cover
Contact Name
Darwin Damanik
Contact Email
jurnal.ekuilnomi@gmail.com
Phone
+6285210371000
Journal Mail Official
jurnal.ekuilnomi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sisingamangaraja Barat No.1
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ekuilnomi
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 26147181     DOI : https://doi.org/10.36985/6nm71z95
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekuilnomi : Jurnal Ekonomi Pembangunan encompasses original research manuscripts, review article, in the field of research that covers scientific including: Economic development, Labor economics, Environmental economics, Microeconomics,Macroeconomics,Rural development, Urban & regional economies,Welfare economics,Unemployment,Inflation,Monetary & fiscal policies, International economics, Agricultural economics, Business and finance, Industry and trade, Digital Economics, Financial Economics.
Articles 365 Documents
Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Sumatera Utara Anggun Sriwahyuni; Pinondang Nainggolan; Anggiat Sinurat
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/g2nfer65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah uang beredar, suku bunga dan nilai tukar tarhadap inflasi di Sumatera Utara.Penelitian ini menggunakan data skunder dan teknik yang digunakan adalah regreri linear berganda.Setelah dilakukan pengujian menggunakan program bantuan SPSS di dapatkan hasil yaitu variabel jumlah uang beredar berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap inflasi di Sumatera Utara.Variabel suku bunga bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Sumatera Utara.Variavel nilai tukar berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap inflasi Sumatera Utara. Saran penelitian ini adalah pemerintah harus lebih memperhatikan perkembangan tingat inflasi di Sumatera Utara.Variabel - variabel yang mempengaruhi inflasi tidak hanya variabel yang umum saja namun masih banyak variabel-variabel yang mempengaruhi inflasi di Sumatera Utara dalam jangka panjang maupun jangka pendek
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Pada Bpr Nusantara Bona Pasogit 34 Pematangsiantar Frinces S Sinurat; Pinondang Nainggolan; Pawer D Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/vgq5g420

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh tingkat Dana Pihak Ketiga(DPK), Suku Bunga Kredit (SBK) dan Non Performing Loan (NPL) TerhadapPenyaluran Kredit. Data yang digunakan dalam penelitian ini periode 2010 – 2019 (10 tahun).Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji hipotesis baik parsial maupun serempak (uji t dan F) dengan level signifikasi 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, ujimultikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.Hal ini menunjukkan datayang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan menggunakan model persamaanregresi linier berganda. Secara parsial hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel DPK dan SBK berpengaruh positif dansignifikan terhadap Penyaluran Kredit. NPL tidak signifikan dan berpengaruh negatif terhadappenyaluran kredit.Hasil penelitian uji Fsecara bersama-sama) menunjukkan DPK, SBK dan NPL berpengaruh signifikan terhadap Penyaluran Kredit. Daripenelitian ini diperoleh nilai Adjusted R square sebesar 0,941 atau sama dengan 94,1% artinya hubungan antaravariabel X (DPK, SBK dan NPL) terhadap variabel Y (Penyaluran Kredit). Artinya variasi naik turunnya penyaluran kredit (Y) dipengaruhi oleh nilai DPK, SBK dan NPL. Sementara sisanya 5,9% diperoleh faktor lain diluar model
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan Dan Kemiskinan Terhadap IPM Kabupaten Simalungun Sanniana Sidabutar; Elidawaty Purba; Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/bkn96b53

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM merupakan indeks yang ditetapkan oleh UNDP (United Nations Development Programme) pada tahun 2019 untuk mengukur kesejahteraan rakyat. IPM Kabupaten Simalungun terus meningkat selama periode 2010-2019, akan tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Simalungun dengan angka persentase paling rendah diantara 32 kecamatan lainnya yaitu < 60 persen. Penelitian ini meneliti tentang pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan dan kemiskinan terhadap IPM di Kabupaten Simalungun. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder ini tersedia dan bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan BAPPEDA ( Badan Perencanan Pembangunan Daerah ) Kabupaten Simalungun. Data diambil dari BAPPEDA kabupaten simalungun tahun 2010-2019 dengan variabel dependen IPM dan variabel independen pengeluaran pemerintah dalam bentuk APBD untuk pendidikan, APBD untuk kemiskinan, dan Rasio Ketergantungan Penduduk. Model ini di estimasi menggunakan program spss 21 dengan melalui berbagai uji yaitu uji t dan uji F. Hasil analisis dari penelitian ini variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM adalah APBD untuk pendidikan dan kemiskinan, variabel rasio ketergantungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan IPM melalui pendidikan dan kemiskinan, penyediaan pelayanan pendidikan dan kemiskinan, dengan memaksimalkan APBD 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kemiskinan sesuai dengan amanat UUD yang berlaku, sehingga mampu meningkatkan IPM di Kabupaten Simalungun
Willingness To Pay Untuk Konservasi Spesies Terancam Punah Di Taman Nasional Gunung Halimun - Salak : Aplikasi Metode Contingent Valuation Arnold Sultantio Hutabarat
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3aj0pr82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besarnya nilai willingness to pay untuk melestarikan Elang Jawa, Macan Tutul, Owa Jawa melalui rencana pembangunan pusat konservasi di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Menganalisa preferensi konsumen terhadap pilihan satwa yang diutamakan untuk dikonservasi, dan Menganalisa faktor-faktor atau variabel-variabel yang secara signifikan mempengaruhi besarnya probabilitas willingness to pay. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dari survei dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada pengunjung Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Penyebaran kuesioner terpusat di Stasiun Penelitian Cikaniki yang merupakan tempat menginap dan tempat istirahat bagi pengunjung TNGHS.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik nonprobabilitas, karena probabilitas masing-masing anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel tidak diketahui. Penelitian ini menggunakan pendekatan contingent valuation (valuasi kontingensi) dengan desain pertanyaan pada kuesioner menggunakan metode referendum.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1).Rata-rata dari total pengunjung yang bersedia datang ke pusat konservasi satwa pada tingkat harga tarif masuk sebesar Rp. 5.000,- adalah sebanyak 249 pengunjung. Sedangkan pengunjung tidak bersedia membayar apabila rata-rata tarif masuk pusat konservasi satwa dinaikkan menjadi Rp. 42.000,- atau lebih besar; (2). Karakteristik responden, kepedulian dan pengetahuan responden terhadap satwa liar tidak mempengaruhi probabilitas WTP responden.Responden tetap bersedia membayar, seperti apapun karakteristik dan preferensinya; (3).Responden yang memilih Elang Jawa memiliki probabilitas untuk membayar WTP lebih tinggi dibandingkan yang memilih spesies lain
Analisis Daya Saing Sektor Pariwisata Di Kabupaten Simalungun Darwin Damanik; Elidawaty Purba
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/27eygr92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indikator - indikator yang menentukan daya saing sektor pariwisata Kabupaten Simalungun dan membandingkan daya saing pariwisata dengan Kabupaten Samosir.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Simalungun untuk menganalisis daya saing industri pariwisata Kabupaten Simalungun.Waktu penelitian dimulai pada bulan Februari sampai dengan Juni 2020.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan melakukan penghitungan index daya saing pariwisata dengan memasukkan seluruh indikator daya saing dari World Travel and Tourism Council (WWTC) sebanyak 5 indikator dan mengkhususkan pada Kabupaten Simalungun yaitu Human Tourism Indicator (HTI), Price Competitiveness Indicator (PCI), Infrastructure Development Indicator (IDI), Environtment Indicator (EI), Openess Indicator (OI). Hasil dari penelitian ini adalah Human Tourism Indicator (HTI), sebesar 0,69 yang berarti kemampuan daya saing dari HTI tinggi/baik, Price Competitiveness Indicator (PCI), sebesar 83,89 yang berarti kemampuan daya saing dari PCI rendah/lemah, Infrastructure Development Indicator (IDI) sebesar 63,23 yang berarti kemampuan daya saing dari IDI tinggi/baik, Environment Indicator (EI) sebesar 197.177.134 yang berarti kemampunan daya saing dari EI tinggi/baik,serta Openess Indicator (OI), sebesar 0,36 yang berarti kemampuan daya saing dari OI rendah/lemah. Kabupaten Simalungun hanya unggul dalam beberapa indikator penentu daya saing yaitu Human Tourism Indicator (HTI), Infrastructure DevelopmentIndicator (IDI), dan Environment Indicator (EI)
Fenomena Monetary Approach : Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dólar Amerika Serikat Nancy Nopeline
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/mj2syt75

Abstract

Kegiatan ekonomi internasional belakangan ini semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman yang memasuki era ekonomi industri 4.0. perekonomian Negara dunia semakin padat dan semakin terbuka, termasuk perekonomian Indonesia sendiri. Nilai tukar semakin memainkan suatu peranan yang sangat strategis dalam kegiatan perdagangan internasional, sehingga hal ini sangat penting untuk dipahami oleh pelaku yang terlibat dalam kegiatan perdagangan dan keuangan internasional. Itulah sebabnya, nilai tukar merupakan satu diantara varibael yang paling ketat diawasi dan dianlisis serta merupakan indikator ekonomi yang paling sering dimanipulasi oleh pemerintah atau bank sentral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa GDP memiliki pengaruh negative terhadap nilai tukar Rp/US$, tingkat suku bunga memiliki hubungan positif terhadap nilai tukar Rp/US$
Pengaruh Pendapatan Domestik Regional Bruto Perkapita Dan Rasio Beban Ketergantungan Hidup Terhadap Tabungan Domestik Sumatera Utara Wico Jontarudi Tarigan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Ekuilnomi Vol 2(2) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/tp0f3341

Abstract

Tabungan dalam lembaga perbankan merupakan komponen utama dalam PDRB Sumatera Utara dengan kontribusi sekitar 12,79 % dari total. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh PDRB per kapita dan rasio ketergantungan pada jumlah tabungan domestik di provinsi Sumatera Utara.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah tabungan domestic sebagai variable dependen dan PDRB per kapita serta rasio beban ketergantungan sebagai variable independen. Penelitian ini menggunakan data runtun waktu dan metode Error Correction Model (ECM), yang melihat pada efek jangka pendek dan panjang antara variable dependen dan independen. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable PDRB per kapita dan rasio beban ketergantungan secara simultan berpengaruh dalam jangka pendek dengan F - statistic 0,042851 dan berpengaruh secara simultan dalam jangka panjang dengan F - Statistik 0,00000. Secara parsial dalam jangka pendek menunjukkan tidak ada variabel yang mempengaruhi jumlah tabungan. Sedangkan dalam jangka panjang PDRB Perkapita memiliki pengaruh signifikan dan memiliki korelasi positif. Ini konsisten dengan teori yang ada. Rasio ketergantungan tidak berpengaruh signifikan dan memiliki korelasi negative terhadap total tabungan Sumatera Utara
Pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun Intan Suswita; Darwin Damanik; Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Ekuilnomi Vol 2(1) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ak3ye661

Abstract

Pembangunan merupakan dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator untuk melihat pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perekonomian, sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang negatif menunjukkan adanya penurunan dalam aktivitas perekonomian. Infrastuktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ketidakcukupan infrastruktur merupakan salah satu kunci terjadinya hambatan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di suatu Negara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif bertujuan untuk menjelaskan perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, panjang jalan (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Kedua, jumlah air bersih (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Ketiga, jumlah pelanggan listrik (X3) di PLN Kabupaten Simalungun berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun
Analisis Kinerja Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Di Kota Pematangsiantar Miswati Gultom; Anggiat Sinurat; Darwin Damanik
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Ekuilnomi Vol 2(1) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6bk0g396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja di Kota Pematangsiantar; 1) Laju Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah, 2) Efektifitas Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, 3) Rasio Pajak, 4) Efisiensi Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini termasuk menggunakan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar. Kota Pematangsiantar adalah daerah otonom yang tidak memiliki sumber daya alam yang dapat dieksploitasi sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan PAD dari pajak yang memungkinkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Pematangsiantar.Kota Pematangsiantar sebagai salah satu pemerintah otonomterus berupaya menggerakkan berbagai potensi ekonomi di wilayahnya. Hal inidilakukan agar para pelaku ekonomi dapat berperan serta dan berpartisipasi aktifmenggerakkan perekonomian sehingga mampu memberikan kontribusi bagipertumbuhan ekonomi di Kota Pematangsiantar.Dalam menjalankan fungsinya sebagai daerah otonom, daerah harus mematuhi peraturan yang ada
Pengaruh Jumlah Simpanan dan Tunggakan Kredit Terhadap Kesejahteraan Anggota Koperasi CU. Maju Bersama di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Desman Gulo; Elidawaty Purba; Darwin Damanik
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Ekuilnomi Vol 2(1) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kfg54485

Abstract

Koperasi adalah salah satu bentuk usaha berbadan hukum yang berdiri di Indonesia. Menurut Undang-Undang No 17 tahun 2012 Pasal 1 Ayat 1 Tentang Perkoperasian, Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi. Credit Union (CU) adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak dibidang simpan pinjam dan dikelola oleh anggotanya, dan yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya sendiri. dan CU merupakan kumpulan orang - orang saling percaya dan mempunyai jaringan international. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Maret 2020 sampai dengan Juni 2020. Lokasi penelitian bertempat di Kantor CU. Maju Bersama di Jalan Asahan Km 4, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, Melalui metode deskriptif ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan gambaran yang tepat mengenai pengaruh jumlah simpanan dan jumlah tunggakan kredit terhadap kesejahteraan anggota koperasi CU Maju Bersama di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh Simpanan Anggota terhadap kesejahteraan anggota koperasi CU Maju Bersama di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun berbanding positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas simpanan anggota yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,038. Hal ini menunjukkan bahwa apabila simpanan anggota naik 1% maka kesejahteraan anggota yang diproxy dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) akan meningkat sebesar 0,038