cover
Contact Name
Hafizh Al Fikri
Contact Email
hafizalfikri@ikj.ac.id
Phone
+6281380151716
Journal Mail Official
jurnal@senirupaikj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini Kec. Menteng Kota Jakarta Pusat, 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Senirupa Warna (JSRW)
ISSN : 23551682     EISSN : 26857618     DOI : https://doi.org/10.36806
JSRW supports the vision and mission of FSR-IKJ to publish works of a scientific nature within FSR-IKJ and beyond. Works published must discuss discourses of arts (either fine or applied) in the fields related to visual aspects, such as fine arts, design, craft, visual narratives, and forms of art that utilize the new media.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas" : 8 Documents clear
Membaca Modernitas Ananda Feria Moersid
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.58

Abstract

Dalam salah satu tinjauan buku pada edisi ini, ditinjau karya tulis guru besar linguistik dan sastra Universitas Indonesia: Benny H. Hoed dengan pokok bahasan "Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya". Edisi kali ini memang memuat beberapa artikel maupun tinjauan buku yang berangkat dari pengamatan gejala-gejala transformasi budaya juga gejolak sosial yang ada kaitannya dengan modernitas, karena saat ini kita dihadapkan pada kenyataan betapa sulitnya menangkpa dan menggambarkan modernitas.
Estetika Eksistensial Desain Hibrid Ruang Sembahyang Orang Tionghoa Peranakan di Banjar Lampu, Desa Catur, Kintamani July Hidayat
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.59

Abstract

Orang Tionghoa peranakan di Banjar Lampu memiliki nama, berbahasa, menganut Hindu dan tradisi Bali, bersama-sama dengan kepercayaan Konghucu. Mereka bersembahyang kepada dewa Hindu di sanggah, di ruang sembahyang leluhur Tionghoa dan Dewa KwanKong di kompleks rumah tinggal, pelinggih Kwan Kong di Pura Penyajakan dan Ratu Subandar di Pura Batur. Di Pura Penyajakan, ruang sembahyang Kwankong diijinkan untuk diletakkan pada halaman tengah pura, berbentuk gedong pelinggih dan dikombinasikan dengan elemen desain Tionghoa. Di Pura Batur, pelinggih Subandar (KangChingWei) juga berbentuk hibrid Bali-Tionghoa, tetapi sudah diposisikan di halaman dalam pura yang bernilai lebih sakral. Ketika desain ruang sembahyang Tionghoa peranakan ditinjau dari pendekatan estetika eksistensial, nilai keindahan hibriditas ruang dipahami dari perspektif individual orang Tionghoa sendiri, memperhitungkan sejarah keberadaannya di Desa Catur, untuk membawa esensi keindahan yang terkait dengan makna esensial keberadaan ke permukaan, lepas dari mitos budaya. Hibriditas desain orang Tionghoa di Desa Catur adalah representasi makna eksistensialnya, yaitu 'menjadi Bali'
nterpretasi Ikonologis Matahari Affandi dalam "Affandi dan Tujuh Matahari" dan "Hampir Terbenam" Stanislaus Yangni
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.62

Abstract

Interpretasi Ikonologis Matahari Affandi dalam "Affandi dan Tujuh Matahari" dan "Hampir Terbenam". Tulisan ini merupakan hasil penelitian atas dua lukisan Affandi, yaitu Affandi dan Tujuh Matahari (1950), dan Hampir Terbenam (1983). Hal yang menarik adalah kedudukan matahari dalam lukisan Affandi. Sselain menjadi obyek umum yang terdapat dalam lukisan-lukisan Affandi, matahari telah bertranformasi menjadi simbol dalam diri Affandi. Penelitian ini menggunakan pendekatan ikonologis dari Erwin Panofsky, yaitu metode untuk mengurai dua lukisan Affandi, yang terdiri dari deskripsi pre-ikonografis, analisis ikonografis, dan interpretasi ikonologis. Dalam penelitian ini, kita akan menemukan keterbatasan pendekatan Panofsky untuk gaya lukisan ekspresionis Affandi.
"Back to Nature": Sebuah Identitas Arsitektur-Interior Hotel The Ayu, Toyabungkah, Kintamani, Bali Wayan Dharsana
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.66

Abstract

"Back to Nature" sebuah Identitas Arsitektur-Interior Hotel The Ayu Kintamani, Toyabungkah-Kintamani, Bali. Manusia dapat berinteraksi dengan budaya dan lingkungan alam hanya jika struktur karya arsitektur interior itu sendiri memungkinkan interaksi tersebut. Objek yang menjadi penelitian adalah The Ayu Kintamani Hotel Jalan Puri Bening, Toya Bungkah, Kintamani, Bali, Indonesia. Objek penelitian dianalisis dengan menggunakan teori dan konsep-konsep desain interior serta arsitektur biophilic. Unsur-unsur di dalam desain seperti ruang, warna, cahaya dan lain sebagainya akan dilihat sebagai suatu punya rekonektivitas manusia dengan lingkungan alam serta budaya yang ada di sekitar objek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan utamanya untuk memahami kaitan antara hubungan manusia dengan alam dalam arsitektur-interior.
Perupa: Syahrinur Prinka Iwan Gunawan
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.70

Abstract

Syahrinur Prinka merupakan salah seorang pengajar Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa IKJ. Lulusan Seni Grafis Fakultas Seni Rupa ITB ini pernah bekerja untuk majalah TEMPO dan kemudian mengembangkan program studi Desain Grafis di LPKJ-IKJ
Perupa: Priyanto Sunarto Siti Turmini Kusniah
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.71

Abstract

Keluarga Soenarto barangkali bisa dikatakan keluarga yang tidak biasa. Sang ayah, R.S Soenarto adalah seorang dokter, tentara dan sang anak, Priyanto Soeharto adalah salah seorang ilustrator terkemuka Indonesia
Benny H. Hoed: Semiotik & Dinamika Sosial Budaya Ananda Feria Moersid
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.72

Abstract

Bukanlah perkara mudah untuk bisa menuliskan teori-teori budaya kedalam bahasa sehari-hari tanpa kehilangan bobot ilmiahnya. Dr. Haryatmoko dalam pengantar buku ini menyatakan bagaimana cukuprinci dan runut, Benny H. Hood mampu menjalin teori budaya metodologi yang sahih sekaligus mencerahkan melalui bahasan tentang teori-teori semiotika, hermeuneutika, strukturalisme dan dekonstruksi. Dari proses kelahiran makna/bentuk-bentuk eksplisit lainnya melalui tanda, simbol dan teks dalam memahami perkembangan dunia lingkungannya dengan asumsi bahwa realitas juga bisa diperlakukan sebagai tanda dan teks.
"Kagunan" Karya Arsitektur Adhi Moersid Bagoes Wiryomartono
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 2 (2015): Membaca Modernitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i2.74

Abstract

"Kagunan" Karya Arsitektur Adhi Moersid

Page 1 of 1 | Total Record : 8