cover
Contact Name
Darwin Damanik
Contact Email
jurnal.ekuilnomi@gmail.com
Phone
+6285210371000
Journal Mail Official
jurnal.ekuilnomi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sisingamangaraja Barat No.1
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ekuilnomi
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 26147181     DOI : https://doi.org/10.36985/6nm71z95
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekuilnomi : Jurnal Ekonomi Pembangunan encompasses original research manuscripts, review article, in the field of research that covers scientific including: Economic development, Labor economics, Environmental economics, Microeconomics,Macroeconomics,Rural development, Urban & regional economies,Welfare economics,Unemployment,Inflation,Monetary & fiscal policies, International economics, Agricultural economics, Business and finance, Industry and trade, Digital Economics, Financial Economics.
Articles 365 Documents
Analisis Kelayakan Usaha dan Strategi Pengembangan Industri Kecil Tempe di Kelurahan Setia Negara Kecamatan Siantar Sitalasari Putri Wahyuni Arnold; Pinondang Nainggolan; Darwin Damanik
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Ekuilnomi Vol 2(1) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5z5xsy24

Abstract

Sektor industri mengambil bahan baku dari sektor primer dan mengubahnya menjadi produk pengguna akhir. Contoh bisnis sektor industri termasuk produksi kecil pembuatan tempe. Usaha industri besar memliki sifat produktif dan memenuhi kriteria berupa memiliki kekayaan diatas 10 miliar termasuk dengan kekayaan tanah, maupun bangunan usaha yang digunakan sebagai tempat usaha. Usaha industri besar ini bisa mendapatkan kredit atau pinjaman dari bank dimana nilainya lebih dari 5 miliar rupiah. Sedangkan usaha industri menengah bisa berdiri sendiri dan didirikan oleh perorangan atau badan usaha dan bukan menjadi anak perusahaan atau cabang perusahaan. Untuk kriterianya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 dimana kekayaan bersihnya mencapai lebih dari 500 juta dan paling banyak adalah 10 miliar. Dan usaha industri kecil adalah usaha dalam bidang ekonomi yang produktif dan mampu berdiri sendiri dan bisa didirikan oleh perorangan atau badan usaha namun tidak menjadi anak perusahaan atau cabang perusahaan. Kriteria dari usaha kecil ini diatur dalam Undang - undang Nomor 20 tahun 2008 yang mana memiliki kekayaan lebih dari 50 juta. Dalam menyusun penelitian ilmiah diperlukan strategi dan langkah - langkah yang benar sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan satu metode. Dalam penelitianini, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Profil Usaha Industri Kecil Tempe di Kelurahan Setia Negara Kecamatan Siantar Sitalasari yaitu dikelola oleh laki-laki sebanyak 60% dan dikelola oleh perempuan sebanyak 40%, dikelola oleh penduduk berusia 30-40 tahun sebanyak 30%, usia 41-50 tahun sebanyak 40%, usia 51-60 tahun sebanyak 20% dan usia > 60 tahun sebanyak 10%, dikelola oleh penduduk berpendidikan SD sebanyak 30%, sebanyak 20% dikelola oleh penduduk berpendidikan SMP dan sebanyak 50% dikelola oleh penduduk berpendidikan SMA/SMK, sudah berdiri lama dengan lama usaha < 10 tahun sebanyak 40%, lama usaha 11-20 tahun 10%, lama usaha 21-30 tahun 30%, lama usaha 31-40 tahun 20%
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun Jefri Alfin Sinaga; Elidawaty Purba; Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Ekuilnomi Vol 2(1) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/14cs5030

Abstract

Kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tujuan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah. Desentralisasi merupakan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih efisien dan akurat terhadap kebutuhan, potensi maupun karakteristik yang terdapat pada masing - masing daerah. Selain sebagai tujuan pemerintah, pertumbuhan ekonomi juga merupakan indikator pencapaian pembangunan nasional. Desentralisasi akan memberi kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan - kebijakan dan renncana keuangan sendiri, sehingga akan memberikan pengaruuh terhadap pertumbuhan ekonomi. Otonomi daerah berdasarkan UU NO. 22 Tahun 1999 lebih bernuansa desentralistik, yang mana daerah provinsi dengan kedudukan sebagai sebagai daerah otonom sekaligus wilayah administrasi, yang melaksanakan kewenangan adalah pemerintah pusat yang di delegadi kepada gubernur. Dengan adanya otonomi daerah memunculkan dimensi baru berupa desentralisasi dan dekonsentralisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dana Alokasi Khusus mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun nilai thiitung -0,155< ttabel 1.942 Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Pendapatan Asli Daerahmaka Pertumbuhan Ekonomi semakin meningkat, begitu pula sebaliknya jika semakin rendah Pendapatan Asli Daerah maka Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan nilai t: diketahui nilai thitung -1.131< ttabel 1.942 sehingga dapat disimpulkan bahwa PAD (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y)
Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Pematangsiantar Tahun 2000 – 2019 Windah Meylin Panjaitan; Darwin Damanik; Bagudek Tumanggor
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Ekuilnomi Vol 2(1) Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/v456t676

Abstract

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya didalam melanjutkan pembangunan, karena pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran negara. Selain itu, pajak juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan nasional, baik berupa barang ataupun jasa. Kota Pematangsiantar merupakan salah satu Kota di Provinsi Sumatera Utara yang saat ini memiliki fokus dengan upaya yang maksimal terhadap penggalian sumber - sumber penerimaan dan pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh daerah. Salah satun strategi dalampeningkatan penerimaan daerah tersebut, yaitu perlunya mengetahui factor - faktor yang mempengaruhi penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh luas tanah terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan berpengaruh positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas luas tanah yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,905. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruhPDRB per kapita terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kota Pematangsiantar berpengaruh positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas luas tanah yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,801. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruhInflasi terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kota Pematangsiantar berpengaruhnegatif dan tidak signifikan. Dengan nilai probabilitas inflasi yaitu 0,157> 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,084
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Industri Rumah Tangga Tenun Ulos Di Kota Pematangsiantar Alex Ganda Subrata; Darwin Damanik
Jurnal Ekuilnomi Vol. 1 No. 1 (2019): Ekuilnomi Vol 1(1) Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jj9gyj80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, modal kerja, jam kerja, dan inovasi produk terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan responden. Model analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan jumlah responden sebanyak 160 responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwah secara parsial variabel modal kerja, jam kerja dan inovasi produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun, sedangkan variabel usia pengrajin tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar. Dalam peranan peningkatan pendapatan pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar inovasi produk turut berperanan meningkatkan pendapatan para pengrajin tenun ulos
Pengaruh Simpanan Anggota Dan Pinjaman Anggota Terhadap Sisa Hasil Usaha (Shu) CU Maju Bersama Kabupaten Simalungun Hasibuan, Dwi Maria; Purba, Elidawaty
Jurnal Ekuilnomi Vol. 1 No. 1 (2019): Ekuilnomi Vol 1(1) Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8t4qrv88

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh jumlah simpanan dan pinjaman anggota terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun secara parsial dan simultan. Hasil dari penelitian ini adalah (1).Variabel Simpanan Anggota (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun (2).Variabel Pinjaman Anggota (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun; (3).Variabel Simpanan Anggota (X1) dan Pinjaman Anggota (X2) berpengaruh signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun; (4). Besarnya Koefisien Determinasi (R2) = 0, 982 yang artinya variable simpanan anggota (X1) dan pinjaman anggota (X2) berpengaruh 98, 20% terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Perdagangan, sisanya 1, 80 % dipengaruhi oleh variable lainnya
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tabungan Emasdi Pt. Pegadaian (Persero) Kota Pematangsiantar Indah Lestari; Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 1 No. 1 (2019): Ekuilnomi Vol 1(1) Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/tk3qap75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendapatan dan harga emas terhadap permintaan tabungan emas di PT. Pegadaian (Persero).Penelitian ini dilakukan pada PT. Pegadaian (persero) JL.Thamrin No. 46 Kota Pematangsiantar.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Data primer dikumpulkan melalui daftar pertanyaan yang diisi oleh responden, dan data sekunder data yang diambil dari PT. Pegadaian (Persero).Adapun sampel pada penelitian ini adalah 50 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling yang penentuan sampelnya berdasarkan kebetulan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program komputer SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Variabel pendapatan nasabah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y), dan (2) Variabel harga emas (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y) di PT. Pegadaian (Persero) Pematangsiantar
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Nira Di Kabupaten Simalungun Dian G Purba; Bagudek Tumanggor
Jurnal Ekuilnomi Vol. 1 No. 1 (2019): Ekuilnomi Vol 1(1) Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/mgvhx312

Abstract

Kecamatan Dolok Panribuan, merupakan salah satu daerah di Kabupaten Simalungun yang mengusahakan usaha tani aren penghasil nira dan merupakan salah satu mata pencaharian daerah tersebut. Walaupun dari sebagian pihak hasil olahan nira menjadi minuman beralkohol rendah (Tuak) menjadi pro dan kontra, namun dalam kenyataannya usaha tani aren penghasil nira telah mampu menopang perekonomian sebagian masyarakat petani nira dan keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jumlah pohon Aren penghasil nira yang diusahai, modal, dan pengalaman petani terhadap pendapatan petani nira di Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun
Analisa Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Kawasan Obyek Wisata Di Kabupaten Simalungun Daniel Collyn Damanik
Jurnal Ekuilnomi Vol. 1 No. 1 (2019): Ekuilnomi Vol 1(1) Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c07qcr60

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan objek wisata Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun dan Untuk mengetahui faktor - faktor yang menghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan objek wisata Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun
Financial Management Of The Turnover Of Micro, Small And Medium Enterprises (MSMEs) Sinaga, Mahaitin H; Tarigan, Wico Jontarudi; Purba, Djuli Sjafei
Jurnal Ekuilnomi Vol. 6 No. 2 (2024): Ekuilnomi Vol 6(2) Mei 2024
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qbxzbh34

Abstract

This study aims to examine the influence of financial management on the turnover of micro, small and medium enterprises (MSMEs). This study uses a quantitative method, with data collection techniques through questionnaires, observations, and interviews. The study population includes 113 MSME owners in Suka Mulia Sari Village, with a sample of 54 people determined using the Slovin formula. The sampling technique used is convenience sampling. The data testing in this study includes validity test, reality test, analysis prerequisite test, multiple linear regression analysis, Pearson product moment correlation and hypothesis proof using the help of SPSS Version 25. The result of this study is that there is no influence of financial management variables on MSME Turnover in Suka Mulia Sari Village with a significance value of 0.414 > 0.005 and tcount < ttable (0.824 < 1.675) meaning that there is no positive and significant influence of partial financial management variables on MSME Turnover). The results of the Pearson product moment correlation test showed a correlation coefficient value of 0.114. Because the value is close to 0, the relationship between financial management and MSME Turnover does not exist or there is no correlation
Dampak Asimetris Nilai Tukar Rupiah Terhadap Perdagangan Indonesia Dengan Mitra Dagang Nancy Nopeline; Darwin Damanik; Putri Angeline Gea
Jurnal Ekuilnomi Vol. 6 No. 2 (2024): Ekuilnomi Vol 6(2) Mei 2024
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3tpk8676

Abstract

Stabilitas nilai tukar juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi, yang dapat memengaruhi daya beli konsumen dan perekonomian secara keseluruhan. Depresiasi rupiah juga dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar, karena dapat menyebabkan harga barang dan jasa yang lebih tinggi, yang dapat berdampak negatif pada perekonomian. Untuk menguji Asimetris maka studi ini menggunakan model Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) dan data deret waktu dari tahun 2006-2023. Data tersebut tidak stabil, menunjukkan koefisien yang signifikan tetapi hubungan yang tidak signifikan antara variabel dalam model, yang memerlukan kointegrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan antara PDB India dan neraca perdagangan antara Indonesia dan India adalah positif dan signifikan. Namun, hubungan antara PDB Indonesia dan neraca perdagangan antara Indonesia dan India bersifat negatif dan tidak signifikan. Model J-curve untuk hubungan antara India dan Indonesia menunjukkan hubungan yang positif, sementara J-curve untuk hubungan antara Indonesia dan Malaysia menunjukkan hubungan yang negatif. Hal yang sama juga terjadi antara neraca perdagangan antara Indonesia dan Malaysia bersifat positif dan signifikan, tetapi tidak signifikan