cover
Contact Name
Intan Kurniawati Pramitaningrum
Contact Email
jurnalmitrakesehatan@stikesmitrakeluarga.ac.id
Phone
+6282136005597
Journal Mail Official
jurnalmitrakesehatan@stikesmitrakeluarga.ac.id
Editorial Address
STIKes Mitra Keluarga,jl pengasinan,margahayu,bekasi timur
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mitra Kesehatan
ISSN : 25803379     EISSN : 27160874     DOI : 10.47522
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Mitra Kesehatan adalah jurnal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan. Fokus penelitian yang dipublikasikan terkait dengan aspek: Bidang Gizi Klinis Bidang Gizi Masyarakat Pangan dan Gizi Inovasi Pangan Hematologi Parasitologi Biokimia Laboratorium Kesehatan Teknologi Laboratorium Farmakologi Farmasi Keperawatan Jiwa Keperawatan Anak Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Keluarga Keperawatan Komunitas Jurnal Mitra Kesehatan diharapkan mampu menjadi media publikasi hasil penelitian bagi dosen dan mahasiswa yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas terutama dalam bidang kesehatan. Jurnal Mitra Kesehatan diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan juni dan Desember)
Articles 196 Documents
PERBEDAAN JUMLAH PERTUMBUHAN KOLONI BAKTERI PADA RONGGA MULUT SEBELUM DAN SESUDAH MEMAKAI OBAT KUMUR YANG MENGANDUNG ALKOHOL DAN NON ALKOHOL Eka Widana, I Putu; Inggraini, Maulin; Nurfajriah, Siti
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i2.41

Abstract

Pendahuluan: Banyaknya penyakit pada gigi dan mulut mengharuskan masyarakat lebih menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi dan pemakaian obat kumur. Obat kumur yang sering digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut biasanya mengandung alkohol dan non alkohol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah pertumbuhan koloni bakteri pada rongga mulut sebelum dan sesudah memakai obat kumur yang mengandung alkohol dan non alkohol. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan penelitian pre test dan post test controlled group. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi kelompok A dan kelompok B yang masing-masing kelompok berjumlah 10 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukan perbedaan penurunan jumlah bakteri antara setelah berkumur menggunakanan obat kumur alkohol dan non alkohol didapatkan nilai rata-rata yaitu 1,9 x 101 CFU/ml (obat kumur alkohol) dan 4,6 x 101 CFU/ml (obat kumur non alkohol). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat penurunan jumlah bakteri pada rongga mulut sebelum dan sesudah berkumur menggunakan obat kumur alkohol dan non alkohol, namun obat kumur alkohol lebih efektif dalam menurunkan jumlah bakteri pada rongga mulut dibandingkan dengan obat kumur non alkohol.
ANALISA BAKTERIURIA ASIMTOMATIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG Jundinatra, Rahma; Karneli; Refai; Hermansyah, Herry
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.81

Abstract

Pendahuluan: Lingkungan hiperglikemik pada pasien DM tipe 2 lebih mudah menyebabkan pasien mengalami berbagai infeksi, salah satunya adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK). Tidak semua ISK menunjukkan gejala, ISK yang tidak menunjukkan gejala adalah ISK asimtomatik atau bakteriuria asimtomatik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran bakteriuria asimtomatik pada penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang berdasarkan umur, jenis kelamin dan glukosauria. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional dan metode pemeriksaan urinalisis dengan carik celup. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: Dari 30 penderita DM tipe 2  didapatkan sebanyak 7 penderita (23,3%) positif bakteriuria asimtomatik. Dari 24 penderita DM tipe 2 yang berumur lebih dari 45 tahun yang diperiksa, sebanyak 6 penderita (25,0%) positif. Sedangkan dari 6 penderita DM tipe 2 yang berumur kurang dari 45 tahun yang diperiksa, sebanyak 1 penderita (16,7%) positif. Dari 8 penderita DM tipe 2 laki-laki yang diperiksa sebanyak 1 penderita (12,5%) positif. Sedangkan dari 22 penderita DM tipe 2 perempuan yang diperiksa, sebanyak 6 penderita (27,3%) positif. Dari 13 glukosauria positif, sebanyak 5 penderita (38,5%) positif. Sedangkan dari 17 glukosauria negatif sebanyak 2 penderita (11,8%) positif. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa 7 dari 30 penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengalami bakteriuria asimtomatik.
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT RANTING SENGON (Falcataria moluccana) DENGAN PELARUT METANOL DAN N-HEKSANA Tri Rahayu, Nunik; Nurhasanah, Ai Sri; Rumidatul, Alfi; Maryana, Yayan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.44

Abstract

Pendahuluan: Pohon Sengon (Falcataria moluccana) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu terpenoid, steroid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Antibakteri bersumber dari alam menjadi alternatif untuk pengobatan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut n-heksana dan metanol terhadap Shigella dysentriae, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Proteus mirabilis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kirby Bauer dengan konsentrasi ekstrak 9%, 9,5%, 10%, 10,5% dan 11%. Hasil: Hasil ekstrak kulit ranting Sengon menunjukkan adanya zona bening dengan konsentrasi efektif yaitu 11% terhadap Shigella dysentriae (4 mm), Escherichia coli (1,7 mm), Salmonella typhi (3,3 mm). Sedangkan ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut n-heksana terhadap Proteus mirabillis (2,7 mm). Kesimpulan: Ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut metanol dan n-heksana memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysentriae, Escherichia coli, Salmonella typhi, dan Proteus mirabilis.
PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DALAM MEMANTAU INSIDEN HIPERTENSI: TELAAH JURNAL Apriyani, Santi; Herawati, Tuti
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.45

Abstract

Pendahuluan: Rekam Medis Elektronik (RME) mulai diterapkan di pelayanan kesehatan untuk mendeteksi dan memonitoring suatu penyakit dan  perlu dikembangkan secara luas. Peningkatan kualitas kesehatan menjadi outcome dari pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk Memberikan gambaran hasil telaah jurnal tentang pengembangan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk memantau insiden Hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode telaah jurnal dari online database : J-Stors, Science Direct, Clinical Key dan Pro-Quest dengan kata kunci Nursing Informatics, Electronic Health Record, Hypertension, Monitoring Hypertension, Monitoring Blood Pressure Hasil: Dari hasil telaah 10 jurnal pilihan, disimpulkan bahwa pemanfaatan RME bisa digunakan secara luas diantaranya  memonitoring penyakit hipertensi atau mendeteksi penyakit akibat hipertensi. Penggunaan fitur algoritma secara otomatis, penggunaan anotasi dan monitoring yang terhubung dengan tempat tinggal pasien adalah bagian dari pengembangan dan pemanfaatan system RME. Kesimpulan: Pemanfaatan RME bisa digunakan untuk memonitoring penyakit hipertensi, mendeteksi penyakit akibat hipertensi dan mencegah kejadian rehospitalisasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERAWAT DENGAN KEJADIAN HEMATOMA PASKA KATETERISASI JANTUNG Junaidi; Astrid, Maria
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.46

Abstract

Pendahuluan: Kateterisasi jantung adalah prosedur memasukkan catheter kedalam arteri femoralis atau arteri radialis yang didorong dari otot aorta desenden menuju arteri koronaria. Salah satu komplikasi dari kateterisasi jantung adalah hematoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku perawat dengan kejadian hematoma paska cateterisasi jantung. Metode: Metode penelitian  kuantitatif, desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu seluruh perawat di IMC, ICU dan Angiografi RS X sebanyak 37 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan.. Alat pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan pada 30 responden di RS Y Jakarta. Hasil: Hasil analisis univariat, mayoritas responden berada pada rentang usia dewasa muda (83,8%), masa kerja pada jenjang karir Perawat Klinik III (40,5%), pendidikan DIII Keperawatan (78,4%). Sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik tentang prosedur paska kateterisasi jantung serta sebagian besar perawat memiliki perilaku yang baik tentang prosedur paska kateterisasi jantung (59,5%). Hasil bivariate dengan uji chi- square didapatkan secara statistik ada hubungan pengetahuan perawat (p=0,001), dan perilaku perawat  (p=0,000) dengan kejadian hematoma. Kesimpulan: Diharapkan melalui seminar, workshop dan pelatihan perawat dapat memperoleh pengetahuan adekuat tentang prosedur paska kateterisasi jantung sehingga perawat dapat menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan yang ada, baik dalam pemantauan, kompresi dan pelepasan  sheath.
TERAPI HERBAL BAGI LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ahadi Pradana, Anung; Kurniawati Pramitaningrum, Intan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.48

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian hipertensi pada lanjut usia di Indonesia menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas hidup dan berkontribusi tinggi dalam peningkatan kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Pemanfaatan terapi herbal bagi lansia dengan hipertensi dapat menjadi salah satu intervensi yang dapat diberikan oleh tenaga kesehatan. Metode Penulisan artikel ini menggunakan teknik studi literatur untuk merangkum beberapa terapi herbal yang dapat dipergunakan bagi lansia yang mengalami hiperensi. Hasil: Hasil yang ditemukan antara lain beberapa tanaman herbal yang dapat ditemukan di Indonesia sudah teruji memiliki efek positif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Kesimpulan: Perhatian pemerintah terhadap pemanfaatan tanaman herbal di Indonesia diketahui cukup tinggi, hal ini terlihat dari cukup banyaknya peraturan yang mengatur tentang penggunaan tanaman herbal dalam aktivitas promotif, preventif, rehabilitatif, maupun kuratif pada lansia khususnya yang mengalami hipertensi.
PEDIKULOSIS ANAK DI SALAH SATU PERUMAHAN DI BEKASI Suhesti, Rika; Kurniawati Pramitaningrum, Intan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.49

Abstract

Pendahuluan: Pedikulosis adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh spesies kutu rambut Pediculus capitis. Pediculus capitis menyerang anak terutama di lingkungan yang padat dan akibat aktivitas bermain bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian pediculosis capitis di salah satu perumahan di Bekasi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain crossectional. Pemeriksaan kutu rambut dilakukan pada 44 responden anak-anak pada rentang usia 3-12tahun. Penelitian dilakukan pada 10-15 Februari 2019 di salah satu perumahan di Cibitung Bekasi. Hasil: Hasil penelitian mengenai pedikulosis pada anak usia 3-12 tahun yang positif mengalami kejadian pedikulosis yaitu 28 anak perempuan dengan persentase 85% dari 33 anak perempuan dan 4 anak laki-laki dari 11 anak laki-laki dengan persentase 36%. Kesimpulan: Kejadian pedikulosis lebih tinggi dialami oleh anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki karena berkaitan dengan faktor resiko seperti jenis rambut, penggunaan handuk secara bersama, penggunaan sampo saat keramas, riwayat keluarga mengalami kutu rambut, rutinitas mengganti sprei tempat tidur seminggu sekali, tidur ditempat tidur secara bersama, menggunakan sisir bersama dan penggunaan aksesoris secara bersama.
IDENTIFIKASI Candida sp DALAM URINE PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS NGEMPLAK 2 KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Farida Muhajir, Nurlaili; Nadifah, Fitri; Arisandi, Desto; Susliyanti, Maria
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.50

Abstract

Pendahuluan: Jamur Candida sp dapat berperan sebagai mikroorganisme yang bersifat patogen yaitu menimbulkan infeksi primer dan sekunder. Penderita diabetes mellitus (DM) dapat mengalami infeksi jamur tersebut karena mekanisme pertahanan alami tubuh yang rendah. Komplikasi yang terkait DM dapat meningkatkan risiko infeksi, peningkatan kadar gula dalam darah, jaringan, dan urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jamur Candida sp dalam urine penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 spesimen urine penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kriteria inklusi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, pasien adalah peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di Puskesmas Ngemplak 2 Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tahap pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2019 di Puskesmas Ngemplak 2 Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pemeriksaan jamur Candida sp dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 8 sampel (26,7%) ditemukan jamur Candida sp dan 22 sampel (73,3%) tidak ditemukan jamur Candida sp. Sampel dengan jamur Candida sp, sebagian besar berasal dari penderita diabetes mellitus berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 5 sampel (16,3%). Kesimpulan: Jamur Candida sp dapat ditemukan dalam urine penderita diabetes mellitus terutama penderita dengan jenis kelamin perempuan. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi sistem kekebalan tubuh menurun, atau sering menggunakan pakaian ketat dari bahan sintetis.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER: HERBAL DAUN SALAM DAN RELAKSASI AUTOGENIC PADA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI: LAPORAN KASUS Theofani Lestari, Dian; Rohayati
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.51

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat dari 29,4% menjadi 40% selama kurun waktu 5 tahun. Tindakan pengobatan dapat dilakukan dengan mengintegrasikan terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran nyata melakukan asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi dengan integrasi herbal daun salam dan relaksasi autogenik. Metode Laporan kasus disusun menggunakan metode deskriptif. Hasil: Hasil dari pengkajian didapatkan diagnosis prioritas adalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan. Kriteria hasil pengetahuan: proses penyakit, partisipasi dalam keputusan perawatan kesehatan, pengetahuan: prosedur penanganan, perilaku patuh: diet yang disarankan, dan pengetahuan sumber-sumber kesehatan. Intervensi yang disusun adalah pengajaran: proses penyakit, dukungan: pengambilan keputusan, pengajaran prosedur perawatan: rebusan daun salam dan relaksasi autogenik, manajemen nutrisi, panduan sistem pelayanan kesehatan. Hasil evaluasi setelah 3 minggu menunjukkan peningkatan kemandirian keluarga dari kemandirian I menjadi II dengan penurunan tekanan darah dari 160/ 100 mmHg menjadi 150/ 90 mmHg. Kesimpulan: Kunjungan rumah secara regular, edukasi kesehatan dengan menggunakan media yang mudah dipahami serta mengintegrasikan terapi komplementer berbasis budaya dan riset perlu dilakukan.
PEMANFAATAN AUDIOVISUAL DALAM PENANGANAN DEPRESI PADA REMAJA Lala; Sianturi, Renta; Chaerunisa, Mifta; Friska Nur Anggreini, Nola; Lestari, Prita; Vina Farida, Reica; Hilmayasari, Rizma; Ni'mah Amran, Seylin; Zul Pratywie, Sovy
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.52

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada remaja merupakan masalah yang sangat penting karena akan menjadi masalah yang lebih lanjut pada remaja yang dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, kesepian, gangguan tidur, bahkan menyebabkan bunuh diri. Pada sebuah penelitian menemukan bahwa 60,8% mahasiswa merasa sangat cemas, 38,2% merasa sangat tertekan sehingga sulit untuk berfungsi, dan 10,4% serius menganggap bunuh diri. Penggunaan teknologi audiovisual menggunakan aplikasi telah terbukti dalam mengurangi tingkat depresi pada remaja. Metode Penulis melakukan kajian literatur dengan pendekatan sederhana terhadap 13 artikel tentang pemanfaatan aplikasi audio visual dengan masalah depresi mental pada remaja dalam periode 2015-2020 dengan maksud untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknologi bagi masalah depresi mental pada remaja Hasil: Hasil yang didapat dalam penggunaan aplikasi audiovisual dalam mengurangi masalah depresi pada remaja metode ini mampu memunculkan ketertarikan remaja dalam mengetahui masalahnya dengan informasi yang disampaikan dapat berupa audio, video, dan audiovisual/ animasi dan mengurangi tingkat depresi pada remaja tersebut. Kesimpulan: Masih kurangnya penelitian tentang penggunaan teknologi aplikasi audiovisual di indonesia menjadi tantangan bagi para peneliti selanjutnya, besarnya manfaat yang dibbuktikan dari penggunaan teknologi aplikasi audiovisual bagi remaja dengan masalah depresi mental diharapkan mampu meningkatkan keinginan perawat dalam mengadvokasi atau edukasi keluarga dan klien dalam penggunaan teknologi tersebut serta melakukan penelitian lebih lanjut di Indonesia.

Page 9 of 20 | Total Record : 196