cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid" : 6 Documents clear
Another Side of Folk Tradition; Da’wah, Entertainment, and Magic in the Madurese Community Aripudin, Acep; Yaya, Yaya
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence and development of traditional arts is closely related to the process of spreading religion. Not always art in religious communities appears deductively as a development of the spirit of religious teachings. This is because, in fact, art in traditional societies is potentially produced and can become a medium as well as a tool in spreading religion and relationships as well as strengthening the character of the community. Cultural values ​​in art are then unified and integrated into a local wisdom that complements each other, so that religious arts and culture are functionally inductively attached. This article aims to reveal how Islamic values ​​as a religion are functionally related to the art traditions of the Madurese community. The position of art as something profane and entertaining then changed to follow the position of a sacred religion and had similar consequences. The form of the relation between art and Islam can be seen in song lyrics, the history of the emergence of art, moments of performing arts, art genres, the spread of religion and the legality of religious leaders. In the end, the traditional arts of the community were preserved as Islam was preserved, and even developed into a multi-force that has an impact on improving the community's economy. Keywords: Da'wah, Art, Entertainment, Ritual, Madura, and Local Wisdom   Abstrak Muncul dan berkembangnya seni tradisional sangat berkaitan dengan proses penyebaran agama. Tidak selamanya seni pada masyarakat beragama muncul secara deduktif sebagai pengembangan dari spirit ajaran agama. Karena, dalam faktanya seni pada masyarakat tradisional secara potensial diproduksi dapat mejadi media sekaligus alat dalam menyebarkan agama dan dan huburan sekaligus yang memperkuat karakter masyarakat. Nilai-nilai budaya dalam seni kemudian menyatu dan terintegrasi menjadi suatu kearifan lokal yang saling mengisi, sehingga seni budaya beragama secara induktif melekat secara fungsional. Artikel ini, bertujuan mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam sebagai agama berhubungan secara fungsional dengan tradisi seni masyarakat Madura. Posisi seni sebagai sesuatu hal yang profane dan menghibur kemudian berubah mengikuti posisi agama yang sacral dan memiliki konsekuensi serupa. Wujud relasi seni dan Islam nampak pada syair lagu, sejarah munculnya seni, momen-momen pentas seni, genre seni, penyebar agama dan legalitas dari pemuka agama. Seni tradisional masyarakat pada akhirnya terpelihara sebagaimana terpeliharanya Islam, bahkan berkembang menjadi kekuatan multi yang berdampak seperti pada peningkatan ekonimi masyarakat. Kata Kunci: Da’wah, Seni, Hiburan, Ritual, Madura, dan Kearifan Lokal
The Pattern of Sharia Economic Thought: A Viewpoint Against the Quran Putra, Haris Maiza; Farid, Diana
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The economy that is developing in the current era leads to the western economy, not many know that in its history Islamic economics has triumphed in its time. The main problem is the dishonesty of western economists when mentioning scientific references. This does not mean that there is no historical basis for Islamic economics. The purpose of this study is to determine the style and methodology of Islamic economic thought. This research is a descriptive qualitative research. This research is a library research. The results of the study show that economic discourse in the Islamic perspective is very much found in the classical Islamic literature. The pattern of Islamic economic thought includes textual, substantialist, and liberal thinking. Islamic scientists have studied various economic dimensions in Islamic civilization at that time such as the problem of prices, market mechanisms, demand, supply, poverty, economic growth, inflation, money demand and supply, zakat, taxes, state revenues and expenditures and others. However, there is no specific scientific discipline that discusses various economic phenomena and activities. Keywords: Sharia Economics, History, Methodology, Patterns of Thought.   Abstrak Ekonomi yang berkembang era sekarang ini bermuara pada ekonomi barat, tidak banyak yang mengetahui bahwa dalam sejarahnya ekonomi Islam pernah berjaya pada masanya. Masalah utamanya adalah tidak jujurnya ekonom barat ketika menyebutkan rujukan keilmuannya. Bukan berarti bahwa tidak ada landasan historis keilmuan ekonomi Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui corak dan metodologi pemikiran ekonomi syari’ah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus ekonomi dalam perspektif Islam sangat banyak ditemukan dalam khazanah literatur klasik Islam. Corak pemikiran ekonomi syariah meliputi pemikiran tekstualis, substansialis, dan liberalis. Para ilmuwan Islam sudah mengkaji berbagai dimensi-dimensi ekonomi dalam peradaban Islam waktu itu seperti masalah harga, mekanisme pasar, permintaan, penawaran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, money demand and supply, zakat, pajak, penerimaan dan pengeluaran negara dan lain-lain. Namun demikian, belum ada disiplin ilmu khusus yang membahas berbagai fenomena dan aktivitas ekonomi. Kata Kunci: Ekonomi Syari’ah, Sejarah, Metodologi, Corak Pemikiran.
Traditional Preaching Patterns In The Cireundeu Traditional Village Aliadin, Ahmad; Sopwandin, Iwan; Shadikin, Anwar
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of a missionary in delivering da'wah cannot be separated from the effective pattern he uses. Tabligh or Da'wah is a moral force that is able to drive social change and offers an alternative in building the future dynamics of the ummah, by taking the right, creative and wise ways and strategies. This paper aims to describe the pattern of da'wah in the Cireundeu Cimahi Traditional Village. This research uses descriptive analysis method with a qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The results of this study explain that Ustad Abdullah uses a traditionalist pattern, namely conveying Islamic messages or teachings from the yellow book. Using the method of delivery by word of mouth, by action, and equipped with writings from books, magazines or relevant leaflets obtained from outside. Cultural communication used is low context communication. His da'wah pattern had a very significant impact on the development of Islam in the Cireundeu Traditional Village. The public's interest in exploring and practicing Islamic teachings is also very enthusiastic. Keywords: Da'wah Pattern, Traditionalist, Cireundeu, Indonesia   Abstrak Keberhasilan seorang mubaligh dalam menyampaikan dakwah tidak terlepas dari pola efetif yang digunakannya. Tabligh atau Dakwah merupakan kekuatan moral yang mampu menggerakan perubahan sosial serta menawarkan satu alternatif dalam membangun dinamika masa depan umat, dengan menempuh cara dan strategi yang benar, keratif dan bijak. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pola dakwah di Kampung Adat Cireundeu Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Ustad Abdullah menggunakan pola tradisionalis, yaitu menyampaikan pesan-pesan atau ajaran Islam yang berasal dari kitab kuning. Menggunakan metode penyampaian Bil Lisan, Bil Hal, dan dilengkapi dengan tulisan dari buku, majalah atau selembaran relevan yang didapatkan dari luar. Komunikasi budaya yang digunakan yaitu komunikasi konteks rendah. Pola dakwahnya memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan Islam di Kampung Adat Cireundeu. Minat masyarakat untuk mendalami dan mengamalkan ajaran Islam juga sangat antusias. Kata Kunci: Pola Dakwah, Tradisionalis, Cireundeu, Indonesia
The Implications of Al-Māwardī's Thoughts on Community Economy During the Covid-19 Pandemic Santosa, Ali; Janwari, Yadi; Rusyana, Ayi Yunus
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study in this paper departs from Islamic economic thought proposed by Imam Al-Māwardī. He is a well-known figure as an Islamic thinker who contributed a lot to the order of all fields of state and religion, especially in the economic field. The purpose of this study is to find out Al-Māwardī's thoughts on Islamic economics and its implications for dealing with the current Covid-19 outbreak. The research method used is descriptive qualitative about the concept of Islamic economic thought proposed by Al-Māwardī, whose data sources are obtained from his books. The results of the research obtained are Al-Māwardī's concept of thought regarding the development of Islamic economics related to the state and economic activities, taxation, and influential market mechanisms so that they can continue to be implicated in overcoming these contemporary problems, such as the Covid-19 pandemic. Keywords: Islamic economy, taxation, market mechanism, Covid-19   Abstrak Kajian pada tulisan ini berangkat dari pemikiran ekonomi Islam yang dikemukakan oleh Imam Al-Māwardī. Beliau merupakan sosok yang terkenal sebagai tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan sumbangsi pada tatanan segala bidang kenegaraan dan agama terkhusus pada bidang ekonomi.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemikiran Al-Māwardī terhadap ekonomi Islam beserta implikasinya yang dihadapkan dengan masalah wabah covid-19 yang terjadi sekarang ini. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif mengenai konsep pemikiran ekonomi Islam yang dikemukakan oleh Al-Māwardī, yang sumber datanya diperoleh dari kitab-kitab karangannya. Hasil penelitian yang diperoleh ialah konsep pemikiran Al-Māwardī mengenai perkembangan ekonomi Islam yang berkaitan dengan negara dan aktivitas ekonomi, perpajakan, dan mekanisme pasar yang berpengaruh hingga dapat terus diimplikasikan dalam mengatasi masalah kontemporer ini, seperti pandemi Covid-19. Kata Kunci: Ekonomi Islam, perpajakan, mekanisme pasar, Covid-19
Implementation of Money Waqf as a Contemporary Phenomenon in Indonesia Syara, Ajeung Syilva
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waqf in Indonesia is generally in the form of land or buildings because the understanding of Muslims is limited to waqf of immovable objects even though in the Indonesian context, the Indonesian Ulema Council has issued a fatwa that allows the implementation of cash waqf. The benefits derived from conducting cash waqf are strengthening sharia banking, increasing sharia capital, driving the sharia economy, financing productive waqf assets, and supporting the implementation of social programs. This discussion will discuss the implementation of cash waqf in Indonesia. The results show that cash waqf in Indonesia has been recognized since the issuance of the fatwa on cash waqf by the DSN MUI in 2002. The fatwa contains five important points. First, cash waqf is waqf carried out by a person, group of people, institutions or legal entities in the form of cash. Second, including the notion of money is securities. Third, cash waqf is legal, while fourth, cash waqf can only be channeled and used for things that are permitted by syar'i and fifth, the principal value of cash waqf must be guaranteed for its sustainability, it may not be sold, donated, and or inherited. Keywords: Cash Waqf, Law, Islam   Abstrak Wakaf di Indonesia pada umumnya berupa tanah atau bangunan karena pemahaman umat Islam terbatas pada wakaf benda tak bergerak padahal dalam konteks Indonesia, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan dilaksanakannya wakaf uang. Manfaat yang diperoleh dari melakukan wakaf uang adalah memperkuat perbankan syariah, memperbesar permodalan syariah, menggerakkan ekonomi syariah, membiayai aset wakaf produktif, dan mendukung pelaksanaan program sosial. Pada pembahasan ini akan dibahas implementasi wakaf uang di Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa wakaf uang di Indonesia mulai dikenal sejak dikeluarkannya fatwa wakaf uang oleh DSN MUI pada 2002.  Fatwa itu berisi lima point penting. Pertama, Wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Kedua, termasuk ke pengertian uang adalah surat-surat berharga. Ketiga, wakaf uang hukumnya boleh, sedangkan keempat, wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i dan kelima, nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan. Kata Kunci: Wakaf Uang, Hukum, Islam
Barzanji Reading Traditions in Schools Nurhayati, Fitri; Hanafi, Hanafi; Rochman, Boy Arief
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discipline has always been something that many people talk about, be it discipline in the family, community or school. Especially discipline in an educational institution, because discipline is very influential on the success of teachers in educating their students. Discipline also requires support and encouragement in order to survive, something that can make discipline run well is the existence of disciplinary tools. One of them is punishment, punishment is intended to change or improve behavior, after the student realizes and regrets the wrong he has done. This study aims to answer the problems: How is the effectiveness of reading Barzanji on discipline at SMK Ganesha Parakan Muncang and How is the impact of reading Barzanji on student learning at SMK Ganesha. This research uses qualitative methods and is a field research using a research study approach. The method used is descriptive research. The subjects of this research are the School Founder, Principal, Student Affairs teachers, teachers and students. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the policies implemented by the school in instilling discipline include rules of conduct, consistency and punishment. Based on observations and interviews, it is clear that there is a change from before and after the Barzanji reading. Barzanji readings are carried out according to a structured schedule. This condition cannot be separated from the commitment of every teacher in charge of disciplining students. The results of the study can be concluded that the effectiveness of reading Barzanji on the discipline of Ganesha Vocational School students is for time discipline, learning discipline and discipline in attitude. Not only that, because students read Barzanji every day as an inner recitation to cultivate the characteristics of children to become religious, emotional and spiritual students. When entering the class students become calm, relaxed and cool individuals. In contrast to the students before the Barzanji reading was held, when entering the class and then waiting for the bell to ring, the students joked a lot with their friends which resulted in chaos in the class. Keywords: Barzanji Reading, Student Discipline Abstrak Kedisiplinan selalu menjadi hal yang banyak dibicarakan orang, baik itu disiplin dalam keluarga, masyarakat maupun sekolah. Terutama disiplin dalam suatu lembaga pendidikan, sebab kedisiplinan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan guru dalam mendidik siswanya. Kedisiplinan juga membutuhkan dukungan dan dorongan agar bisa tetap bertahan, sesuatu yang bisa menjadikan kedisiplinan berjalan dengan baik yaitu adanya alat kedisiplinan. Salah satunya adalah hukuman, hukuman ditujukan untuk merubah atau memperbaiki tingkah laku, setelah siswa menyadari dan menyesali perbuatan salah yang telah dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana keefektifan pembacaan Barzanji terhadap kedisiplinan di SMK Ganesha Parakan Muncang dan Bagaimana dampak pembacaan Barzanji dalam pembelajaran siswa di SMK Ganesha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan studi penelitian. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah Pendiri Sekolah, Kepala Sekolah, guru Bidang Kesiswaan, guru-guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan sekolah dalam menanamkan kedisiplinan meliputi peraturan tata tertib, konsisten dan hukuman. Berdasarkan observasi dan wawancara, nampak jelas adanya perubahan dari sebelum dan sesudah adanya pembacaan Barzanji. Pembacaan Barzanji dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah terstruktur. Kondisi ini tidak lepas dari dukungan komitmen setiap guru yang bertugas mendisiplinkan siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keefektifan pembacaan Barzanji terhadap kedisiplinan siswa SMK Ganesha yakni untuk disiplin waktu, disiplin belajar dan disiplin dalam bersikap. Tidak hanya itu saja, karena siswa dalam setiap harinya pembacaan Barzanji merupakan pengajian bathin untuk menumbuhkan karakteristik anak menjadi siswa yang religius, emosional dan spiritual. Ketika memasuki kelas siswa menjadi pribadi yang tenang, rileks dan sejuk. Berbeda dengan siswa-siswa sebelum pembacaan Barzanji diadakan, ketika memasuki kelas kemudian menunggu bel masuk berbunyi siswa banyak bercanda dengan temannya yang mengakibatkan kericuhan dalam kelas. Kata Kunci: Pembacaan Barzanji, Kedisiplinan Siswa

Page 1 of 1 | Total Record : 6