kelapa, sagu sifatnya berumpun. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan mengenai mekansime pembentukan rumpun sagu yang tumbuh dan berkembang di pulau Ambon, Maluku. Lokasi sampel ditetapkan secara purposive dan penetapan tumbuhan sampel menggunakan metode garis berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya tumbuhan sagu berkembang biak dengan menggunakan system perakaran basal berupa rhizome yang tumbuh di bawah permukaan tanah menyebar ke samping sekitar 2-3 meter kemudian muncul ke permukaan tanah membentuk individu baru yang terus berkembang menjadi pohon induk baru yang dikelilingi oleh anakan membentuk rumpun rumpun baru.

Page 1 of 1 | Total Record : 3