cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut" : 3 Documents clear
Inventarisasi Populasi dan Karakteristik Habitat Burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet) di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kassa Kabupaten Seram Bagian Barat Purwanto, Kacuk Setyo; Kaliky, Fitriyanti; Karepesina, Sedek
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.183

Abstract

Pulau Kassa merupakan salah satu kawasan suaka alam yang di dominasi tipe hutan pantai dengan keunikan berupa jenis satwa endemik pulau berupa burung Gosong /Maleo (Famili Megapodiidae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi dan karakteristik habitat Burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet). Pengambilan data jumlah sarang burung gosong di lokasi penelitian dilakukan dengan cara sensus yang di kombinasikan dengan metode jalur garis transek. Karakteristik habitat yang di nilai adalah jumlah sarang, karakteristik fisik dan kimia tempat bertelur, kondisi vegetasi sekitar sarang, bentuk dan dimensi sarang, sifat tanah, suhu dan kelembaban. Dari hasil penghitungan sarang di lokasi penelitian ditemukan sebanyak 86 buah gundukan sarang burung Gosong Kelam yang terbagi menjadi dua jenis sarang yaitu sarang aktif sebanyak 59 sarang dan sarang tidak aktif 27 sarang. Perkiraan jumlah populasi burung Gosong Kelam sebanyak 118 ekor. Vegetasi dominan untuk tingkat pohon yaitu jenis Besi Pantai (Pongamia pinnata) sedangkan vegetasi tingkat tiang, pancang dan semai di dominasi oleh jenis Eboni (Diospyros celebica). Parameter karakteristik fisik dan kimia sarang burung memiliki pengaruh nyata terhadap suhu di dalam sarang, ancaman dan gangguan yang terjadi pada kawasan ini cukup tinggi yaitu berupa gangguan habitat oleh aktifitas manusia, perburuan satwa dan introduksi jenis eksotik.
Inventarisasi Ekonomi dan Sosial Budaya pada Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Bacan (Studi Kasus Desa Nang Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan) Solisa, Darwis; Botanri, Samin; Kamaruddin, Kamaruddin; Umar, Dewi Bin
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.184

Abstract

Hutan sebagai unsur penting dalam kehidupan manusia, dan memiliki arti dan peranan yang sangat besar pada aspek sosial dan lingkungan hidup. Disamping itu juga, pengelolaan hutan sangat membantu pendapatan dan devisa bagi Negara dalam rangka mencapai kemakmuran rakyat. Pengelolaan hutan tidak bisa dipisahkan dari permasalahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Pemanfaatan hasil hutan dapat dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat dalam/sekitar kawasan hutan produksi KPHP Model Bacan. Metode yang digunakan: yaitu metode deskript kualitatif (penarikan sampel secara acak). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa nang masih tetap memanfaatkan tanaman umur panjang dan pendek serta hasil hutan kayu dan non kayu yang terdapat dalam hutan guna memiliki kebutuhan hidup sehari-hari.
Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Layang Putih (Decapterus Macrosoma Bleeker,1851) yang Tertangkap di Perairan Latuhalat Madehusen Sangadji; Anita Padang; Jahra Wasahua; Dinisha Karepesina
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ikan layang putih (Decapterus macrosoma Bleeker, 1851) meliputi Nisbah Kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 di perairan Latuhalat dengan pengambilan sampel sebanyak 2 kali dalam sebulan dan dilanjutkan di Laboratorium Iktiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Darussalam Ambon. Jumlah sampel selama penelitian sebanyak 264 ekor terdiri atas 127 jantan dan 137 betina. Hasil analisa mendapatkan nisbah kelamin ikan jantan dan betina adalah 1,00:1,08 atau 1:1. Hasil uji chi square yaitu X² hitung < X² tabel artinya ikan layang putih jantan dan betina berada dalam kondisi seimbang atau 1:1. Ikan jantan yang diperoleh pada TKG III dan IV sebanyak 56,69%, sedangkan TKG I dan II sebanyak 43,31%. Ikan betina pada TKG III dan IV sebanyak 55,47% dan TKG I dan II sebanyak 44,53%. Hal ini menggambarkan bahwa ikan layang putih jantan dan betina yang tertangkap pada TKG III dan IV lebih banyak dari TKG I dan II. Perhitungan Spearman Kraber menunjukkan rata-rata pertama kali matang gonad ikan layang putih jantan pada panjang tubuh 222 mm dan betina 205 mm. Diharapkan adanya perhatian terhadap intensitas penangkapan ikan dan faktor kondisi ikan layang putih sebagai informasi dasar pengelolannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 3