cover
Contact Name
nanang
Contact Email
kjc@uin-suka.ac.id
Phone
+6281229023291
Journal Mail Official
kjc@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kalijaga Journal of Communication
ISSN : -     EISSN : 26851334     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KKalijaga Journal of Communication always places studies related to Islamic broadcasting and journalism as the main focus on academic inquiry and invites comprehensive observations of multidisciplinary studies. The journal, which functions as a forum for the study of Islamic broadcasting in Indonesia and other parts of the world in a challenging local and global context, supports studies that focus on specific themes and studies across disciplines. Subjects include textual studies and fieldwork with a media development perspective.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Media Berperspektif Gender: Faktor yang Mempengaruhi Narasi Keberpihakan pada Korban Kekerasan Seksual di Media Online Tirto.id Sarjoko Sarjoko; Dewi Sinta Nuriyah
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.31-03.2021

Abstract

Tirto.id brings a new color in covering cases of sexual violence in the Indonesian media. This media does something very fundamental in reporting cases of sexual violence, namely siding with the victim. The narrative does not present itself. This research confirms that Tirto.id builds the narrative of partiality at the micro, meso, and macro levels. This research uses a qualitative approach which is analyzed using a descriptive approach. Researchers collected data by digital observation and interviewed two key figures in the coverage of sexual violence on Tirto.id in 2017-2019. Using the theory of Shoemaker and Reese's hierarchy of influences, this article explains how the influence of gatekeepers at five levels makes Tirto.id a medium that can be referred to in reporting cases of sexual violence. This media does not only report cases, but further seeks to encourage the birth of a policy to prevent and handle cases of sexual violence.
Gerakan Protes Digital Para Suporter Sleman Bambang Arianto
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.31-01.2021

Abstract

Artikel ini mengelaborasi gerakan protes secara digital yang dilakukan para suporter Sleman dengan memanfaatkan media sosial terhadap penangkapan salah satu suporternya. Para warganet kemudian berjejaring dengan para aktor media sosial seperti buzzer dan influencer untuk membangun partisipasi digital melalui postingan dan komentar. Dengan memanfaatkan trending topik Twitter, para warganet berhasil membangun dukungan di media sosial untuk memberikan dukungan dengan tagar (hashtag) #BebaskanYudhiAtauBoikot. Aksi protes digital ini telah berhasil membangun aktivisme digital dalam kerangka partisipasi digital. Kekuatan tagar yang ada di trending topik twitter bisa ikut memperkuat sebuah isu menjadi opini publik meskipun isu tersebut hanya berasal dari daerah seperti Sleman. Artikel ini berpendapat bahwa tagar Twitter yang bisa mencapai trending topik bisa sebagai bagian protes digital dan saluran aspirasi warganet dalam langgam demokrasi digital.    
Peran Sosial Media Pada Gerakan Protes Massa Aksi dan Demokrasi Baru di Era Milenial Tiara Apriyani
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.31-02.2021

Abstract

Tulisan ini mengkaji peran sosial media yang menjadi sarana untuk memunculkan protes melalui hashtag dan memobilisasi massa aksi baik secara online maupun secara langsung. Tulisan ini juga ingin melihat bagaimana sosial media menjadi bentuk dari demokrasi baru di era milenial. Saat ini, sosial media yang menjadi bagian dari new media tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk melancarkan protes massa aksi dan bahkan memobilisasi gerakan massa. Fokus dari penelitian ini adalah melihat bagaimana sosial media berperan dalam menggerakkan protes massal di Indonesia. Penelitian juga ingin mengkaji apakah sosial media saat ini adalah bentuk dari demokrasi baru di era milenial. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sosial media berperan penting dalam memobilisasi gerakan protes di sosial media seperti munculnya hashtag-hasthtag #AksiBelaIslam #Gejayan Memanggil, #MosiTidakPercaya, #SurabayaMenggugat dan #BengawanMelawan. Gerakan protes di media sosial ini tidak hanya trending di media sosial namun juga memunculkan gerakan protes massa aksi langsung di beberapa daerah. Sosial media juga menjadi representasi dari demokrasi baru di era milenial ini karena banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk melakukan protes atas kebijakan politik pemerintah.
Konstruksi Berita Pemilihan Bakal Calon Presiden 2024 Nitra Galih Imansari
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.31-04.2021

Abstract

Pemilihan bakal calon presiden  Republik Indonesia menjadi bahan pembahasan yang menarik dibeberapa media di Indonesia meski akan dilaksanakan pada tahun 2024. Bagi media pemberritaan hal ini menjadi hal yang sangat bagus untuk digali informasinya, namun tidak semua media itu secara murni memberitakan secara benar, terdapat kepentingan-kepentingan didalamnya, penelitian ini mencoba menggali akan hal itu melalui prespektif ekonomi politik media. Hasil dari penelitian ini menghasilkan bahwasannya media memiliki kekuatan yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan pihak-pihak tertentu, salah satunya adalah pihak kapitalisme.
Impression Management Deddy Corbuzier sebagai Mualaf di Media Sosial Amirul Mukmin; Nanang Mizwar Hasyim
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.31-05.2021

Abstract

Impression Management atau manajemen kesan merupakan teknik komunikasi yang dilakukan seseorang untuk menciptakan kesan yang diinginkan pada orang lain terhadap dirinya. Realitas perpindahan agama yang menjadi konsumsi publik akan menimbulkan kesan dalam benak publik terhadap identitas baru yang dimiliki seseorang. Pada 21 Juni 2019 Deddy Corbuzier, seorang pesulap, presenter, sekaligus youtuber memutuskan menjadi mualaf. Berbagai media berlomba-lomba memberikan informasi seputar motif perpindahan tersebut. Salah satunya adalah media sosial YouTube. Dengan menggunakan analisis isi kuantitatif, peneliti ingin berusaha menjawab bagaimana kesan mualaf yang terbentuk serta taktik Impression Management yang dipakai Deddy Corbuzier sebagai mualaf saat diwawancarai dalam tayangan  konten YouTube sepanjang Juni 2019 hingga April 2021. Hasil penelitian menemukan bahwa Deddy Corbuzier menggunakan semua taktik Impression Management yang dikembangkan Jones dan Pittman. Taktik yang paling dominan adalah Ingratiation yang mendapatkan persentase terbesar. Dimensi other enhancement yang terdapat pada taktik Ingratiation, dikonstruksikan Deddy untuk memperbaiki citra sebelum mualaf, serta untuk memelihara statusnya sebagai mualaf. Dengan demikian taktik Ingratiation, membuat Deddy terlihat sebagai seorang mualaf yang baik, menarik, dan bersikap positif.
Kehidupan Sosial Petani Perkotaan di Era Transformasi Digital dan wabah Covid 19. Mohamad Hasan As'adi; Fauzan Alfian; Mudhofir Yusuf Saifullah; Fatikhul Himam
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.31-06.2021

Abstract

Pandemi covid-19 telah merubah tatanan sosial sebagian besar manusia. Terkhusus petani di Indonesia yang kental akan budaya, adat dan tradisi yang erat dengan kebersamaan dan kekeluargaan. Kehadiran media digital di era ini memberikan manfaat besar dalam kehidupan sosial manusia dalam bidang komunikasi. Tidak meratanya layanan informasi hingga kurangnya pengetahuan masyarakat pedesaan dalam mengakses media digital memberikan masalah tersendiri, kususnya petani. Mayoritas petani Indonesia saat ini adalah golongan tua di lingkungan pedesaan maupun di perkotaan.  Penerapan secara menyeluruh media digital di era pandemi berkembang pesat. Akan tetapi, pada sector pertanian tidak menjadi suatu hal yang di utamakan. Pandemic telah memutuskan hubungan pendampinga antara penyuluh dan petani yang berakibat stagnan hingga menurunnya produktifitas hasil pertanian. Media digital merupakan solusi bagi petani muda akan tetapi boomerang bagi petani tua. Oleh karena itu diperlukan strategi yang tepat untuk melakukan penyuluhan di masa pandemi ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6