Articles
196 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PRE-EKLAMSIA BERAT
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.96
Pendahuluan: Preeklamsia berat adalah penyakit vasospastik yang ditemukan setelah usia kehamilan 20 minggu atau postpartum dini yang ditandai dengan proteinuria. Komplikasi preeklamsia merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu prenatal. Penatalaksanaan preeklampsia sejauh ini belum menghasilkan perubahan yang signifikan dalam hasil. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi antara teori, kasus, dan penerapan asuhan pada ibu preeklamsia. Metode: Studi kasus ini melibatkan seorang wanita preeklamsia dengan usia kehamilan 37 minggu dengan subyek studi kasus. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan format penilaian dan pemeriksaan penunjang protein urin. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil: Hasil penelitian adalah riwayat ibu mengalami preeklamsia berat pada kehamilan pertama kedua (indikasi sectio caesarea) saat diagnosis. Ada sejarah antara teori dan kasus, diagnosis yaitu risiko ketidakstabilan tingkat darah terkait. Selanjutnya, implementasi intervensi yang ditentukan dalam diagnosis dapat diperhatikan. Tindak lanjut temuan dalam perawatan kasus pada kasus preeklamsia berat harus dioptimalkan dengan mengacu pada praktik dan intervensi berbasis bukti. Kesimpulan: Sebagai upaya promotor, diharapkan petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan untuk mengontrol tekanan darah secara teratur selama kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA TAHUN 2021
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.97
Pendahuluan: Tidur merupakan salah satu proses fisiologis penting pada manusia yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan melanjutkan fungsi biologis, psikologis, sosial dan budaya. Kualitas tidur merupakan suatu kondisi yang dapat dilihat dari kemampuan individu untuk mempertahankan gerakan mata cepat dan gerakan mata non cepat tidur. Kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa akan berdampak pada kesehatan fisik, psikis dan penurunan prestasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa keperawatan sarjana keperawatan fakultas keperawatan universitas muhammadiyah jakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada mahasiswa adalah jenis kelamin, aktivitas fisik, stres psikologis dan stres akademik. Kesimpulan: Ada hubungan antara jenis kelamin, aktivitas fisik, stres psikologis, dan stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI: TELAAH NARATIF
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.98
Pendahuluan: Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi dan setiap tahun sebanyak 10,44 juta orang meninggal karena hipertensi. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga tentang hipertensi. Metode: Penulis melakukan literature review dengan pendekatan sederhana terhadap 10 artikel tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga tentang hipertensi periode 2015-2020 menggunakan beberapa database dan website antara lain Google Scholar, PubMed, Sience Direct dan Wiley. Hasil: Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga tentang hipertensi berdasarkan 10 artikel yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, olahraga, pendidikan, dan konsumsi alkohol. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga adalah tingkat pendidikan dan usia, karena pendidikan yang rendah memungkinkan seseorang mengalami hipertensi karena kurangnya informasi atau pengetahuan yang mengarah pada perilaku hidup sehat seperti tidak mengetahui tentang bahayanya, serta mencegah hipertensi. Faktor usia seseorang sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menerima informasi dan cara berpikir seseorang tentang informasi yang diperoleh. Pengaruh tingkat pendidikan dan umur terhadap pengetahuan tentang hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN STROKE ISKEMIK DENGAN FAKTOR KOMPLIKASI HYPOKALEMIA DI RUANG CEMPAKA RS Swasta BEKASI BARAT SELAMA PANDEMI COVID-19
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.99
Pendahuluan: Stroke merupakan masalah kesehatan yang penting dan perlu mendapat perhatian. Stroke iskemik adalah hilangnya fungsi otak yang disebabkan oleh terhentinya suplai darah ke bagian otak yang disebabkan oleh trombus atau embolus. Stroke atau gangguan peredaran darah serebral (GPDO) merupakan penyakit saraf yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Menurut hasil Riset Kesehatan Daerah (RIKESDAS) Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi stroke sebesar 11,4% dan memiliki perkiraan jumlah penderita tertinggi yaitu 131.846 orang. Berdasarkan data rekam medis rumah sakit swasta di Bekasi Barat, dalam setahun terakhir diperoleh data sebanyak 101 pasien atau sekitar 1,98%. Berdasarkan data prevalensi stroke di atas, ditemukan bahwa kejadian stroke semakin meningkat setiap tahunnya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui cara memberikan asuhan keperawatan pada pasien stroke iskemik dengan faktor penyulit hipokalemia di bangsal cempaka RSUD Bekasi Barat. Metode: Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan purposive sampling yaitu pengobatan dan observasi pasien stroke iskemik dengan faktor penyulit hipokalemia, dirawat di Ruang Medis Rumah Sakit Swasta Bekasi Barat. Hasil: Pengkajian didapatkan 4 diagnosa keperawatan yaitu perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan emboli, ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan, gangguan menelan berhubungan dengan paralisis serebral, resiko cedera berhubungan dengan penurunan fungsi psikomotor, dan gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Intervensi prioritas dalam diagnosis perfusi serebral yang tidak efektif terkait dengan emboli adalah menilai tanda-tanda peningkatan TIK. Intervensi prioritas dalam diagnosis ketidakseimbangan elektrolit yang berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan adalah pencatatan intake-output dan hitung balance cairan 24 jam. Intervensi prioritas dalam mendiagnosis risiko cedera terkait penurunan fungsi psikomotor adalah menghitung risiko jatuh menggunakan Skala Morse Jatuh setiap hari. Intervensi prioritas dalam diagnosis gangguan menelan adalah pemantauan tingkat kesadaran dan kemampuan menelan. Intervensi prioritas dalam diagnosis gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan kekuatan otot adalah mengajarkan mobilisasi sederhana yang akan dilakukan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada pasien stroke iskemik perlu memperhatikan masalah keperawatan yaitu perfusi serebral tanpa komplikasi.
PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR ASAM URAT
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.100
Pendahuluan: Penyakit asam urat atau yang dikenal juga dengan sebutan gout merupakan suatu penyakit karena kelainan metabolisme purin (hiperurisemia). Pada keadaan ini dapat terjadi oversekresi asam urat atau penurunann fungsi ginjal yang mengakibatkan penurunan fungsi ekresi asam urat atau kombinasi keduanya. Penatalaksanaan peningkatan asam urat prinsipnya adalah menurunkan asam urat dan mengatasi nyeri yang timbul. Salah satu terapi non farmkologi yaitu dengan mengkonsumsi rebusan daun salam. Daun salam merupakan salah satu terapi herbal yang berkhasiat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam dalam menurunkan kadar asam urat. Metode: Metode penelitian yang dipakai dalam metode ini adalah one grup pretest maupun posttest sehinga hail yang di harapkan leebih akurat. Teknik analisa data yang di gunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji persyaratan mengunakan uji Shapiro-wilk dngan hasil distribusi normal mengunakan uji t-test paired. Hasil: Uji statistic paired t-test menunjukkan nilai rata-rata kadar asam urat sebelum diberikan rebusan daun salam adalah 7.070, sedangkan nilai rata-rata kadar asam urat sesudah diberikan rebusan daun salam adalah 4.930. Dari hasil mean sebelum dan sesudah didapatkan selisih nilai 2,14 dari jumlah 20 responden. P-value= 0.000<0.05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada perbedaan kadar asam urat yang signifikan pada penurunan kadar asam urat sebelum dan sesudah diberikan rebusan daun salam. Kesimpulan: Ada perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah dilakukan pemberian rebusan daun salam dapat brpengaruh terhadap kadar asam urat responden.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI BAGI LANSIA YANG MENGALAMI DEPRESI: TELAAH LITERATUR
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.101
Pendahuluan: Penggunaan teknologi dalam sistem pendukung komunikasi sosial yang banyak berkembang sekarang ini menyebabkan adanya gap antara penggunaan dan keterbatasan lansia. Kebutuhan dan teknologi yang meningkat untuk penggunaan media komunikasi sosial bagi lansia tidak dibarengi dengan kemampuan dari lansia yang malah semakin menurun baik secara fisik maupun kognitif. Geronteknologi juga dapat menyediakan teknologi yang canggih untuk mempermudah atau alat yang bersifat dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian personal lansia. Metode: Penulis melakukan kajian literatur dengan pendekatan sederhana terhadap 10 artikel penggunaan tekhnologi pada lasia depresi dalam periode 2010-2021. Hasil: Hasil eksperimen kami dan analisis data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa orang lanjut usia tertarik untuk memiliki robot, android, dan terapi sebagai pendamping mereka dan minat mereka tidak berkurang seiring waktu. Kesimpulan: Aplikasi yang berhasil dalam penelitian ini adalah aplikasi yang dapat bermanfaat sebagai media komunikasi sosial sekaligus penyedia informasi kesehatan bagi lansia, rancangan ini nanti dapat dukungan penelitian untuk menunjang kehidupan lansia.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT JERUK LIMAU (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle)
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.102
Pendahuluan: Tanaman jeruk nipis merupakan salah satu tanaman endemik indonesia yang telah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Diketahui bahwa kandungan metabolit sekunder yang dimiliki tanaman jeruk nipis salah satunya adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle). Metode: Ekstraksi kulit jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle) menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Penentuan kadar flavonoid dalam ekstrak etil asetat kulit jeruk nipis menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl3 dan menggunakan kuersetin sebagai standar pembanding pada panjang gelombang maksimum 430 nm dengan waktu operasi 50 menit. Hasil: Rata-rata kandungan total flavonoid dalam ekstrak etil asetat kulit jeruk nipis adalah 0,64% (b/b) dengan nilai SD 0,0133 dan RSD 0,029%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar flavonoid total dari ekstrak kulit Jeruk Limau (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle) yang diekstraksi dengan menggunakan pelarut Etil Asetat sebesar 0,64% (b/b).
EFEKTIVITAS RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP KECEMASAN PASIEN
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.103
Pendahuluan: Gangguan mental emosional yang bermanifestasi sebagai gangguan kecemasan dan depresi sehingga dapat mempengaruhi pasien dalam menjalani proses penyembuhan, relaksasi autogenik diketahui menjadi salah satu dari terapi komplementer yang dapat memberikan efek positif terhadap kondisi kecemasan yang dialami oleh pasien. Metode: Penulis melakukan studi literatur dengan pendekatan sederhana terhadap 10 artikel tentang efektifitas pemberian terapi relaksasi autogenik atau autogenic training.Metode yang digunakan dalam penumpulan artikel pada databasegoogle scholar. Sumber referensi dipilih menggunakan metode Problem, Intervention, Comparison, Outcomes (PICO) dengan batasan artikel yang diterbitkan dari tahun 2016-2021. Hasil: Hasil yang didapatkan adalah pemberian terapi relaksasi autogenik cukup efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien dalam berbagai kondisi Kesimpulan: Kesimpulan dari penulisan ini adalah mengingat relaksasi autogenik adalah salah satu terapi yang membutuhkan keahlian khusus dalam pelaksanaannya kepada pasien, maka tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan untuk menguasai metode relaksasi autogenik agar dapat membawa hasil yang signifikan bagi pasien.
HEWAN SEBAGAI MODEL PENYAKIT INFEKSI PERNAFASAN YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.104
Pendahuluan: Penyakit infeksi pernafasan karena bakteri merupakan penyakit yang memiliki kasus tinggi di Indonesia. Penyakit pernafasan karena infeksi bakteri juga bersifat nosokomial dan dapat menyebar di komunitas. Bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan ini sangat beragam baik dari jenis bakterinya, tingkat resistensinya, maupun tingkat virulensinya. Tingkat virulensi bakteri mempengaruhi konsekuensi penyakitnya pada pasien. Metode: Dalam menentukan virulensi bakteri secara in vivo, beberapa hewan dapat digunakan sebagai model infeksi pernafasan karena bakteri seperti tikus, ikan zebra (Danio rerio), ngengat lilin (Galleria mellonella), nematoda Caenorhabditis elegans. Hasil: Dari sudut pandang author, jika menilik biaya dan kemudahan sebagai prioritas, ulat G. mellonella memiliki beberapa keunggulan dibandingkan hewan lain seperti biaya produksi murah, tidak membutuhkan perizinan etik, dapat diinkubasi pada suhu 37° C, juga sudah banyak publikasi yang menggunakan ulat ini dalam uji virulensi bakteri. Kesimpulan: Review artikel ini akan menjelaskan perbandingan kelebihan dan kekurangan hewan model tersebut dalam model in vivo bakteri infeksi pernafasan.
PENGARUH ASUPAN GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN OVERWEIGHT PADA SISWA JAKARTA PUSAT
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47522/jmk.v4i1.105
Pendahuluan: Overweight adalah kondisi seseorang dimana terjadi ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Jakarta Pusat merupakan salah satu kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta dengan prevalensi overweight anak usia 5-12 tahun tertinggi sebesar 16,02%. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya overweight pada anak adalah asupan zat gizi makro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dengan kejadian overweight pada siswa SD N Kenari 01 Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan design cross sectional dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020. Subyek penelitian siswa SD kelas 4 dan 5 berjumlah 106 siswa yang ditentukan dengan metode Simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner via daring kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan asupan energi (p=0,012), karbohidrat (p=0,040) dengan kejadian overweight dan tidak terdapat hubungan asupan protein (p=0,096), lemak (p=0,204) dengan kejadian overweight. Kesimpulan: Asupan energi dan karbohidrat berhubungan dengan kejadian overweight pada siswa SD N Kenari 01 Jakarta Pusat. Sedangkan asupan protein dan lemak tidak berhubungan dengan kejadian overweight pada siswa SD N Kenari 01 Jakarta Pusat.