cover
Contact Name
Rifqi Ferry Balfas
Contact Email
jophus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jophus@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Jophus: Journal of Pharmacy UMUS
ISSN : -     EISSN : 27153320     DOI : 10.46772/jophus
Core Subject : Health, Science,
Jurnal JOPHUS adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Farmasi bahan alam 2. Farmasi klinik dan komunitas, 3. Farmasi Etik, 4. Manajemen Farmasi, 5. Kimia Farmasi, 6. Biologi Farmasi, 7. Fitokimia, 8. Farmasetika dan Teknologi Farmasi, 9. Mikrobiologi dan bioteknologi, 10. Farmakologi dan toksikologi, 11. Farmakokinetik
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 02 (2021): Februari" : 8 Documents clear
Pengaruh Implementasi Pelayanan Informasi Obat Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Apotek Musyarofah Musyarofah; Hanari Fajarini; Rifqi Ferry Balfas; Efi Dence
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.422

Abstract

Pada pelayanan kesehatan, obat merupakan komponen yang penting karena diperlukan dalam sebagian besar upaya kesehatan untuk menghilangkan gejala dari suatu penyakit, mencegah penyakit, serta dapat menyembuhkan penyakit. Tetapi di lain pihak obat dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan apabila penggunaannya tidak tepat. Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari pelayanan obat (drug oriented) menjadi pelayanan pasien (patient oriented)yang mengacu pada asuhan kefarmasian(pharmaceutical care). sehingga dapat menghindari risiko terjadinya medication error serta memenuhi kebutuhan pasien dan kepuasan pasien dalam memperoleh pengobatan atau pemberian obat dari apoteker. Penelitian ini membahas tentang implementasi pelayanan informasi obat kepada pasien yang ada di Apotek Sawojajar dan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan informasi obat oleh petugas apotek maupun apoteker.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa hasil analisis diperoleh nilai P_value sebesar 0,024 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara implementasi PIO dan kepuasan pasien. Metode penelitian yang penulis ambil adalah penelitian deskriptif analitik yang akan menggunakan quisioner untuk dapat mengambil pernyataan pasien sebagai bahan uji dalam penelitian.Dengan adanya pemberian pelayanan informasi obat dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas mutu apotek dalam pelayanan informasi obat kepada pasien, memberikan pelayanan informasi obat yang benar, jelas dan tepat, mengetahui kelemahan dan keunggulan apotek dalam segi pelayanan informasi obat
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kulit Batang Mangrove (Avicennia Marina) Dalam Sediaan Krim Terhadap Sifat Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Aureus Eko Saputra; Lulu Setiyabudi; Elisa Issusilaningtyas
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.424

Abstract

Mangrove api-api (Avicennia marina) merupakan bahan alam yang telah diteliti memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Ekstrak mangrove Avicennia marina dapat digunakan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kulit batang mangrove terhadap sifat fisik sediaan krim dan aktivitas antibakteri. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi ekstrak 5% (F1), 10% (F2) dan 15% (F3). Karakteristik fisik yang diamati berupa organoleptis, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. Hasil evaluasi fisik sediaan memiliki organoleptis krim berbau khas ekstrak kulit batang mangrove, krim berwarna putih kehijauan dengan tekstur halus dan homogen (F1), krim berwarna hijau dengan tekstur agak kasar (F2) dan (F3) tidak homogen. Sediaan krim mempunyai tipe krim M/A dengan pH 6. Uji viskositas sediaan krim memenuhi standar, uji daya sebar krim yang memenuhi syarat adalah (F1). Uji daya lekat krim yang memenuhi syarat adalah (F1) dan (F2). Hasil pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim adalah diameter zona hambat bakteri pada (F1) 15,1 mm, (F2) 17,6 mm, dan (F3) 19,4 mm.
Hand Smoothitizer, Antiseptik Pelembut Tangan Untuk Generasi Tanggap Penyebaran Kuman Kris Haryanti; Wisnu Hidayat; Afrina Kartika Putri
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.427

Abstract

Formulasi pembersih tangan secara tradisional mengandung etanol atau alkohol berantai pendek lainnya (60%-70%) sebagai bahan aktif. Namun, penggunaan alkohol sebagai produk hand sanitizer mudah menguap dan dapat menguap pada permukaan kulit sehingga aktivitas bakteri residual menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi hand sanitizer yang rendah kadar alkohol, dengan menggunakan ekstrak dari bahan alami sebagai bahan aktif antibakteri. Bahan alamai yang digunakan yaitu limbah kulit buah jeruk nipis dan lidah buaya. Hasil penelitian menunjukan ekstrak kulit jeruk nipis dan lidah buaya dapat menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus. Evaluasi sediaan hand sanitizer menunjukkan hasil yang baik pada uji organoleptis, pH, bobot jenis dan uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Analisis Biaya Pengobatan Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Penyakit Penyerta Di Rumah Sakit Ikhwan Dwi Wahyu Nugroho; Lilian Pingky Sukmawati; Tri Fitri Yana Utami
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.428

Abstract

Adanya keterkaitan Penyakit Jantung Koroner(PJK) dengan faktor resiko dan penyakit penyerta menyebabkan kompleksnya terapi yang diberikan sehingga membutuhkan biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat, profil biaya pengobatan dan hubungan biaya pengobatan dengan jumlah penggunaan obat kardiovaskular pada pasien PJK di instalasi rawat jalan RS X periode bulan Januari – Desember 2019. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 55 data rekam medik pasien PJK rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi dan esklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien PJK menunjukkan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebesar 51 pasien (92,7%) dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 56 – 65 tahun sebesar 35 pasien (63,6%). Penyakit hipertensi merupakan penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan pada 28 pasien (51,0%) dan 6 – 10 jenis obat diresepkan pada 24 pasien (43,6%). Total biaya terapi penggunaan obat kardiovaskular pada seluruh pasien penyakit jantung koroner dengan penyakit penyerta selama menjalani rawat jalan di RS X sebesar Rp 35.367.890 dengan penggunaan obat paling banyak pengeluarannya yaitu clopidogrel sebesar Rp 8.567.307 dan obat paling sedikit yang digunakan adalah captopril sebesar Rp 224. Adanya hubungan yang kuat antara biaya pengobatan yang dikeluarkan dengan jumlah penggunaan obat kardiovaskular.
Profil Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Salak Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi Lulu Setiyabudi; Irvan Herdiana; Wildan Hilmi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.430

Abstract

Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa kulit salak merupakan limbah yang tidak bisa digunakan.Masyarakat hanya memanfaatkan buah salak dari bagian dagingnya saja, bagian lainnya seperti kulit buah salak belum dimanfaatkan dengan baik. Kulit salak memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki manfaat sebagai alternatif pengobatan, dan berpotensi memiliki aktivitas antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dalam ekstrak etanol kulit salak terhadap bakteri Salmonella typhi. Kulit buah salak diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit salak diuji terhadap bakteri Salmonella typhi dengan menggunakan metode difusi cakram kertas.Ekstrak etanol kulit salak dapat menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Semakin besar konsentrasi ekstrak, diameter zona bening yang terbentuk semakin luas. Aktivitas antibakteri palingefektifpada konsentrasi 20%. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak kulit salak berupa alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, dan kuinon.
Optimasi Formula Nanoemulsi Gel Ekstrak Buah Bakau Hitam (Rhizophora Mucronatalamk.) Dengan Variasi Gelling Agent Hpmc, Carbopol 940 Dan Viscolam Mac 10 Meliana Inda Setiawati; Elisa Issusilaningtyas; Lulu Setiyabudi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.431

Abstract

Buah bakau hitam (Rhizophora mucronata Lamk.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan komponen aktifnya adalah alkaloid, flavonoid, steroid, fenol hidroquinon, dan tanin. Dalam penelitian ini dipilih sediaan nanoemulgel sebagai kosmetik untuk antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komposisi optimum campuran gelling agent untuk menghasilkan nanoemulgel ekstrak buah bakau hitam yang memenuhi sifat fisik dan stabilitas yang baik. Optimasi menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan variasi gelling agent menggunakan HPMC, Carbopol 940 dan Viscolam MAC 10 yang diperoleh sebanyak empat belas formula, dengan karakteristik fisik organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas dan stabilitas fisik perubahan viskositas dengan metode freeze thaw. Data dinalisis menggunakan simplex design expert 10.0.1 dan uji t serta deskriptif. Hasil formulasi optimum campuran gelling agent untuk menghasilkan nanoemulgel ekstrak buah bakau hitam yang memenuhi sifat fisik dan stabilitas yang baik adalah nanoemulgel pada formula VI, dan pada hasil penentuan formula optimum nanoemulgel ekstrak buah bakau hitam diperoleh dengan campuran HPMC 0,024%, carbopol 940 0,38% dan viscolam MAC 10 0,59%. Dengan nilai respon yang diperoleh untuk evaluasi dengan daya sebar 2,21 cm, viskositas 49043,2 Cps dan perubahan viskositas 579,3 Cps.
Uji Efektivitas Sediaan Gel Sabun Wajah Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Anggun Maksumah; Rifqi Ferry Balfas; Hanari Fajarini; Iqbal Yulianto
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.432

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki efektivitas menghambat bakteri Staphylococcus aureus. kandungan senyawa pada daun kemangi yaitu flavonoid dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel sabun wajah ekstrak daun kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Data penelitian ini adalah data primer. Metode analisis data menggunkan analisis deskriptif dan metode efektivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Sampel yang digunakan pada penelitian yaitu daun kemangi diekstraksi menggunakan larutan etanol 96% dengan cara maserasi. Ekstrak dibuat dalam tiga formula dengan FI : 1 gram, FII : 1,5 gram dan FIII : 2 gram. Evaluasi sediaan dengan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji efektivitas. Hasil formulasi menunjukkan daya hambat FI : 5 mm, FII : 8 mm dan FIII : 9 mm, ini dapat diartikan bahwa tiap formula memiliki daya hambat. Ketiga formula tersebut termasuk dalam katagori zona hambat sedang, tetapi yang memiliki zona hambat yang paling luas yaitu F3 : 9 mm. Semakin banyak ekstrak maka zona hambat semakin luas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan gel sabun wajah ekstrak daun kemangi memiliki efektivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Analisis Kejadian Medication Error Resep Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Cilacap Siti Fatimah; Nikmah Nuur Rochmah; Yuniariana Pertiwi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v2i02.434

Abstract

Kesalahan pengobatan merupakan suatu indikasi tingkat pencapaian keselamatan pasien khususnya terhadap tujuan medikasi yang aman. Medication error banyak terjadi dirumah sakit yang umumnya terjadi pada pengolahan dalam peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), penyiapan resep (dispensing), dan administrasi pengobatan (administration). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kejadian medication error pada tahap prescribing, transcribing, dispensing dan administration pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian analitik non-eksperimental terhadap data resep pasien rawat jalan yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Cilacap. Pengumpulan data dilakukan secara purposive sampling pada bulan Maret 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa medication error yang terjadi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Cilacap pada tahap prescribing sebesar 30,46%, transcribing sebesar 11,50%, dispensing sebesar 25,00%, dan administration sebesar 1,28%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8